fbpx

Keluarga Bu Inggit Sesali Film Soekarno Buatan Hanung dan Punjabi

Keluarga Inggit Ganarsih juga menilai film Soekarno yang diproduksi Raam Punjabi dan disutradarai Hanung Bramantyo menciderai ketokohan dan bertendensi menghancurkan kredibilitas Bung Karno dan Inggit Ganarsih.

Penilaian keluarga Inggit Ganarsih disampaikan dalam pertemuan dengan jurubicara Rachmawati, Teguh Santosa, di Bandung, Sabtu lalu (28/12/2013).

Teguh diutus Rachma untuk menemui keluarga Inggit.

“Keluarga Ibu Inggit sangat menyesalkan penggambaran kedua tokoh nasional dan pejuang ini secara serampangan dan sembarangan,” ujarnya.

Di Bandung ia bertemu Tito Zaini Asmarahadi, anak dari pasangan Ratna Djuami dan Asmarahadi.

Ratna Djuami adalah anak angkat Bung Karno dan Ibu Inggit yang ikut dalam pembuangan di Ende dan Bengkulu. Di Bengkulu, Ratna Djuami berteman dengan Famawati yang kelak dipersunting Bung Karno.

Adapun Asmarahadi adalah pujangga dan jurnalis yang ikut menemani keluarga Bung Karno di pembuangan di Ende. Ketika Bung Karno dipindahkan ke Bengkulu, Asmarahadi diminta kembali ke Jakarta dan Bandung untuk menggalang kekuatan pemuda di bawah tanah.

Pertemuan utusan Rachma dan keluarga Inggit Ganarsih dilakukan di kediaman Inggit Ganarsih di Jalan Inggit Ganarsih, Ciateul, Bandung. Teguh juga dibawa ke makam Inggit di Babakan Ciparay.

“Keluarga Ibu Inggit menyesalkan sutradara dan produser film yang menggambarkan Ibu Inggit sebagai sosok temperamental yang berani melemparkan piring dan sandal ke arah Bung Karno. Penggambaran ini sangat merusak dan disebutkan bertendensi menghancurkan kredibilitas kedua tokoh,” ujar Teguh lagi.

“Hanung Bramantyo dan Raam Punjabi tidak boleh berlindung di balik kreatifitas dan hak menafsirkan kehidupan seseorang apalagi tokoh selaliber Bung Karno dan Ibu Inggit,” kata dia lagi.

Kepada Teguh, Tito Asmarahadi juga mengatakan pernah ditemui kru film Soekarno. Namun sama sekali tidak ada permintaan izin untuk menghadirkan sosok Inggit Ganarsih dan Ratna Djuami di film itu.

 

CL

Ini Dia Para Pemenang Lomba Desain Logo Dekomunitas

Berikut para pemenang “lomba desain logo Dekomunitas” yang pada periode November sampai dengan Desember 2013  lalu diselenggarakan oleh sentral komunikasi komunitas Depok, Dekomunitas. Dalam rangka menyambut Depok Community Festival 2013.

Juara 1, Miqdad Abdul Halim @miqdad_halim dengan tema desain “Belimbing”. Mendapatkan 1 smart phone Lenovo A516.

 

 

Juara 2, Shandy Cahyo Nugroho @shandicihuy dengan tema desain “Kepalan tangan”. Mendapatkan 1 smart phone Smartfren Andromax C.

Juara 3, Indra Gunawan @adajoni dengan tema desain “Globe”. Mendapatkan 1 smart phone LG L3-II.

 

Selamat untuk para pemenang, dinantikan berkarya berikutnya dan semangat untuk Dekomunitas dengan logo barunya.

AN

Jelang Akhir Tahun, Indosat Gelar Hang Out Bersama JKT48

Jumat (27/12). Menutup tahun 2013, Indosat kembali menggelar acara jumpa penggemar. Kali ini Indosat menghadirkan girl band kenamaan JKT 48 untuk dipertemukan bersama pelanggan Indosat dari seluruh wilayah Indonesia.

