fbpx

Peran Aktif Pengajar dan Orang Tua, Ciptakan Generasi Sehat

Semakin muda usia perokok bahkan sudah menginjak usia pendidikan dasar, membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Jawa Barat resah. Senin (28/11) kemarin, Dinkes memberikan sosialisasi bahaya merokok kepada kurang lebih seratus remaja yang terdiri dari pelajar dan karang taruna dari sebelas kecamatan di Depok.

Acara yang berlangsung di Gedung MUI Jalan Nusantara, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas juga sosialisasikan fenomena kecanduan rokok di kalangan pelajar. Fenomena tersebut tentu menjadi kecemasan berbagai pihak, terutama orang tua.

Siti Maesah (53), warga Tanah Baru khawatir bahaya merokok akan berimbas pada anak-anaknya. “Lingkungan eksternal bisa mempengaruhi seseorang untuk merokok. Jangan sampai di sekolah, kepala sekolah dan guru ketat mengawasi pelajar, tetapi orang tua masa bodoh sehingga anak pun menjadi terjerumus dalam pergaulan yang tidak sehat,†ujarnya.

Dalam acara tersebut, dibahas pula bahwa pencegahan kebiasaan merokok sejak dini di kalangan pelajar juga amat membutuhkan peran pengajar.  Kepala sekolah, guru, dan orang tua dinilai sangat penting. Tanpa sinergi ketiga pihak upaya menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas akan sia-sia.

Dian Irmasari

Foto: suaramerdeka.com

Pemkot Depok Ingin Memperbanyak SMAN/SMKN

Hingga kini jumlah sekolah negeri untuk tingkat SMA dan SMK di Depok masih terbilang langka. Sedikitnya hanya ada tujuh SMAN dan dua SMKN yang terdapat di 11 kecamatan di Depok.”Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail berjanji akan mewujudkan percepatan pembangunan sekolah agar minimal di tiap kecamatan terdapat SMA dan SMK negeri. Ia berharap agar DPRD menyetujui dan mendukung program tersebut.”“SMA dan SMK di tiap kecamatan belum terwujud, di Cilodong masih proses pembangunan, di Cipayung, di Beji, Bojongsari, Cinere dan Cimanggis, bahkan saat dipecah antara Tapos dan Cimanggis, justru SMA dan SMK jadi pecah ke Tapos,†jelasnya dalam sambutan Hari Korpri ke -40 di Balai Kota Depok, Selasa (29/11).”Bahkan, lanjutnya, meski sudah dibangun di tiap kecamatan, sekolah negeri belum cukup mengakomodasi dan menampung jumlah pelajar. Karena itu, kata dia, tugas Dinas Pendidikan harus segera membuat perencanaan makro terkait pembangunan sekolah.”“Tingkatkan kualitas, saya perintahkan Disdik untuk selesaikan perencanaan makro, bukan soal sekolah negeri saja, tetapi agar kualitas pendidikan meningkat,†tandasnya.”Icha

Empat Komunitas Online Show Up di DepCon

Kamis (24/11) lalu, komunitas Depok Digital menggelar diskusi perdana Depok Connection (DepCon) dengan tema “Membaca Potensi Depok Menjadi Kota Digital†di Buku Kafe, Jalan Margonda, Depok, Jawa Barat.

Acara DepCon ini dihadiri sekitar 30 peserta dari komunitas SiKodok, StartUp Kampus, AnakUI.com, dan Jajanandepok.com.

Selain diskusi, para peserta diberi waktu show up atau memperkenalkan komunitas masing-masing. DepCon ini bertujuan memperkuat jaringan lokal antar komunitas yang berada di Kota Depok.

“Acara seperti ini akan selalu kita buat setiap bulannya, dengan tema-tema yang menarik tentunya,†ujar Lahandi Baskoro, pengurus Depok Digital kepada depoklik.

Imam Fathurahman
Foto: IF  

Pelatihan Jurnalistik Bagi Pelajar Digelar

Sabtu (26/11) Kemarin, Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Depok bekerja sama dengan Ikatan Pemuda Nahdatul Ulama (IPNU) menggelar pelatihan jurnalistik di SMA Sejahtera, di Jalan Nusantara, Depok, Jawa Barat. Pelatihan jurnalistik ini diikuti oleh 75 siswa SMA/MA dari sejumlah sekolah di Kota Depok.”Diantaranya SMAN 5 Depok, Pesantren Al Karimiyah, Pesantren Qotrun Nada, dan SMA Sejahtera sendiri. Pelajar yang hadir pun antusias mengikuti pelatihan jurnalistik ini. Terlihat dari keaktifan mereka bertanya kepada para pembicara terkait ilmu jurnalistik dan perkembangan media.”Pelatihan jurnalistik yang diberikan, yakni pengetahuan media online, cetak, radio, dan televisi. Pelatihan ditutup dengan praktek dimana para peserta diminta untuk berkeliling ke Situ Rawa Besar untuk membuat reportase dan hasil penulisan.”“Kami sengaja memberikan materi jurnalistik terutama pengetahuan dasar kepada para pelajar, agar mereka memperoleh wawasan terkait kinerja wartawan dan peliputan, serta menyalurkan hobi menulis mereka serta membimbing mereka untuk menjadi jurnalis yang profesional di masa mendatang,†ujar Nahyudi, Ketua Pokja Wartawan Depok dari SCTV.”Kebanyakan para pelajar yang ikut pelatihan tersebut adalah pelajar yang memiliki ekstrakulikuler jurnalistik ataupun memiliki buletin sekolah. Di akhir acara, para pelajar mendapatkan sertifikat dari acara ini.” ” “IcharnFoto : Icha” 

