fbpx

Pencopotan Ketua KPU Depok, Hasan Tuding Ketua DKPP Langgar Kode Etik

Muhammad Hasan menuding Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Jimly Ashidiqqie telah menyalahi kode etik. Hal ini terkait keputusan DKPP mencopot dirinya dari jabatan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok.

Menurut Hasan, selain menyalahi kode etik, keputusan yang dibuat Jimly tidak merupakan kewenangan KPU dan Mahkamah Konstitusi.

“Apa yang dilakukan Ketua DKPP sudah keluar dari etik. Sekarang siapa yang akan memangil Jimmly kalau dia melanggar etika,” kata Muhammad Hasan di kantor KPUD Depok, Rabu (31/11).

Hasan mengaku menghormati putusan Ketua DKPP yang memberhentikan dirinya sebagai Ketua KPU Kota Depok. Hal tersebut dibuktikan dengan tidak lagi menggunakan seluruh fasilitas milik KPU Kota Depok.

Namun, perlu dicatat bahwa ia dan empat anggota KPUD lainnya dipilih dan dilantik oleh KPUD Jawa Barat (Jabar). Itu artinya, pemberhentian pun harusnya dilakukan oleh KPU Provinsi Jawa Barat.

Hasan menduga Jimmly tengah mengolah DKPP menjadi sebuah lembaga politik yang memiliki peran mengangkat kembali citra pribadinya. Dalam tempo dua bulan saja, kata Hasan, sudah banyak anggota KPU dan pemantau Pemilukada menjadi korban pergumalan politik Jimmly.

Pertama, sanksi peringatan keras dikeluarkan DKPP terhadap Ketua KPU Pati, Jawa Tengah, atas nama Pramudiya Budi Listyantoro dan anggota KPU Pati Achmad Jukari. Keduanya dituding melanggar Pedoman Teknis Tata Cara Pencalonan Pemilu Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Memberikan sanksi tertulis untuk Ketua KPU DKI Jakarta, Dahliah Umar terkait pelanggaran kode etik yang dilakukannya dalam persoalan penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pilgub DKI.

Pada 13 Agustus 2012, DKPP memberhentikan tiga dari lima anggota Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Aceh Tenggara, yakni Marzuki Beroeh, Mat Budiaman, dan Saidi Amran. Kamis (25/10), DKPP juga mengeluarkan putusan pemberhentian tetap alias pemecatan terhadap Ketua dan anggota KPU Tulang Bawang, Lampung. Mereka adalah ketua M Rozy, anggota Hariyanto, Diki Roni, Budi Jaya, dan Umiyati. DKPP juga merekomendasikan kepada Sekjen KPU untuk memberi sanksi kepada sekretaris KPU Amri Alpis karena terlibat dalam pelanggaran kode etik penyelenggara Pemilu tersebut.

“Kalau bukan sedang bermain, lantas apa yang sesungguhnya dilakukan Jimmly,” katanya.

Hasan lebih jauh menuturkan, alasan pemberhentian dirinya seperti yang diutarakan Jimmly patut dipertanyakan. Di berbagai media, Jimmly mengatakan, kalau pemecatan dirinya berdasarkan bukti-bukti sudah melakukan pelanggaran kode etik kategori berat.

Dengan sengaja mencoret satu pasang calon dan memilih pasangan calon lainnya padahal keduanya sama-sama memenuhi persyarakat. Akibat dari perbuatan itu ada hak orang yang hilang serta menimbulkan kecurigaan berlarut-larut sampai dua tahun lamanya.

“Kapan KPUD mencoret satu pasangan calon. Yang membatalkan dukungan calon ya Ketua DPC Hanura pada waktu itu, bukan KPU sebagai lembaga,” ucapnya.

Untuk menjaga citra lembaga KPU, Hasan meminta Jimmly untuk tidak menjadikan DKPP sebagai sarana pencitraan. Melainkan sebagai penjaga etik dan moral. Artinya, setelah DKPP mengeluarkan keputusan maka Ketua DKPP tidak boleh lagi bicara implikasi dari pemecatan tersebut.

“Cukup mengeluarkan alasan pelanggaran etik saja. Mengenai putusan tersebut berpengaruh atau tidak terhadap hasil pemilukada bukan menjadi kewenangan DKPP. Melainkan Mahkamah Konstitusi,” katanya.

Icha
Foto: ist.

EESC Diharapkan “Telurkan” Pelajar Berani Menyuarakan Gagasan

Erlangga English Speech Contest (EESC) 2012 merupakan kompetisi untuk pelajar di 12 kota penyelenggara. Diharapkan, dengan adanya kompetisi ini muncul talenta muda yang pandai berbahasa Inggris.