Dalam acara Meet and Greet yang bertempat di hotel Century, Senayan, Jakarta Selatan. Dalam acara ini Indosat mengajak 50 Anggota terbaik dari Fans Club JKT 48 untuk hangout seharian bersama personel JKT 48.

Ke-50 anggota Fans Club JKT 48 ini adalah mereka yang sudah terpilih dari sekitar 15.000 member dari seluruh Indonesia. mereka mendapatkan kesempatan untuk berfoto, makan siang, dan ber-meet and greet bersama personel JKT 48, yang kemudian dilanjutkan dengan Nonton Film Terbaru Box Office, dan di akhiri dengan dinner dan nonton lansung konser JKT 48 di FX Senayan, Jakarta.

Komunitas JKT 48 merupakan bagian dari anggota sahabat IM3, yaitu komunitas anak muda di sekolah-sekolah yang saat ini sudah berjumlah belasan ribu komunitas sekolah yang tersebar di seluruh indonesia.

Indosat bekerja-sama dengan beberapa sekolah di Indonesia untuk mendukung kegiatan belajar mengajar dengan pemberian sarana penunjang pembelajaran, seperti WIFI, akses internet, finger print. Selain itu Indosat juga mendukung beberapa kegiatan sekolah seperti pentas seni dan aktifitas siswa lainnya.

 

Septiano Sasongko.

Surganya Pecinta Kuliner di Depok

[caption id="attachment_39813" align="alignright" width="300"] ilustrasi: ist.[/caption]

Meski lalu-lintasnya sering padat merayap, kawasan Depok yang satu ini tetap menjadi daya tarik tersendiri, yakni surganya pecinta kuliner. Ya, mana lagi kalau bukan Jalan Margonda. Berbagai macam makanan dapat ditemui di sepanjang jalan yang menjadi urat nadi Kota Depok ini.

Ditengah perkembangan Depok yang pesat, apalagi Margonda, yang dikelilingi oleh Mal-mal dan gedung tinggi, bahkan ada beberapa hotel dan apartemen yang menjulang tinggi sedang dibangun, pilihan kuliner pun semakin beragam.

Selain makanan asli atau tradisonal Indonesia, seperti gado-gado, ayam penyet, angkringan, pecel lele dan lain-lain, Margonda juga memanjakan penggila kuliner dengan kudapan mancanegara, seperti steak, burger, sushi, makanan timur tengah dan banyak lagi yang lainnya.

Apapun yang menjadi kekurangan kawasan ini, kebanggaan pun tetap ada pada beberapa warga, khususnya para pemburu kuliner.

“Saya bangga menjadi warga Depok, sekarang disini semua serba ada. Tempat makan mulai dari yang lesehan sampai food court yang isinya kuliner mancanegara ada. Bagi saya, Margonda adalah surganya jajanan,†ungkap Anto (18), warga Depok yang mengaku menjadikan Margonda sebagai tempat wisata kuliner favoritnya.

Anto juga mengaku bahwa sanak keluarganya yang berdomisili di Bogor rela menyempagtkan datang ke Margonda hanya untuk berburu makanan favoritnya, Bebek Goreng.

Dapat dihitung tempat makan yang sepi disekitar jalan Margonda Raya. Karena hampir semua tempat makan dipenuhi oleh pengunjung, terutama saat akhir pekan. Yang datang pun tidak hanya dari daerah sekitar Depok saja, banyak juga orang-orang yang dari Jakarta dan Bogor yang mampir  untuk menyantap makanan yang ada di surganya pecinta kuliner ini.

Risma Damayanti

Citizen Journalism

Rohit Chand Kembali Perkuat Persija

[caption id="attachment_20870" align="alignleft" width="300"] Rohit Chand. (foto: ist.)[/caption]

Pesepakbola asal Nepal, Rohit Chand bersedia bertahan di Persija dan menandatangani kontraknya untuk dua tahun.

