fbpx

Seluk Beluk Pil Kontrasepsi

TEPAT tanggal 26 September lalu, dunia medis memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia dan ini bertepatan dengan perayaan 50 tahun usia pil kontrasepsi di dunia yang diluncurkan oleh dr.Gregory Pincus tahun 1960 silam. Dalam perayaan World Contraception Day di Jakarta hari Kamis (23/9) lalu, Prof. Dr. dr. Biran Affandi, SpOG (K) dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia meyakini bahwa tanpa disadari pil kontrasepsi tak hanya membantu menekan peledakan penduduk dunia, tapi juga memiliki manfaat lain bagi wanita. Apa saja?

  • Haid menjadi lebih teratur dan mengurangi resiko pendarahan haid yang berlebihan
  • Menurunkan resiko kanker ovarium dan endometrium

 

  • Membantu perlindungan atas kanker usus besar

 

  • Meredusir keluhan menjelang menopause

 

  • Menurunkan resiko tumor jinak payudara

 

  • Membantu kepadatan tulang

 

Nah, setelah melihat manfaat tambah pil kontrasepsi kira-kira apa syarat mengonsumsi pil kontrasepsi? Sebenarnya, hampir semua wanita yang telah haid dapat menggunakan pil kontrasepsi dengan aman, termasuk wanita yang:

  • Sudah atau belum memiliki anak
  • Belum menikah

 

  • Semua usia, baik remaja maupun wanita usia 40 tahun lebih

 

  • Pasca melahirkan, aborsi atau keguguran

 

  • Perokok (jika dibawah 35 tahun)

 

  • Memiliki riwayat anemia

 

Namun, bila Anda memiliki beberapa hal di bawah ini urungkan niat mengonsumsi pil KB atau konsultasikan dengan dokter kandungan Anda:

  • Wanita perokok dan berusia diatas 35 tahun
  • Wanita dengan sirosis, infeksi, ataupun kanker hati

 

  • Wanita dengan tekanan darah sistolik ² 60 mmHg atau diastolik ³ 90 mmHg

 

  • Wanita yang sudah menderita diabetes melitus selama 20 tahun lebih atau dengan komplikasi

 

  • Wanita penderita atau memiliki riwayat kanker payudara

 

Foto: Aleksandra B. – sxc,hu

Iwan Agustian: Semerbak Coffee Hasil Peluang dan Inovasi

MEMULAI bisnis dengan modal awal tiga juta rupiah, tetangga kita yang satu ini kini sudah memiliki lebih dari 250 outlet kopi yang tersebar hampir di seluruh daerah di Indonesia hanya dalam kurun waktu satu tahun. Iwan Agustian (41), pemilik Semerbak Coffee Blend, bercerita banyak tentang  perjalanan bisnisnya kepada depoklik, Senin (27/9) sore kemarin. \r\n\r\n Iwan mengawali bisnisnya dengan membuka kedai bakso. Dalam perjalanannya, ia menyadari bahwa banyak pelanggan yang datang hanya untuk menikmati kopi racikan yang ia sediakan. Melihat peluang ini, pada bulan Juni 2009, tanpa ragu ia ‘banting setir’ dengan membuka sebuah outlet kopi blend bersama seorang kawan, Muazin. Seiring dengan kesuksesan outlet-outletnya di Depok, pria yang gemar memakai topi ini membuka waralaba (franchise) sebagai pilihan startegi bisnisnya.\r\n\r\nSejak memulai bisnis ini, Iwan tidak menemukan kendala yang berat. “Walaupun ada, mungkin kendala ringan di internal para mitra, seperti permasalahan sumber daya manusia,†ujarnya. Ia bersyukur semua berjalan lancar, dan berharap semua berjalan sesuai rencana. Targetnya dalam waktu dekat, ia akan mulai membuka mini bar di pusat-pusat perbelanjaan. “Saya memang tidak ingin menggunakan konsep kafe, karena itu bisa membawa bisnis saya head to head dengan Starbucks, Kopi Luwak, dan lain-lain. Saya akan tetap menjaga kelas saya,†ungkapnya. Soal menghadapi persaingan bisnis, jawabannya adalah inovasi. “Saya akan terus berinovasi untuk menghadapi kompetitor,†tegasnya.\r\n\r\nDalam bincang-bincang santai di teras rumah produksinya sore itu, kami sempat terkejut setelah mengetahui bahwa pemilik Semerbak Coffee, outlet yang menawarkan enam rasa kopi ini, ternyata bukan penggemar kopi. “Saya sejak kecil tidak pernah minum kopi, saya bukan penggila kopi. Baru beberapa tahun terakhir ini saja saya ngopi, itupun kopi blend. Saya bukan pakar kopi,†ujar Ayah dari Reza Arizaldi, Rifky Adika, dan Rasya Adzani ini seraya tertawa. Iwan mengatakan bahwa, tidak harus jadi ahlinya untuk menjalankan suatu usaha. “Yang penting bagi saya adalah manfaatkan peluang, bangun jaringan, dan manajemen yang baik ,†lanjut pria yang pandai mengolah peluang ini. Satu tips penting yang Iwan berikan sore itu bagi para wirausahawan, yaitu online di internet. “Ini sudah teruji, online marketing itu sangat membantu pemasaran,†ungkapnya.\r\n\r\nSejak awal, Iwan mengatakan bahwa pilihan hidup untuk berwirausaha ini didukung penuh oleh sang isteri, Etty Kurniawati. Ditengah semakin banyaknya outlet yang berdiri, pria ini tetap mengutamakan waktu bersama keluarga. “Karena yang saya bangun adalah sistem, biarkan sistem yang berjalan. Jadi, bisnisnya tetap jalan, owner-nya jalan-jalan,†lanjut Iwan dengan penuh canda diakhir perbincangan.\r\n\r\nCoki Lubis\r\n\r\nFoto: AN

