fbpx

Ini Dia, Dua Pelaku Penembakan Polisi

[caption id="attachment_37931" align="alignleft" width="300"] Polda Metro Jaya merilis dua wajah dan nama pelaku penembakan Polisi di Cireundeu, Pamulang dan Pondok Aren, Tangerang di Jakarta, Jumat (30/8). (Foto: viva)[/caption]

Dua wajah dan nama pelaku penembakan anggota Polisi di Jakarta dan sekitarnya dirilis Polda Metro Jaya, Jumat (30/8).

Diketahui, pelaku penembakan-penembakan tersebut adalah orang yang sama, bernama Nurul Haq dan Hendi Albar. Keduanya disinyalir pernah mengikuti latihan kelompok teroris di Gunung Syawal.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, mengungkapkan, Nurul Haq adalah orang yang mengendarai motor ketika penembakan polisi di Pondok Aren, Tangerang. Sedangkan yang melepaskan tembakan adalah pelaku kedua bernama Hendi Albar.

“Nurul Haq laki-laki kelahiran Jakarta 16 september 1985, sudah menikah, pendidikan akademi. Ahli membuat senpi rakitan dan bom pipa. Kedua, Hendi, kelahiran 1983, sudah menikah. Dia juga ahli membuat senjata rakitan serta bom pipa,” jelasnya.

Rikwanto pun menuturkan, identitas keduanya didapat setelah tim dari Densus 88 dan Polda Metro Jaya menelusuri beberapa barang bukti yang ditemukan di tempat kejadian serta menelusuri kepemilikan sepeda motor yang ditinggalkan pelaku ketika penembakan di Pondok Aren, 16 Agustus 2013 lalu.

Identitas tersebut, sambungnya, merupakan hasil dari penelusuran, termasuk kesaksian, olah TKP, uji balistik serta kendaraan yang dipakai. Polisi berkesimpulan, bahwa mereka adalah pelaku dari semua penembakan polisi yakni di Cireundeu, Pamulang dan Pondok Aren.

“Dari kesimpulan yang kami dapat mereka lah pelakunya,” tegas Rikwanto.

Masyarakat yang mengetahui informasi tentang kedua pelaku ini, diimbau untuk menghubungi polisi lewat SMS 1717, telepon 110 atau ke nomer 08873517351.

rw

Polantas Isi Materi MOS di SMK Putra Bangsa

[caption id="attachment_20665" align="alignright" width="300"] Unit Dikyasa Satlantas Polresta Depok ikut memberi materi dalam MOS SMK Putra Bangsa, Kamis (29/8). (Foto: Marieska/okezone)[/caption]

Biasanya, masa orientasi siswa baru (MOS) diisi dengan perkenalan senior dan sekolah secara khusus. Namun pemandangan berbeda hadir di SMK Putra Bangsa, Depok. Tak hanya siswa senior dan guru, namun, Polresta Depok pun ikut serta memberikan materi.

Polresta Depok, yang diwakilkan Unit Dikyasa Satlantas, memberi pengarahan kepada siswa baru seputar lalu lintas dan etika berkendara, seraya menyosialisasikan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas.

Menurut Aiptu Ponco Budiyanto, salah seorang anggota Unit Dikyasa, sosialisasi ini akan dilakukan secara berkelanjutan kepada setiap siswa di Depok, terkait masih tingginya angka kecelakaan di kalangan pelajar.

“25 persen dari kecelakaan lalulintas adalah usia pelajar antara 15-17 tahun,” jelasnya kepada wartawan, Kamis (29/8).

Selain itu, lanjutnya, masih banyak ditemukan pelanggaran yang dilakukan pengendara di kalangan pelajar, diantaranya tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), dan tidak mematuhi peraturan.

