fbpx

Mau Beasiswa S-2 Ke Thailand? Cek Ini Yuk!

Sudah sarjana, tapi belum menentukan pilihan untuk melanjutkan kuliah? The Chulabhorn Graduate Institute (CGI) Thailand dan ASEAN Foundation (AF) membuka kesempatan untuk bisa studi di sana. Ini beasiswa lho!

Seperti dilansir kompas, Jumat (31/8), CGI membuka studi untuk gelar Master (S-2) program studi pascasarjana Sains dan Teknologi. Selain itu, ada pula program S-2 dan S-3 dalam bidang terapan Ilmu Biologi: Kesehatan Lingkungan, Toksikologi Lingkungan, Biologi dan Kimia. Ada 7 (tujuh) beasiswa yang tersedia untuk warga negara ASEAN, kecuali Thailand.

Yang paling asyik, beasiswa ini memberikan biaya kuliah penuh berikut keperluan akademis. Tiket pulang-pergi, akomodasi tunjangan, gaji bulanan, tunjangan buku, asuransi kesehatan, dan lain-lain.

Masih ada lagi, jika dalam waktu 2 tahun dapat mempertahankan prestasi dan tunduk pada kajian tahunan kemajuan yang memuaskan, mahasiswa akan meraih penghargaan prestasi.

Pendaftaran beasiswa hingga 30 Oktober 2012. Pra-sesi program orientasi akan dimulai pada bulan April 2013, sedangkan program akademik akan dimulai pada bulan Juni 2013.

Berminat mencoba, cek dulu persyaratan ini.

  1. Warga negara ASEAN, selain Thailand.
  2. IPK kumulatif minimal 3,00.
  3. Memiliki pengalaman kerja di bidang terkait minimal 2 tahun (pengalaman dapat berupa penelitian laboratorium yang menguntungkan dan dapat dipertimbangkan).
  4. Menunjukkan hasil tes kemampuan berbahasa Inggris, TOEFL atau IELTS.
  5. Menyertakan surat motivasi dan pernyataan tujuan yang menjelaskan kepentingan mereka dalam studi.

Untuk informasi lebih lengkap dan pengisian formulir dapat dilihat di sini.

rw/kc

Foto: ist.

Mirip Berarti Jodoh, Mitoskah?

Anda tentu sering mendengar pernyataan ini, kan: ‘Pasangan yang mirip, berarti jodoh?’

Well,
 sekarang sudah ada bukti yang solid.

Para dokter di University of Michigan baru saja menyelesaikan sebuah riset mendalam tentang hubungan antara kemiripan wajah dengan kelanggengan sebuah hubungan.

Hasilnya menunjukkan, wajah mirip menandakan bahwa pasangan tersebut juga memiliki beberapa karakteristik genetik yang sama. Maka rasa “familiar” ini membuat hubungan lebih solid.

Nah, bagaimana dengan Anda dan pasangan?

Cosmopolitan Indonesia

http://ghiboo.com/

Drawing Liga Champions, Madrid Di Grup ‘Neraka’

The Grimaldi Forum di Monaco menjadi tempat pembagian grup Liga Champions tahun ini.

Wakil-wakil Spanyol berada di grup yang kuat, terutama Real Madrid. Madrid yang tergabung dengan grup D yang berisi juara-juara di liganya masing-masing. Madrid satu grup dengan Ajax, Dortmund dan Manchester City.

Sedangkan Barcelona tergabung dengan grup G bersama Benfica, Celtic dan Spartak Moskow. Valencia yang kemarin menempati posisi ketiga di klasmen liga tergabung dengan Bayern Munchen, Lille dan Bate Borisov.

Terakhir, Malaga yang berhasil lolos melalui fase play-off tergabung di grup C bersama AC Milan, Zenit dan Anderlecht.

Daftar lengkap pembagian grup:

Group A: Porto, Dynamo Kiev, Paris St-Germain, Dinamo Zagreb
Group B: Arsenal, Schalke, Olympiakos, Montpellier
Group C: Milan, Zenit St Petersburg, Anderlecht, Malaga
Group D: Real Madrid, Manchester City, Ajax, Borussia Dortmund
Group E: Chelsea, Shakhtar Donetsk, Juventus, Nordsjaelland
Group F: Bayern Munich, Valencia, Lille, Bate Borisov
Group G: Barcelona, Benfica, Spartak Moscow, Celtic
Group H: Manchester United, Braga, Galatasaray, Cluj