“Sebelumnya, kami memang sudah memberikan berkas kontrak untuk dia pelajari. Sejak awal dia memang bersedia bertahan di Persija. Oleh karena itu, semalam dia sudah berada di Jakarta,” kata Wakil Presdir PT Persija Jaya Jakarta, Asher Siregar kepada wartawan seperti dilansir laman nasional tribunenews, Kamis (26/12) lalu.

Asher mengaku, Rohit merupakan pemain muda yang memiliki kualitas baik. Gelandang andalan Persija ini pun akan segera kembali bergabung dengan skuat Macan Kemayoran lainnya untuk berlatih di Sawangan, Depok.

“Kami memang membutuhkan dia untuk mengangkat tim bisa melewati kompetisi musim depan ke papan atas. Apalagi persaingan musim depan sangat ketat, karena diisi klub-klub bagus,”  terang Asher.

Selain Rohit, Egi Melgiansyah pun memutuskan bergabung dengan Persija Jakarta pada kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2014 mendatang.

Pesepakbola binaan SSB Pelita Bakrie yang berusia 23 tahun itu telah menandatangani kontrak berdurasi satu musim dengan manajemen klub Persija Jakarta. Sebelum, Egi merupakan skuad Arema Indonesia pada kompetisi ISL musim 2012-13.

“Saya sudah resmi ke Persija. Kontrak saya berdurasi satu musim,” ujar gelandang timnas Indonesia U-23 itu.

rw/trib

Mengandalkan Lokalitas untuk Melawan Global Brand?

Bagaimana UMKM bisa mempertahankan eksistensinya di tengah gempuran globalisasi? Mampukah pebisnis kelas UMKM mengungguli raksasa multinational company? Siapkah UMKM Indonesia bertarung melawan serbuan merek-merek impor? Bisakah strategi lokalitas UMKM mengalahkan yang mengglobal? Bagaimana memanfaatkan globalisasi untuk menguatkan daya saing UMKM? Apa urgensinya UMKM kita harus diberdayakan agar berdaya saing di tengah dominasi brand asing? Bagaimana caranya?

Berbagai pertanyaan tersebut riuh dikemukakan audiens, di  acara diskusi “Branding UMKM sebagai Pilar Penguatan Rupiah†yang digagas Komunitas Memberi, bertempat di Kampus PPM Manajemen, Menteng, Jakarta, Selasa lalu.

Pertanyaan-pertanyaan tadi muncul, ketika tiga pemrasaran —Om Yuswohady  (pakar Marketing, pengajar, konsultan), Pak Subiakto Priosoedarsono (pakarbranding & Marketing), Pak Badroni Yuzirman  (founder Komunitas Tangan di Atas), dalam perbincangan yang dipandu Om Handoko Hendroyono (pakarBranding & Creative Storyteller)— meyakini hal yang sama: bahwa ketika jagat makin mengglobal, UMKM justru harus makin menguatkan eksistensinya yang berbasis domestik.

Dengan kata lain, justru aspek lokalitaslah, yang menjadi kunci untuk unggul ketika UMKM bertarung menghadapi global brand. Caranya, menurut Om Siwo dengan menguatkan kreativitas, keunikan, dan keragaman. Acuannya kekuatan aspek Lokal, Lokasi, dan Kelokalan.

Itu berlaku untuk UMKM di industri kuliner, destinasi maupun yang berbasis tradisi/kerajinan/kultural. Pak Biakto misalnya mengingatkan, Gudeg Yu Djum yang terkenal itu, dicari wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta, justru karena nuansa Lokal, Aspek Lokasi, unsur Lokalitas dan pertimbangan Kelokalannya. Keraton Yogya, menjadi salah satu destinasi favorit wisnus maupun wisman, juga karena alasan yang sama. Begitu pun motif para pembelanja rela memborong aneka Batik, kerajinan serta oleh-oleh khas Yogya atau Jawa.