Ponco berharap, dengan sosialisasi lalu lintas di MOS ini, siswa SMK Putra Bangsa bisa disiplin dalam berkendara, mematuhi peraturan, serta dapat menjadi pelopor dalam keselamatan berlalulintas.

rw

Warga Protes, PT Kokindo Kembali Rusak Lingkungan

[caption id="attachment_37904" align="alignright" width="300"] Penyegelan pabrik PT Kokindo dan PT Sumber Makmur oleh warga[/caption]

Walau sudah mendapat Surat Peringatan Serius dari Badan Lingkungan Hidup mengenai larangan mengambil air tanah untuk produksi air minum kemasan, namun PT Kokindo dan PT Sumber Makmur di Cilodong, Depok tetap melakukan pengambilan air tanah di lingkungan RT 02 RW 06 Cilodong. Bahkan, kali ini perusahaan tersebut juga membuang limbah hitam pekat ke sungai, yang mengakibatkan ikan peliharaan warga mati keracunan.

Saat ini warga sekitar perusahaan kembali memrotes kegiatan perusahaan tersebut dengan menyegel pabriknya, karena dinilai ilegal dan merugikan lingkungan. Warga pun akan melaporkan ke pihak kepolisian bila kasus ini tidak segera diselesaikan.

Sebelumnya, sejak bulan Mei 2013 sejumlah 20 RT/RW, organisasi pemuda, tokoh masyarakat dan DKM Masjid dengan tegas menolak pengeboran air tanah untuk produksi air minum kemasan, dan mendapat respon dari BLH serta Komisi C DPRD Depok.

[caption id="attachment_37905" align="alignleft" width="300"] Saluran yang mengeluarkan limbah hitam pekat dari PT Kokindo dan Sumber Makmur ke sungai. (foto: dok. warga)[/caption]

Di awal bulan Juli 2013, warga pun melayangkan surat peringatan kepada Lurah, Camat Cilodong, dan Badan Lingkungan Hidup Depok untuk mencegah PT Kokindo dan PT Sumber Makmur membuang limbah hitam pekat ke sungai. Hasilnya, perusahaan sempat berhenti membuang limbah ke sungai.

Namun, beberapa waktu lalu, tepatnya setelah Idul Fitri, perusahaan kembali membuang limbah hitam pekat tersebut selama berhari-hari. Padahal, kasus pengambilan air tanah untuk produksi air minum oleh PT Kokindo masih bermasalah, izinnya pun belum selesai.

Pengaduan tersebut juga didasarkan aksi pengeboran perusahaan tersebut sejak tahun 2012, yang mengambil air tanah tanpa Meteran Air. Artinya, tidak ada pembayaran pajak atau retribusi pemakaian air ke Pemkot Depok. Kami menilai aksi ini merupakan pencurian, namun sampai saat ini tidak ada sangsi tegas dari Lurah, Camat, dan Dinas Terkait untuk kasus ini.

[caption id="attachment_37906" align="alignright" width="300"] Pompa sumur dalam tanpa meteran. (foto: dok. warga)[/caption]

Apakah ada “permainan†antara pihak perusahaan dengan oknum aparat terkait?

Kami, warga Cilodong, khususnya RT 02 RW 06, hanya ingin pihak perusahaan memenuhi perjanjian awal dengan warga, yakni, mengambil sumber air dari luar PT Kokindo (seperti PDAM, dan lainnya) untuk produksi air minum kemasan. Dan tidak ada pencemaran limbah hitam yang dibuang ke sungai oleh PT Kokindo dan PT Sumber Makmur.

Bila perjanjian awal tersebut tidak dipenuhi, maka warga akan mengadukan Lurah, Camat dan aparatur terkait ke Wali Kota Depok dan Kementrian Lingkungan Hidup, serta membuat laporan ke ICW dan KPK, mengingat adanya dugaan KKN dalam kasus ini.

Paguyuban Warga Cilodong RT 02/06

Tiket Harian Berjaminan, Solusi?

[caption id="attachment_37899" align="alignright" width="300"] ist.[/caption]

PT Kereta Api Commuter Jabodetabek (KJC) kembali menerapkan sistem tiketing baru, yaitu, Tiket Harian Berjaminan (THB).  Sistem tiketing ini berlaku sejak Kamis (22/8/2013) lalu sebagai pengganti sistem e-ticket single trip.

