fbpx

TK/SD Lentera Insan Gelar Seminar Guru, “How to Handle Your Children”

Saat melalukan tugasnya sebagai pengajar dan pendidik, sering kali guru dihadapkan oleh beragam  tingkah laku anak didik. Membedah cara kreatif guru menangani anak didik, Lentera Insan Child Development and Education Center mengadakan seminar tentang “How to Handle Your Childrenâ€, Kamis (30/1).

Sekolah yang memfasilitasi  Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) ini, mengundang 25 sekolah di wilayah Kecamatan Cimanggis untuk berdiskusi mengenai penanganan masalah atau cara pengajaran di sekolah.

“Perilaku anak itu beragam, baik anak reguler maupun anak berkebutuhan khusus. Melalui diskusi ini, kami mencoba untuk mendapatkan metode pengajaran terbaik bagi anak,†ujar Panitia seminar, Meilita Rimadhani.

Ketika mengajar, guru memang dituntut untuk tegas kepada para peserta didik. Namun, sambung Meilita, guru harus tetap bersikap lembut. “Tegas bukan berarti galak ya, tetapi dapat membimbing siswa untuk lebih bersikap baik dengan cara yang lembut. Jangan sampai kita sebagai guru salah dalam menghadapi anak, karena justru akan berdampak negatif untuknya.â€

Meilita mengaku, Lentera Insan sendiri telah beberapa kali memformulasikan berbagai metode pengajaran. Pasalnya, sekolah yang berdiri sejak tahun 2002 ini menempatkan 10 persen ABK dalam satu kelas reguler.

“Metode pengajaran hingga kurikulum kami coba menggalinya dari berbagai sumber. Mulai dari kurikulum diknas hingga kurikulum dari Belanda. Semua itu kami lakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran untuk anak reguler maupun ABK,†akunya.

Mengenai penggabungan ABK dengan anak reguler, Meilita mengungkapkan, diperlukan sosialisasi untuk anak reguler agar dapat menerima ABK. Lentera Insan menyebutnya dengan masa orientasi.

“Jadi, sebelum masuk kelas, anak reguler diberikan pengarahan, sementara ABK menunggu di luar kelas. Arahannya beragam, pastinya dengan cara yang dimengerti oleh anak-anak. Alhamdulillah, sejauh ini berhasil. Anak reguler tidak segan untuk bergabung dengan ABK,†pungkasnya.

Seminar yang berlangsung di Ruang Seni Lentera Insan, Kelapa Dua, Depok ini dibuka oleh Kepala UPT Pendidikan TK/SD Kecamatan Cimanggis Ues Suryadi  dan didampingi oleh Direktur Lentera Insan Fitriani F Syahrul.

HD

Bisnis Sablon di Musim Kampanye, Bisa Untung Bisa Rugi

[caption id="attachment_20296" align="alignright" width="300"] foto: antara[/caption]

Salah satu bisnis yang sangat berpotensi mengalami peningkatan omset di tahun politik adalah bisnis sablon. Pasalnya, kaos, topi, spanduk, atau bendera dalam berbagai ukuran sudah menjadi hal yang wajib dalam setiap kampanye. Namun hati-hati, potensi kerugian pun ada, ketika pemesan ingkar tidak mau bayar.

Haryadi adalah salah satu wirausahawan yang bergerak di bidang sablon. Di bengkel percetakannya yang terletak di daerah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Haryadi yang dibantu lima orang pekerja biasa menerima pesanan spanduk, umbul-umbul, kaos, dan kartu nama.

Pria berusia 40 tahun ini sejak tahun 2000 bergerak di usaha sablon. Kini, omsetnya dalam sebulan bisa mencapai Rp 20 juta. Namun omset tersebut bisa naik cukup signifikan ketika Pemilu. Dirinya mengaku cukup banyak tim para calon legislatif yang memesan kepadanya.

Ketika musim Pemilu, Haryadi mengaku omset usahanya bisa naik sampai 50 persen. Pesanannya rata-rata datang dari Jakarta, Tangerang, Depok, dan Bekasi.

Namun, bukan berarti bisnis ketika Pemilu hanya yang manis-manis. Terkadang ada risiko, seperti pesanan yang tidak dibayar. Kalau sudah kejadian, siap-siap rugi jutaan rupiah.