Foto Bareng Ular di Minggu Pagi

MINGGU pagi itu (26/9), ada yang berbeda di jalan Juanda. Beberapa orang tua dengan anaknya mengerubuti seekor ular dan tampak sedikit takut-takut, seorang anak memegang kulit ular. Selepas berolahraga, beberapa warga berkerumun di acara ‘Komunitas Deric: Foto Bareng Reptil’ di deretan ruko Pesona Khayangan arah Depok 2. Beberapa warga yang penasaran terlihat semakin memadati area, tidak sedikit dari mereka yang memberanikan diri memegang reptil-reptil tersebut, namun begitu ada juga yang masih ketakutan dan hanya melihat dari jauh. Nampak juga orang tua yang menggendong anaknya sambil memperkenalkan reptil dan amfibi yang ada di sana, seperti ular, kadal ataupun biawak. “Menarik sekali, tidak perlu jauh-jauh ke kebun binatang, bisa sambil mengajarkan pendidikan tentang hewan kepada anak-anak,†komentar Yesa, warga Margonda saat berbincang dengan  depoklik di tempat acara.rnrn Reptil dan amfibi di acara ini adalah hewan peliharaan pribadi para anggota Komunitas Deric (Depok Reptile-Amphibi Community), semakin siang justru semakin ramai. “Acara hari ini sebagai sebuah bentuk sosialisasi komunitas kami kepada warga Depok agar lebih mengenal reptil dan amphibi yang sebenarnya hewan yang sangat menyenangkan,†ujar Andry, Ketua Komunitas Deric. Beberapa pengunjung tampak begitu antusias untuk mengetahui lebih banyak tentang reptil dan amfibi yang dijelaskan oleh para anggota dari komunitas pecinta reptil ini. “Dari dulu saya ingin sekali pelihara ular, tapi kok rasanya repot ya. Mungkin karena belum paham benar cara perawatannya. Nah, kalau sekarang sudah ada komunitasnya jadi bisa sangat membantu†Tutur Pratikno, warga Depok 1 ketika dijumpai oleh Depoklik di lokasi acara. Bila melihat saja, rasanya tidak lengkap bila tak berfoto bersama para reptil yang kelihatan sangar tapi pendiam ini. Beberapa anak-anak pun antre untuk foto bersama,. “Ular-ular ini aman, kok. Karena sudah tak berbisa. Kalau yang berbisa kita simpan di tempat tertutup, tapi masih bisa dilihat†ujar Ganda, salah satu anggota Deric.rnrnrnrnKomunitas  Deric ini awalnya hanya terdiri dari beberapa orang yang tinggal di daerah kampus Universitas Indonesia ini, sekarang sudah memiliki keanggotaan lebih luas di luar Depok. Seperti, Fatmawati maupun Cilandak. Bila Anda ingin gabung di komunitas yang terbentuk September tahun lalu ini, hubungi saja Deric via email di [email protected] atau facebook: DERIC (Depok Reptile-Amphibi Community).rnrnTika Sylvia UtamirnrnFoto: TS, dok.deric