Faktanya, justru aspek Lokal, Lokasi, Lokalitas dan Kelokalan  —ibaratnya— adalah faktor yang bikin arena pertarungan bisa dipersempit lebih spesifik. Sehingga menjadi unique marketplace yang tak mudah dimasuki  global branddan atau merek-merek besar. Menjadikan UMKM menjelma jadi ikan besar di kolam yang kecil. Dominan tanpa terbandingkan.  Sehingga lebih mudah menang tanpa harus memberantas sesama. Berpeluang Unggul tanpa meniadakan keragaman yang ada. Bisa berjaya tanpa harus membinasakan lainnya. Uraian rincinya, diulas di link ini.

Justru dengan strategi Melokal, fokus ke aspek Lokalitas, dan menggarap unsur Kelokalan, secara tak langsung, UMKM bisa menciptakan entry barrier. Faktor penyortir, bahkan penghadang, agar tak banyak pemain baru nimbrungberkerumun di kategori serupa. Sekaligus membantu customer lebih optimal mengelola risiko, atas produk/jasa yang dibelinya.

Justru dengan strategi Melokal, menggarap aspek Lokalitas, dan memanfaatkan unsur Kelokalan, UMKM berpeluang menemukan inovasi spesifik bahkan ide-idegame changer. Yang tak saja menjadikan eksistensi UMKM kita unik dan berbeda. Tapi juga menjadikan persaingan menjadi irrelevant. Kontestasi menjadi tak berlaku lagi. Sehingga UMKM kian sulit ditandingi.

Sayangnya, Pak Roni Yuzirman bilang, UMKM-er kebanyakan masih bermodalspirit entrepreneurial (baca: modal nekat). Gagap belajar aspek manajerial. Konon kesalahan lazim kalangan UMKM-er, adalah terlalu berorientasi gimanacaranya agar dagangannya banyak laku. Pokoknya jualannya ludes. Makanya yang diandalkan adalan jualan, jualan, dan jualan.

Yang dijual? Harga kompetitif (baca: bisa ditawar semurah-murahnya). Lupa mengupayakan agar dagangan bisa menarik minat dan dibeli pelanggan. Lupa mengupayakan, gimana agar yang sudah beli, mau balik lagi, dan rela beli lebih banyak lagi, berulang-kali. Di tempat, saat dan kesempatan serta cara yang tepat

Karena itu, lebih afdol lagi, jika berbagai keunggulan tadi, dikombinasikan dengan kemahiran memanfaatkan jejaring sosial dan menjalin ikatan dengan kekuatan komunitas lokal. Sebagai unsur penguat relevansi dan eksistensial. Sehingga tercipta bargaining support secara sosial-ekosistem. Dari komunitas, maupun unsur kelokalan di sekitarnya.

Ini semacam taktik yang digunakan David, dalam cerita mitologi David versusGoliath: bahwa yang kecil, dengan kecerdikannya, ternyata justru mampu mengalahkan sang Raksasa.

Justru karena posturnya kecil, David bisa lincah meloloskan diri. Justru karena posturnya kecil, dia bisa melakukan yang sang Raksasa kewalahan dibuatnya: Bisa gesit berkelit. Cepat mengubah siasat. Tangkas menjadikan tenaga si Raksasa terkuras. Sehingga, justru karena posturnya kecil, maka David akhirnya justru lebih unggul.

Sun Tzu, ahli strategi perang dari Tiongkok, di buku The Art of War pernah bilang, untuk survive, adalah tergantung kompetensi diri sendiri: Mampu, trampil, dan mahir. Tapi untuk menang, modalnya adalah pengetahuan dan pemahaman melalui pengamatan situasi kondisi lawan. Tergantung bagaimana kita membaca kelemahan, menggunakan kelengahan, dan memanfaatkan ketidakwaspadaan lawan.