Sistem THB ini mensyaratkan setiap penumpang commuter line membayar uang lebih sebesar Rp 5.000, sebagai bentuk jaminan, disamping membayarkan tarif kereta sesuai tujuan. Tak pelak sistem baru ini pun menuai protes dan keluhan dari penumpang, diantaranya karena antrian di loket menjadi mengular dan lebih lama. Belum lagi sistem refund (pengembalian) uang jaminan tersebut cukup merepotkan dan tidak efektif.

Sosialisasi yang tak sempurna, membuat banyak penumpang kebingungan dan meminta penjelasan kepada petugas loket, sehingga waktu pun menjadi banyak terbuang, karena petugas loket tidak hanya bertugas melayani pembelian tiket, melainkan juga harus memberikan penjelasan mengenai sistem baru ini. Sesampainya di stasiun tujuan, lagi-lagi penumpang harus antri untuk melakukan refund uang jaminan sekaligus mengembalikan THB tersebut.

Memang, tiket berwarna putih tersebut memiliki masa kadaluarsa jaminan. Jadi, jika penumpang tidak ingin melakukan refund saat penggunaan pertama THB nya, maka diperbolehkan untuk membawa tiket tersebut, dengan catatan harus menjaga THB agar tidak rusak dan hilang. Kemudian jika ingin melakukan perjalanan kembali, penumpang tinggal menggunakan THB tersebut dengan hanya membayarkan tarif perjalanan saja, tanpa harus membayar jaminan kembali, selama penggunaannya masih dalam tenggat waktu jaminan, yaitu 7 hari.

Namun, bagaimana dengan mereka yang hanya melakukan perjalanan dengan commuter line sekali waktu? Selain itu banyak juga penumpang yang memilih untuk melakukan refund sesegera mungkin selesai perjalanan,  tanpa harus membawanya pulang dan menggunakannya kemudian? Kesimpulannya, sistem baru ini tidak simple dan tidak efektif untuk penggunaan tiket single trip atau satu kali perjalanan.

Perlakuan THB di electric gate juga berbeda dengan perlakuan tiket single trip. Bila sebelumnya saat e-ticket single trip penumpang harus men-scaning tiket ketika masuk, dan memasukkan tiket kembali ke dalam electric gate ketika keluar, maka, THB cukup dengan men-scan tiket baik ketika masuk atau  keluar.

Hal tersebut terkait dengan salah satu alasan utama diberlakukannya THB, yaitu sebagai solusi atas masalah hilangnya ratusan ribu e-ticket single trip atau tidak dikembalikan oleh para penumpang, sehingga PT KCJ mengaku mengalami kerugian hingga milyaran rupiah.

Yang menjadi pertanyaan saat ini, apakah tepat THB sebagai solusi dari masalah ini?

Jika masalahnya adalah banyaknya tiket yang tidak tidak kembali, maka haruslah dicari penyebabnya terlebih dahulu, mengapa pada akhirnya penumpang bisa membawa tiket tersebut keluar stasiun tanpa dikembalikan. Apakah para penumpang tersebut keluar melalui pintu yang tidak seharusnya, seperti melalui celah-celah di stasiun? Namun, bukankah PT KJC sendiri sudah membuat sistem pengamanan sedemikian rupa terkait dengan pintu-pintu liar tersebut, melalui gerakan pembersihan dan penertiban stasiun beberapa waktu sebelumnya?

Lalu, bagaimana dengan electric gate sendiri? Apakah benar satu-satunya cara penumpang dapat membuka gate sesampainya di stasiun tujuan adalah dengan memasukkan kartu tersebut kedalam electric gate, atau sebenarnya penumpang tetap bisa membuka electric gate cukup dengan hanya scan tiket?

Kini, sistem baru seperti THB mengharuskan para penumpang beradaptasi  kembali, tentunya dalam waktu yang tidak sebentar. Terlebih sistem baru tersebut juga masih memiliki banyak kekurangan dan tak efektif.

Mengapa tidak memilih solusi yang lebih bijak dan lebih mudah, tanpa terburu-buru melimpahkan tanggung jawab kerugian akan kehilangan tiket tersebut kepada masyarakat.