Wisnu Gardjito: Kelapa Akan Bangkitkan Agraria Nasional

MEMPERINGATI Hari Agraria Nasional yang jatuh 24 September hari ini, depoklik menyorot profil warga kawasan yang selama ini mengabdikan diri untuk  kemajuan agraria nasional, Dr. Ir. Wisnu Gardjito, MBA, MM (50), warga perumahan Permata Duta, Sukmajaya – Depok. Dalam perjalanan di dunia akademisi, Doktor Teknologi Industri Pertanian IPB yang lulus dengan cum laude ini sempat mengabdi di Departemen Perindustrian dan menjadi Project Manager Badan Pembangunan Industri Dunia (United Nations Industrial Development Organization/UNIDO) untuk Program Pembangunan Indonesia Timur. Kini, bersama peneliti lain, Wisnu memimpin Improvement Institute, sebuah lembaga penelitian dan pemecahan masalah yang berkenaan dengan agro ekonomi dan sumber daya manusia (trouble shooting management company) yang berbasis di Depok.”Dalam bincang-bincang santai di kediamannya hari Kamis (23/9), pengusaha sekaligus aktivis yang menaruh perhatian besar pada komoditas tumbuhan tropis ini mengaku sejak tahun 1995 sudah mulai melirik kelapa sebagai komoditi unggulan yang akan membangkitkan agro industri nasional. Wisnu memiliki sedikitnya tujuh alasan untuk menjawab mengapa kelapa? Pertama, Indonesia memiliki luas tanam kelapa 3,7 juta hektar, saingannya hanya Filipina yang memiliki luas tanam kelapa 3,1 juta hektar. “Tetapi, Filipina basis bisnisnya adalah kapitalistik, sementara kita sosialisme, masyarakat-pun memilikinya. Maka Indonesia lebih mudah dikendalikan,†tutur pria kelahiran tahun 1960 silam.”Kedua, bila diolah dengan serius, kelapa memiliki 1600 produk akhir. Ketiga, berdasarkan ILOR (Incremental Labour Output Ratio) indutri kelapa memiliki penyerapan tenaga kerjanya tertinggi di dunia. Mulai dari proses hingga pemasaran dapat menyerap 100 tenaga kerja untuk satu pohon. Keempat, pohonnya sudah ada, tidak perlu menanam lagi. Kelima, sudah ada asosiasi dunianya. Keenam, teknologinya mudah, dan bangsa kita sudah punya, dan yang terakhir, Ketujuh, investasinya murah. “Saya saja memulainya dari modal 25 ribu rupiah, dan nilai tambah mencapai 8000%,†aku Wisnu sambil tersenyum.”Ditangan Improvement Intitute yang ia pimpin, sudah ada 65 produk kelapa yang melaju di pasar domestik dan internasional. Mulai dari kuliner, kosmetik, sampai obat. Dalam prosesnya, Wisnu Gardjito, bersama sang isteri, Vipie Gardjito, mengembangkan rumah produksi (cluster) di beberapa daerah di Indonesia. Di cluster tersebut, masyarakat diajarkan pengolahan kelapa menjadi jenis-jenis produk siap pakai yang siap dipasarkan. “Jadi, dari masyarakat dan untuk masyarakat. Kami membantu memasarkannya di jaringan domestik bahkan internasional melalui koperasi bersama. Kami membantu investasi alat-alat, termasuk pelatihan-pelatihan, dan masyarakat menginvestasikan pohonnya, produknya kita masukan ke koperasi bersama,†ujar pria yang selalu tampil semangat ini.”Mengapa koperasi untuk mengolah kelapa? “Harus koperasi, karena kita tidak menganut sistem kapitalistik untuk membangun negeri ini,†jawabnya tegas. Sampai saat ini, menurut Wisnu permintaan internasional cukup tinggi untuk produk-produk ini.”Yang menjadi tantangan Wisnu dari saat memulainya sampai sekarang adalah birokrasi. “Birokrasi menjadi tantangan, aparat yang saya temui masih banyak yang sinis dan masih meremehkan, lebih parahnya ada yang hanya melihatnya sebatas proyek dalam tanda kutip, bukan program untuk negeri ini. Tapi tidak semua, ada juga yang mengerti dan bisa bekerjasama,†keluh Wisnu terhadap mental aparat pemerintahan yang kerap ia temui.”Kedepan, target Ayah dari Angela Nurul Sabila (7) dan Guardin Zidan Choiri (6) ini adalah Indonesia harus menjadi negara agrobisnis terkuat, dan saat ini beliau terus melangkah ke arah itu dengan kekuatan bersama dari kekuatan akar rumput, yaitu petani. “Plow deep while others sleep. And you will have corn to eat n to keep,†tandas Wisnu.”Wisnu Gardjito“Pendidikan :rn1. Insinyur Agronomi IPB tahun 1983rn2. MBA Finance dari Colorado University (AS) tahun 1993rn3. MBA International Management dari International University of Japan tahun 1995” Coki Lubis