Terkait itu, dalam filosofi Tiongkok dikenal Prinsip Air: bahwa sifat air adalah mengalir, menghindar, menyesuaikan bentuk wadahnya. Sayangnya, kebanyakan awam, mengartikan prinsip air mengalir ini sebagai bentuk kepasrahan. Sikap tak berani melawan keadaan. Pasif, karena kalau neko-nekokhawatir justru lebih memperburuk situasi dan kondisi yang tak menguntungkan.

Padahal, yang betul, makna filosofi air mengalir itu ternyata sangat powerful. Justru mencerminkan karakter yang tahan banting dan tak terkalahkan. Adaptif, mau berubah, tak mudah menyerah. Sambil mencari cara unik untuk tetap tak terkalahkan. Tentang spirit untuk cerdas menukas. Gesit berkelit. Cermat bersiasat.  Berdaya pukul powerful. Semuanya, adalah semangat yang musti dimiliki UMKM petarung tangguh.

Makna filosofis dari ‘Mengalir ke bawah’: adalah bisa menemukan cara termudah untuk bisa segera mengatasi keadaan. ‘Menghindar’, maknanya: Paham prioritas masalah. Tahu mana yang kudu dilawan, mana yang musti dihindari.  ‘Menyesuaikan bentuk wadah’, maknanya: Fleksibel. Berdaya lentur,luwes, plastis, tak mudah patah. Juga berani berubah. Cerminan sifat yang tak mudah menyerah di keadaan susah. Mudah beradaptasi dengan perubahan, sehingga tak terkalahkan.

Terus bagaimana caranya UMKM bisa mempertahankan competitiveness­-nya? Menurut Sun Tzu, daya saing bisa dijaga dengan terus-menerus berpersiapan. Caranya dengan rutin ngupdate. Menambah pengetahuan. Menyiapkan dan melatih taktik-strategi menyerang dan menangkis serangan. Mengantisipasi perubahan dan sikon tak terduga. Mencari cara bisa mendapat manfaat dari perubahan keadaan.

Menjaga keunggulan dengan mempertahankan kelebihan dan ciri keunggulan, adalah cara berikutnya: Dengan mengenali ciri khas dan keunggulan diri sendiri. Piawai membaca keadaan sekitar.  Paham perkembangan situasi. Tahu kapan harus menunggu, kapan musti bertahan, kapan saatnya menyerang. Serta, cara ketiga, berupaya lebih sedikit melakukan kesalahan. Yakni, dengan cara terus melakukan dua hal sebelumnya.

Lantas, apa urgensinya UMKM harus dikuatkan dan diberdayakan?

Goal besarnya, adalah demi menyelamatkan kedaulatan ekonomi bangsa. Terkesan klise dan ndakik-ndakik memang. Tapi eman-eman ‘kan kalau pasarKelas Menengah Indonesia yang luarbiasa, dibiarkan dieskploitasi global brand? Sayang-sayang ‘kan, kalau potensi yang sebenarnya bisa memakmurkan bangsa, justru bikin ekonomi bangsa sendiri runtuh?

Dengan memberdayakan UMKM, mudah-mudahan SDM-nya pun lebih mampu menghasilkan produk/jasa berdaya saing global. Dengan itu, produk UMKM kita bisa dipertandingkan, layak dibandingkan, pantas disandingkan dengan buatan asing. Dengan itu, karya UMKM kita bisa menjadi alternatif pengganti (substitutor) produk impor. Dengan bisa mengurangi ketergantungan terhadap impor, Rupiah bisa dijaga agar tetap gagah. Sehingga, potensi pasar bisa menyumbangkan devisa untuk Negara. Dan akhirnya kedaulatan ekonomi bisa ditegakkan. Semoga.

Kris Moerwanto
Penulis adalah senior editor di surat kabar Jawa Pos. Ide dan review penulis sering dituangkan dalam blognya yang sudah tak asing dikalangan peseluncur internet, yakni blognyakrisniy/ http://kris170845.wordpress.com/ , termasuk tulisan di atas. Belakangan, penulis kerap mengamati pergerakan Usaha Mikro Kecil Menengah di Indonesia dan terlibat dalam diskusi-diskusi terkait dunia usaha dan digitalisasi.

