fbpx

“Hiking Bareng”, Cara Unik Caleg Muda Bersosialisasi

[caption id="attachment_34994" align="alignright" width="300"] Foto: dok. Track Mountain[/caption]

Jelang Pemilu 2014, tak heran bila mereka yang terpilih sebagai Calon Legeslatif (Caleg) mulai menyosialisasikan dirinya ke tengah-tengah warga. Beragam cara unik pun dilakukan. Salah satunya adalah tokoh muda Depok, Hendra Kurniawan, yang kini menjadi Caleg PDIP Depok Dapil Tapos-Cilodong.

Tak tanggung-tanggung, Hendra, yang akrab disapa Haka, bersama komunitas Track Mountain Depok melakukan pendakian ke Gunung Gede, Jawa Barat.

Komunitas warga Depok pendaki gunung ini pun telah merapatkan diri ke barisan Relawan Haka, salah satu kelompok pendukung Haka sebagai anggota DPRD Depok.

“Kami memberikan apresiasi dan dukungan penuh kepada tokoh tokoh muda yang memberikan perhatian dan waktunya bagi pengembangan potensi anak muda Depok, terutama bang Haka, yang kami kenal dekat dan sangat peduli dengan kegiatan komunitas di Depok,†jelas Joel Lasso, salah satu pentolan komunitas Track Mountain.

Rencananya, Haka, yang memang gemar mendaki gunung, dalam waktu dekat akan melakukan pendakian ke Gunung Semeru dan Gunung Kerinci, tentunya bersama puluhan anggota Track Mountain lainnya.

HL

DPRD Kritik Wali Kota di Rapat Paripurna Istimewa

[caption id="attachment_34985" align="alignright" width="300"] ist.[/caption]

Rapat Paripurna Isimewa DPRD Kota Depok Masa Sidang 1 Tahun dengan agenda Penyampaian Laporan Catatan-Catatan dan Rekomendasi Pansus Laporan Kerja Pertanggungjawaban (LKPJ) digelar di ruang rapat DPRD Kota Depok, Selasa (30/4).

Melalui Pansus LKPJ, DPRD menyampaikan kritik terhadap Wali Kota Depok Nur Mahmudi yang saat itu hadir.

Beberapa  kritik pada rapat paripurna istimewa ini, mulai dari perbaikan laporan pengelolaan keuangan daerah, yang dinilai belum efisien, efektif, dan tepat waktu. Selain itu, DPRD juga meminta Pemkot tingkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dengan memaksimalkan potensi-potensi retribusi, pajak.

Tak hanya itu, terkait pelayanan, DPRD pun meminta agar Pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) segera dilaksanakan.

Perbaikan sistem pendidikan, peningkatan dalam bidang pemberdayaan masyarakat, penindakan tegas bagi siapa saja yang melanggar Peraturan Daerah mengenai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), juga menjadi kritik terhadap Pemkot.

“Kami menyadari bahwa dalam Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban Walikota masih banyak ditemukan kekurangan, dan kekhilafan. Semoga ini semua dapat menjadi masukan perbaikan kepada kita semua”, ucap Nur Mahmudi.

Menurut Nur, masih banyak permasalahan di Kota Depok yang harus diselesaikan satu persatu. Dirinya juga mengatakan, kritikan dan rekomendasi DPRD menjadi masukan yang strategis.

Gatot Suherman

SBY: APBN Mengkhawatirkan, Subsidi BBM Perlu Dikurangi

[caption id="attachment_34975" align="alignright" width="300"] ist.[/caption]

Subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) terus membengkak, akibatnya, kondisi fiskal dan Anggaran Pendapatan Belanja Negara mengkhawatirkan. Hal ini melatarbelakangi rencana pemerintah untuk menaikan harga BBM.

“Subsidi BBM terlalu besar sehingga mengakibatkan anggaran untuk kesejahteraan rakyat dan kemiskinan jadi terlalu sedikit,” terang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat membuka Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (30/4) kemarin.

