fbpx

GRAFITY FISIP UI 2103 : Get Ready for FISIP UI Try Out 2013

“Kepakkan Sayap, Raih Impian!â€

 

Ujian masuk PTN beda sama UAN! Materi UAN mayoritas ada pada buku pelajaran SMA, sedangkan ujian masuk PTN gak semuanya ada. Oleh karena itu, perlu latihan seperti Try Out. Apalagi, dengan adanya sistem pengurangan nilai pada proses penilaian ujian masuk PTN, peserta perlu membiasakan diri dalam mengerjakan soal. Selain itu, persaingan untuk masuk PTN bukan main-main lho! Saingannya pun nanti dengan peserta se-Indonesia. Analoginya, (8000 bangku di UI / 119 SMA Negeri di Jakarta x 320 siswa = 8.000 bangku/ 38.080 siswa x 100% = 21%. Nah, karenanya, perlu latihan seperti try out sedini mungkin, agar persiapan pun lebih matang.

 

Oleh karena itu, tahun ini Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP UI kembali mengadakan simulasi SBMPTN terbesar yang ke-8 kalinya, yaitu  GRAFITY 2013 (Get Ready for FISIP UI Try Out 2013). Acara ini akan mengguncang 6 kota di 8 venue se-JaDeBoTaBek dan Bandung. GRAFITY UI 2013 menawarkan simulasi ujian masuk PTN dengan konsep acara yang dikemas semirip mungkin dengan ujian masuk PTN sesungguhnya mulai dari soal, pengawas, konsep lokasi, suasana, dsb. Dengan bertemakan “Kepakkan Sayap, Raih Impianâ€, GRAFITY 2013 berharap dapat meningkatkan motivasi diri dan rasa percaya diri kepada para peserta dalam mencapai salah satu target serta impian besar kalian yakni dapat diterima di berbagai perguruan tinggi negeri favorit yang ada di Indonesia.

 

GRAFITY 2013 juga akan memberikan seminar gratis mengenai UI dan seluk-beluknya seperti jurusan, beasiswa, hingga sharing-sharing dengan mahasiswa UI & ITB untuk berbagi tips sukses tembus ujian masuk PTN. Penasaran dong tentunya? Harganya pun kompetitif dan bisa dibilang murah. Karena untuk apa sih ikut simulasi ujian masuk PTN dengan harga mahal? GRAFITY 2013 TIDAK menjanjikan kemudahan masuk PTN khususnya Universitas Indonesia, tetapi GRAFITY 2013 membantu para peserta untuk berlatih dalam menghadapi ujian masuk PTN dan peserta pun menjadi selangkah lebih maju menuju ujian masuk PTN.

Di lain hal, mengingat banyaknya mahasiswa yang mengalami kesulitas belajar karena jurusan yang dipilih tidak sesuai dengan passion dan kemampuannya, maka GRAFITY 2013 juga dilengkapi dengan TES MINAT DAN BAKAT. Bagi kalian yang masih bingung dengan jurusan kuliah yang akan dipilih, jangan cemas dan ikuti GRAFITY 2013!

Hewan Kurban Ini Dilengkapi Microchip

[caption id="attachment_20968" align="alignright" width="300"] (foto: wisnu/depoklik)[/caption]

Jelang hari raya Idul Adha, tentu kita akan melihat banyak lapak-lapak penjualan hewan kurban. Namun, lapak yang satu ini berbeda dengan tempat penjualan hewan kurban lainnya. Mal Hewan Qurban, yang terletak di Jalan Akses UI, Kelapa Dua ini dilengkapi dengan teknologi Radio Frequency Identification (RFID).

Teknologi RFID ini dengan cepat memberikan petunjuk kepada calon pembeli mengenai spesifikasi hewan kurban yang akan dibeli, karena sapi yang dijual di Mal milik Ramdoni ini telah ditempel microchip.