Manager Marketing Nasional Penerbit Erlangga, Dharma Hutauruk mengatakan, Erlangga English Speech Contest (EESC) 2012 merupakan kegiatan memotivasi siswa di Indonesia untuk mengembangkan kemampuan dan kompetensi berpidato dalam bahasa Inggris. Selain itu, peserta diajarkan untuk berani mengutarakan pendapatnya.

Dare to Speak yang menjadi tema pada EESC 2012, diharapkan akan terlahir pemuda-pemudi yang berani menyuarakan gagasan, aspirasi, kejujuran, keinginan, dan cita-citanya demi kemajuan bangsa Indonesia,” terangnya, Rabu (31/10).

Kini, dalam usia 63 tahun penerbit Erlangga telah membuktikan kesetiaan pada komitmennya untuk berpartisipasi dalam peningkatan kualitas pendidikan Indonesia dengan menerbitkan buku-buku edukatif bermutu untuk semua jenjang pendidikan mulai dari pra sekolah sampai perguruan tinggi dan bahkan untuk kalangan umum/professional.

EESC 2012 di UI dipadati 900 peserta se-Jabodetabek. Mereka terdiri dari 184 siswa SMP, 340 siswa SMK, dan 225 siswa SMK. Seluruh peserta akan diawasi dan dinilai oleh 26 juri dari MGMP Bahasa Inggris, Editorial Bahasa Inggris Penerbit Erlangga dan Lembaga Pelatihan Bahasa Inggris.

Dari 12 kota besar daerah yang paling banyak peserta yang mendaftar, yaitu Medan. Histori Medan yang menjadi pemenang EESC 2011 membuat pelajar di Medan lebih antusias untuk mengikuti acara ini.

Anastasya Putri Komul
Foto: Wisnu Hari Santoso

Erlangga English Speech Contest 2012 Resmi Dibuka

Setelah sukses di 11 kota, babak penyisihan Erlangga English Speech Contest 2012 (EESC) berlangsung di Jakarta, Rabu (31/10). Universitas Indonesia tepilih menjadi tuan rumah.

900 Peserta terdiri dari 184 siswa SMP, 340 siswa SMK, dan 225 siswa SMK. Seluruh peserta akan diawasi dan dinilai oleh 26 juri dari MGMP Bahasa Inggris, Editorial Bahasa Inggris Penerbit Erlangga dan Lembaga Pelatihan Bahasa Inggris.

UI merupakan kota ke-12 atau yang terakhir penyelenggaraan EESC 2012. sebelumnya, Surabaya, Bandung, Pekanbaru, Medan, Palembang, Lampung, Semarang, Yogyakarta, Samarinda, Makassar, Banjarmasin telah menjadi tuan rumah di kota masing-masing.

Seluruh daerah diseleksi hingga tersisa 30 orang setiap daerahnya. Mereka harus menjalani semi final pada 7 November 2012 hingga hanya tersisa 1 orang dari setiap daerahnya.

Grand Final akan digelar pada 13 November 2012 di FX Senayan, Jakarta. Dan, memperebutkan tiket Grand Final EESC-2012 dan berkesempatan untuk memperoleh hadiah dengan total hadiah Rp 54 juta.

Anastasya Putri Komul
Foto: Wisnu Hari Santoso

Berpenampilan Berandal, Rumah Baca Samudra Sempat Ditolak Warga

Setiap perjuangan pasti ada rintangan. Itu pula yang dialami Qosim dan pemuda Kampung Grogol, Pancoran Mas, Depok, saat membangun Rumah Baca Samudra. Warga sempat menolak karena penampilan para pemuda seperti berandalan.

Tapi, hal itu tidak mengurungkan niat para pemuda untuk tetap membangun Rumah Baca Samudra. Benar saja, tak lama berselang warga melunak dan berbalik mendukung pemuda ini.

“Warga ragu karena penampilan kami yang tampak seperti berandalan. Tapi, warga melunak setelah melihat banyak kegiatan positif yang kami lakukan,” kata Ketua Rumah Baca Samudra, Qosim, Rabu (31/10).

Sayang, dukungan ini belum sepenuhnya didapat Rumah Baca Samudra. Ketua RT yang menjanjikan akan memberikan aliran listrik sebagai penerangan.

“Alhamdulillah rumah sebelah mengizinkan kami menyambung listrik dari sana,” tambahnya.

Rumah Baca Samudra dibangun di atas lahan seluas 7×7 meter. Dengan koleksi 1.000 buku, warga sekitar bisa berlatih marawis dan membuat pupuk kompos.

Ricky Juliansyah
Foto: Ricky

Muda Mudi Kampung Grogol Bangun Rumah Baca Samudra

Banyak cara untuk memajukan anak bangsa. Tak perlu banyak uang atau pemikiran yang terlampau tinggi. Kemauan yang kuat akan mengalahkan semuanya. Inilah yang dilakukan sekumpulan pemuda di Kampung Grogol RT 02/002 Rangkapan Jaya Lama, Pancoran Mas, Depok.