Menurutnya, subsidi BBM dinilai banyak dinikmati masyarakat kelas menengah ke atas ketimbang masyarakat kelas bawah. “Kalau dibiarkan ini tidak adil karena sedikit untuk menanggulangi kemiskinan, kesejahteraan, dan infrastruktur,” katanya. Pembiaran terhadap membengkaknya subsidi BBM, lanjutnya, dapat berakibat membesarnya defisit anggaran. Jika ini terjadi terus menerus, ketahanan ekonomi bakal tergerus.

Presiden SBY berharap kalangan yang menolak pemerintah mengurangi subsidi BBM memahami kebijakan ini.

Kendati mengklaim memahami kondisi fiskal anggaran, sampai saat ini SBY belum mengumumkan secara resmi mengenai pilihan kebijakannya tersebut.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik mengumumkan bakal ada dua harga BBM bersubsidi, yaitu, Rp 4.500 dan Rp 6.500 – Rp 7.500.

“Disini saya harus mengatakan kapan harga BBM dinaikkan, bila dana kompensasi dan dana sosial sudah siap dan ada. Begitu harga dinaikkan, plak,  kita alirkan (kompensasi), tidak boleh ada perbedaan waktu,” ujar SBY.

rw

rw

Kebudayaan Islam di Depok

OPINI

(Menyambut Halaqah Ilmiah Alim Ulama’ se-Kota Depok)

Kamis, 2 Mei 2013 nanti, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), akan diadakan Halaqah Ilmiah Alim Ulama’ se-Kota Depok di Gedung Majelis Ulama’ Indonesia (MUI) Kota Depok.

Rencananya, acara tersebut akan dihadiri Prof. DR. KH. Said Aqil Siradj, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan ratusan alim ulama’ se-Kota Depok. Yang menjadi topik utama, menyikapi faham ekstrimisme dalam Islam dan upaya meneguhkan Islam dengan semangat kebangsaan.

Sebagai masyarakat Depok, sudah sepatutnya, kita bersyukur atas rencana pelaksanaan acara tersebut. Apalagi acara tersebut didukung oleh para ulama’ di Kota Depok. Gairah perjuangan kebudayaan dan tradisi Islam di Depok pun kembali bergelora, di saat maraknya ekstrimisme mengatasnamakan Islam kian menjadi-jadi dan nilai-nilai kebangsaan yang kian luruh.

Melalui Halaqah Ilmiah ini, estafet perjuangan Walisanga yang menyebarkan Islam dengan lembut, adaptif dengan budaya lokal, ramah dan santun dengan sesama, diharapkan kini akan terus bersambung dan berlanjut, hingga di masa depan.

Bila salah satu Walisanga, Raden Rahmat (Sunan Ampel), diperintah oleh ayahnya, Syaikh Ibrahim Asmarakandi (Sunan Gresik), belajar ke Madinah, dan di Madinah, ia bermimpi bertemu Nabi Muhammad SAW yang bersabda kepadanya, “Hijrahlah ke Indonesia, karena Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah tidak bisa diterapkan di tanah kelahirankuâ€, seorang teman, Kiai yang juga penulis, berkelakar, bahwa kini “Sunan Ampel†bukan lagi hijrah ke Indonesia, tapi sudah “hijrah†ke Kota Depok. Dalam tradisi Islam, memang terdapat sebuah keyakinan, bahwa orang yang meninggal di jalan Allah, tetaplah masih hidup (QS 3:169).

Metode Walisanga

Walisanga merupakan pelopor penyebaran Islam di pulau Jawa (Indonesia). Kecuali Sunan Kalijaga, (dalam satu sumber) mereka adalah keturunan Nabi Muhammad SAW (sayyid/habib) yang berasal dari Gujarat India, setelah sebelumnya bermukim di Madinah lalu ke Basrah (Irak). Dari Basrah lalu ke Hadramaut, Yaman. Dari Yaman, ada yg langsung ke Indonesia dan ada yang ke India lebih dulu. Yang dari India, inilah yang dikenal dengan sebutan Walisanga (Sembilan Wali (kekasih Allah)). 