Minimalis dan Fungsional

HAKIKAT sebuah kamar mandi memang ruangan untuk membersihkan badan. Namun seiring waktu, kenyamanan dan sentuhan estetika menjadi fokus saat membangun ruangan yang satu ini. Tak perlu berkecil hati dulu, bila Anda hanya memiliki ruangan terbatas yaitu 1,8 x 1,3 m² (net) Anda bisa memanfaatkan teknik minimalis dan fungsional. Kamar mandi pun terlihat lebih luas dan clean. Simak tips berikut :rn

    rn

  • Jangan ragu untuk mendesain ulang kamar mandi, salah satu langkah mudah adalah menghilangkan bak mandi konvensional menjadi shower dengan kran.
  • rn

  • Sebaiknya area wastafel dipisahkan dengan dinding pendek (kurang lebih 100cm) dan diatas wastafel diberi cermin. Letakkan penyimpanan handuk kering dengan ketinggian yang mudah dijangkau (area kering).
  • rn

  • Di sisi shower buatlah dinding menonjol sekitar 10 cm yang  yang berfungsi sebagai aksen sekaligus tempat sabun dan peralatan mandi (area basah).
  • rn

  • Bila hobi berlama-lama diatas closet, tak ada salahnya membuat rak kecil diatas closet untuk buku atau koran.
  • rn

  • Dibelakang pintu kamar mandi dibuatkan rak gantung handuk atau baju.
  • rn

  • Untuk warna yang lebih teduh, kami menyarankan kombinasi warna hijau tosca dan kuning gading. Termasuk dinding keramik, closet, lantai kamar mandi, serta furniture kamar mandi.
  • rn

  • Yang perlu diingat di dalam semua perencanaan interior, sisi fungsi tetap di nomor satukan.
  • rn

rnHari Budi S.rn

    rn

  • Interior Designer
  • rn

  • Halumo Minimalis
  • rn

  • Gas Alam, Cimanggis – Depok
  • rn

  • Telp. 081283118909, 70981211, 92628032
  • rn

  • [email protected]
  • rn

Nikmatnya Sate Goreng Saat Gerimis

KALAU biasanya sate dibakar diatas bara api, nah yang ini justru digoreng, Sate Goreng a la Warung Sate Solo Pak Agus. Ya, seperti yang kita lihat dari nama menunya, sate ini memang digoreng. Penasaran? Kami pun penasaran, dan Selasa (21/9) sore dikala gerimis dan langit mendung selimuti Depok, kami menyambangi kedai ini.

Seporsi Sate Goreng langsung diolah oleh Ibu Agus, isteri pemilik kedai ini, pilihan kami sore itu adalah sate kambing. Saat kami intip pengolahan hidangan ini, daging kambing dilepas dari tusuk satenya dan ditumis kering diatas kompor tungku dengan sayuran kol dan tomat, diberi kecap, dan pastinya dengan beberapa bumbu rahasia Warung Sate Solo ini. Pengolahannya tidak jauh dengan menu tongseng, namun Sate Goreng tidak berkuah.

Hanya 15 menit setelah memesan, hidangan yang kami tunggu tiba di hadapan. Masih panas, asap yang menari membawa harum kecap kedelai yang mendominasi aromanya. Tergugah dengan aroma sate goreng, kami-pun segera menyantapnya. Dagingnya lebih lembut dibanding sate kambing yang dibakar, dan sudah pasti lebih kaya rasa. Warnanya kehitaman karena diolah dengan kecap, namun manisnya pas lagi gurih, sangat padan dengan pedasnya. Bila Anda tidak suka pedas, Anda cukup mengatakannya saat memesan. Tanpa tersisa, menu ini kami santap habis dengan sepiring nasi panas. Dengan merogoh kocek Rp 15.000, Anda sudah bisa menikmati sate goreng kambing ini. Fasilitas pesan antar pun tersedia di Warung Sate Solo Pak Agus ini.  Jadi tunggu apa lagi?