Jadi, bila Anda ingin mengetahui spesifikasi hewan kurban di Mal Hewan Qurban ini, seorang Sales Promotion Girl (SPG) cantik akan mendekati hewan yang Anda tunjuk. Maka, spesifikasi hewan kurban tadi pun akan terlihat di gadget sang SPG, seperti berat dan lainnya.

Selain itu, Ramdoni pun mendandani SPG-nya dengan pakaian koboy. Hmmm.. menarik ya, belanja hewan kurban seperti di mal, dilengkapi SPG dan berteknologi modern.

“Nah dari konsep penjualan ala mal itu saya terapkan di tempat usaha hewan kurban  milik saya ini. Hasilnya memuasakan karena hewan kurban terjual sesuai dengan target,” tandas Ramdoni kepada wartawan, Minggu (29/9) kemarin.

rw

Fatahillah Ramli: Menangkan Golkar, Hindari Konflik Internal!

[caption id="attachment_38165" align="alignright" width="300"] Fatahillah Ramli[/caption]

Naiknya survey Partai Golkar di tingkat nasional perlu diiringi soliditas partai di tingkat Provinsi, Kabupaten-Kota, Kecamatan bahkan hingga Kelurahan. Untuk itu, konflik internal perlu dihindari dan silaturahmi diperkuat.

Hal tersebut diucapkan Fatahillah Ramli, Ketua Bidang Penguatan Jaringan Badan Koordinasi Pemenangan Pemilu (BKPP) DPP Partai Golkar, yang saat itu hadir dalam pelantikan BKPP Golkar tingkat Kota Depok dan Kecamatan, Minggu (29/9) sore di Kantor DPD Golkar Depok di kawasan Grand Depok City.

“Konflik-konflik pasti ada, namun, kita perlu hindari dan minimalisir konflik-konflik tersebut demi kemenangan Partai. Bahu membahu antar kader hingga caleg,†tegasnya.

Naiknya survey nasional itu diyakini Fatah bahwa suara Golkar di Depok pun dapat meningkat, termasuk perolehan kursinya di legislatif.

Fatah memfokuskan kekuatan terdepan dalam perhelatan demokrasi ini di tingkat Kelurahan, dengan begitu, menurutnya, Partai Golkar di Depok dapat meraih kemenangan dan mengembalikan kejayaannya.

“Pengurus Kelurahan adalah ujung tombak pemenangan Partai Golkar, karena Pengurus Kelurahan adalah kader yang paling dekat dengan warga pemilih,†ucap Fatah.

Untuk itu, Caleg DPR RI daerah pemilihan Depok-Bekasi ini mengatakan bahwa dirinya telah menyuarakan di DPP Partai Golkar untuk mengapresiasi kerja-kerja politik dan sosial kader di Pengurus Kelurahan.

HD

Golkar Depok Targetkan 2 Kursi Minimal Untuk DPR RI

[caption id="attachment_38158" align="alignright" width="300"] Babai Suhaemi[/caption]

Ketua DPD Partai Golkar Kota Depok, Babai Suhaemi targetkan minimal 2 Calon Legeslatif lolos ke DPR RI dari daerah pemilihan Depok-Bekasi.

Hal itu diungkapkan Babai dalam sambutannya pada acara pelantikan Badan Koordinasi Pemenangan Pemilu (BKPP) Partai Golkar tingkat Kota Depok dan Kecamatan, Minggu (29/9) sore.

“Tidak muluk-muluk, target kita paling tidak 2 kursi untuk DPR RI,†ucapnya.

Babai pun mengatakan, adanya BKPP ini akan sangat membantu penguatan perolehan suara untuk kemenangan Golkar. “BKPP ini adalah dapur yang mengolah strategi pemenangan. Kami yakin, badan yang dibentuk oleh DPP Partai Golkar ini sangat efektif untuk meraih kemenangan.â€

Selain dihadiri oleh wakil dari BKPP Jawa Barat, Iswara, dalam acara pelantikan ini hadir pula Fatahillah Ramli, Ketua Bidang Penguatan Jaringan BKPP DPP Partai Gokar yang juga Calon Legislatif DPR RI daerah pemilihan (Dapil) Depok-Bekasi.