Metode dakwah mereka kemudian menjadi teladan bagi para alim ulama’ Nusantara yang tergabung dalam jam’iyyah Nahdlatul Ulama’ (NU) yang didirikan oleh Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’arie, dan kawan-kawan. Bahkan, lahirnya NU memang tidak dapat dilepaskan dari peran dua orang sayyid/keturunan Nabi, yaitu Syaikhona Cholil Bangkalan, Madura dan Habib Hasyim bin Yahya (kakek Habib Lutfi bin Yahya, Ketua Umum Tariqah NU), Pekalongan.

Saat Hadratussyaikh meminta izin, kepada para gurunya di Mekah, untuk mendirikan NU, kemudian, disarankan meminta restu kepada dua orang keturunan Nabi tersebut di atas. Keduanya merestui dengan catatan tidak ditulis dalam dokumen sejarah NU.

“Kebudayaan, selama tidak melanggar ajaran Islam/memiliki dalil syar’i dapat dijadikan sumber hukum†(al-adah muhakkamah) menjadi kalimat kunci memahami perjuangan para Walisanga tersebut. Kaidah falsafah hukum Islam ini, barangkali yang menyebabkan mereka tidak berdakwah dengan keras dan ekstrim sebagaimana terdapat kelompok yang melakukan hal itu dengan mengatasnamakan Islam dewasa ini.

Mereka tidak melabrak, menghina, merendahkan tradisi dan kebudayaan yang berkembang di Nusantara. Para walisanga merubah secara perlahan kebiasaan-kebiasaan masyarakat nusantara yang tidak baik, tanpa menimbulkan gesekan konflik di akar rumput dan tanpa harus mengikuti kebudayaan tersebut. Bahkan kebudayaan lama dapat dijadikan sarana dakwah jika memungkinkan dan tidak melanggar ajaran agama.

Kebudayaan Islam di Depok

Jika ajaran para ulama’ dahulu menjadi teladan bagi para alim ulama’ sekarang dan juga akan datang, maka kita dapat menatap masa depan kebudayaan Islam di Depok dengan cerah. Depok, akan menjadi kota santri/religius dengan ketaatan kuat kepada para alim ulama’-nya dan ajaran-ajaran agama yang lembut dan rahmatan lil alamiin.

Dalam konteks sejarah penyebaran Islam di Depok, memang tidak bisa dilepaskan dari peran Sunan Gunung Djati, Cirebon yang saat itu memerintahkan anak buahnya untuk mengantisipasi kedatangan Portugis di Pelabuhan Sunda Kelapa. Terjadilah pertempuran di sana.

Peristiwa itu diyakini membawa pengaruh yang cukup bagi perkembangan Islam di Depok, yang notabene menjadi jalur perlintasan antara Jakarta-Bogor. Dimungkinkan terjadi komunikasi terkait peristiwa tersebut, termasuk penyiaran Islam, yang selanjutnya, membuat Depok, juga terpengaruh dengan Islam.

Kota Depok, saat ini, memang sedang tergerus oleh suatu cara pandang keagamaan yang sempit, antitoleran, yang amat mudah menyalahkan orang lain yang dianggap berbeda, di samping juga amat politis dalam pengertian kurang membangsa. Tradisi dan kebudayaan Islam yang sudah berkembang lama dan menjadi kebiasaan masyarakat muslim tradisional di Depok, dipersoalkan. Akhirnya, terjadi pemaksaan pendapat dan juga pelecehan tradisi dan kebiasaan yang sudah berjalan. Dari cara pandang yang sempit inilah, maraknya terjadi aksi ekstrimisme di mana pendapatnya sendiri mengungguli al-Qur’an dan Hadits.

Seringkali, keluar dari kelompok ini, seruan untuk kembali kepada Al-Qur’an-Hadits tanpa didahului oleh penelitian yang memadai, apakah suatu kebudayaan dan tradisi keagamaan maupun non keagamaan yang ada di masyarakat, benar-benar melanggar ajaran Islam. Dan apakah pendapatnya dan sikapnya sendiri tidak melanggar/mengungguli al-Qur’an-Hadits?

