fbpx

Berkah Tahun Baru Bagi Penjual Jagung

Jelang malam tahun baru, para penjual jagung pun tampak menjamur. Tidak hanya di sejumlah pasar tradisional, para penjual jagung menyebar di sepanjang jalan di pemukiman penduduk.

Pemandangan ini tampak di Jalan Dewi Sartika Depok. Tak jarang para pedagang yang semula tidak menjual jagung, beralih menjadi penjual jagung dadakan.

Hal ini dilakukan Dedi (33), pria yang berjualan jagung di jalan sejajar Rel Dewi Sartika Depok ini rutin tiap tahun menjajakan jagung manis. “Biasanya lebih untung jual jagung di malam tahun baru, karena banyak yang cari,” ungkapnya, Senin (31/12).

Pria yang biasanya menjual sayur mayur di Pasar Kemiri, melego jagung Rp 1.500 per buah. Dia menyiapkan 1 ton 2 kuintal jagung yang dipasok dari daerah Bogor Jawa Barat. “Mudah-mudahan enggak hujan, biar abis semuanya,” harap Dedi.

Hal serupa dilakukan oleh Abdulah (60), pedagang jagung yang membuka lapaknya di depan Carefour Dewi Sartika. “Biasanya babeh jualan perabotan rumah tangga, buat hari ini jualan jagung. Biasanya ramai kalo tiap malam tahun baru,” ujar Abdulah.

Abdulah menambahkan, ia menjual jagung dengan harga Rp 1.500 per buah yang disatukan di kantong plastik berisi 10 buah. “Kalau milih harganya beda, jadi Rp 20.000,” tambahnya. Ia menyiapkan 2 kuintal jagung untuk dijualnya hari ini.

Sementara, jagung yang masuk ke perumahan dan pemukiman penduduk, harganya sudah merangkak naik. Seperti Mulyono, pria yang sehari-hari berjualan tempe melego jagung per 10 buah dengan harga Rp 20.000.

“Karena sudah dibersihkan mas, tinggal bakar aja,” ungkap mulyono, pedagang jagung yang membuka lapak di Perumnas Depok 1.

Ricky Juliansyah
Foto: Ricky

Foto-Foto: Mahasiswa UI Aksi Tolak Penggusuran PKL

[slideshow post_id=”30531″]

Aksi Tolak Penggusuran PKL : Sejumlah Mahasiswa Universitas Indonesia mengelar aksi penolakan penggusuran pedagang kaki lima (PKL) di Stasiun Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Senin (31/12). Dalam Aksi tersebut mahasiswa meminta agar pihak PT.KAI menunda pengusuran. Sementara itu, mahasiswa juga telah memasang lembaran dan spanduk bertuliskan menolak penggusuran diarea stasiun Universitas Indonesia. FOTO :WISNU HARI SANTOSO  

Foto-Foto: Family Expo II Di Pasar Segar, Depok

[slideshow post_id=”30512″]

Liburan Menambah Kreatifitas : Sejumlah anak sedang belajar membuat tempat pensil, hiasan pensil, gantungan kunci, dan boneka jari dalam acara Family Expo II di Pasar Segar Depok, Jawa Barat, Minggu (30/12). Acara yang diadakan oleh Partai Keadilan Sejahtera ini mengangkat tema Family Expo II, salah satunya komunitas Simpul Kompak mengadakan Pojok Sahabat Keluarga dengan tujuan mengisi liburan dan mengajarkan anak untuk tumbuh kreatif dan pintar. FOTO : WISNU HARI SANTOSO

Malam Tahun Baru, Masjid Al Muhajirin Gelar Muhasabah

Pengurus Masjid Al Muhajirin di Jalan Nusantara kembali menggelar Muhasabah (renungan) di malam pergantian tahun dari 2012 ke 2013. Selain sebagai ajak introspeksi, Muhasabah juga akan menghadirkan dialog terkait sampah.

Acara yang akan dimulai pada Senin (31/12) pukul 18.00 WIB ini rencananya dihadiri oleh Wakil Wali Kota Depok, Idris Abdul Somad, Camat, Lurah, tokoh masyarakat, dan Majelis Taklim se-Depok. Selain itu, Dedy Mizwar dan Gus Reza M Syarif juga diproyeksikan akan hadir.

Panitia Penyelenggara, M Hafiz Nazir mengatakan, acara ini dilakukan untuk mengurangi budaya foya-foya yang identik dengan perayaan tahun baru. “Ajang ini untuk introspeksi diri, untuk tahun 2012 yang sebentar lagi akan kita tinggalkan. Tidak untuk turun kejalan dan foya-foya membakar kembang api dan sebagainya,” katanya, Senin (31/12).

Hafiz menambahkan, akan ada dialog tentang masalah sampah yang disampaikan para tokoh agama. Ini dilakukan agar pemkot Depok bisa mengantisipasi masalah sampah terutama tahun 2013 mendatang.

“Nanti akan ada juga dialog bersama umaro tentang Kota Depok yang hijau dan bersih,” pungkasnya.