Bianca Ashyam

http://www.bolalob.com/

Survei: Caleg Artis Tak Laku

Fenomena artis yang “nyebrang” ke dunia politik memang tampak semakin ramai belakangan ini dengan harapan popularitas partai juga ikut terdongkrak. Tapi, survei terbaru berkata lain. Figur dari kalangan artis justru tidak disetujui masyarakat.”Survei itu dilakukan oleh Charta Politika. Menurut data yang dirilis, 62,1 persen responden tidak menginginkan artis menjadi caleg. “Cukup menarik saat ini ternyata masyarakat cukup menolak calon legislatif dari kalangan artis. Sebanyak 62,1 persen responden tidak menginginkan artis menjadi caleg,” terang Direktur Riset Charta Politika, Yunarto Wijaya, seperti dilansir liputan6, Jumat (31/8).”Sementara, untuk yang setuju caleg dari kalangan artis, lanjut Yunarto, hanya 16,7 persen dan yang tidak tahu atau tidak menjawan 21,2 persen. Dia mengungkapkan, responden lebih menginginkan pemimpin baru dan muda untuk  menjadi caleg.”Survei itu dilakukan terhadap 2.000 responden yang memiliki hal pilih dari seluruh Indonesia dengan sistem sampling acak. Survei yang dilaksanakan pada 8-22 Juli 2012 ini mempunyai margin eror sebesar 2,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.”DN/rw/lp6Foto: ist.

Bansos Tetap Dihapus, Guru Swasta Akan Mogok Mengajar

Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) memandang alasan Pemerintah Kota Depok menghapus insentif untuk guru swasta tidak masuk akal. Oleh karena itu, jika insentif tetap dihapus guru swasta akan mogok mengajar.

Kepala BMPS, Kemo Santoso mengatakan, alasan pemerintah yang mengatakan Permendagri No. 32 tahun 2011 tentang pedoman pemberian hibah dan bantuan sosial itu tidak masuk akal. Terlebih para RT,RW, dan LPM mendapatkan insentif dari bantuan sosial.

Kemo menambahkan, insentif yang diterima guru swasta Rp 500.000 per tahun. Sedangkan, gaji guru swasta  tergolong minim, bahkan 40 persen dari 20.407 guru swasta bergaji di bawah Rp 300.000. Dengan gaji sebesar itu, guru swasta rentan kesejahteraan sosial.

“85 persen sekolah di Depok adalah sekolah swasta. Jika upaya kami agar insentif tersebut tidak dihapus gagal, maka guru-guru swasta akan mogok mengajar,” terangnya, Kamis (30/8).

Icha

Foto: ist.

Dewan Kecewa Pemkot Hapus Insentif Guru Swasta

Ketua Komisi D DPRD Kota Depok, Sri Rahayu Purwitaningsih mengaku kecewa terhadap langkah Pemerintah Kota Depok yang terburu-buru memutuskan untuk menghapus insentif atau bantuan sosial kepada guru swasta. Sebab dewan saat ini sedang berupaya mengkaji permasalahan itu.

“Saya baru tahu kalau Pemkot Depok sudah memutuskan. Kami dewan tidak diberitahu. Padahal, kami sedang mengkaji. Secara pribadi saya sudah membicarakan hal ini dengan Menteri Pendidikan. Menteri Pendidikan minta masukan hal itu secara institusi. Makanya, kami akan mengirim surat ke Wali Kota Depok,” paparnya, Kamis (30/8).

Sri Rahayu menyatakan, idealnya insentif guru swasta itu tidak jauh berbeda dengan UMK Kota Depok sebesar Rp 1,4 juta. Sri menjelaskan, meski mereka sama-sama kader PKS, tapi pihaknya akan memanggil Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail untuk menjelaskan penghapusan insentif tersebut dan membahas pemberian insentif itu. Sebab, pemberian insentif itu bisa dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Kami akan penggil Wali Kota Depok untuk dengar pendapat dengan dewan. Ini harus dibahas dengan cepat,” tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, Wali Kota Depok harus menjelaskan road map pendidikan di Kota Depok. Sebab, road map tersebut telah dibuat pada saat Nur Mahmudi menjabat Wali Kota Depok periode 2005-2009. Pembuatan road map itu menelan biaya Rp 80 juta.

Icha

Foto: ist.

Pilrek UI, Sinyal Dukungan Calon dari Ekternal Muncul

Dukungan pada calon rektor dari luar civitas akademika UI mulai muncul. Hal itu diisyaratakan Ketua Panitia Khusus Pemilihan Rektor UI, Endriartono Sutarto.

Endriartono mengatakan, siapa pun terbuka lebar untuk mendaftar sebagai rektor UI. Justru, kata dia, UI membutuhkan banyak calon yang betul-betul kredibel untuk memajukan UI.