HD

BKPP Partai Golkar Kota Depok Dilantik

[caption id="attachment_38150" align="alignright" width="300"] Anggota Badan Koordinasi Pemenangan Pemilu (BKPP) Partai Golkar Kota Depok dilantik di Kantor DPD Golkar, Grand Depok City, Minggu (29/9).[/caption]

Badan Koordinasi Pemenangan Pemilu (BKPP) Partai Golkar Kota Depok dilantik di kantor DPD Partai Golkar di kawasan Grand Depok City, Minggu (29/9) sore tadi.

Ketua Harian Partai Golkar Depok sekaligus tim pembentukan BKPP, Poltak Hutagaol mengatakan, pelantikan dilakukan kepada anggota BKPP tingkat kota hingga BKPP Kecamatan.

“BKPP DPD Golkar Jawa Barat melantik anggota BKPP Kota Depok, sementara BKPP Kota melantik BKPP tingkat Kecamatan,†jelas Poltak.

Sementara itu, Babai Suhaemi, Ketua DPD Partai Golkar Kota Depok menjelaskan, BKPP merupakan badan yang mengolah strategi dan teknis pemenangan Pemilu, baik di tingkat Kota maupun Kecamatan.

Menurutnya, Partai Gokar Kota Depok adalah satu-satunya kepengurusan partai tingkat kabupaten-kota yang telah menyelesaikan pembentukan BKPP hingga tingkat Kecamatan, sesuai instruksi Aburizal Bakrie, Ketua Umum DPP Golkar yang juga Calon Presiden RI 2014.

“BKPP ini adalah dapur yang mengolah strategi pemenangan. Kami yakin, badan yang dibentuk oleh DPP Partai Golkar ini sangat efektif untuk meraih kemenangan. Tidak hanya untuk pemenangan Pemilu Legislatif, namun berlanjut hingga Pilpres (Pemilu Presiden), †ujar Babai.

Dalam pelantikan ini hadir pula Fatahillah Ramli, Ketua Bidang Penguatan Jaringan BKPP DPP Partai Gokar yang juga Calon Legislatif DPR RI daerah pemilihan (Dapil) Depok-Bekasi dan Iswara, perwakilan BKPP Jawa Barat yang turut melantik BKPP tingkat Kota Depok.

HD

Kelompok Bersenjata Api Dilindungi Orang Kuat?

[caption id="attachment_38146" align="alignright" width="300"] ilustrasi: ist.[/caption]

Teror granat di perumahan Bali View, Cirendeu, Tangerang Selatan, Jumat (27/9) pagi kemarin, kembali memperkuat indikasi adanya kelompok bersenjata dengan berbagai latar belakang sosial.

Kelompok-kelompok tersebut memiliki senjata api ilegal termasuk granat, dan siap  secara fisik, juga secara mental, mempunyai keberanian mengambil risiko dan kemampuan teknis untuk beroperasi dengan dampak menimbulkan gangguan serius atas rasa aman masyarakat.

“Polri harus menyadari granat tangan ilegal berbagai tipe, antara lain granat manggis Korea, granat defensif maupun ofensif, yang berasal dari daerah konflik diyakini masih banyak beredar,” ujar Direktur Seven Strategic Studies (7SS), Mulyana W. Kusuma, kepada wartawan, Sabtu (28/9).

Dalam beberapa temuan Polri dan warga masyarakat terbukti bahwa banyak granat ilegal beredar liar. Dalam hubungan itu, Polri harus kembali efektif mengintensifkan pemberantasan senjata api ilegal termasuk granat.