Ricky Juliansyah
Foto: Ricky

Warga Tugu Keluhkan Kualitas Jamkesda dan Infrastruktur

Masalah Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) dan infrastruktur tampaknya masih dirasakan oleh warga. Ketidakpuasan atas kinerja pemerintah terutama di bidang itu muncul saat reses Sekretaris Komisi A, Yeti Wulandari di RT 03/07 Tugu, Cimanggis, Depok.

Dalam reses itu, Warga Tugu masih merasakan adanya diskriminasi terutama proses administratif terkait klasifikasi pemegang Jamkesda yang justru mengarah ke nepotisme. Selain itu, mutu pelayanan Jamkesda juga masih dipertanyakan.

Belum cukup sampai di situ. Warga juga mengeluhkan buruknya infrastruktur yang ada di lingkungannya. Hal ini terbukti saat jebolnya tanggul Kali Laya hingga dua kali. Akibatnya, air masuk ke pemukiman warga dan menggenangi jalan-jalan dan rumah hingga ketinggian 1,5 meter.

Yeti Wulandari menegaskan, sejatinya persoalan Jamkesda sudah cukup intensif dibicarakan di dewan. Mengingat, banyaknya keluhan warga mulai dari pendataan hingga pelayanan terhadap pemegang Jamkesda.

Bahkan, lanjutnya, DPRD telah meminta OPD terkait untuk melakukan verifikasi ulang hingga pengawasan penggunaan kartu Jamkesda tersebut. “Selain verifikasi, saya selalu menekankan untuk dilakukan validasi pemegang kartu Jamkesda. Ini menjadi penting, karena kuota Jamkesda kita terbatas, perlu efisiensi dan distribusi yang tepat sasaran dalam hal ini. Tidak bisa tidak,” ujarnya.

Yeti menambahkan, keluhan warga yang disampaikan sangat berguna bagi dewan terutama untuk melakukan pengawasan terhadap kinerja pemerintah khususnya pelayanan kepada masyarakat. Keluhan warga juga dapat menjadi acuan dewan dalam menetapkan kebijakan agar dapat memperbaiki kekurangan yang selama ini masih terjadi di masyarakat.

“Dari reses dapat terlihat, apakah muncul permasalahan baru atau justru masih sama dengan yang disuarakan pada reses sebelumnya. Bila sama, artinya kami bersama eksekutif, dalam hal ini Pemkot Depok, harus menemukan solusi secepatnya,” tutupnya.

Gatot Suherman
Foto: GS

Warga Mampang Serbu Pengobatan Gratis dan Sunat Massal

Yayasan Safaraz melakukan pengobatan gratis dan sunatan massal kepada masyarakat Kelurahan Mampang, Pancoran Mas. 145 Warga berpartisipasi dalam pengobatan gratis dan 22 anak menjalani khitanan masal di Lapangan Godam.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Anggota DPR RI Komisi X, Parlindungan Hutabarat, Ketua DPRD Depok, Rintis Yanto, Dandim 0508, Letkol (Inf) M Zamroni, serta Ketua Pembina Yayasan Safaraz, Siti Nurjanah. Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama antara Yayasan Safaraz dengan Dinas Kesehatan Kota Depok. 17 Dokter beserta tim medisnya juga diturunkan dalam aksi sosial ini.

Ketua Panitia, Ahmad Zaelani mengatakan, acara tersebut merupakan kegiatan rutin tahunan Yayasan Safaraz. Ini merupakan kali ketiga selama tahun 2012, Yayasan Safaraz mengadakan kegiatan sosial bagi masyarakat Depok. “Sebelumnya, kami mengadakan di Pondok Jaya, Cipayung,” ujarnya.

Sementara, Pembina Yayasan Safaraz, Siti Nurjanah mengaku kebutuhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan di Depok terbilang tinggi. Pelayanan yang disediakan Pemkot Depok dinilai masih belum mampu menjangkau kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang komprehensif.

“Dari tingkat partisipasi masyarakat, terlihat kebutuhan kesehatan masyarakat menjadi satu dari sekian kebutuhan yang diharapkan di Depok,” tutupnya.

Gatot Suherman
Foto: GS

Amri Yusra Kembali Pimpin KONI Depok

Amri Yusra kembali terpilih menjadi Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Depok. Dalam pemungutan suara yang digelar, Amri berhasil mengalahkan Pradi Supriatna.

Pemilihan digelar di Hotel Bumi Wiyata, Jalan Raya Margonda. Sebelumnya, sempat terjadi ketegangan saat pembahasan tatib sidang, soal keabsahan PSSI pengcab Depok sebagai peserta. Namun, konflik berhasil diselesaikan setelah forum menyepakati kepesertaan PSSI.

Dari 31 peserta yang memiliki hak suara, Amri berhasil mengumpulkan 21 suara. Sedangkan, calon lainnya, Pradi hanya memperoleh 10 suara. Dengan hasil itu, Amri kembali memimpin KONI Kota Depok hingga 2016 mendatang.

Usai pemungutan suara, Pradi Supriatna mengatakan, siapa pun yang menang, harus dapat membawa KONI Depok lebih baik dari sebelumnya. KONI harus lebih peduli dan mengangkat prestasi setiap cabang olahraga yang ada di Depok.

