fbpx

Tiba di Pekalongan, Persikad Lupakan Kekalahan Kemarin

Setelah menempuh perjalanan empat jam melewati jalan perbukitan dan berkelok-kelok, rombongan Persikad akhirnya tiba di Kota Batik, Pekalongan, Kamis (31/1) sore.

Kali ini Srigala Margonda menginap di Hotel Indonesia, yang terletak di Jalan Gajah Mada, Pekalongan.

Pelatih Kepala Persikad, Meiyadi Rawasiwi menuturkan, Persikad sengaja berada di Pekalongan lebih awal untuk menyesuaikan diri dengan kondisi cuaca panas di kota tersebut.

“Ya pertama jelas lebih awal agar persiapan tim lebih baik dan penyesuaian cuaca juga merupakan sesuatu yang biasa,” tuturnya, Kamis (31/1).

Namun, yang terpenting adalah persiapan tim di Pekalongan lebih awal merupakan keputusan yang baik. Tim jadi dapat berlatih lebih awal di Pekalongan.

“Kegagalan kemarin kita sudah lupakan, sekarang kita fokus untuk pertandingan berikut,” tegasnya.

Menurut jadwal Persikad akan menjajal kemampuan Persip Pekalongan di Stadion Kota Batik (SKB), Pekalongan Minggu (3/2) sore.

Ricky Juliansyah
Foto: Ricky

“Pilih Yang Mana Ya?” Mural Kreatif “Sentil” Pilgub Jabar

Mural Pilgub Pilih Yang Mana Ya?  : Warga tengah melintasi mural Pemilihan Gubernur Jawa Barat di Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, Kamis (31/1). Mural tersebut menjadi salah satu media untuk menyampaikan kritik sosial untuk mengingatkan warga Depok agar tidak salah memilih Calon Gubernur dan Wakil Gubernur pada Pilgub Jabar yang akan dilaksanakan pada 24 Februari 2013 mendatang. 

[slideshow post_id=”32017″]

FOTO : WISNU HARI SANTOSO

Cantik dan Unik! Balutan Batik pada Pot Tanaman

Pot Batik ala Suyono merupakan salah satu UKM unggulan Kota Depok. Kerajinan yang bergerak di industri kreatif ini diharapkan menjadi pemacu roda ekonomi masyarakat.

Pria yang akrab disapa Pak Yono ini membuat pot batik karena terinspirasi dari keindahan motif batik. Dikediamannya yang di Pondok Sukmajaya Permai Depok, Pak Yono melalui Say Gallery miliknya menciptakan sebuah terobosan baru, yaitu memberikan motif batik pada pot tanaman.

Bahan dasar pot batik ini berasal dari pot keramik atau plastik yang kemudian ditempel kain batik, didempul selanjutnya dicoating dan dipernis (Glossy/Dop).

Karena keahliannya, pot batik ini tampak seperti lukisan padahal hanya kain batik yang ditempel pada pot tanaman. Kain batiknya pun diperoleh dari limbah kain. Jadi Pak Yono memanfaatkan bahan tak terpakai menjadi karya yang bernilai.

Bisa dikatakan pot batik Pak Yono hanya satu-satunya di Indonesia. Hasil karyanya itu telah memberikan warna baru dalam industri kerajinan dan perdagangan.

[slideshow post_id=”20043″]

AZIZAH/DN
FOTO : WISNU HARI SANTOSO 

KPK Geledah Salah Satu Unit di Apartemen Margonda Residence

Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambangi salah satu kamar di Apartemen Margonda Residence di Jalan Raya Margonda, Depok.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, KPK melakukan penggeledahan terhadap salah satu kamar di lantai enam, Apartemen Margonda Residence. Kamar tu diyakini milik salah satu tersangka kasus dugaan suap kuota impor sapi, Ahmad Fathanah.

KPK datang menggunakan Kijang Innova silver bernomor polisi B 1886 UFR, sekira pukul 11.30 WIB. “Iya tadi yang datang KPK,” kata salah satu petugas keamanan, Kamis (31/1).

Petugas KPK berjumlah enam orang itu langsung menggeledah unit AF 605. Unit ini diyakini milik Fathanah.

Fathanah merupakan beberapa tersangka yang dinyatakan KPK terlibat dalam kasus itu. Kasus suap kuota impor sapi itu juga menyeret nama Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaq.