Kriminolog Universitas Indonesia (UI) ini juga mengingatkan indikasi para pelaku sebagai kelompok merasa memiliki kekuatan memadai menghadapi tindakan hukum. Karena, kekerasan menggunakan granat ilegal sudah pasti berisiko tinggi atau dapat mudah diungkap jajaran Polri.

“Bukan mustahil kelompok pelaku memiliki ‘backing’, yang oleh mereka diyakini kuat dan sanggup menghadapi penindakan Polri,” tuturnya.

 

rmol

Indonesia Jadi “Co Host” Pameran UKM Internasional di Cina

[caption id="attachment_20209" align="alignright" width="300"] foto: antara[/caption]

Indonesia diberi kepercayaan menjadi co host CISMEF (China International Small Medium Enterprise Fair) di Guangzhou China. Negara Tirai Bambu itu memberi stand pameran paling besar, yakni, lebih dari 200 meter.

Demikian disampaikan Menteri Koperasi dan UKM, Syarief Hasan dalam keterangan persnya di Kantor Kementerian Koperasi dan UKM di Kuningan, Jumat (27/9). Menkop mengaku baru pulang dari pameran yang sudah berlangsung untuk ke 10 kalinya itu. Pameran sendiri berlangsung mulai 24 September hingga 28 September 2013.

“Saya bertemu dengan Menteri Riset dan Tekhnologi China, sekretaris Partai Komunis China, dan Gubernur Guangzhou,†katanya.

Menurut Menkop, dari pertemuan itu, diambil kesepakatan antara Indonesia dan China bertukar tempat pameran atau co host atau tuan rumah. Guangzhou sendiri, merupakan provinsi  kedua dari tiga terbesar di China, setelah Beijing dan Shanghai.

“Di ajang pameran ini, SME atau UKM merupakan pameran terbesar. Karena itu, kami melakukan secara permanen exhibition. Kemenkop dan UKM mempercayakan badan publik bentukan Kemenkop dan UKM LLP (Lembaga Layanan Pemasaran, red) untuk itu. Ini otomatis akan membuka pasar untuk UKM kita,†katanya.

Target dari CISMEF ini, kata Menkop, supaya UKM bisa betul-betul masuk atau diakses ke pasar global.

“CISMEF ini merupakan kemudahan UKM untuk masuk ke pasar global. Kalau UKM makin banyak masuk ke pasar global, berarti ekspor kita bisa makin meningkat. Karena ekspor kita ke Cina sekarang defisit 2,3 bilion USD. Kalau ini kita dorong berarti ekspor nonmigas dari UKM akan meningkat dan UKM jadi ikut berkontribusi. Kalau makin banyak ekspor kita masuk ke pasar dunia, berarti defisit transaksi perdagangan kita bisa dikurangi,†harapnya.

Kata Menkop, saat ini daya saing kita sudah makin tinggi, dan produk sudah makin bagus. Tinggal pasarnya saja yang harus makin kreatif.

“Pasar yang begitu besar di Cina ini otomatis bisa meningkatkan ekspor UKM kita. Itu tujuannya, tapi tujuan akhir  agar defisit bisa lebih kecil, syukur-syukur bisa surplus lagi seperti tahun 2011.  Kita mengandalkan produk unggulan seperti furniture, handicraft, asesoris dan fashion produk tekstil,†pungkasnya.

 

rmol

Riset, Orang “Kita” Suka Belanja Dari Rekomendasi dan Iklan di Socmed

Bulan Agustus 2013, Ipsos sebuah lembaga riset pasar yang berbasis di Amerika dan Kanada meluncurkan hasil riset tentang kebiasaan orang membeli di social media.

Kesimpulan risetnya, tiga dari sepuluh orang yang membeli secara online di 24 negara mengindikasikan bahwa mereka pernah membeli produk atau service berdasarkan iklan di media sosial (35%) atau dari posting yang dilihat di media sosial (31%). Temuan ini didasarkan dari 18,150 responden yang menjawab dua pertanyaan :

  1. Have you ever purchased a product or service based mostly on an advertisement you saw on a socialmedia site?
  2. Have you ever purchased a product or service based mostly on a posting you saw on a social media site?