Pemerintah Akan Ambil Alih Tata Kelola UI

Kisruh tata kelola Universitas Indonesia (UI) beberapa waktu lalu tak kunjung usai. Perseteruan Rektor UI Gumilar R. Somantri dengan beberapa organ internal, seperti Majelis Wali Amanat (MWA) membuat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh gerah.”“Kalau sampai akhir Desember tidak ada tanda-tanda penyelesaian, Kementerian sepakat akan mengambil alih,†ujarnya pada peringatan Hari Guru di Kemendikbud, Jakarta, Jumat (25/11). Kami, tambah Nuh, tidak ingin ada kevakuman dalam tata kelola dan itu tidak boleh.”Perbedaan tafsir UI dalam masa transisi menjadi Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara setelah dicabutnya UU Badan Hukum Pendidikan 2010 lalu menjadi persoalan utama. UI diberikan waktu hingga 2013 untuk menetukan pilihan. Selama masa transisi itu, tata kelola UI dijalankan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010.”MWA mendesak agar pemilihan rektor segera dilaksanakan, sedangkan Gumilar bersikukuh bahwa berdasarkan pendapat hukum MA ihwal PP 66/2010 itu MWA tidak memiliki kewenangan dalam universitas.”Sementara Kementerian telah memberikan tiga opsi penyelesaian, yakni organ MWA tetap dipertahankan dengan perpanjangan masa kepengurusan, pemilihan rektor dapat dipilih dan dilakukan oleh MWA, dan yang ketiga, semua organ dalam UI akan diganti dalam arti MWA tidak lagi ada, yang ada hanya dewan pertimbangan, satuan pengawas, dan senat universitas.”“Kami mohon maaf dengan segala hormat kepada manajemen dan sespuh UI, nanti kami akan ambil alih kalau tidak juga selesai,†tegas Nuh.”CL/tic

FT UI Pimpin Perolehan Medali

Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FT UI) mengungguli perolehan medali Olimpiade 2011 yang diselenggarakan mulai dari tanggal 14 November 2011 di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat.” rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

rn

No Fakultas UI Emas Perak Perunggu
1 FT 8 4 6
2 FISIP 4 4 5
3 FKM 4 1 3
4 Vokasi 3 4 1
5 FIB 1 2 1
6 FMIPA 1 1 0
7 Fasilikom 0 2 1
8 FH 0 1 2
9 FIK 0 1 1
10 Fpsi 0 1 1
11 FE 0 0 1
12 FK 0 0 0
13 FKG 0 0 0

rnPerolehan Medali Sementara, pada 23 November 2011” ” “Imam fathurahmanrnFoto: Olimpiade UI 2011″ 

FISIP UI Pamerkan 58 Hasil Penelitiannya di Research Day 2011

Pada tanggal 22 November sampai 24 November 2011, Universitas Indonesia menggelar acara Reaserach Day 2011 di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP UI).

Research days merupakan acara tahunan yang bertujuan untuk mempublikasikan berbagai hasil penelitian para sivitas akademika FISIP UI selama 1 tahun terakhir. Hasil penelitian dalam Research Day ini berupa kajian-kajian yang dilakukan oleh pusat-pusat kajian di FISIP UI. Kajian mandiri mahasiswa ( skripsi, tesis, disertasi), kajian-kajian mandiri staf pengajar, dan kajian-kajian ilmu sosial lainnya.

Muhammad Anis, Wakil Rektor UI Bidang Akademik dan Kemahasiswaan mengatakan, “Hasil penelitian yang dipamerkan diantaranya berjudul, Dari Corporate Social Responsibility (CSR) menuju Socially Responsible Corporation, Survei Nasional Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba pada Kelompok Anak Jalanan di 15 Provinsi Indonesia tahun 2010, Studi Pendataan Awal Masyarakat di Kabupaten Keerom Provinsi Papua, dan Kleptokrasi: Persengkongkolan Birokrat-Korporat di Indonesia.â€

Sementara itu Eko Prasojo, Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang hadir di acara tersebut menegaskan, bahwa kemajuan sebuah bangsa sangat terkait dengan kemampuan melakukan reformasi di bidang birokrasi, karena birokrasi adalah mesin bekerjanya sebuah Negara. Namun mesin birokrasi Indonesia saat ini ibarat mesin pesawat baling-baling (propeller) karena akutnya kondisi korupsi dan kompetensi para birokrat di dalamnya.