Warung Sate Solo Pak Agus

  • Jl. Prof. Lafran Pane (RTM Kelapa Dua)
  • Telp. 085213943446
  • Buka: 10.00 – 22.00

Coki Lubis

Foto: AN

Gathering Hamster Lover

rnrnrnrnBERAWAL dari ajang sharing di salah satu situs forum di tanah air, para pecinta hamster bertemu, berbagi informasi, dan mengadakan acara Gathering Hamster Lover hari Minggu sore (19/9) lalu. Setelah tiga kali diadakan di Jakarta, kali ini Depok tepatnya di Steak n Shake Margonda dipilih sebagai ajang kumpul-kumpul yang keempat.  “Komunitas Hamster Lover Kaskus ini berasal dari banyak daerah tentunya, kali ini kami bertandang ke Depok supaya anggota lain yang berdomisili di sekitar Depok bisa turut serta,†tutur Pamela Octaviany, salah satu anggota di Hamster Lover.rnrnAcara gathering kecilkecilan juga menjadi ajang silaturahmi bagi para pecinta hamster, juga menjadi wadah untuk berbagi cerita mengenai suka duka memelihara hamster. Beberapa dari mereka memang sudah sempat bertemu muka, namun sisanya kebanyakan hanya sebatas berkenalan lewat thread kaskus.com yang selama ini menampung pembicaraan mereka tentang hamster.rnrnrnrnObrolan seputar penyakit hamster pun mulai ramai dibicarakan saat gathering, kemudian berlanjut dengan cerita-cerita menarik seputar hamster, seperti misalnya ketika ada salah satu dari mereka yang pernah kehilangan hamster.rnrn“Komunitas Hamster Lover Kaskus ini terbuka untuk umum, jadi siapapun bisa turut serta,†ungkap Adrian, anggota komunitas yang menetap di Jakarta namun tinggal di rumah kos Depok. Bila Anda juga pencinta hamster, Anda juga bisa ikut posting di thread www.kaskus.us dalam sub forum my pets, pilih hamster, maka siapapun bisa berbagi info tentang hamster.  Mulai dari cara perawatan hamster, membeli hamster, menangani hamster yang sakit serta perlengkapan yang dibutuhkan oleh hewan lucu yang satu ini.rnrnTika Sylvia UtamirnrnFoto: Dok. Hamster Lover

Perawatan Untuk Wanita Berkerudung di Moz5

TAMPIL dengan kerudung bukan hambatan untuk tetap merawat kecantikan dan kesegaran tubuh. Kini sudah banyak jasa salon yang melayani khusus wanita berkerudung. Salah satu yang ada di kawasan kita adalah Moz5 Salon Muslimah. Moz5 Salon dapat menjadi pilihan yang tepat bagi muslimah yang ingin melakukan perawatan kecantikan dengan tetap terjaga privatisasinya. Pelayanan yang ditawarkan oleh salon ini juga lebih ditekankan pada kepuasan pelanggan

Salon bertingkat tiga ini menjaga kenyamanan pelanggan dengan tata dekorasi yang dominasi warna merah dan putih dengan sentuhan cahaya yang terang sehingga  pelanggan dapat melihat dengan jelas hasil perawatan yang telah dilakukan. Naik ke lantai dua, terasa berbeda, sebab ruangan dibagi dalam sekat-sekat dan didominasi warna hijau. Ruangan untuk facial dan lulur ini terasa lebih teduh dan private dengan cahaya yang cukup redup. Tak hanya pelanggan wanita yang diutamakan kenyamanan dan kepuasannya. Untuk tamu laki-laki yang mengantar tidak perlu khawatir dengan tulisan di pintu masuk, ‘Laki-laki dilarang masuk’, karena pihak salon telah menyiapkan ruang menunggu yang terletak di depan salon.

