fbpx

Memulai Hari dengan Mie Nastel

Mie Goreng dan Nasi Goreng memang memiliki kenikmatannya masing-masing, tapi bagaimana jika disajikan secara bersamaan? hmmm… Benar saja, Mie Nastel ala Mirasa milik Pak Mancha yang terletak di Jalan Kukusan ini menyajikan sensasi makan Nasi dan Mie Goreng secara bersamaan.

Ketika saya memasuki kedai ini, aroma khas gorengan Mie atau Nasi sudah lansung terhirup, mengunggah selera. Perut saya pun menjerit tak sabar ingin segera mencicipi Mie Nastel Spesial, yang menjadi pilihan sarapan saya pada pagi ini (Kamis, 28/11).

Sepiring Mie Nastel pun datang menghampiri saya dan wow… satu porsinya banyak. Soal rasa, Pak Mancha tak mau bicara banyak, saya disarankan untuk lansung mencicipinya.

Perpaduan dari bumbunya pas, mulai dari rasa asin garam yang menyatu dengan nasi dan mie sepadan dengan kecap yang menjadikan sajian ini gurih. Belum lagi potongan sosis dan kornet hingga taburan keju, tentunya semakin membuat Mie Nastel ini spesial.

Nama kedai Mirasa sendiri maksudnya adalah Mie dengan 3 rasa. Mie, Nasi dan Telur dicampur menjadi satu. Pak Mancha sudah membuka kedai yang berlokasi dekat pintu masuk Kukel Universitas Indonesia ini selama 13 tahun, dan selalu menjadi andalan bagi para mahasiswa untuk makan yang murmer alias murah meriah.

Soal harga, Mie Nastel dibandrolnya dengan harga Rp 7.000 hingga Rp 12.000. Harga yang tentu sangat terjangkau, khususnya di kantong mahasiswa.

Mie Nastel Mirasa
Jalan Kukusan, Beji (Dekat Pintu Masuk Kukel Universitas Indonesia)
Harga: Rp 7000 – Rp 12.000
Buka: Setiap hari, jam 07.00 – 24.00

Septiano Sasongko

BBM v8 dan BBM Channel Dihujani Keluhan, Ingin Downgrade?

Walau lebih menarik dengan sosial media BBM Channel, namun keluhan lemot setelah menginstal Blackberry Messenger (BBM) versi 8 membuat banyak pengguna Blackberry ingin downgrade kembali ke versi 7.

Berikut review yang dipublikasi oleh situs www.berryindo.com, salah satu situs komunitas pengguna Blackberry.

2 jam pertama instal agak lemot, karena aplikasi baru instal perlu sync dengan server BBM untuk restore contacts dan lain-lain. Setelah 2 jam, BBM v8 terasa lancar, lebih lancar dari BBM v7 official di BlackBerry Dakota Bold 9900 kami.

Walaupun begitu, kami masih menerima permintaan untuk cara downgrade BBM v8 tersebut. Mungkin saja karena BlackBerry yang terinstal punya memori dan spec rendah ataupun sisa memori yang rendah.

Jika anda memang ingin downgrade. Berikut kami berikan caranya.

Cara Downgrade BBM v8

Informasi yang kami dapatkan adalah, user tidak menemukan BBM v7 di BlackBerry World untuk downgrade karena sudah upgrade ke BBM v8 Beta.

Yang perlu anda lakukan adalah:
1. Hapuskan aplikasi BBM v8 beta yang terinstal via BlackBerry World ataupun lewat menu options – applications.
2. Restart BlackBerry anda dengan cabut baterai.
3. Buka kembali BlackBerry World anda, pastikan anda sudah login dan search BBM – BlackBerry Messenger.
4. Lakukan Instal

Jika anda tidak menemukan BBM di BlackBerry World dan masih tampil BBM v8. Anda bisa coba Download BBM dari link OTA. BBM v7 atau BBM v6 dulu, lalu lakukan upgrade ke BBM v7 official via BlackBerry World. Maksudnya jika anda instal dulu BBM dari link OTA yang versi rendah. BlackBerry World anda akan secara otomatis detect BBM v7 official yang versi lebih tinggi untuk anda lakukan upgrade.