Apakah dengan demikian NU menjadi sektarian dengan perjuangannya membendung faham ekstrim tersebut dalam rangka melakukan perjuangan keagamaan dan kebangsaan? Tentu saja tidak. Karena, jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, para pendiri NU. Kiai Hasyim, Kiai Wahab, dkk) sudah aktif melakukan pertemuan mingguan dan dialog dengan kaum Nasionalis (H.O.S Tjokroaminoto/Mertua Bung Karno) bertemakan Islam dan Nasionalisme. Dengan demikian, harapan kita akan tegaknya kebudayaan Islam di Depok dengan diiringi semangat kebangsaan semakin besar. Semoga. Wallahu A’lam.

 

Darul Qutni, S.SI, adalah guru agama yang juga aktivis NU. Saat ini, Darul merupakan Katib Syuriah Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama’ Kecamatan Pancoran Mas, Depok / Ketua Harian Brigade Ahlussunnah Wal Jama’ah.

Vela: Lilin yang Menerangi Hati Semua Orang

Ringan dan sepenuh hati, begitu kira-kira gambaran yang muncul saat mendengarkan lagu-lagu milik Vela. Sesuai dengan istilah unik “pop ikhlas†yang dipilih para personelnya, sebagai aliran musik yang tercipta hasil gabungan penikmat berbagai nama—mulai dari Nicky Astria, Bimbim Slank, hingga Steve Vai. Ditemui pada malam Minggu di Retro Studio, Cimanggis, Depok, pemenang jingle Jokowi-Ahok ini sempat sedikit berbagi pada depoklik mengenai perjalanan bermusik mereka.

 

Vela dan Filosofi Lilin

Nama Vela rupanya bukan nama baru. Grup musik ini sudah cukup lama malang melintang di dunia musik Indonesia. Sejak pertama terbentuk pada tanggal 1 Januari 2007, mereka telah menghasilkan banyak lagu, memproduksi beberapa album, dan mengalami berkali-kali pergantian personil, sampai akhirnya siap menggebrak dengan konsep dan formasi baru: Ines (vokal), Black (drum), Joel (keyboard), Imam (bass), dan Didi (gitar).

Apa sebenarnya makna di balik nama Vela? Selain merupakan nama sebuah bintang, kata vela dalam Bahasa Spanyol juga berarti lilin. “Lagu itu mantra. Jadi, lagu-lagu Vela adalah lilin yang ingin menerangi hati semua orang,†jelas Ines sambil tersenyum.

 

Dibawa Kompetisi Sampai ke Sulawesi

“Kami membuat jingle awalnya karena menang kompetisi,†jelas Joel saat ditanya tentang beberapa jingle yang dibuat Vela untuk kampanye calon Gubernur di beberapa wilayah. Lagu mereka yang berjudul Jakarta Baru untuk Kita Bersama memang berhasil memenangkan kompetisi jingle untuk Jokowi-Ahok tahun lalu. “Ibu saya yang mengabarkan adanya kompetisi ini. Kami baru mengirimkan lagu dua hari sebelum batas waktu,†kisahnya.

Setelah sukses dengan Jakarta, Vela pun kemudian diminta membuat jingle untuk Garuda-Na (Sulawesi Selatan) dan Rieke-Teten (Jawa Barat). Hasilnya, sama seperti judul salah satu jingle yang mereka ciptakan, memang paten!

Bicara soal Pilkada, bagaimana pendapat Vela mengenai perkembangan Jawa Barat setelah pemilihan Gubernur? “Untuk Jawa Barat, perkembangannya menurut saya belum terlalu terlihat. Mungkin karena masih baru juga,†jawab Ines.

 

Ingin Membuat Hati Orang Lain Bahagia

Enam tahun berkiprah di dunia musik, Vela mempunyai harapan yang sederhana. Mereka ingin bisa diterima oleh masyarakat dan membuat hati orang lain bahagia. Harapan tersebut mereka coba wujudkan dengan membiarkan musik Vela mengalir apa adanya dan tulus dari hati, mulai dari penciptaan lagu sampai proses rekaman. Vela juga sempat berpesan untuk para rekan dan calon musisi: “Jangan pernah menyerah, bikin lagu seindah mungkin, tetap semangat, dan jangan takut menuangkan pikiran dalam suatu konsep yang indah,†kata mereka.