Sekumpulan pemuda itu membangun taman baca yang diberi nama Rumah Baca Samudra. Seperti namanya, tempat ini digunakan untuk sarana membaca gratis bagi pelajar di sekitar rumah baca.

Koleksi bukunya cukup banyak. Sejak berdiri 13 April 2012 lalu, Rumah Baca Samudra telah memiliki total 1.000 buku. Berdiri di atas lahan 7×7 meter, koleksi buku tersedia mulai dari SD, SMP, SMA, majalah, komik, hingga skripsi.

“Awalnya kami hanya memberikan bimbel kepada anak-anak SD, atas masukan dari senior pemuda di sini yang tidak menginginkan bimbel ini putus, maka kami mendirikan Rumah baca samudra,” kata Ketua Rumah Baca Samudra, Qosim, Rabu (31/10).

Tak hanya digunakan untuk membaca, Rumah Baca Samudra juga menjadi pusat kegiatan positif lain. Mereka menjadikan tempat itu untuk latihan marawis, membuat pupuk kompos, dan pelatihan untuk membuat keset.

“Dan dari hasil inilah kami mendapatkan dana untuk mengembangkan tempat ini,” katanya.

Meski hanya berlasakan karpet dan beratap terpal, tapi Rumah Baca Samudra tidak pernah bocor saat hujan tiba. Hanya, air yang terbawa oleh angin kadang membasahi sekitar rumah baca. Wajar saja karena tempat ini juga tak berdinding.

Qosim berharap, Rumah baca Samudra dapat memiliki manfaat yang besar khususnya bagi warga sekitar.

“Semoga tempat ini bisa lebih besar, para pemuda disini bisa kreatif dan minat baca masyarakat meningkat,” tandasnya.

Ricky Juliansyah
Foto: Ricky

Wow! Dunia Dipadati 1 Miliar Perangkat Android Tahun Depan

Google tampaknya tak main-main dengan setiap “peliharannya”. Sukses mencetak angka fantastis lewat Android, Google memperkirakan akan ada 1 miliar perangkat Android yang teraktivasi tahun depan.

Angka ini memang terbilang bukan hal yang mustahil dilakukan untuk perusahaan seraksasa Google. Termasuk dalam hal penyediaan aplikasi.

Kini, perlahan Google juga mulai menempel ketat Apple. Dilansir blommberg, Google mengklaim sudah ada 700.000 aplikasi yang tersedia di Google Play Store.

Tak hanya itu, toko aplikasi Android itu kini usdah melayani total 25 miliar download sejak pertama kali diluncurkan. Dan, bisa dipastikan angka ini akan bertambah pesat mengingat semakin menjamurnya perangkat berbasis Android mulai dari entry level hingga sekelas Galaxy S III besutan Samsung.

Tak mau kalah, belakangan Microsoft juga mengumumkan capaian aplikasi yang tersedia melalui Windows Marketplace. Microsoft mengklaim, pengguna dapat menikmati 120.000 aplikasi di tokonya itu.

DN/tbp
Foto: ist

Lantai “Go Green” Untuk Rumah Idaman

Lantai merupakan bagian penting dari rumah. Lantai kerap dijadikan tempat bermain anak. Namun, jenis lantai yang selama ini mungkin membosankan. Jika itu yang terjadi, lantai Linoleum bisa jadi pilihan.

Lantai jenis ini memang belum banyak yang mengetahui. Lantai Forno linoleum merupakan bahan penutup lantau yang terbuat dari minyak biji flax yang dicampur dengan tepung kayu atau serbuk gabus dan direkatkan pada media berbahan dasar kain serat atau kanvas. Karena bahannya yang terbuat dari alam, lantai ini bisa dikatakan lantai go green.

Banyak orang yang mengira linoleum sama dengan vinyl. Padahal, kedua bahan ini sangat berbeda. Perbedaan paling mendasar terletak pada bahan dasarnya. Vinyl terbuat dari PVC atau plastik. Sedangkan, linoleum terbuat dari 100 persen alami. Dengan begitu, linoleum bahan yang sangat ramah lingkungan.

Linoleum juga memiliki tiga jenis, marmoleum, artoleum, dan walton. Perbedaan dari ketiganya terdapat pada motif warnanya.

Sesuai dengan namanya, mamoleum bermotif marmer. Begitu juga dengan warnanya, mirip dengan warna marmer. Artoleum memiliki tiga motif berbeda, yaitu polos, kulit buaya, dan bintik-bintik awan. Dan, walton memiliki motif serat kayu, beton, dan desain kontemporer.