Kami selalu sarankan anda Download dan instal BBM via BlackBerry World (selain yang versi beta di betazone) daripada link OTA third party karena link official BlackBerry World pasti lebih aman.

Download Link OTA BBM v6 dan BBM v7

Untuk mendapatkan link Download downgrade BBM v6 dan v7 Download OTA , silakan ke halaman : www.berryindo.com/download-ota-downgrade-bbm-v6-bbm-v7/

Download BBM Official

Silakan search dan Download di BlackBerry World

Atau via www.blackberry.com/bbm

 

rw

Warga Krukut Minta Pembebasan Lahan Tol Ikuti Harga Pasar

[caption id="attachment_28452" align="alignright" width="300"] ist.[/caption]

Terkait pembangunan jalan tol Depok-Antasari (Desari), warga Krukut, Limo, Depok berharap tim Panitia Pembebasan Tanah (P2T) memberikan harga pantas dan sesuai harga pasaran.

“Ya jangan Rp 900 ribu per meter. Samakan saja dengan tanah sebelah, paling enggak mulai dari dua juta per meter,†tutur Warta, warga Krukut.

Warta mengatakan, sampai saat ini warga memang masih bermusyawarah dengan panitia pembebasan lahan itu. Menurutnya, harga pasaratau di atasnya layak bagi warga, karena saat warga pindah domisili, tentu menjadi jauh dari tempat aktifitasnya, dan itu membuat pengeluaran keluarga lebih besar.

“Ya dipantaskan lah harganya. Kita gak mau sesudah pindah terus taraf hidup justru turun karena pengeluaran menjadi lebih besar saat hidup ditempat yang baru yang jauh dari tempat kerja, sekolah dan lain-lain,†kata Warta kepada depoklik, Jumat (29/11).

Menurutnya, kalau Rp 900 ribu per meter, setidaknya saat tawar menawar angkanya menjadi satu koma sekian, dan itu dinilai berat. “Lagi pula harga pasar disini mencapai Rp 2 juta.”

Sebelumnya diberitakan, pembangunan tol yang menghubungkan Jakarta dengan Depok ini molor dari target karena terkendala dalam pembebasan lahan.

Ardi Nugraha

Ketua DPR Minta Jokowi dan Nur Jangan Bikin Keributan

[caption id="attachment_39155" align="alignright" width="300"] Marzuki Alie, Ketua DPR RI. (foto: ist./itoday)[/caption]

Ketua DPR RI Marzuki Alie menilai perseteruan antara Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dengan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail tentang rencana pembangunan waduk pengendali banjir di Depok tidak sepantasnya menjadi konsumsi publik.

Lebih disayangkan lagi, Kata Marzuki, kedua kepala daerah itu belum pernah bertemu untuk membahas rencana itu.

Seperti dilansir kantor berita JPNN, Marzuki mengatakan, seharusnya para kepala daerah itu bisa menyelesaikan masalah dengan berbicara baik-baik tanpa harus bicara dan ribut di media massa.

“Ini bicara saja belum, malah dua kepala daerah itu sudah bikin keributan,” kata Marzuki menjawab pertanyaan wartawan, Kamis (28/11).

rw

Perwakilan Komunitas-Komunitas Depok Akan “Ngopi Bareng”

Menjelang kopi darat akbar Depok Community Festival (DCF) 2013, kelompok kerja bersama komunitas Depok, DeKomunitas akan gelar “Ngopi Bareng†bersama perwakilan komunitas-komunitas di Depok, Sabtu (30/11) malam mendatang.

Ngopi Bareng ini menjadi media perkenalan sekaligus diskusi bersama terkait konsep penyelenggaraan DCF 2013, yang akan digelar di Dmall Margonda pada 21 Desember 2013 mendatang.

“Saat ini hampir 150 komunitas yang teregistrasi di DCF 2013, mulai dari otomotif, sepeda, satwa, hobi, sosial budaya, diskusi, digital, kreatif, profesi dan lain-lain. Para ketua atau perwakilannya akan kumpul di Ngopi Bareng ini, sekalian technical meeting,†ujar Bobby Afif, Ketua Panitia DCF 2013, Kamis (28/11).