Lalu, apa rencana Vela dalam waktu dekat? Rupanya, menurut Vela, mereka akan segera mengeluarkan sebuah single yang memperkenalkan konsep baru. Siap-siap, Vela Lovers! 🙂

 

Facebook / Youtube: Vela Lovers
Soundcloud: velalovers

 

DT

Lewandowski Quattrick, Dortmund Sikat Madrid 4-1

[caption id="attachment_20708" align="alignright" width="300"] foto: ist.[/caption]

Empat gol atau Quattrick yang diciptakan lewandwski saat menghadapi Real Madrid, membuat Dortmond unggul 4-1, dalam semi final Liga Champions di Signal Iduna Park, Kamis (25/4) dini hari.

Tuan Rumah mencetak gol terlebih dahulu dimenit ke delapan.  Mario Goetze mengirimkan umpan silang terukur dari sisi kiri ke Robert Lewandowski. Tak menyia-nyiakan peluang, sontekan Lewandowski berhasil mengoyak jala Madrid yang di kawal Diego Lopes.

Real Madrid berhasil menyamakan kedudukan di menit 43. Blunder yang dilakukan Mats Hummels di wilayah pertahanan Dortmund, harus dibayar mahal. Gonzalo Higuain berhasil merebut si kulit bundar, sebelum melepaskan umpan tarik ke Ronaldo. Sontekan pemain termahal dunia itu pun memaksakan ke dudukan menjadi 1-1.

Hingga peluit babak pertama berbunyi, skor tidak berubah, Dortmund dan Madrid harus rela berbagi angka pada babak pertama.

Usai rehat, Lewansdowski memborong dua gol dalam jeda waktu enam menit. Gol di babak ke dua diciptakan pada menit ke 49 dan menit 55. Gol ke dua Lewandowski sempat menuai protes para punggawa los merengues, karena berbau offside, namun wasit tetap mensahkan gol tersebut.

Gol ketiga, saat memanfaatkan kemelut di muka gawang Madrid, bola liar tidak disia-siakan Lewandowski dengan melesatkan tendangan keras yang kembali menggetarkan gawang Madrid untuk kali ketiga.

Reus, yang dilanggar Xavi Alonso di area kotak pinalti, berhadiah tendangan pinalti untuk kubu Dortmund. Peluang super emas yang dimiliki tim asal Jerman itu diambil oleh Lewandowski. Sang algojo pun berhasil menunaikan tugasnya dengan menempatkan bola ke sisi tengah gawang Lopes.

Gol tersebut membuat Robert Lewandowski menjadi aktor paling antagonis dan mencetak Quattrick ke kubu Real Madrid. Skor kembali berubah  4-1 untuk keunggulan Dortmond.

Hasil ini bertahan hingga wasit meniup peluit panjang babak kedua, dan membawa kemenangan Borussia Dortmond atas Real Madrid.

Ricky Juliansyah

Persikad Curi Poin di Kandang Persikabo

[caption id="attachment_20699" align="alignright" width="300"] Persikabo (kiri) vs Persikad (kanan) di putaran kedua berakhir seri, di Stadion Persikabo, Bogor, Rabu (24/4) sore. (foto: RJ)[/caption]

Bertandang ke Stadion Persikabo Bogor, Persikad Depok berhasil mencuri poin dari Persikabo, melalui skor seri 0-0, Rabu (24/4) sore.

Dalam putaran kedua di grup dua Divisi Utama Liga Indonesia, Persikad tampil percaya diri dengan 3 orang pemain barunya. Umpan-umpan pendek yang cepat, sesekali menusuk jantungan pertahanan Persikabo.

Sebaliknya, tuan rumah melakukan dengan umpan-umpan lambung dan terobosan yang mengandalkan kecepatan dan postur legiun asingnya.

Saling serang sepanjang laga yang dilakukan ke dua kubu membuat sejumlah, pertandingan berlangsung cepet dan menarik. Hingga babak pertama berakhir, skor masih sama, 0-0.