“Kalau saya sih lebih baik UI dipimpin dari luar dulu lah, karena sekarang kan lagi kisruh, jadi biar tenang tahun ini dari luar dulu yang selanjutnya baru dari internal lagi, tapi siapa pun itu kami membuka selebar-lebarnya siapa pun orangnya,” ujarnya, Kamis (30/8).

Menaggapi polling yang dibuat situs anakui, Endriartono mengungkapkan bahwa hingga kini Anis Baswedan belum mendaftar dan membuat akun. Sementara, Mantan Rektor UI, Gumilar Rusliwa Somantri belum menenukan sikap untuk maju kembali atau tidak.

Icha

Foto: ist.

 

Pilrek UI, Gumilar: Saya Bisa Maju Bisa Tidak

Dukungan pada calon rektor dari luar civitas akademika UI mulai muncul. Hal itu diisyaratakan Ketua Panitia Khusus Pemilihan Rektor UI, Endriartono Sutarto.

Endriartono mengatakan, siapa pun terbuka lebar untuk mendaftar sebagai rektor UI. Justru, kata dia, UI membutuhkan banyak calon yang betul-betul kredibel untuk memajukan UI.

“Kalau saya sih lebih baik UI dipimpin dari luar dulu lah, karena sekarang kan lagi kisruh, jadi biar tenang tahun ini dari luar dulu yang selanjutnya baru dari internal lagi, tapi siapa pun itu kami membuka selebar-lebarnya siapa pun orangnya,” ujarnya, Kamis (30/8).

Menaggapi polling yang dibuat situs anakui, Endriartono mengungkapkan bahwa hingga kini Anis Baswedan belum mendaftar dan membuat akun. Sementara, Mantan Rektor UI, Gumilar Rusliwa Somantri belum menenukan sikap untuk maju kembali atau tidak.

Icha

Foto: ist.

 

Pengamat: Partai “Besar” Tak Perlu Verifikasi

Keputusan MK yang mewajibkan verifikasi kepada seluruh parpol yang hendak ikut Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 menuai tanggapan banyak pihak. Pengamat menilai, verifikasi tidak perlu dilakukan kepada partai besar.”Pengamat Politik Universitas Indonesia (UI), Andrinov Chaniago menilai keputusan MK yang mewajibkan seluruh parpol untuk diverifikasi, seharusnya lebih dikhususkan kepada partai “pendatang baru” pada Pemilu 2014.””Partai yang duduk di parlemen, seharusnya tidak perlu diverifikasi,” katanya pada depoklik, Kamis (30/8).”Pemberlakuan sistem verifikasi kepartaian yang salah satu poinnya mewajibkan parpol untuk menyerahkan Kartu Tanda Anggota (KTA) sebanyak seperseribu jumlah penduduk, dinilai akan mempengaruhi jumlah peserta Pemilu 2014 secara signifikan.””Pasti turun dibandingkan Pemilu 2009,” tutupnya.”GSFoto: ist.

Golkar Depok Siap Ladeni Putusan MK

Lahirnya keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mewajibkan seluruh partai politik (parpol) untuk diverifikasi, ditanggapi santai Dewan Pengurus Daerah (DPD) Golkar Depok.”Ketua DPD Golkar Depok, Babai Suhaemi mengatakan, secara organisasional partainya sangat amat siap untuk diverifikasi. Roda organisasi kepartaian, baik dalam lingkup lokal maupun nasional sudah berjalan sebagaimana mestinya.””Golkar partai yang modern, dan tentunya tertib secara administrasi,” terangnya pada depoklik, Kamis (30/8).”Meski begitu, Babai menyayangkan keputusan MK yang terkesan tidak mempertimbangkan eksistensi partai “mapan” seperti Golkar, PDI-P, maupun Demokrat, dengan mewajibkan turut ikut tahap verifikasi di Komisi Pemilihan Umum.””Kami berharap, keputusan MK itu tidak tendensius,” tambahnya.”Sebelumnya, MK menerbitkan keputusan yang tertuang dalam UU No. 8/2012 tentang pemilu juga sesuai dengan peraturan KPU No. 8/2012 tentang pendaftaran verifikasi dan penetapan partai politik peserta pemilu, Anggota DPRD, DPRD Provinsi ataupun DPRD Kabupaten/Kota.”Undang-undang tersebut salah satunya mengharuskan partai menyiapkan foto copy Kartu Tanda Anggota (KTA) partai paling sedikit seperseribu dari jumlah penduduk kota.”Selain itu, Pasal 8 ayat (1) berikut penjelasannya, dalam Undang-Undang Nomor 8 tahun 2012 bertentangan dengan UUD 1945.”GSFoto: ist.”