Tak perlu bingung menentukan pilihan. Jika Anda suka ketinganya, Anda bisa mengombinasikan ketiga jenis linomeum dengan cara momotong-motong sesuai dengan keinginan.

Selamat Mencoba dan keep go green!

DN/tbr
Foto: ist.

Korupsi Alquran, Karyawan BNI 46 Depok Dipanggil KPK

Karyawan Bank Nasional Indonesia (BNI) 46 cabang Kelapa Dua, Depok, Tri Hayati dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tri dipanggil terkait kasus korupsi Alquran dan Laboratorium komputer Kementerian Agama.

Kepala Bagian Informasi dan Pemberitaan KPK, Priharsa Nugraha mengatakan, Tri dipanggil sebagai saksi yang diduga mengetahui korupsi senilai Rp 51 miliar terkait kedua kasus itu.

“Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi,” katanya, Rabu (31/10).

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Dendy Prasetya dan Zulkarnaen Djabar sebagai tersangka. Duet ayah dan anak ini diduga menerima suap terkait pembahasan anggaran kedua proyek itu. Dendy dan Zulkarnaen diduga menerima suap senilai Rp 4 milar.

Sementara, jumlah anggaran untuk pengadaan Alquran di Direktorat Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat Islam senilai Rp 20 miliar. Sedangkan, anggaran untuk mengakdaan laboratirium komputer di Madrasah Tsanawiyah senilai Rp 31 miliar.

DN/okz
Foto: ist.

Drama Twilight: Breaking Dawn Part 2, Berlanjut Di sini!

Hai, para pecinta Twilight! Enggak lama lagi kita bakalan tau akhir dari cerita dan drama pertarungan dari para pemainnya. Meski diguncang isu percintaan dunia nyata antara Robert Pattinson dan Kristen Stewart, rasa penasaran pecinta Twilight tak pernah pudar.

Dan, kabar bahagianya ialaha, Rumah produksi Summit Entertaiment secara resmi sudah meluncurkan trailer Twilight: Breaking Dawn Part 2, Selasa kemarin. Film ini akan dirilis pada 16 November 2012.

Selain menyajikan kelanjutan nasib bella yang sudah memiliki anak benama Renesmee, perterungan khas negeri vampir pun tetap tersaji di sini. Ada juga pemain baru yang berperan sebagai Anak dari Bella. Dia ialah Mackenzie Foy.

http://www.youtube.com/watch?v=5xOSoONDpY4

DN

Sengketa Lahan Marak, Dewan Tuding Pemkot Tak Becus Urus Aset

Kasus sengketa lahan antara Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dengan keluarga ahli waris, terkait status kepemilikan lahan relokasi SD Pancoranmas 2, di Jalan Pemuda Kelurahan Depok, dinilai sebagai efek domino kelalaian Pemkot.

Sekretaris Komisi A DPRD Kota Depok, Yeti Wulandari menegaskan, kisruh status kepemilikan lahan tersebut, merupakan dampak kausalitas ketiadaan database seputar aset yang seharusnya dimiliki Pemkot Depok.

Tidak hanya itu, ia menilai seharusnya Pemkot Depok sebelum membuat formula sebuah kebijakan, terlebih dahulu mengkaji secara faktual, legalitas hukum terkait status kepemilikan lahan.

“Kasus serupa, sangat sering terjadi. Misalnya, sebelumnya terjadi kasus SD Leuwinanggung. Ini semua karena Pemkot tidak punya database soal aset,” ujarnya.

Yeti menambahkan, selama ini pihak DPPKA selalu mengkambinghitamkan ketidaksempurnaan proses serah terima aset oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor saat masa peralihan status administratif.

Untuk itu, Komisi A berencana akan merumuskan Peraturan Daerah (Perda) inisiatif soal aset Fasos (Fasilitas Sosial), Fasum (Fasilitas Umum), dan seputar aset daerah, sebagai langkah preventif kasus sengketa kepemilikan lahan antara Pemkot Depok dengan warganya terulang kembali.

“Kami yang berinisitif, mengingat masalah seputar aset selama ini seolah tidak diperhatikan urgensitasnya oleh Pemkot. Saat ini sudah masuk tahapan kajian akademis,” tutup politisi Gerindra tersebut.

Sebelumnya, kemarin di lokasi sengketa sempat terjadi ketegangan ketika puluhan anggota keluarga Edi Suherwin selaku Ahli Waris Pomo Suparma, menduduki lahan seluas 2.510 meter persegi. Hal ini terkait rencana pengosongan paksa lahan oleh Satpol PP Depok. Namun, rencana pengosongan paksa tersebut urung dilaksanakan karena petugas Satpol PP tak kunjung datang ke lokasi.

Gatot Suherman
Foto: Wisnu Hari Santoso