Pada babak kedua, kedua kubu melakukan pergantian pemain untuk menambah daya serang dan memuluskan strategi pelatih. Tampak rotasi yang dilakukan pelatih Persikabo, Deni Syamsudin lebih efektif ketimbang tamunya. Intensitas serangan Persikabo meningkat sejak babak ke dua.

Persikad sendiri hanya mampu menahan gempuran dari Cucu Hidayat CS dan sesekali melakukan serangan balik.

Hinga pertandingan usai 2×45 Menit, tidak ada satu peluang pun yang berhasil di konversi menjadi gol. Tambahan waktu 5 menit, coba dimaksimalkan Persikabo, praktis Persikad hanya bisa bertahan dari gempuran tim asal Bogor.

Pada tendangan bebas Persikabo di penghujung laga, Agus Salim yang masuk di babak kedua, memanfaatkan kemelut di depan gawang Persikad. Dengan lincah, pemain bernomor punggung 32 ini melakukan tendangan salto dan bola mampu menjebol gawang Persikad, namun selebrasi gol Agus dianulir wasit, karena hakim garis mengangkat bendera pertanda offside.

Insiden tersebut membuat kubu Persikabo berang, beberapa pemain dan official mendatangi wasit dan hakim garis untuk protes.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap 0-0 untuk kedua tim.

Ricky Juliansyah

Babak 1, Persikabo vs Persikad Skor Kacamata

[caption id="attachment_20699" align="alignright" width="300"] Persikabo (kiri) mengandalkan umpan lambung dan jauh menghadapi Persikad (kanan) di Babak 1 putaran kedua Persikabo vs Persikad, di Stadion Persikabo, Bogor, Rabu (24/4) sore. (foto: RJ)[/caption]

Babak pertama laga antara Persikabo Bogor kontra Persikad Depok, keduanya belum ada yang berhasil mengkonversi satu gol pun, Rabu (24/4) Sore.

Melawat ke Stadion Persikabo Bogor di putaran kedua grup dua Divisi Utama Liga Indonesia, Persikad tampil agresif, umpan-umpan pendek yang cepat, sesekali menusuk jantungan pertahanan Persikabo.

Pertandingan baru berjalan semenit, Persikad melakukan serangan lebih dulu, lewat umpan jauh yang diberikan Fabanyo menuju Dede Mursidi, beruntung barisan pertahanan Persikabo masih bisa menghalau pergerakan Dede.

Aksi Deni Arwin, pemain tengah Persikad, tampak cukup merepotkan Persikabo, hingga dua kali Deni dilanggar. Serangan-serangan yang dibangun Persikad, didominasi dengan umpan-umpan pendek antar pemain.

Sebaliknya, tuan rumah menyerang dengan umpan-umpan lambung serta terobosan, dengan mengandalkan kecepatan dan postur legiun asingnya. Belum lagi tembakan-tembakan jarak jauh dari Julio Lopez, cukup merepotkan Diki, penjaga gawang Persikad.

Saling serang sepanjang laga yang dilakukan ke dua kubu membuat pertandingan terasa berlangsung cepat dan menarik.

Sejumlah peluang tercipta dari saling serang ini, namun, hingga panitia memberikan tambahan waktu dua menit, kedua kubu belum mengkonversi satu gol pun. Skor kaca mata untuk Persikabo vs Persikad.

Ricky Juliansyah

Kontra Persikabo, Persikad Siapkan ‘Amunisi’ Baru

[caption id="attachment_831" align="alignleft" width="300"] Foto: ilustrasi[/caption]

Menjelang pertandingan kontra Persikabo Bogor, Persikad Depok menambah enam amunisi baru alias pemain baru. Manajemen memasang target seri dalam pertandingan yang dilangsungkan di Stadion Persikabo, Bogor. Rabu (24/4) Sore ini.

Ke enam pemain itu empat pemain lokal, yaitu, Dede Ariandi dan Aji Nofriza berposisi sebagai pemain belakang, Abdul Manan berposisi gelandang dan Mario Wakano sebagai penjaga gawang. Selain itu ada dua pemain impor asal Brasil, Rony Calvarho dan Hagua

“Kita menambah enam orang pemain dan memasang target imbang di sini (saat melawan persikabo), semoga tercapai,” ucap Manager Persikad, Adi Gunaya. Managemen, lanjut Adi, menargetkan posisi Persikad bisa terdongkrak ke posisi enam atau tujuh di klasemen nantinya.