Seharusnya pihak PT KCJ mengevaluasi terlebih dahulu akar penyebab hilangnya tiket-tiket tersebut, apakah memang karena ulah iseng dan tidak bertanggung-jawab penumpang, atau memang karena kelalaian pihak PT KCJ sendiri mengenai pengoperasian electric gate, yang menimbulkan celah untuk kemudian menimbulkan penyalahgunaan.

Lalu, apakah sistem THB ini merupakan solusi yang ‘paling tepat’?

Sebaiknya solusi yang dipilih bukan hanya solusi cepat, tetapi juga tepat. Sehingga nantinya bukan hujat yang didapat sebagai akibat, melainkan sistem yang berjalan lancar serta masyarakat yang tertib dan taat.

Penulis:

Sayyid Malik Alfattah adalah Kepala Divisi Humas dan Propaganda Badan Kelengkapan Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia (UI) dari Unsur Mahasiswa. Penulis merupakan mahasiswa Ilmu Administrasi Fiskal, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UI.

Psychology Festival UI Kembali Digelar!

Psychology Festival (PSYFEST) 2013 kembali digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. PSYFEST kedua ini mengambil tema “See Wider, Get Brighterâ€, dengan tujuan memperkenalkan ilmu psikologi dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari kepada masyarakat luas.

Acara edukasi ini akan dirangkai dalam 3 acara terpisah yakni, SNAP PSYFEST pada 31 Agustus 2013 di Margo City, ITP-PSYFEST (Introduction to Psychology) pada 7-8 September 2013 di Fakultas Psikologi UI dan TRANSFORMER-PSYFEST pada 14 September 2013 di Ex Marketing Office Gandaria City, sekaligus Grand Closing-nya di Piazza Gandaria City.

SNAP-PSYFEST

Rangkaian pertama ini memiliki target partisipan masyarakat secara umum, dengan konsep talkshow, performance, dan day care. Topik talkshow di Margo City ini yaitu “Through Play, We Learnâ€, dengan pembicara Surastuti Hadiwinoto Nurdadi, M.Psi (dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia), Ida Ahdiah (Redaksi Eksekutif Majalah Ayahbunda), dan Pak Raden (pencipta karakter “Si Unyilâ€). Lalu, topik kedua bertema “What Music Does To You?â€,  dengan pembicara Linda Primana, M.Psi (dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia), Jack Simanjuntak (sound designer) dan Piyu (musisi).

ITP-PSYFEST

Rangkaian yang ditujukan untuk siswa-siswi SMA ini bertujuan mengenalkan ilmu psikologi secara umum dan pembelajarannya di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Dalam dua hari, partisipan diajak simulasi kuliah di Fakultas Psikologi UI. Selain itu, ada pula talkshow dan bincang-bincang karir dan S2.

Dalam talkshow ini, Tika Bisono, M. Psi., T. Psi akan hadir dengan topik “Know Yourself Betterâ€, serta Zoya Amirin, M. Psi, yang akan mengangkat topik “I’m Young and I’m in Loveâ€.

TRANSFORMER-PSYFEST

Rangkaian yang satu ini akan membantu para fresh graduate mempersiapkan diri dalam dunia kerja. Bentuk kegiatan yang disajikan adalah seminar terbuka dengan tema “Suit Yourselfâ€, dengan pembicara Rizkie Arthasari (Country Human Resource Manager Yahoo! Indonesia), Dr. Ongko Purba Dasuhan, SHL., MM. (Direktur HR Colombia Group), dan Fessy Alwi (News Anchor Metro TV).

Selain seminar terbuka, kegiatan ini juga diramaikan dengan Job Fair.

Grand Closing PSYFEST 2013

Penampilan dari The Groove dan Alika, sebagai bintang tamu, akan memeriahkan acara penutup dari seluruh rangkaian PSYFEST 2013 ini. Selain itu, Kencana Pradipa Psikologi Universitas Indonesia, Teater Psikologi Universitas Indonesia, band competition, dan fashion design competition juga turut menambah kemeriahan Grand Closing ini.