Salon yang berdiri sejak delapan tahun yang lalu ini menawarkan pelayanan perawatan yang bisa dibilang lengkap dan memenuhi kebutuhan wanita berkerudung. Mulai  perawatan rambut, seperti creambath, masker rambut, hairspa, gunting, coloring, rebonding, dan masih banyak lagi. Tak ingin perawatan rambut? Tenang, ada perawatan tubuh yang akan membuat tubuh terasa lebih enteng dan sehat, seperti pijat refleksi, lulur, masker tubuh dan sauna.  Sebagai wanita berkerudung, tentu wajah Anda adalah hal yang paling menonjol. Nah Moz5 menyediakan perawatan wajah yang cukup lengkap, seperti facial, totok aura, hingga rias pengantin. Ada pula perawatan manicure dan pedicure untuk merawat keindahan kuku kaki dan tangan. Tak hanya itu, di Salon Moz5, pengunjung yang merawat rambut masih mendapatkan beberapa treatment tambahan yang menarik. Seperti pijat chi, perawatan tangan, plus aromaterapi yang bisa membuat pikiran lebih rileks. Menyenangkan ya?

Moz5 Salon Muslimah

  • Jl. Margonda Raya 533 D Depok
  • Telp. (021) 9304 7207

 

  • Harga:  Rp 20.000 – Rp 170.000

 

  • Buka 10.00 – 19.00

 

Tika Sylvia Utami

Foto: TS / Ihsan K – sxc.hu

Waspada ISPA

MESKI sudah lewat masa pancaroba, namun kondisi cuaca acap kali tak menentu. Bila tak cukup kuat, kekebalan tubuh pun terganggu. Alih-alih menjalankan aktivitas dengan lancar, kita malah dapat terserang penyakit karena daya tahan tubuh yang lemah. Salah satu penyakit yang sedang meningkat penyebarannya adalah ISPA. dr. Robert Hamonangan dari Klinik Pesona Medika, Tanah Baru menyatakan pasien yang datang kepadanya dengan keluhan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) tahun ini saja melonjak hingga 70% dari tahun lalu.

Sebenarnya apa itu ISPA? Menurut dr. Robert, ISPA adalah penyakit infeksi yang menyerang saluran pernapasan bagian atas dan bawah, mulai dari hidung hingga paru-paru. Penyebab terjadinya ISPA adalah virus, bakteri dan jamur, namun yang paling sering terjadi adalah karena virus dengan masa aktif penyakit kurang lebih 14 hari. “ISPA ditularkan melalui air ludah, bersin, dan udara pernapasan yang mengandung kuman,†jelas dokter yang juga berpraktek di Klinik Karmila, Grogol Raya. Jadi, bila Anda merasa sakit kepala, batuk, pilek, sakit pada tenggorokan, dan demam bisa jadi Anda terkena ISPA.

dr. Robert juga menjelaskan bahwa lingkungan yang tidak sehat, gas buang kendaraan, dan keadaan cuaca yang tak menentu membuat virus ISPA lebih mudah berkembang dan akhirnya menyebar. Nah, daripada aktivitas Anda terganggu karena ISPA lebih baik mencegah daripada mengobatinya, bukan? Yuk, simak tips dari dr. Robert berikut ini:

  • Menjaga ketahanan tubuh dengan pola makan yang seimbang dan bernutrisi. Pola makan yang seimbang mencakup karbohidrat, protein, vitamin dan mineral.
  • Biasakan perilaku hidup sehat dengan menjaga kebersihan diri, lingkungan tempat tinggal dan aktivitas.

 

  • Jaga jarak kontak dengan rekan atau orang lain yang sedang terkena ISPA. Atau bila Anda yang sedang terkena ISPA dianjurkan untuk mengenakan masker dan menjaga jarak dengan anak Anda atau anak kecil yang mudah terserang penyakit.

 

  • Olah raga dapat membantu menjaga imunitas tubuh. Usahakan berolahraga minimal tiga kali dalam seminggu.

Foto: Adam C. – sxc.hu

Tantia Dian Permata: “Pariwisata Indonesia Harus Maju”

ENERJIK dan cerdas. Kesan tersebut langsung terlintas saat depoklik.com berhasil mewawancarai Tantia Dian Permata. Gadis kelahiran tahun 1990 silam ini berhasil meraih gelar Mahasiswa Berprestasi (Mapres) UI 2010, di awal tahun ini. Tak hanya itu, Tantia pun berhasil meraih predikat Mahasiswa Berprestasi tingkat nasional di tahun yang sama. Bersama depoklik hari Senin (13/9) lalu, Tantia berbincang seputar predikat Mapres dan juga cita-citanya sebagai generasi muda.