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari KPK terkait penggeledahan yang dilakukan hari ini

DN
Foto: ist.

Persikad Berangkat Menuju Pekalongan

Seluruh Skuad Persikad, jajaran pelatih, manager, dan official berangkat menuju Pekalongan untuk menghadapi laga lanjutan melawan Persip Pekalongan, Sabtu (3/2) mendatang.

Meski kehilangan angka dipertandingan pembuka kontra Persitema, Pekalongan, tim tetap optimis menghadapi pertandingan selanjutnya melawan Persip.

Sebelum berangkat, Pelatih Kepala Persikad, Meiyadi Rawasiwi menegaskan tim harus menang dipertandingan selanjutnya. Tim tak boleh kehilangan poin untuk yang kedua kalinya, terlebih ini masih pertandingan awal.

“Kita harus mengganti poin yang hilang ini di Pekalongan. Semoga kita diberikan keselamatan selama diperjalanan dan di Pekalongan. Tunjukkan kalau kita bisa raih prestasi dengan tekad,” tegasnya.

Meiyadi juga mengingatkan anak asuhnya agar meluruskan niat selama di Pekalongan untuk bertanding dan menang, bukan belanja batik.

“Ingat kita ke Pelakongan untuk bertanding bukan belanja batik,” tandasnya.

Ricky Juliansyah
Foto: Ricky

Kata Pemilik Hotel Tempat Persikad Menginap di Temanggung

Meski gagal membawa poin saat bertandang ke kandang Persitema, komenter positif tetap muncul untuk awak Persikad. Salah satunya dari pemilik hotel tempat skuad Srigala Margonda menginap.

Pemilik Hotel Kintamani, Budi Santoso mengaku salut dengan kekompakan tim. Dua hari melayani tim Persikad memberikan kesan tersendiri baginya.

“Semalam saya ngobrol dengan Pak Adi (Manager Persikad Depok), ternyata persiapannya tidak lama membentuk tim, itu bagus sekali,” ucap Budi mengawali perbincangan, Kamis (31/1) pagi.

Budi mengaku sampai mencari tahu hasil pertandingan dari seorang teman yang menonton langsung pertandingan Persitema melawan Persikad di Stadion Bhumi Phala.

“Saya juga dapat cerita dari teman, kata dia Persikad mainnya bagus, cuma masih grogi saja kayanya,” kata Budi.

Karena sudah berkesan dan ingin menghibur para pemain Persikad, pemilik hotel yang beralamat di Jalan Suwandi Suwardi, Temanggung ini pun meninjamkan mobilnya untuk dipakai. “Semalam saya juga meminjamkan mobil pick up saya untuk anak-anak, katanya mau jalan-jalan di Temanggung sama cari duren,” jelasnya.

Budi pun merasa salut dengan kekompakan dan kebiasaan yang dilakukan tim Persikad sebelum memulai laga.

“Baru kali ini saya lihat klub bola yang memberikan santunan ke yayasan yatim piatu saat datang ke Temanggung. Semoga Persikad kedepannya bisa Sukses,” tandasnya.

Ricky Juliansyah
Foto: Ricky

Batavia Air Pailit, Penumpang Tak Bisa Cepat Refund Tiket

Kementerian Perhubungan mengatakan, penumpang tidak dapat melakukan proses refund atau penukaran tiket kembali dalam waktu dekat. Karena semua masih dalam proses.

Penumpang terpaksa menukar kembali tiket Batavia Air menyusul status pailit yang diterima perusahaan. Artinya, mulai Kamis (31/1) pukul 00.00 WIB, Batavia Air tidak beroperasi kembali.

Kementerian Perhubungan telah meminta maskapai lain untuk menjual tiket murah kepada penumpang Batavia Air. “Saya sedang usahakan,” kata Dirjen Perhubungan Udara Kementarian Perhubungan, Herry Bakti, seperti dikutip dari viva, Kamis (31/1).

Menurut Herry, baru maskapai Mandala Airline yang bersedia menampung penumpang Batavia Air jika ada kursi kosong.

Hingga kini, Herry juga masih menghubungi maskapai lain untuk memberi tiket dengan harga lebih murah bagi pemilik tiket Batavia Air.

Terkait refund atau penukarang tiket, Herry menegaskan tak bisa dilakukan dalam waktu dekat. “Nanti saya minta Batavia air mempercepat proses itu,” tandasnya.