“Termasuk kesejahteraan atlet, dan pelatih. Yang berprestasi wajib diapresiasi, dan yang belum berprestasi harus dirangsang untuk bisa mengharumkan nama Depok dalam olahraga,” ujarnya.(GS)

Gatot Suherman
Foto: GS

KONI Depok Pilih Calon Ketua Baru Hari Ini

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Depok, hari ini menggelar pemilihan ketua baru dalam Musyawarah Kota (Musorkot) KONI yang digelar di Hotel Bumi Wiyata. Sedikitnya terdapat empat calon akan bersaing ketat dalam pemilihan ini.

Keempat orang itu, yakni Bendahara PSSI Jawa Barat yang juga pengusaha, Pradi Supriatna, Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Dayung Depok, Sariyo Sabani, Ketua Pengcab Basket Depok, Bambang Sungkono, dan calon incumbent, Amri Yusra.

Permasalahan yang seringkali dihadapi Depok, yakni banyaknya atlet yang “lompat pagar” ke daerah lain, salah satunya DKI Jakarta. Salah satu calon, Pradi Supriatna, mengatakan KONI harus mampu mencetak bibit-bibit baru yang mampu mendulang prestasi.

“Harus bisa bawa nama Kota Depok terangkat jadi naik lagi. Harus bisa jadi 10 besar, misalnya dalam Porda 2014,” jelasnya kepada wartawan, Sabtu (29/12).

Pradi menambahkan jika ia terpilih, KONI harus mampu menjaga solidaritas dan mengapresiasi serta mengikat atlet agar tak keluar dari Depok. Salah satunya dengan memberikan perhatian dan menambah insentif.

“Mendorong mereka yang berprestasi diharapkan bisa jadi PNS misalnya. Ada 2 hal yang saya perhatikan, share dan aware selama ini kurang,” imbuhnya.

Dari 33 pengcab yang memiliki hak suara, ia yakin sudah mengantongi dukungan 50 persen. Dengan latar belakang dari kalangan pengusaha, Pradi mengklaim mampu melahirkan bapak asuh baru bagi para atlet.

“Kami akan gandeng investor, banyak teman-teman saya yang ingin gabung untuk jadi bapak asuh bagi atlet Depok,” tandas anggota Komite Futsal Nasional ini.

Icha
Foto: ist.

Foto-Foto: Jembatan Gantung Membuat Was-Was

[slideshow post_id=”30442″]
Jembatan Gantung Membuat Was-Was : Sejumlah warga melintasi jembatan gantung yang kondisinya rapuh di Kampung Kebon Duren, Kecamatan Cipayung, Depok, Jawa Barat, Jumat (28/12). Menurut keterangan warga sekitar, jembatan gantung yang menghubungkan Kecamatan Cipayung dan Kecamatan Cilodong dibangun sejak tahun 1960 tersebut belum pernah ada renovasi, padahal warga telah mengajukan kepada Pemerintah Depok untuk perbaikan jembatan. Namun hingga saat ini Pemerintah Kota Depok belum melakukan perbaikan.
FOTO : WISNU HARI SANTOSO

Total, 108.023 Warga Depok Belum Rekam E-KTP

Hari ini, ratusan warga Depok, mendatangi kantor Balaikota, untuk mengantri perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP). Maklum, hari ini adalah hari terakhir perekaman data kependudukan dilakukan berdasarkan masa kontrak perekaman dengan Kemendagri, yang berakhir Tahun 2012.

Padahal, berdasarkan data yang dimiliki Kantor Disdukcapil Kota Depok, per 26 Desember, masih ada 108. 023 warga yang belum melakukan perekaman data, dari total wajib E-KTP sejumlah 1.020.002 jiwa. Pantauan di lokasi, antrian panjang memenuhi ruangan kantor Disdukcapil, yang menyediakan lima alat rekam E-KTP.

Kepala Bidang Kependudukan Disdukcapil Kota Depok, Epi Yanti, mengatakan jumlah total wajib E-KTP yang sudah direkam sebanyak 911.979 jiwa atau dalam skala prosentasenya 89,41 %. Sebenarnya, saat ini Disdukcapil masih memiliki total 24 alat rekam, dimana lima diantaranya digunakan pelayanan di kantor dinas, 18 sisanya masih tersebar di Kelurahan, dan satu lagi di Kelurahan Sawangan Baru hilang alias kemalingan.

“Kami akan melayani hingga antrian selesai. Antrian kami batasi hingga 500 saja,per harinya,” ujarnya.
Kepala Disdukcapil, Mulyamto, mengatakan sebenarnya warga masih bisa melangsungkan perekaman tanpa harus datang ke kantornya, melainkan cukup mendatangi kantor kelurahan masing masing. Khusus yang belum direkam, merupakan akibat warga yang tidak memenuhi undangan perekaman sebelumnya di wilayahnya masing masing.

” Tak perlu khawatir, tahun depan masih bisa direkam,” tutupnya.

GS
Foto: GS