Informasi
Twitter: @PSYFEST2013
Facebook: Psy Fest
Website: www.psyfestpsikoui.com
Contact Person:
– General: Rizka (081282086484)
– Tickets:  Triputri (08118822093, Adin (087873409715)
– Competition: Syazka (081219549093), Vita (085719871239)

Harga Kedelai Impor Naik, Tiga Pabrik Tahu di Depok Tutup

[caption id="attachment_20191" align="alignright" width="300"] ist. (viva)[/caption]

Harga kacang kedelai impor yang kini menembus harga Rp 9200 per kilogram, turut mengancam pengrajin tempe dan tahu di Depok. Bahkan, diberitakan, tiga pabrik tahu di Depok sudah tidak berproduksi.

Hal tersebut diungkapkan Romli Rohadi, Pengurus Perhimpunan Pengusaha Tahu  dan Tempe (P2T2) Kota Depok. Menurutnya, dari 27 pengrajin tahu dan tempe di Kota Depok, sebanyak tiga pengrajin tahu sudah tidak produksi atau tutup, karena mahalnya harga kacang kedelai.

“Tiga pengrajin tahu yang tutup itu pengrajin kecil, di Pasir Putih, Sawangan, Pancoran Mas, dan Bojongsari,” ujar Romli kepada wartawan, Selasa (27/8).

Menurut Romli, yang bisa dilakukan adalah dengan mengurangi produksi dan menaikkan harga. Rabu (28/8) ini, lanjutnya, P2T2 berkumpul untuk membahas kenaikan harga kacang kedelai.

“Harga satu ton kedelai Rp 2 juta. Kemudian harga tahu dari Rp 300 per biji naik jadi Rp400 per biji atau per papannya Rp 40.000,” jelasnya.

Sebelumnya, sejak melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar, harga kacang kedelai impor naik cukup tinggi. Tak hanya di Depok, beberapa pengrajin tahu tempe di daerah lain pun juga mengalami ancaman yang sama, yakni, gulung tikar.

rw

Nikmati Takoyaki dan Segarnya Bubur Buah Mugi-Mugi

[caption id="attachment_20319" align="alignleft" width="300"] Bubur Buah Full Ice Cream[/caption]

Bubur buah full ice cream plus yoghurt rasanya tepat untuk dinikmati dibawah cuaca panas Depok akhir-akhir ini. Kudapan ini pun kami temui di kedai Mugi Mugi Milk ‘n Juice yang berlokasi di sekitar perempatan Kukusan Depok (Kukel), dekat pintu belakang Universitas Indonesia (UI).

Potongan buahnya yang terbaur dengan yoghurt tak hanya segar dilihat, namun, sudah pasti segar di tenggorokan. Balutan ice cream yang manis dan lembut serta kerenyahan astor yang lumer dimulut semakin menambah sensasi bubur buah ini, hmm..yummy.

Bubur buah ini pun banyak variannya lho, selain full ice cream, hadir pula bubur buah ori, bubur buah oreo, bubur buah natajelly hingga bubur buah roti sirup.

[caption id="attachment_20320" align="alignright" width="300"] Takoyaki[/caption]

Untuk pendamping bubur buah ini, kami pun memesan Takoyaki. Kudapan asal Jepang ini ringan, namun mengenyangkan, pasalnya, Takoyaki ini berbahan dasar gandum. Bentuknya yang bulat, membuatnya pas untuk sekali lahap. Apalagi baluran sausnya yang manis dan gurih, membuat Takoyaki yang legit ini semakin cocok untuk camilan.

Tak hanya ringan dimakan, harga-harganya pun terbilang ringan. Semua jajanan di kedai ini dibandrol mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 12.000.

Selamat nyemil!