Survei: Pencarian Properti Secara Online Meningkat

[caption id="attachment_20404" align="alignright" width="300"] ilustrasi: ist.[/caption]

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan PropertyGuru Group, salah satu perusahaan properti online terdepan di Asia, selama kuartal ketiga lalu, sekitar 63% dari responden menyatakan harga properti di Indonesia semakin menunjukkan peningkatan.

Adanya permintaan properti yang kuat di Indonesia, tak lepas digitalisasi yang kini semakin kuat di Indonesia. Hal ini mendorong konsumen untuk menggunakan sumber online untuk mendapatkan informasi dalam menemukan rumah ideal mereka. Riset terbaru yang diadakan Property Guru Group, menunjukkan bahwa saat ini, sekitar 40% dari pencari properti mengikuti tren ini.

Sumber online yang paling sering digunakan dalam mencari properti adalah mesin pencari seperti Google, website milik agen properti, serta portal properti. Portal properti dipiih karena memudahkan konsumen untuk menemukan berbagai macam pilihan properti.

Di sisi lain, pencarian properti melalui perangkat mobile terbukti sebagai faktor keunggulan dalam menguatkan posisi portal properti, seperti rumah.com.

“Konsumen di Indonesia ingin dapat tetap mencari properti idaman mereka di perjalanan dan di waktu pribadi mereka. Hal inilah yang mendorong dalam mengembangkan strategi kami untuk menyediakan kemudahan dalam mencari properti melalui aplikasi mobile, seperti yang saat ini disediakan rumah.com,†jelas Jessica Effendi, Direktur rumah.com dalam rilisnya.

Dalam hal eksistensi di Online, data terbaru dari comScore—lembaga riset terkemuka yang mengukur aktivitas website—menunjukkan bahwa  portal yang dikelola Jessica ini merupakan salah satu portal properti terdepan di Indonesia. Di bulan September dan Oktober, rumah.com telah mencapai 2 juta kunjungan setiap bulannya (sumber: Google Analytics).

Fenomena ini pun semakin menguatkan hasil survei tersebut, dimana pencarian properti kini semakin dimudahkan melalui fasilitas internet.

rw/dailysocial

Wah, Ada Internet Wifi Gratis dalam Taksi Express

[caption id="attachment_21067" align="alignright" width="300"] foto: ist.[/caption]

Bekerjasama dengan Huawei, Intertec dan Telkomsel, Express Group meluncurkan fasilitas internet wifi gratis di Taksi Express. Program wifi gratis di Taksi Express ini akan berlangsung selama 6 bulan untuk 400 unit taksi di area Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi.

Menurut David Santoso, Direktur Keuangan Express Group, program ini dimaksudkan untuk memberikan nilai lebih kepada pelanggan. “Saya berterima kasih kepada Huawei, Intertec dan Telkomsel dan senang sekali dengan berjalannya kerjasama ini. Mereka membantu menjalankan visi kami yang ingin terus memberikan nilai lebih untuk kepuasan pelanggan kami,†ungkap David.

Wifi gratis Express sendiri didukung oleh perangkat canggih Huawei Mobile Wifi E5220 yang merupakan mobile wifi router terkecil di dunia. Perangkat ini mendukung HSDPA dan banyak operating system lainnya, dapat langsung beroperasi hanya dalam waktu 5 detik, dan juga dilengkapi dengan indikator LED untuk menunjukkan status penggunaan. Selain itu Mobile Wifi Huawei juga dapat berbagi sinyal Wifi dengan berbagai perangkat berkemampuan wifi hingga 10 macam dalam waktu bersamaan.

Sementara itu, Account Director Huawei, Simon Sun menyampaikan rasa optimisnya, bahwa kerjasama yang terjalin melalui penyediaan Huawei Mobile Wifi E5220 di tiap armada Express taksi akan menjadi salah satu kontribusi Huawei yang paling inovatif bagi masyarakat Indonesia.