Mapres Bukan Sekedar Gelar

Proses Tantia menjadi mahasiswa berprestasi di Universitas Indonesia maupun tingkat nasional bukanlah proses singkat. “Semua ini saya persiapkan sejak awal masa perkuliahan,†ujar alumnus Fakultas Ekonomi UI angkatan 2006 yang baru saja diwisuda bulan Agustus lalu ini. Sejak menginjak bangku kuliah, Tantia sudah mengikuti berbagai macam organisasi dan kegiatan di dalam kampus maupun di luar kampus.

Kemudian, sejak bulan November tahun lalu Tantia mulai mempersiapkan karya tulisnya untuk siap diadu di pentas pemilihan Mapres. Dan terbukti, setelah meraih gelar Mahasiswa Berprestasi Universitas Indonesia, Tantia melaju ke tingkat nasional. Ia berhasil meraih gelar Mahasiswa Berprestasi Nasional 2010 dan menyisihkan 82 peserta lainnya.           Gadis berambut pendek ini didukung oleh pihak Kemahasiswaan Fakultas dalam mempersiapkan strategi saat pemilihan Mapres. Bahkan Tantia juga didampingi seorang psikolog dan tentunya orang tua yang selalu ada untuknya. Peranan orang-orang yang ada di sekelilingnya sangat membantu Tantia untuk bisa melangkah dengan pasti menuju juara MAPRES UI 2010. “Peranan orang-orang di sekeliling saya juga faktor penting untuk menuntun saya melaju hingga saat akhir pemilihan Mapres,†ujar peraih IPK tertinggi se-Universitas Indonesia tahun ini. Namun, Tantia menyadari benar bahwa predikat Mapres bukan berarti sekedar penghargaan, melainkan juga sebagai perjalanan menuju sebuah pendewasaan diri.

Terpikat Wisata dan Budaya

 Tantia membuktikan perjuangannya dengan karya tulis bertema pariwisata di ajang Mapres UI 2010. Tema ini ia ambil bukan tanpa landasan. Dengan potensi yang ia miliki, sulung dari dua bersaudara ini berkesempatan untuk mengenyam pengalaman dan menyerap ilmu di berbagai negara. Tantia tercatat pernah dua kali mengikuti Seminar Internasional di Singapura, student exchange di Australia, Kompetisi Marketing di Paris, dan pelatihan kepemimpinan di New York.

Perjalanannya ke beberapa negara tetangga tersebut kian menggugah  ketertarikan Tantia di bidang kebudayaan dan pariwisata. “Ternyata banyak mahasiswa asing yang tertarik dengan wisata dan budaya negara kita. Inilah yang mendorong saya untuk mengangkat problematika pariwisata di tanah air,†ungkap Tantia. Tidak heran apabila karya tulisnya yang berjudul ‘Pengembangan Pariwisata dengan Mengembangkan Sustainable Tourisme Marketing Development untuk Meningkatkan Daya tarik Investasi Pariwisata menuju Indonesia yang Sejahtera, Demokrasi dan Berkeadilan 2014’ ini mendapatkan peringkat kedua dalam kategori karya tulis terbaik pada ajang Mapres UI 2010 yang lalu.

Konsep dasar tourisme marketing yang diutarakan Tantia terkait akan ekonomi, sosial, dan lingkungan. “Ketika ada salah satu dari faktor tersebut yang mengalami ketidakseimbangan, maka potensi pariwisata tidak akan mengalami perkembangan yang signifikan,†tutur gadis yang kini bekerja di The Nielsen Company. Ia mencontohkan, Bali  memiliki sistem ekonomi yang berkembang pesat, demikian juga dengan lingkungannya. “Tapi coba lihat sejenak ke arah kehidupan sosialnya, ada satu unsur yang tidak seimbang. Masyarakat tidak dikembangkan secara optimal oleh tourisme Bali. Inilah yang membuat ketiga unsur tersebut harus dijalankan dengan seimbang,†lanjutnya. Tantia mengakui, meraih Mapres UI adalah awal langkah nyata untuk menyumbangkan sesuatu bagi masyarakat. “Cita-cita saya  pariwisata dan kebudayaan di tanah air bisa berkembang dengan sedemikian optimalnya hingga mampu merengkuh masyarakat dalam segala lapisan. Kita pasti bisa, asal ada kemauan dan kerja keras,†pungkasnya menutup perbincangan sore itu.

Tika Sylvia Utami

Foto: Dok.pribadi