 

Indonesia di urutan kedua

Negara dengan proporsi tertinggi yang mengindikasikan mereka membuat keputusan penjualan dari media sosial adalah Brazil (69% berdasarkan iklan, 66% berdasarkan post), diikuti oleh Indonesia (68%, 64%), Mexico (61%, 60%), India (57%, 50%), Turkey (55%, 50%) dan China (51%, 44%).

Di papan tengah diduduki oleh Africa Selatan (42%, 31%), Russia (40%, 35%), Saudi Arabia (39%, 39%), Korea Selatan (34%, 35%), Spanyol (31%, 27%), Poland (28%, 24%), Italy (28%, 23%) dan Hungaria (25%, 21%).

Group bawah diisi oleh : Swedia (25%, 17%), Japan (19%, 16%), USA (18%, 16%), Australia (17%, 14%), Belgium (17%, 13%), Prancis (15%, 7%), Jerman (14%, 13%), Canada (13%, 10%) dan Inggris raya (9%, 9%).

 

Hasil riset tersebut juga menyampaikan bahwa, secara global, orang-orang yang suka membeli online adalah :

  1. Usia 35 ke bawah
  2. Memiliki tingkat pendidikan yang tinggi
  3. High income
  4. Perempuan sedikit unggul dibanding pria dalam hal pembelian online dari media sosial.

Hasil risetnya bisa Anda download di sini sedangkan kesimpulannya bisa dibaca di sini.

Hasil riset Ipsos ini nampaknya sejalan dengan hasil riset dari Dailysocial dan Veritrans “Ecommerce in Indonesia†yang bisa di download di sini

 

Startupbisnis.com

Golkar, PAN dan PDIP Tolak Perluasan TPA Pasir Putih

[caption id="attachment_38135" align="alignright" width="300"] Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail saat meninjau TPA Cipayung pada Maret 2013 lalu. (foto: depok.go.id)[/caption]

Tiga partai di DPRD Kota Depok menyatakan menolak rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Depok yang akan memperluas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, yakni, Partai Golkar, PAN dan PDIP.

Diwakilkan oleh Naming Bothin (Golkar), Enthy Sukarti (PAN) dan Otto Leander (PDIP), ketiga partai tersebut menandatangani surat penolakan di hadapan warga Pasir Putih, Sawangan yang saat itu berunjuk rasa menolak perluasan TPA tersebut.

“Isi draftnya menerima penolakan warga untuk tidak ada perluasan TPA di Kelurahan Pasir Putih, Sawangan,” kata Naming kepada wartawan, Kamis (26/9).

Naming berjanji tidak akan menggelontorkan dana yang digembar-gemborkan mencapai Rp 25 miliar untuk perluasan itu. “Sampai kapan pun tidak akan dianggarkan jika masyarakat menolak,” katanya.

Sementara Enthy Sukarti, yang juga anggota Komisi C DPRD Depok, mengatakan, adanya penolakan disebabkan tidak adanya sosialisasi pada masyarakat. Padahal, konsep perluasan itu dilengkapi dengan buffer zone sehingga TPA tidak menghasilkan udara yang bau. Hanya saja, kata dia, konsep itu tidak diketahui masyarakat.

“Tidak transparan dalam sosialisasi sehingga ada penolakan seperti ini. Kalau pun direlokasi, maka harus ada kajian dan sosialisasi yang baik,” kata Enthy.

Seperti diketahui, Pemerintah Kota Depok akan memperluas lahan TPA Cipayung seluas 6 hektar hingga ke Kelurahan Pasir Putih, Sawangan. Menolak rencana ini, warga RW 4 Pasir Putih pun berunjuk rasa dan menebarkan sampah organik di kompleks gedung DPRD Depok di kawasan Grand Depok City. Warga menolak perluasan TPA karena merasa setiap hari terpaksa menghirup udara kotor akibat gas metan dari tumpukan sampah. Setelah dari gedung DPRD, peserta unjuk rasa pun menuju Balai Kota Depok dan melakukan aksi yang sama.

rw

Work ON Your Business, not IN Your Business!