“Kami sadar bahwa kebutuhan masyarakat umum akan akses mobile internet saat ini dan di masa yang akan datang merupakan kebutuhan yang nyata dan tidak sekadar mengikuti tren, namun sudah menjadi bagian dari rutinitas kehidupan sehari-hari,†katanya.

Keseluruhan produk dan pemasangan akan di suplai oleh Intertec sebagai perusahaan distributor perangkat Teknologi Informasi. Dan untuk memastikan performa koneksi internet gratis dalam taksi ini, Express Group telah menggandeng operator Telkomsel.

Venusiana Papasi, Executive Vice President Telkomsel area Jabotabek & Jabar menyatakan kebanggannya terhadap kerjasama ini. “Layanan inovatif yang merupakan hasil kolaborasi antara Telkomsel, Express Taxi dan Huawei ini merupakan jawaban akan kebutuhan masyarakat di era digital mobile lifestyle.â€

Ia berharap, layanan Wifi Taxi ini mampu memberikan kenyamanan berkomunikasi khususnya layanan data bagi masyarakat ditengah-tengah kesibukan mereka kapanpun dan dimanapun, bahkan ketika terjebak macet sekalipun. Kenyamanan pelanggan dalam mengakses jaringan Wifi ini didukung oleh jaringan terluas Telkomsel dimanapun.

Program ini bersifat uji coba, selanjutnya jika respon masyarakat bagus maka kerjasama ini mungkin dapat dilanjutkan dengan jumlah dan periode yang lama. “Semoga bermanfaat bagi pelanggan setia kami, dan selamat menikmati layanan Wifi Gratis Taksi Express!,†ujar David.

Nah, Bila Anda pengguna Taksi Express, dapatkan tanda khusus sebagai pelanggan dan Anda pun dapat menikmati fasilitas berselancar internet secara gratis selama melakukan perjalanan.

 

rw/the-marketeers

Mal Komunitas, Terobosan Baru Pusat Perbelanjaan di 2014

[caption id="attachment_20399" align="alignright" width="300"] ilustrasi: ist.[/caption]

Terobosan baru selalu muncul dalam dunia marketing, termasuk konsep pusat perbelanjaan alias mal di tahun 2014 yang akan kita pijak dalam beberapa hari kedepan.

Jika selama lima tahun terakhir konsep pengembangan pusat belanja mengadopsi genre gaya hidup (lifestyle mall), maka untuk 2014 dan tahun-tahun mendatang, mal komunitas-lah yang akan merajai pasar.

Menurut Direktur Pakuwon Group yang juga Ketua Dewan Pembina Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Stefanus Ridwan, mal komunitas berbeda dengan konsep mal gaya hidup atau mal konvensional. Mal ini tidak mengharuskan diisi oleh penyewa utama (anchor tenant) berupa department store, supermarket, atau home appliance.

“Mal komunitas menekankan kepada satu tema tertentu. Misalnya, hiburan (entertainment). Mal hiburan akan berisi segala hal terkait hiburan. Di dalam mal jenis ini penyewanya bisa sinepleks (bioskop), karaoke, klub, dan kafe-kafe terkait dunia entertainment, atau bisa juga bertema hobi seperti dunia otomotif dan fotografi,” ujar Stefanus, Senin (23/12), seperti dilansir laman nasional Kompas.com.

Mal komunitas, prediksi Stefanus, akan berkembang pesat pada tahun-tahun mendatang. Pasalnya, pusat belanja jenis ini tidak membutuhkan lahan luas, bisa dibangun di mana saja, termasuk di dalam kawasan perumahan, pembauran penyewa yang tidak rumit, dan pastinya memiliki pasar tetap.