Acara yang digelar pada malam minggu ini, lanjut Bobby, merupakan bagian dari Road to DCF yang merupakan rangkaian dari DCF 2013 itu sendiri. Rencananya, Ngopi Bareng akan dimulai pukul 19.00 di Ruko Pesona Khayangan, Jalan Juanda. Soal tempat, lanjut Bobby, ini belum fix, bila ada perubahan akan segera diinformasikan.

“Acaranya, ya sekaligus reunian DCF pertama (tahun 2012) lah, dan saling berkenalan dengan komunitas-komunitas yang baru bergabung di tahun ini,†sambungnya.

DCF sendiri merupakan salah satu acara kopi darat komunitas terbesar di Indonesia yang diinisiasi oleh komunitas-komunitas yang ada di Kota Depok. Tahun 2013 ini merupakan tahun keua penyelenggaraannya.

sekber/dekomunitas

Elegi Mahasiswa Keperawatan untuk Terminal Kota Depok

[caption id="attachment_39132" align="alignright" width="300"] Terminal Depok[/caption]

Layaknya kota-kota lain di Indonesia, Depok memiliki satu terminal pusat sebagai tempat perputaran laju kendaraan umum roda empat yang beroperasi di kota ini. Terminal yang beroperasi sejak tahun 1990-an ini kini makin ramai, dahulu sekadar untuk sirkulasi Angkot saja, namun saat ini juga menjadi persinggahan bus antar kota. Bayangkan, jumlah kendaraan yang ada di terminal kecil ini setiap harinya mencapai 1000 angkutan kota dan 100 bus besar dan kecil.

Berdasarkan pengamatan penulis, kondisi lingkungan di terminal Depok tidak cukup kondusif untuk para pekerja yang sehari-harinya berada di sana, baik itu pedagang, supir, kernet bus, maupun petugas Dinas Perhubungan. Teriknya matahari dan sedikitnya pepohonan, angkutan kota yang semrawut dan tidak layak jalan, kurang baiknya tata ruang terminal terkait akses keluar masuknya kendaraan maupun tata bangunan, juga membuat pengguna terminal merasa tidak nyaman.

Kehidupan di terminal itu keras, begitu kata orang kebanyakan. Mendengar kata-kata kasar, melihat perilaku yang tidak semestinya, keberadaan preman, perkelahian antar supir karena berebut penumpang, menjadi hal yang seakan biasa terjadi di terminal. Namun jika mau dilihat lebih dalam lagi, terdapat pemicu hal itu kerap terjadi di terminal.

Tingkat Stres yang Tinggi

Apakah stres dapat menjadi pemicu tidak stabilnya para pemberi jasa angkutan ini? Ya, jawabannya adalah stres. Tanpa disadari, lingkungan pekerjaan mereka sehari-hari yang selalu berada di jalanan yang macet dengan cuaca panas, jam kerja yang panjang, serta tuntutan jumlah setoran yang cukup besar dan memberatkan akibat kenaikan harga BBM, akan menjadi sumber stres yang tinggi, khususnya bagi para supir. Hal ini berakibat pada pelayanan yang tidak maksimal hingga dapat menimbulkan risiko perilaku kekerasan di terminal Depok.

Perilaku kekerasan yang terjadi tidak hanya secara fisik seperti memukul dan melempar, tapi juga melalui perkataan yang kasar. Namun sayangnya beberapa orang menganggap itu menjadi hal yang biasa.

Lalu, apa solusi mengatasi permasalahan ini?

Bagi instansi pemerintahan terkait, penulis memberikan sebuah solusi yang dapat menurunkan stres di lingkungan terminal. Pertama, sediakan fasilitas umum berupa klinik relaksasi yang dapat digunakan beristirahat sejenak dengan fasilitas disesuaikan. Kedua, sediakan tempat olah raga seperti gym. Selain untuk menyehatkan badan para supir, kernet, dan petugas di terminal yang jarang berolahraga, kegiatan di gym ini juga berguna untuk penyaluran energi berlebihan yang ada, sehingga stres yang mereka alami dapat tersalurkan dengan jalan yang baik, bukan untuk berkata kasar, marah-marah, apalagi berkelahi antar supir.