“Biasanya yang memesan itu sudah tangan ke sekian, bukan langsung calegnya. Mungkin tim sukses atau semacamnya lah. Kadang ada kejadian begitu kausnya selesai, sudah diambil, tapi pemesannya buron,†tutur Haryadi.

Hariyadi pernah hampir mengalami kejadian seperti itu. “Tapi untung orangnya bisa ditemukan. Akhirnya saya tagih habis-habisan, dan dibayar meski mencicil. Memang usaha seperti ini harus tegas, kalau tidak bisa bahaya,†tegasnya.

Hal serupa juga pernah dirasakan oleh Dani. Pemilik usaha cetak digital dan sablon di kawasan Senen, Jakarta Pusat ini juga pernah dibohongi oleh salah satu parpol besar di Indonesia. Kini dia tidak menyediakan penyablonan untuk jumlah yang besar.

Kalo partai banyak yang nipu, saya tidak terima pesanan yang jumlahnya banyak,” ujar Dani.

“Pernah kami dimintai menyablon 1.000 kaus, yang diambil cuma setengah. Lebih enak sekarang, misalkan hari ini kami terima 70 sablonan kaus untuk PAUD. Mereka dateng sendiri langsung bayar lagi, jadi lebih percaya. Kalo parpol, kan, tim suksesnya yang dateng, jadi kami tidak percaya,” kata wirausaha yang sudah mempunyai tujuh tenaga kerja dan satu cabang itu.

Dani mengaku akan menerima pesanan dari parpol dengan syarat sudah kenal dekat dengan yang memesan.

 

 

rw/detik/kabar24

Komunitas Depok Tidak Terpolitisasi

Komunitas warga yang berbicara soal kegemaran pun ikut terseret pada panasnya situasi politik tahun 2014. Bertebarnya spanduk dukungan pencapresan (pencalonan presiden) Wali Kota Depok Nur Mahmudi di sudut-sudut kawasan dengan mengatasnamakan komunitas-komunitas warga, mempersepsikan komunitas terjebak dalam ranah dukung-mendukung.

Anehnya, informasi yang depoklik terima dari orang dekat kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu sendiri tidak mengetahui perihal spanduk-spanduk dukungan tersebut.

“Mungkin ada pihak yang ingin menciptakan keadaan seolah Nur Mahmudi membabi-buta membangun pencitraan, sehingga dibenci,†tutur sumber tersebut yang tidak ingin namanya disebutkan (nama ada pada redaksi), Kamis (30/1).

Tampaknya pola itu sukses, memang kenyataannya, di jejaring sosial cukup ramai diperbincangkan soal pemasangan spanduk dukungan itu. Salah satu komunitas yang mengaku tidak mengetahui pemasangan namanya di spanduk tersebut adalah Hijab Community Depok, dan ramai jadi perbincangan di Twitter dan Path.

Namun pencatutan nama di spanduk dukungan itu ditanggapi dengan santai oleh Ketua HC Depok, Desty Hafizho.

“Kita sih biasa saja, gak mau terpancing. Soalnya, urusan dukung-mendukung itu kan individu yang punya hak. Tapi secara kelompok apalagi  kita komunitas yang isinya beragam orang dengan banyak pandangan, tidak ingin seperti itu,†tuturnya kepada depoklik, Kamis (30/1) siang.

Desty juga mengatakan, sebaiknya memang komunitas dengan beragam interest seperti di Depok, jangan terpolitisasi, dalam arti terseret dalam arus kuat politik jelang Pemilu.

Untuk memilih pemimpin, tambah Desty, setiap orang punya kriteria masing-masing, tapi sebaiknya warga atau komunitas jangan terjebak dengan dukung-mendukung yang berlebihan, yang justru bisa memperkeruh suasana. Apalagi mencatut nama kelompok atau komunitas untuk maksud tertentu.

“Yang penting, mau itu pihak ketiga kek, keempat kek bahkan pihak kelima, warga atau komunitas jangan terpancing dengan pemolitisasian dan tak perlu emosi soal dukung mendukung. Pilih saja sesuai kriteria pemimpin masing-masing,†ujar Desty seraya tertawa.