“Namun, perlu ditekankan, di dalam mal komunitas harus ada perpaduan antara penyewa kuliner dan hal-hal terkait komunitas. Ini merupakan terobosan baru, di tengah situasi dollar yang terus perkasa, kami mengembangkan mal jenis ini sebagai alternatif supaya pusat pendapatan berulang (recurring income) terus bergulir,” tandasnya.

Pakuwon sendiri sudah menyiapkan lahan untuk dimanfaatkan sebagai pengembangan calon portofolio pusat belanja baru bergenre komunitas ini.

“Lokasi lahan tersebut di perbatasan Jakarta, dan dekat dengan kawasan perumahan. Kami akan memulai konstruksi tahun depan. Sementara, (lokasi) masih dalam proses desain yang mengadopsi pusat belanja yang sedang in di mancanegara,” ungkap Stefanus.

 

rw/kompas

Ganti Kerugian Negara, Susno Jual Tanah di Sawangan dan Cinere

[caption id="attachment_39779" align="alignright" width="300"] Mantan Kabareskrim Polri, Komjen Pol (Purn) Susno Duadji. (ANTARA/Agung Rajasa)[/caption]

Sebagai itikad baik mengganti kerugian negara, Mantan Kabareskrim Polri, Komjen Pol (Purn) Susno Duadji, terpidana kasus korupsi dana pengamanan pemilihan kepala daerah (Pemilukada) Jawa Barat tahun 2008 akan menjual tanahnya di Sawangan dan rumah di Cinere.

Meski belum membayar lunas uang pengganti sejumlah Rp 4,2 miliar ke negara sebagaimana diperintahkan vonis pengadilan, namun,  Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Teguh mengatakan, Susno telah beritikad baik untuk menyelesaikannya dan telah mencicil sejumlah Rp 500 juta.

“Yang bersangkutan (Susno) ada itikad untuk bayar uang pengganti. Pengacara koordinasi dengan yang bersangkutan untuk menjual tanah dan masih dalam upaya dan sedang disurati ke Kejaksaan, ada surat resmi dari mereka, baru dibayar Rp 500 juta,” ujarnya kepada wartawan di kantornya, di Jakarta Selatan, Selasa (24/12).

Teguh mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum melakukan penyitaan atas aset milik Susno karena dia mempunyai itikad baik untuk melunasinya. Selain itu, 3,5 tahun pidana penjara yang dijalani Susno pun belum berakhir.

“Pembayaran akan dilunasi setelah tanah hak milik yang bertempat di Desa Pangkalan Jati Lama, Kecamatan Sawangan, seluas 462 meter persegi, laku terjual,” ucap Teguh.

Untuk membuktikan bahwa Susno akan mengembalikan uang negara tersebut, Teguh menunjukan surat dari pihak kuasa hukum Susno, Untung Sunaryo.

Seperti dilansir laman nasional Gatra, Sebelumnya, Susno mengaku tengah menawarkan rumah miliknya di Jalan Cibodas I Perumahan Puri Cinere, Depok. Rumah tersebut ditaksir terjual Rp 5 miliar. Bila rumah tersebut laku, maka utang ganti rugi keuangan negara akan dilunasi Susno. Namun, dibelakangan hari Susno hendak menjual tanah untuk menganti biaya 4,2 milyar itu.

Dalam kasus korupsi dana pengamanan Pilkada Jawa Barat 2008 dan suap penanganan perkara PT Salmah Arowana Lestari, Susno divonis 3,5 tahun penjara dengan denda Rp 200 juta dan kewajiban membayar uang pengganti 4,2 miliar.

Susno sendiri mengaku telah membayar cicilan Rp 500 juta dari nilai Rp 4,2 milyar uang penganti hasil korupsinya. “Kalo penganti denda Rp 200 juta mungkin sudah dibayarkan sama dia,” tandas Teguh.

Susno Duadji kini masih mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pondok Rajeg, Cibinong, Jawa Barat sejak Kamis 2 Mei 2013 malam lalu. Ia akan menghabiskan masa hukumnya 3,5 tahun di lapas tersebut.

rw/gatra