Tentunya untuk menurunkan faktor pemicu stress di terminal juga harus didukung dengan penataan terminal yang lebih baik, selain pemerintah terkait, peran pengguna terminal juga menjadi kunci untuk dapat menjaga dan menggunakan fasilitas yang disediakan.

Tentang Penulis:

Hilda Meiryandah adalah Mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia. Sebelumnya, penulis melakukan pengkajian kesehatan di Terminal Depok dan menemukan beberapa masalah kesehatan.

 

“Starting Up” Bareng Depok Digital di Depcon 8

Punya usaha rintisan berbasis digital atau baru ingin memulainya? Catat agenda yang satu ini. Depok Digital kembali gelar program rutinnya, Depok Connection (DepCon) 8.

Lahandi Baskoro, inisiator Depok Digital sekaligus penulis It’s My Start Up, akan membahas secara tuntas mengenai apa itu Startup, fenomena Startup di Indonesia hingga tips perencanaan hingga memulai sebuah Startup.

Selain Lahandi, Developer and Platform Director Microsoft Indonesia Risman Adnan turut hadir untuk berbagi ilmu mengenai membangun produk untuk Startup.

Hadir pula Hari Wijayanto, Business Development Mekar Entrepreneur Network, yang akan membahas soal pemilihan Incubator yang tepat bagi startup dan bagaimana incubator bekerja.

Acara ini akan digelar pada Sabtu,30 November 2013 di Code Margonda (Lantai 3 Veneta System, sebelum Detos) pukul 09.00 pagi hingga 12.00.

Tertarik? Buruan daftar melalui link ini depcon8.eventbrite.com

 

sekber/dekomunitas

Guru dan Penghormatan

Guru tidak gila hormat. Guru juga tidak minta disanjung ataupun dielu-elukan bak seorang superstar atau seorang yang memenangkan sebuah kontes. Guru hanya perlu diberi ruang untuk dapat selalu memberikan kontribusinya sebagai seorang pendidik.

Sebuah negeri yang maju seharusnya menghormati peranan seorang guru. Apakah gaji tinggi dengan segala tunjangan besar yang dimaksud sebagai penghormatan bagi seorang guru? Tentu tidak,  karena jika sebuah penghormatan selalu dikaitkan dengan materi, tentu sudah mengingkari tugas mulia dari guru itu sendiri.

Seorang guru dan cita-cita luhurnya selalu berangkat dari sebuah keikhlasan, dengan hati nurani mereka mendidik dan dengan cinta kasih mereka mengajar, berjibaku melawan segala tantangan yang ada dilapangan. Guru pun ujung tombak tercapainya sebuah cita-cita pendidikan. Guru juga merupakan aplikasi dari sebuah kurikulum.

Kewajiban telah dijalankan dengan keikhlasan, sebaiknya, hak yang seharusnya didapat dipantaskan dengan apa yang telah dikerjakan. Dan ini menjadi motivasi tersendiri bagi seorang guru dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik.

Di luar sana, apresiasi untuk seorang guru masih sangat sedikit jumlahnya dibandingkan kontes kecantikan, kontes seni ataupun kontes-kontes yang lainnya.

Lantas, apresiasi atau penghormatan seperti apa yang pantas didapatkan seorang guru?

Penghormatan bagi seorang guru seharusnya tidak hanya dalam kategori guru teladan ataupun guru berprestasi saja, namun harus ditambah dengan yang lainnya, yang lebih bisa dijangkau oleh setiap guru, seperti, penghargaan bagi guru yang telah berhasil menyelesaikan studinya ditingkat yang lebih tinggi dari kualifikasi ijazah yang ditentukan. Dengan demikian diharapkan guru akan berlomba-lomba melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi.

Semakin banyak guru yang termotivasi untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi maka akan semakin banyak tercetak guru-guru yang hebat, handal dan berprestasi dalam bidangnya masing-masing. Seperti pepatah “sekali dayung, dua tiga pulau terlampauiâ€, dengan memberi sedikit motivasi dalam bentuk penghargaan, dampaknya sangat banyak bagi pendidikan.