Komunitas di Depok sendiri memang belakangan tampil di depan dengan beragam kegiatan-kegiatan positifnya, bahkan dinilai turut memberikan hawa segar di kawasan ini. Namun, urusan pilihan politik, tidak untuk dipolitisasi.

Bobby Afif, Ketua Panitia Depok Community Festival 2013 yang menjadi ajang kopi darat ratusan komunitas di Depok mengatakan, komunitas atau individu yang ada didalamnya sah saja punya pilihan politik atau kriteria calon presiden masing-masing, tapi sebaiknya hal ini tidak perlu dipolitisasi.

“Setiap orang atau komunitas boleh saja punya kriteria pemimpin, yang ulet, yang baik, yang amanah dan lain-lain. Mungkin saja kriteria itu ada di pak Nur, atau bisa jadi ada di calon lainnya, itu gak masalah. Tapi, saya berharap jangan dipolitisasi atau dijadikan bahan perang politik,†pungkas Bobby.

CL

TKI yang Terancam Hukuman Mati di Malaysia Bebas, Publik Sukacita

[caption id="attachment_40590" align="alignright" width="300"] foto: ist./net[/caption]

Dibebaskannya Tenaga Kerja Indonesia (TKI), Hiu bersaudara dari hukuman mati di Malaysia disambut sukacita publik di Tanah Air.

Para pegiat media sosial turut senang atas bebasnya Fransh Hiu dan adiknya, Dharry Frully Hiu. Namun, publik dunia maya berharap, pemerintah bisa berusaha lebih kerja keras lagi, sebab masih banyak TKI di luar negeri yang terancam hukuman mati.

Akun twitter @bennysabdo mengaku senang atas bebasnya Hiu bersaudara dari ancaman hukuman mati. “Turut bersukacita..,” kicaunya. “Ini berita bagus buat kita semua,†sahut akun @JoPanggabean.

Akun @herbulgari menyebut, kebebasan Hiu bersaudara adalah hasil kerja sama semua pihak. Untuk pemerintah, politisi, dan semua pihak yang sudah berusaha dalam pembebasan itu, dia ucapkan terima kasih.

Sementara itu, @rianapurba23 meminta pemerintah tidak puas dulu dengan bebasnya Hiu bersaudara. Pemerintah justru harus kerja keras lagi dan terus, karena masih ada 179 TKI lain yang terancam hukuman mati di Malaysia.

“Jika sudah berhasil, jangan sampai keberhasilan itu diklaim sebagai keberhasilan satu pihak saja. Harap diingat, masih ada ratusan lagi WNI yang terancam hukuman mati,†katanya, mengingatkan.

Di forum Kaskus, kaskuser NoShade menyatakan, seharusnya kasus Hiu bersaudara tidak sampai diajukan ke meja hijau. Sebab, sudah sangat jelas Hiu membela diri dari pencuri yang masuk ke toko majikannya.

Facebooker Putri La Nita masih menyesalkan kasus Hiu sampai dibawa ke pengadilan. Menurutnya, kalau pemerintah sigap, hal itu tidak akan terjadi. “Bisanya cuma muji-muji pahlawan devisa. Giliran lagi ketimpa kesusahan, lambat banget turunnya,†kritiknya.

Sementara, pembaca Yahoonews beridentitas Agoes Priyanto meminta pemerintah untuk lebih banyak menciptakan tenaga kerja di dalam negeri. Kalau kesempatan ke di Tanah Air lebih baik, tentu tidak akan banyak WNI yang menjadi TKI di luar negeri.

Kasus Hiu bersaudara dimulai pada 2009. Fransh Hiu dan adiknya, Dharry Frully Hiu berusaha membekuk pencuri yang masuk toko majikannya. Nahas, saat dibekuk, pencuri itu pingsan kemudian mati di tempat. Dari hasil olah TKP, polisi menemukan narkoba di saku pencuri. Setelah divisum, kematian pencuri itu diketahui karena over dosis.