Mugi-Mugi Milk ‘n Juice
Jl. Palakali Raya
(Perempatan Kukusan Depok (Kukel), dekat pintu belakang UI)
Buka                : 11.30 -23.00
Twitter             : @MugiMugi_ID
Facebook         : Mugi Mugi Milk ‘n Juice

Rizka Kirana

Kalah di Ceko, Yamaha Factory Racing Lembur di Brno

[caption id="attachment_20814" align="alignright" width="300"] Dani Pedrosa dibuntuti Jorge Lorenzo di MotoGP Sirkuit Brno, Republik Ceko. (foto: AFP/bolanet)[/caption]

Setelah kekalahan Jorge Lorenzo dari Marc Marquez di MotoGP Republik Ceko Minggu lalu memaksa Yamaha Factory Racing melakukan serangkaian tes di Sirkuit Brno, Ceko, Senin (26/8) kemarin. Mereka lembur untuk meningkatkan daya saing Yamaha M1 terhadap Honda RC213V, jelang MotoGP Inggris.

“Saya sangat kecewa karena saat ini saya merasa berada pada kondisi terbaik dalam karir saya. Start bagus dan lap pertama sangat cepat, tapi kemudian saya tak mampu berbuat banyak untuk mempertahankan keunggulan dari kejaran Honda,” keluh juara dunia dua kali itu.

Seperti dilansir Crash,  Yamaha perlu lembur di Brno karena mereka tidak punya banyak waktu. Akhir pekan ini seri ke-12 diselenggarakan di Sirkuit Silverstone, Inggris. Apabila kalah lagi, kegagalan mempertahankan gelar seperti yang terjadi pada 2011 akan kembali dialami Lorenzo. Baik Lorenzo maupun Valentino Rossi, mereka hanya akan menjadi bulan-bulanan jika tidak mendapatkan motor yang lebih kompetitif.

Tidak dijelaskan secara detail apa yang akan digarap Yamaha di Brno. Namun, sangat mungkin itu dilakukan untuk mematangkan rencana penggunaan seamless shift gearbox.

Sebelumnya, sat pertarungan MotoGP di Republik Ceko, Lorenzo sebenarnya tampil hebat. Sampai 15 lap di antara total 22 putaran lomba, dirinya masih berada di depan. Tetapi, di akhir balapan dia gagal menghadapi tekanan duo Repsol Honda Marquez dan Dani Pedrosa.

rw

Tanah Baru Perlu Traffic Light

Seiring banyaknya volume kendaraan bermotor di Kota Depok, dengan ini saya melaporkan kepadatan atau kemacetan yang cukup parah di persimpangan (perempatan) Tugu Tanah Baru (sekitar Curug Agung).

Kemacetan terparah terjadi pada pagi hari, di jam berangkat kantor dan sekolah, baik yang ke arah Jakarta maupun Depok.

Adapun solusi dari saya sekiranya bisa dipasangkan Traffic Light (Lampu Lalu Lintas), agar para pengendara tidak saling berebut, karena membahayakan.

Demi kenyamanan kita semua, mohon kiranya dapat segera ditindaklanjuti oleh Dinas Perhubungan Kota Depok.

Haris
Tanah Baru, Depok

Lolos TMS, Semua Caleg Golkar “Aman” Hingga DCT

[caption id="attachment_34813" align="alignright" width="300"] ist.[/caption]

Ketua Divisi Penguatan Jaringan Badan Koordinasi Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar Fatahillah Ramli menyatakan, dari 560 calon anggota legislatif (Caleg) yang ditetapkan Partai Golkar, tidak ada satupun yang berkurang hingga penetapan daftar calon tetap (DCT) oleh Komisi Pemilihan Umum  (KPU).

Menurutnya, hal ini membuktikan bahwa Partai Golkar berkomitmen mengawal 560 calegnya, mulai dari proses pendaftaran hingga penetapan DCT.

“Kami sangat berterima kasih pada staf DPP Partai Golkar. Mereka aktif bekerja, mereka aktif komunikasi dengan para Caleg, mereka tertib administrasi,†ujar Fatah di Sekertariat DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Jumat (23/8) siang.

Fatah menjelaskan, dari jumlah 560 Caleg Partai Golkar yang diajukan, tidak ada yang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) oleh KPU.

“Alhamdulillah jumlahnya utuh semua. Dari 560 yang diajukan sama hingga sampai saat ditetapkan DCT-nya oleh KPU,†jelasnya kepada depoklik.

Hesty Dimalia