DN/rw/vv
Foto: ist.

Presiden Ditangkap, PKS Izinkan KPK Usut Tuntas Kasus

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memberi “lampu hijau” kepada Komisi Pmeberantasa Korupsi (KPK) untuk memproses Presiden mereka, Luthfi Hasan Ishaq.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu PKS, Sahfan Budi Sampurno mengatakan, pihaknya mempersilakan KPK untuk memeriksa Luthfi, dengan caatan harus dilakukan secara profesional dan proporsional.

“Kami menghormati proses hukum dan kita dorong agar KPK bekerja secara profesional dan proporsional,” katanya, seperti dikutip dari okezone, Kamis (31/1).

Sahfan menilai, kasus yang sedang menimpa partainya itu tak berdampak besar terhadap para kader PKS. Begitu juga di masyarakat, menurutnya nama PKS tidak akan berpengaruh.

“Saya pikir masyarakat sudah semakin cerdas. Sudah bisa memilah mana yang proses hukum murni, mana yang pesanan,” tambahnya.

Luthfi dijemput KPK, Rabu (30/1) malam di kantor DPP PKS. Presiden PKS itu diduga kuat terlibat kasus suap Rp 1 miliar dari PT Indogua Utama terkait impor sapi impor.

Luthfi diduga melanggar Pasal 12 a atau b, atau Pasal 5 ayat 1 dan 2, atau Pasal 11 Undang-Undang nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

DN/rw/okz
Foto: ist.

Kepala SMAN 1 Depok: Tak Masalah LKS Tidak Digunakan Lagi

Pemerintah Kota Depok telah menyiapkan Lembar Kerja Siswa (LKS) dalam bentuk online untuk tahun ajaran 2013. Tapi, sekolah justru tidak mempermasalahkan adanya LKS atau tidak.

Kepala SMAN 1 Depok, Achmadi menyatakan, pihaknya tidak mempermasalahkan jika LKS tidak digunakan lagi. Sebab para guru siap membuat soal sendiri.

“Tidak ada masalah. Itukan hanya soal-soal yang dibuatkan buku,” katanya, kemarin.

Sementara, Ketua Komisi D DPRD Kota Depok, Muttaqien meminta kepada Pemkot Depok untuk menghapus LKS, karena LKS membuat siswa malas menulis dan guru malas membuat soal.

“Masalah ini sudah dibahas dalam komisi. Mulai tahun ini kami minta LKS dihilangkan,” paparnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Herry Pansila berencana membuat LKS dalam bentuk online. Nantinya LKS akan dikirim melalui email ke tiap siswa. Cara ini, untuk mendukung kurikulum 2013 dan program Depok Cyber City.

Icha
Foto: ist.

2013, Disdik Depok Siapkan LKS Online

Dinas Pendidikan Kota Depok akan menyiapkan Lembar Kerja Siswa (LKS) dalam bentuk online. LKS itu akan dikirimkan melalui email ke setiap siswa. Hal itu dilakukan untuk mendukung kurikulum 2013 dan Depok Cyber City.

“Rencananya LKS online itu diluncurkan pada tahun ajaran baru ini. LKS online ini akan diberlakukan di seluruh sekolah di Depok,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Herry Pansila di Balaikota Depok, Rabu (30/1).

Menurut Herry, LKS online ini dibuat oleh para sekolah. Soal-soalnya dikerjakan oleh para guru. Dengan begitu LKS cetak sudah tak diperlukan lagi.

Terkait keinginan Ketua Komisi D DPRD Kota Depok, Muttaqin yang menginginkan LKS dihilangkan pada saat tahun ajaran baru 2013, lantaran membuat siswa tidak rajin menulis dan juga menjadikan guru malas membuat soal, Herry menyatakan, hal itu diserahkan kepada sekolah masing-masing.

Jika guru sanggup membuat soal sendiri untuk para siswa maka guru dipersilakan membuat soal sendiri, tapi jika tidak sanggup maka diperbolehkan menggunakan pihak ketiga.

“Tahun ini para guru sudah dibebankan dengan kurikulum 2013. Jika guru sanggup membuat soal sendiri dipersilakan, jika tidak menggunakan pihak ketiga atau meminjam soal dari sekolah yang sudah membuat sendiri,” tuturnya.

Icha
Foto: ist.