Nanum, keluarga korban tidak terima. Hiu bersaudara lalu dituntut telah melakukan pembunuhan. Hiu bersaudara vonis hukuman mati di pengadilan tingkat petama. Syukurlah, dalam sidang banding di Mahkamah Tinggi Syah Alam, Selangor, Malaysia Selasa (28/1), Hiu bersaudara dinyatakan tidak bersalah. Saat ini, Hiu bersaudara sedang proses pemulangan ke kampung halamannya di Siantan Tengah, Pontianak Utara, Kalimantan Barat.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengaku sangat bersyukur atas kebabasan Hiu bersaudara. “Kami bersyukur Hiu bersaudara ini bebas dari ancaman hukuman mati. Pemerintah akan terus memperjuangkan dengan berbagai  upaya untuk menyelamatkan semua TKI dari ancaman hukuman mati di semua negara penempatan,†ujarnya.

Menurut Muhaimin, bebasnya Hiu bersaudara tidak terlepas atas kerja sama dan koordinasi yang baik dengan berbagai pihak termasuk KBRI Malaysia yang menyediakan pengacara andal. “Sejak awal mendampingi dengan pengacara tetap kami optimistis Hiu bersaudara tidak akan dihukum mati,†kata Muhaimin.

Ada sekitar 70 ribu kasus yang terjadi pada TKI di luar negeri yang resmi dilaporkan terjadi. Bahkan, dalam kasus-kasus yang masuk ke ranah hukum, ada sekitar 179 TKI yang terancam hukuman mati. Dari 179 orang tersebut hampir 80 persen harus tersandung masalah hukum karena narkoba.

rmol

DPR Sepakat Perampingan Operator Seluler

[caption id="attachment_40585" align="alignright" width="300"] ist./net[/caption]

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menyepakati adanya perampingan operator seluler di Indonesia seperti yang dilakukan dalam merger  PT XL Axiata Tbk dengan PT Axis Telekom Indonesia (Axis). Merger itu akan memberi manfaat bagi kepentingan konsumen.

“Saya rasa semua sepakat untuk melakukan perampingan jumlah operator. Untuk operator kecil bergabung dengan operator yang besar selama itu mengikuti aturan Undang-Undang dan merger menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pelayanan ke konsumen,†kata Anggota Komisi I DPR, Tantowi Yahya dalam keterangannya, Rabu (29/1).

Berdasarkan hemat Tantowi, perampingan penting dilakukan mengingat ada sekitar 10 operator seluler yang ada di Indonesia. Padahal, di banyak negara lain seperti Amerika Serikat, Australia, India, China, Thailand, Filipina, dan lain-lain maksimal ada 4 operator.

“Merger setidaknya memberikan dua hal manfaat. Pertama, efisiensi frekuensi untuk kepentingan ranah publik. Kedua, peningkatan pelayanan kepada masyarakat atau konsumen,” sambungnya.

Anggota Komisi I lainnya, Max Sopacua juga berpendapat sama. Dia bilang, merger antar operator tidak bisa dihindari. Apalagi, jumlah operator Indonesia merupakan yang paling terbesar di dunia. Hal itu, kata dia lagi, bisa mengganggu pelayanan konsumen

“Jadi merger merupakan keniscayaan selama menguntungkan bagi konsumen,†kata Wakil Ketua Umum Partai Demokrat itu.

Kendati begitu, Max berharap merger yang dilakukan tetap mempertimbangkan faktor untung rugi bagi konsumen dan negara. â€Kalau konsumen tidak diuntungkan untuk apa?†terang dia.

Sebelumnya, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPR, Pemerintah menegaskan merger yang dilakukan antara XL dan Axis pada prinsipnya juga untuk menyelamatkan negara dari kerugian yang lebih besar. Jika merger tidak dilakukan, Axis tidak akan bisa membayar tanggungannya kepada pemerintah.

“Jadi memang kalau tidak segera diambil (merger), maka Axis tidak akan bayar Rp 1 triliun BHP pitanya di tahun 2013 dan negara akan rugi. Dengan adanya merger, dari mereka kita mengambil 2×10 MH di 2,1 GH 3G dan akan dilelang atau beauty contest pada tahun 2014. Dan di tahun pertama kita kelola kita bisa menghasilkan Rp 1 Triliun,†kata Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring.