Bagaimana strategi Anda dalam mengelola bisnis?

Dalam mengelola bisnis, ada dua macam strategi yang bisa diterapkan, yakni working in business dan working on business. Apa beda keduanya? Mari kita simak ulasan berikut ini.

Working in Business

Dalam strategi ini, Anda sebagai pemilik masih terlibat dalam setiap operasionalisasi bisnis Anda. Artinya, jika Anda tidak ada maka bisnis Anda tidak dapat berjalan baik. Misalnya, Anda memiliki sebuah restoran, dari mulai menyambut tamu, mencatat pesanan, memasak, menyajikan, membersihkan, sampai menerima uang, Anda lakukan semuanya sendiri.

Dengan sistem ini, kekayaan mungkin akan dengan cepat Anda peroleh, namun timbul pertanyaan, “bagaimana Anda menikmati kekayaan itu apabila Anda sibuk dengan urusan bisnis?†Anda kaya, punya banyak uang, tetapi tidak memiliki waktu dan tenaga untuk menikmatinya. Maka dalam strategi ini, itulah konsekuensi yang harus Anda terima.

Working on Business

Jika diterjemahkan secara harfiah, Working on Business memiliki arti bekerja diatas bisnis. Berbeda dengan sistem diatas, dengan sistem ini Anda tidak perlu mengerjakan operasionalisasi bisnis Anda sendiri. Bisnis Anda sudah autopilot, bisa berjalan tanpa harus Anda terlibat langsung. Anda sebagai pemilik tidak perlu melakukan semua operasional langsung, melainkan hanya menciptakan sistem yang bisa digunakan.

Dalam contoh bisnis restoran tadi, Anda hanya perlu menyiapkan sistem operasionalnya saja. Mulai dari cara menyambut tamu, cara memasak, takaran yang tepat, cara menyajikan, cara membayar, bahkan sampai cara senyum pun dapat Anda buatkan Standard Operation Procedure (SOP). Semuanya bisa Anda duplikasikan dengan training yang tepat. Jelaskah lebih untung sistem ini dibandingkan Anda harus mengerjakannya sendirian.

Lalu, bagaimana cara membangun bisnis yang Working on Business?

Ada empat hal yang bisa Anda lakukan untuk memiliki bisnis yang bisa berjalan tanpa kehadiran Anda disisinya:

1. Membuat sistem: Untuk mengakselerasi pencapaian tujuan.

2. Duplikasikan sistem: Buatlah paduan, berikan contoh, berikan kesempatan melakukannya sendiri dengan pantauan tentunya.

3. Biarkan tim Anda, melakukan kesalahan: Biarkan tim Anda belajar dari kesalahan yang dilakukannya, dan setelah itu tim Anda akan menjadi tim kerja yang luar biasa dan dapat dihandalkan.

4. Buatkan evaluasi: Tindakan korektif untuk mengukur sejauh mana relevansi tindakan dengan hasil pencapaian.

Salam sukses…
Eddy Faisal

H. Eddy Faisal
Tokoh muda Depok dengan Multiple Bussiness
Pemilik gelar Akademis / Sertifikasi: S1 Akuntansi
S1 Manajemen, S1 Hukum Keperdataan, S2 Akuntansi,
S2 Finance, S2 Management
Bersertifikasi Konsultant Pajak dan Bersertifikasi
PROFESSIONAL MANAGEMENT ACCOUNTANT
Mau dapat tips dari Bapak Eddy secara langsung? Kirimkan pertanyaan
seputar usaha Anda di halaman berikut
>> http://www.facebook.com/TipsBisnisUkmEddyFaisal