Sayang, dua pemain impor tersebut belum bisa dimainkan saat tandang ke Persikabo sore ini.

“Mudah-mudahan tanggal 6 Mei besok saat melawan Persitara sudah bisa dimainkan,” tandasnya.

Pada putaran pertama, 30 maret 2013, Serigala Margonda takluk 1-2 atas Persikabo di stadion Merpati.

Ricky Juliansyah

Ini Dia Para Jawara Biliar di Porkot 2013

Kecamatan Limo, Sawangan dan Cimanggis, sabet medali emas di cabang olahraga (Cabor) Biliar pada final biliar Pekan Olahraga Kota (Porkot) Depok, Selasa (23/4) malam.

Limo menyabet medali emas dikategori bola sepuluh single, dari Hendra Lesmana, setelah mengalahkan Riau Wana Praja dari Kecamatan Beji.

Sawangan memperoleh medali emas dikategori bola sembilan couple lewat Safrizal dan Fidiadi Tanjung.

Sementara cimanggis memperoleh medali emas lewat Marvin dikategori bola sembilan, setelah mengalahkan pebiliar senior Depok, Safrizal yang membela kontingen Sawangan.

Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Pengcab POBSI Depok, Sobarudin mengatakan, bermain dikategori bola sembilan single di New Cannon Biliar, Depok, Marvin bermain tenang dan tidak ada beban mental saat menghadapi seniornya. Untuk posisi ketiga di raih Apin dari Bojongsari diikuti Hendra dari Limo.

“Apin mampu mengalahkan Hendra untuk menempati posisi ketiga. Tidak mudah, ia bekerja keras mengalahkan Hendra,” ucap Sobarudin.

Di nomor bola sembilan couple, lanjut Sobarudin,  Safrizal yang berpasangan dengan Fidiadi membalas kegagalannya di nomor single.

Melalui usaha keras, akhirnya pasangan dari Sawangan ini tampil sebagai juara setelah mengalahkan Zakaria dan Apin dari Bojongsari. Medali perunggu direbut pasangan dari Limo.

Sementara itu Sekertaris Umum (Sekum) Pengcab Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Muchsin Mawardi mengatakan, ajang porkot ini sekaligus untuk memantau prestasi altet untuk mengikuti Porda Provinsi yang akan diadakan di Bekasi pada 2014 mendatang.

“Semua atlet yang tampil di Porkot kali ini terus dipantau prestasinya. Selanjutnya para pemenang dan atlet binaan dari POBSI kota Depok akan mengikuti kualifikasi dibulan Juni, antar kabupaten kota.” ucapnya.

Ia menambahkan, melalui ajang ini, dimungkinkan para juara dalam Porkot bisa mengikuti kualifikasi, dan ada grade yang disesuaikan oleh standar POBSI kota Depok.

“Bisa jadi tim bayangan, jadi untuk bulan Juli atau Agustus sudah musti dipersiapkan, kalau tidak, kita gagal ikut porda prov di Bekasi,” tandasnya.

Berikut hasil akhir kejuaraan Biliar Porkot 2013

Kategori 10 ball single putra :
Emas : Hendra Lesmana (Limo )
Perak : Riau Wana Praja (Beji)
Perunggu : Fidiadi Tanjung (Sawangan) dan Lim Siauw Pin (Bojongsari)

Kategori 9 ball couple :
Emas : Safrizal – Fidiadi Tanjung (Sawangan)
Perak : Lim Siauw Pin – Zakaria (Bojongsari)
Perunggu Hendra – Steven (Limo) dan Agus Budiman – Ari Gunawan (Cipayung)

Kategori 9 ball single putra :
Emas : Marvin (Cimanggis)
Perak : Safrizal (Sawangan)
Perunggu : Hendra Lesmana (Limo) dan Lim Siauw Pin (Bojongsari)

Ricky Juliansyah