Tifatul menegaskan, merger adalah satu keharusan, dan harus segera dilakukan. “Kalau tidak, negara akan makin rugi,” tandasnya.

rmol

Tampil Menarik, Jangan Salah Pilih Bra

[caption id="attachment_21986" align="alignright" width="300"] ist.[/caption]

Busana yang paling indah sekali pun bisa tampak tidak menarik jika pemakainya menggunakan bra yang salah.

Bra yang salah juga bisa membuat lebih gemuk, dan bentuk tubuhnya tidak proporsional. Berikut tip sebelum membeli bra:

1. Bagian bra yang menempel di punggung haruslah sejajar dengan payudara. Jika tidak terlalu naik atau terlalu turun artinya lingkar bra Anda terlalu besar ukurannya.

2. Ketika mencoba bra, cobalah dengan berbagai posisi: sambil duduk, berdiri, bersandar atau dengan gerakan yang lain. Jika bra tetap pada posisinya berarti ukurannya sudah benar.

3. Ada standar ukuran lazim, dan biasanya jarang meleset. Jika atasan Anda berukuran 8 atau 10, bisanya Anda perlu bra ukuran 34. Jika atasan Anda nomor 12 atau 14, maka bra yang sesuai adalah ukuran 36.

Jangan terbujuk rayuan pramuniaga bahwa ukuran 34B sama dengan ukuran 36A. Anda tetap harus mencari bra yang lingkarnya paling sesuai kebutuhan.

4. Wadah payudara atau cup bra haruslah pas dengan besarnya payudara. Jika ada celah di bawah garis lingkar bra, berarti ukuran yang Anda coba kebesaran. Jika di dekat ketiak ada tonjolan lemak, artinya payudara Anda tertekan karena cup bra terlalu kecil.

5. Jika mencoba bra dan harus mengancingkan di bagian kancing paling dalam, serta talinya harus dipendekkan, berarti ukuran bra tersebut terlalu besar bagi Anda.

Bra yang masih baru haruslah nyaman dikenakan saat dikancingkan di bagian kancing paling luar, dengan tali yang dipasang pada posisi paling longgar. Kancing-kancing yang lain akan berguna beberapa bulan kedepan, setelah bra menjadi lebih longar karena sering dikenakan.

6. Tali pundak yang gampang bergeser bahkan terjatuh ke pangkal lengan, artinya bra terlalu longgar. Sebaliknya, jika tali pundak meninggalkan bekas setelah dipakai, bra Anda terlalu ketat.

7. Payudara yang berubah bentuk setelah menyusi atau gara-gara berat badan turun bisa dimanipulasi countour cup bra atau wadah payudara berlapisan yang menutup payudara. Bra macam ini akan membuat payudara tampak bulat dan penuh.

Jika Anda sudah menemukan bra yang pas, penampilan Anda pun lebih sempurna.

 

Sumber: GoodHousekeeping.co.id/ghiboo

Lola Amaria Filmkan Kerakusan Ketua Umum Partai

[caption id="attachment_20614" align="alignright" width="300"] Lola Amaria[/caption]

Setelah vakum sekitar lima tahun, Lola Amaria kembali bergiat di belakang layar. Ia menyiapkan rencana menyutradarai film berjudul Negeri Tanpa Telinga yang dijadwalkan syuting pada 1 Februari 2014. Tema filmnya tak jauh beda dengan sebelumnya, Minggu Pagi di Victoria Park yang dirils pada 2009.

“Lahir dari pergumulan realitas sosial sehari-hari. Namun, kali ini saya ingin bercerita dengan cara yang sedikit berbeda. Komedi satir saya rasa cara yang paling pas,†tutur Lola.

“Sekilas tampak berat, tapi saya jamin film ini akan menghibur kita di tengah-tengah kepungan informasi negatif politik kebangsaan, korupsi, skandal seks, dan buramnya potret masa depan bangsa,†imbuh wanita 36 tahun yang masih singleini.

Jelasnya, Negeri Tanpa Telinga bercerita tentang seorang tukang pijat keliling bernama Naga yang memiliki klien orang-orang papan atas seperti politikus, menteri, hingga ketua partai. Tapi, posisi Naga terjepit saat ia diancam mau dibunuh karena diduga mendengar dan menjadi sumber informasi korupsi seorang ketua partai bernama Piton.