Sekali lagi, penghargaan dan penghormatan tidak selalu harus berbentuk materi, karena bagi seorang guru, apapun bentuknya akan diterima dengan senang hati dan rasa bangga yang luar biasa. Dan yang perlu digaris bawahi disini, guru berprestasi, ataupun guru teladan bukanlah guru yang menjuarai sebuah kompetisi, karena semua guru secara tidak langsung sudah menyandang predikat itu, bagi diri sendiri, anak didik kita dan juga bagi keluarga.

Maju terus guru Indonesia, cerdaskan anak bangsa dengan ilmu yang berlandaskan rasa cinta dan keikhlasan.

Titin Supriatin
Guru SDN Bedahan 01, Sawangan, Depok.

Komunitas “Odonk-Odonk”, Berkendara di Jalan Sosial

Komunitas Odonk-Odonk awalnya merupakan klub mobil warga Depok yang tidak spesifik pada satu jenis mobil, alias banyak merk mobil yang tergabung didalamnya. Namun, seiring gencarnya kegiatan sosial yang dilakukan dan banyak yang ingin berpartisipasi, komunitas ini pun berubah konsep menjadi komunitas sosial.

“Tak hanya yang punya mobil saja, yang lain pun bisa bergabung dalam komunitas ini sekarang,†ujar Fadhil Jiwo, ketua komunitas odong-odong saat bincang santai dengan depoklik, Minggu (24/11) pekan lalu.

Nama “odonk-odonk†diambil dari sebutan kendaraan hiburan rakyat, mobil odong-odong. Bagi komunitas ini, odong-odong menjadi simbol hiburan murah dan khas orang kecil. Selain itu, pekerjaan sang pemilik odong-odong perlu diapresiasi, berpenghasilan kecil dan kerap dipandang sebelah mata.  

Komunitas yang sering berkumpul di bilangan Jalan Tole Iskandar, Depok ini berdiri sejak tahun 2009. Diinisiatori oleh Cican, Iggo, Edo, Ocang dan Reza, sekarang, komunitas anak muda ini sudah memiliki lebih dari 20 anggota aktif.

Banyak aksi yang sudah dilakukan Odonk-Odonk, seperti, Sahur On The Road, Sunatan Massal, Santunan Anak Yatim dan Orang Jompo, Bedah Rumah yang bekerja sama dengan KODIM 0508 Depok, dan beberapa acara lainnya.

“Jadi gak cuma orang yang punya mobil yang boleh masuk dan pake stiker atau emblem Odonk-Odonk, semua pun bisa bergabung dan aksi sosial bersama. Jalan kaki, naik sepeda, motor apa aja pun boleh gabung sama kita,†kata Isra Emachsa, Wakil Ketua Odong-Odong.

Akhirnya, lanjut Isra, kami semua seperti keluarga. “Dari club menjadi family.â€

Biasanya komunitas ini kumpul di hari Minggu di seputaran Tole Iskandar. Bila mau bergabung, cukup mention saja twitternya, @OdonkOdonkFAMZ

Komunitas Odong-Odong
twitter: @OdonkOdonkFAMZ

 

Septiano Sasongko

Kolaborasi Lintas Genre di Musik Sore Seru Global TV

Serpong- Kamis (21/11), Kota Tanggerang Selatan diramaikan dengan acara konser Musik Sore Seru Global TV. Bertempat di Summarecon Mall Serpong, Adalah Global TV, stasiun Televisi Nasional yang membuat sebuah acara dengan konsep Musik Kolaborasi dan disiarkan secara Live pada pukul 15.30 – 17.00 sehingga acara ini dapai dinikmati juga oleh penonton diseluruh Indonesia.

Dengan menampilkan Coboy JR, Kotak, Cakra Khan, dan Cherybelle. Acara yang berdurasi 90 menit ini mampu menyedot ribuan penonton yang berdatangan dari kota Tangsel dan sekitarnya. didampingi oleh host Cowboy Junior dan Ayu Hastari. konser ini menggabungkan berbagai jenis genre musik dengan menampilkan kolaborasi antar musisi lintas genre.

Terlihat pada akhir segmen Band Kotak yang membawakan lagu “inspirasi Sahabat”, berduet dengan Cowboy Junior sehingga dapat memuaskan penonton yang berasal dari berbagai kalangan dan usia.