“Sedangkan di negara lain mesin birokrasinya sekelas pesawat Boeing bermesin double jet,†ujar Eko.

 

Icha

Foto : xaliberdeathlock.deviantart.com

Sedikit Demi Sedikit, Jadilah Negeri 5 Menara

Rabu (16/11) pagi lalu, Ahmad Fuadi, penulis novel Negeri 5 Menara menjadi pembicara dalam seminar yang bertajuk “ Menjadi Penulis Kreatif â€.

Acara yang digelar di Kampus Politeknik Negeri Media Kreatif (PoliMedia), Srengseng Sawah, Jagakarsa ini merupakan kerjasama antara Ikatan Mahasiswa Islam PoliMedia (IMIP) dan Ahmad Fuadi sendiri.

Sekitar 200 peserta diskusi yang terdiri dari mahasiswa dan pelajar ini memenuhi Aula PoliMedia. Selain mahasiswa PoliMedia, mahasiswa Universitas Pancasila (UP), Institut Pertanian Bogor (IPB), Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) dan Sekolah Grafika Tangerang pun turut hadir.

Ahmad Fuadi memberikan motivasi kepada para peserta diskusi untuk mencintai menulis. “Sedikit demi sedikit, maka lama-lama akan menjadi buku,†ujarnya kepada peserta.

“Dengan semangat man jadda wa jadda atau siapa yang berusaha dengan sungguh-sungguh, pasti berhasil,” tambahnya.

Negeri 5 Menara merupakan kisah perjalanan hidupnya saat menjadi santri di Pondok Modern Gontor. seperti yang ia kemukakan di depan peserta diskusi, novel ini pun ditulis olehnya sedikit demi sedikit.

Siap untuk menulis kisah perjalanan Anda?

 

 

Imam Fathurahman Foto : Antariksa Hartono

 

Kodam Jaya dan BI Rehab SDN 05 Sukmajaya Depok

Kodam Jaya bersama Bank Indonesia memperbaiki gedung SDN 05 Sukmajaya Depok, Jawa Barat.”Pangdam Jaya, Mayjen TNI Waris dalam sambutannya yang dibacakan Irdam Jaya Kolonel Inf Danil Ambat mengatakan perkembangan jaman saat ini menuntut adanya SDM yang berkualitas tinggi. Untuk itu, peran lembaga pendidikan ditengah masyarakat menjadi amat penting dalam menginformasikan ilmu dan pengetahuan kepada generasi muda.””Hal ini tentunya harus didukung sarana dan prasarana pendidikan yang dapat menunjang proses belajar dan mengajar yang teratur dan berkesinambungan,” ujar Danil di lokasi, Senin (21/11) sore.”Kodam Jaya, kata dia, mulai 21 November – 15 Desember 2011 akan merehabilitasi gedung sekolah dengan sasaran 27 sekolah. Meliputi kecamatan Johar Baru, Jakpus, Koja Jakut, Kalideres Jakbar, Pancoran Jaksel, Jatinegara dan Cipayung Jaktim, Pamulang Tangsel, Tambun Bekasi dan Sukmajaya, Depok.”Dandim 0508/Depok, Letkol Inf M Sudjono mengatakan pekerjaan rehabilitasi SDN 05 Sukmajaya dilakukan oleh 35 anggota TNI dengan target pengerjaan selama satu bulan.”“Pekerjaan meliputi perbaikan tujuh lokal kelas diantaranya perbaikan atap, kusen, pengecatan, perbaikan dinding, saluran air, dan keramik,†tandasnya.”IcharnFoto: warta kota 

“Tidak Boleh Ada Yang Tak Sekolah di Depok!”

Pemerintah Kota Depok mengakui angka siswa putus sekolah masih tinggi. Salah satu penyebabnya yakni karena terkendala masalah biaya.”Tahun 2012, janji kampanye Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail dipastikan akan diterapkan, yakni menggratiskan biaya SPP hingga tingkat SMA. Ia mengatakan saat ini harus terus dibangun bagian – bagian terpenting untuk meningkatkan transparasi.”“Salah satunya agar masyarakat memberikan dukungan, berkaitan degan pendidikan, kita masih menemui kasus putus sekolah. Dikala masyarakat sudah memiliki rasa tanggung jawab maka angka putus sekolah bisa menjadi nol,†katanya di Balai Kota Depok, Selasa (22/11).”Ia mengklaim, mayoritas SD Negeri saat ini sudah gratis. Belum lagi ditambah dengan dana Bantuan Opersional Sekolah (BOS) hingga tingkat SMP.”“Maka tidak boleh ada yang tidak sekolah, karena sudah digratiskan semuanya. Sehingga tidak ada alasan untuk tidak menyekolahkan anak mereka sampai tingkat SMP, Tsanawiyah dan SMA,†paparnya.”Icharnfoto/ilustrasi: Swary Utami Dewi