“Sejatinya ini adalah film tentang tukang pijat dan memang terinspirasi dari seorang tukang pijat. Dan kali ini juga saya ingin menggunakan telinga. Telinga seorang tukang pijat. Kalau Anda masih sadar bahwa telinga Anda sehat, saya jamin setelah menonton film ini Anda akan mengorek-orek kembali telinga Anda dan bertanya masih perlukah Anda memiliki telinga,†tandasnya.

Karena Lola, Ray Sahetapy pun mau ikut main di Negeri Tanpa Telinga. Aktor gaek ini memuji habis Lola. “Saya senang bisa bekerjasama dengan sutradara perempuan. Lola rupanya tidak ragu-ragu untuk memilih saya,†ujar Ray.

Dia dipercaya memerankan tokoh ketua partai yang ambisius. Segala macam cara dilakukan untuk menjadi idola bangsa sekaligus memuluskan ambisi jadi seorang calon presiden. Ia antusias mendapat peran tersebut. “Saya orang yang sangat ambisius untuk menjadi presiden,†ucap mantan suami biduan senior Dewi Yull itu.

rmol

IM3 Play Online Gratiskan Internet dan BBM Selama Setahun

Promo terbaru Indosat, yakni IM3 PLAY Online dinilai heboh. Pasalnya, promo ini menggratiskan layanan internet dan Blackberry Messenger (BBM) selama setahun.

Tak hanya itu, promo gratis ini juga berlaku untuk telepon ke sesama pengguna Indosat dan gratis SMS ke semua operator dalam layanan IM3 PLAY Nelpon & SMS.

Untuk aktivasi  IM3 PLAY Online, cukup dengan mengakses *123#. Selanjutnya, IM3 PLAY Online akan memberikan keuntungan gratis 75MB per bulan untuk 6 bulan pertama dan gratis 150MB per bulan untuk 6 bulan selanjutnya, pada penggunaan di jam 09.00 hingga 17.00. Selain itu gratis BBM 60MB per bulan, dapat dinikmati selama 24 jam sepanjang satu tahun.

Nah, bagi pelanggan yang aktivasi mulai 21 Januari 2014 lalu akan langsung dapat menikmati gratis internet 30 MB per bulan selama satu tahun.

Kedua paket tersebut bisa dinikmati dengan membeli kartu perdana IM3 atau bagi pelanggan lama cukup dengan menekan *123#.

adv

Dana Bansos Pemprov Jabar Diduga Diselewengkan Rp 10,1 Triliun

Kasus dugaan penyimpangan dana Bantuan Sosial (Bansos) dan hibah Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) sebesar Rp 10,1 triliun, tahun anggaran 2012 dan 2013 kini sudah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sebelumnya, juru bicara KPK, Johan Budi, mengatakan KPK tengah mengkaji penyaluran dana bansos dan hibah di Pemprov Jabar pada 2012 dan 2013. Selain nilai anggarannya yang terlalu besar, penyaluran dana bansos dan hibah ini diduga bermasalah.

Pada tahun 2012 nilai anggaran dana bansos dan hibah Pemprov Jabar mencapai Rp 4,8 triliun, sedangkan tahun 2013 mencapai Rp 5,3 triliun. Anggaran sebesar ini mencapai lebih dari 30 persen dari total anggaran selama satu tahun.

Dugaan adanya penyimpangan dana bansos Pemprov Jabar ini, sebelumnya juga pernah dinyatakan DPD PDIP Jabar. PDIP bahkan meminta KPK menyelidikinya karena besarnya anggaran untuk dana hibah dan bansos yang melampaui batas kewajaran.

DPD PDIP Jabar menduga pemberian dana hibah dan bansos tersebut diduga berkaitan erat dengan proses pemilihan gubernur Jabar pada 2013. Anggaran dana hibah dan bansos Pemprov Jabar tahun 2012 sebesar Rp 4,8 triliun dan tahun 2013 sebesar Rp 5,3 triliun. Padahal pada 2008 hanya Rp 888 miliar.

“Dana hibah dan bansos sampai mencapai 30,68 persen itu terlalu besar dan tidak sesuai dengan Permendagri No 32 Tahun 2011 Pasal 22 Ayat 2. Pemberian bansos atau hibah baru bisa dilakukan setelah memprioritaskan pemenuhan belanja urusan wajib dengan memerhatikan asas keadilan, rasionalitas dan manfaat,” kata Ketua DPD PDIP Jabar, Tb Hasanudin.

