17 Tahun Depok, Mau Dibawa Ke Mana?

Tak terasa beberapa hari lagi Depok akan memasuki usia remaja, 17 tahun. Istilah kerennya “sweet seventeen”.

Mungkin usia tersebut masih terlampau muda, namun sejak dinyatakan sebagai kota pada 27 April 1999, wajah Depok mulai berubah drastis.

Dengan segala kemajemukan warganya, tak terdengar lagi istilah “tempat jin buang anak”. Kota ini sekarang menjelma sebagai sarangnya kelas menengah yang terkenal dinamis dan heterogen.

Tiap jengkal tanah di Depok pun menjadi berharga. Pesatnya laju urbanisasi ke Jakarta membuat Depok yang dekat dengan ibukota menjadi sexy untuk wilayah pemukiman. Tak heran bila perumahan, gedung apartemen, hingga pusat perbelanjaan modern semakin marak dibangun di kota ini.

Pesatnya pembangunan memang tak selamanya baik bagi Depok, apalagi bila berlebihan. Di saat daerah lain gencar merevitalisasi kawasan untuk ruang publik yang layak, tentunya hal ini menjadi permasalahan baru bagi Depok, seperti kemacetan, banjir, sampah hingga keamanan.

Dengan segudang permasalahan dan apatisme warga yang tinggi, saat ini muncul gelombang kesadaran baru di tengah masyarakat yang digaungkan komunitas.

Lewat jagat sosial media, forum diskusi, hingga aksi, suara suara itu bermunculan. Kesamaan rasa ingin menjadikan Depok lebih baik dan layak huni yang menyatukan mereka.

Karena itu, peran masyarakat yang perlahan mulai sadar untuk berkontribusi ke kotanya juga harus didukung sikap pemerintah dan birokrasi yang mau bersinergi dengan warganya.

Jangan ada lagi jurang pemisah antara elite (eksekutif dan legislatif) tingkat kota dengan rakyatnya. Usia Depok hampir 17 tahun. Sudah saatnya kota ini berbenah dengan menanamkan semangat kolaborasi sebagai jurus ampuh menjadikan Depok lebih baik dari berbagai sisi.

Kini, di tengah kepemimpinan baru Idris Abdul Shomad dan Pradi Supriatna harapan itu dititipkan. Semoga jargon Depok Terbaik yang berkumandang saat kampanye hingga sekarang mampu memberikan trobosan baru menuju Depok yang lebih baik dan humanis.

(bobby afif/baf)

Leave a Reply