Menurutnya, total dana sebesar Rp 10,1 triliun itu dapat dipergunakan untuk hal-hal yang lebih utama. Dengan uang sebanyak itu, ujarnya, Pemprov Jabar dapat menyalurkannya untuk biaya kesehatan, perbaikan infrastruktur, pendidikan dan lainnya.

Tb mengatakan, pada tahun 2012-2013, menjelang Pilgub Jabar, banyak organisasi yang belum berumur tiga tahun sudah menerima dana bansos atau hibah. Tentu, kata Tb, hal ini bertentangan dengan aturan tentang umur minimal organisasi yang berhak menerima hibah atau bansos.

“Kami menduga banyak di antaranya yang sengaja dibuat hanya untuk menerima bantuan tersebut. Karenanya penyalurannya cacat hukum,” kata Tb.

Ia menduga ada kerugian negara akibat penyaluran dana hibah dan bansos tersebut.
“Makanya kami meminta KPK agar segera menyelidiki dugaan penyimbangan dana bansos dan hibah Pemprov Jabar tahun 2012 dan 2013,” kata Tb.

Sementara itu, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar mengaku siap bantu KPK untuk penyelidikan.

“Sekarang kan kasusnya sudah ditangani KPK, jadi kami nggak bisa masuk begitu saja. Kalau KPK mau koordinasi dengan kami, tentu kami menyambut baik. Yang jelas kami siap untuk menyelidikinya,” kata Kepala Kejati Jabar, Joko Subagyo kepada wartawan di kantor Kejati Jabar di Bandung, Selasa (28/1) kemarin.

Sesuai dengan ketentuan, kata Joko,jika satu instansi sudah menangani satu perkara hukum, maka instansi lain tak boleh mengambil alih. Meski begitu kata Joko, antarinstansi bisa saling bekerjasama untuk menuntaskan kasus tersebut.

“Jadi kalau KPK membutuhkan bantuan Kejati Jabar, maka kami dengan senang hati akan membantunya. Prinsipnya sekarang ini kami masih menunggu kajian KPK tentang kasus tersebut,” ujar Joko.

 

sumber: tribunews

Apple Uji Coba iPhone 6 dengan Layar Berbahan Kristal Safir

[caption id="attachment_21078" align="alignright" width="300"] iphone6jailbreak.net[/caption]

Meskipun iPhone 5s baru saja lahir, ternyata kabar mengenai penerusnya sudah berhembus sejak lama, kali ini Apple dikabarkan tengah mengujicoba iPhone generasi baru yang kemungkinan akan diberi nama iPhone 6.

Apple mencoba memoles iPhone baru ini dengan bahan berkualitas tinggi dari safir yang akan menjadi salah satu komponen layarnya. Raksasa elektronik asal Cina Foxconn, selaku mitra utama Apple ditunjuk dalam proyek iPhone 6 berbahan permata safir ini.

Setidaknya ada 100 unit iPhone 6 yang diujicoba, memang hanya sedikit karena Apple hanya melakukan pengujian saja, belum masuk tahap produksi massal.

Perlu diketahui, tak mudah menggabungkan permata safir dengan bahan lain karena karakteristik kristal safir sendiri sulit untuk bergabung dengan material lain karena sifatnya yang kokoh sekaligus rentan. Namun kabar baiknya Apple telah menemukan cara sedemikian rupa agar kristal safir dapat dimanfaatkan sebagai salah satu material pada iPhone 6.

Beberapa waktu lalu Apple telah membuat paten tentang percampuran safir dengan bahan lain, sebuah sketsa iPhone berbalut safir ditemukan.

Karena sulitnya mengembangkan temuan ini, Apple berusaha mematenkan metode penggabungan safir dengan bahan lain khususnya pada smartphone. Kumpulan rumor sebelumnya iPhone 6 sendiri kabarnya akan menggunakan layar berukuran lebih besar, Apple disebut-sebut akan membuat dua varian iPhone layar 4 – 5 inci dan 5 – 6 inci. Sayangnya mengenai ukuran pasti layar iPhone 6 belum dikonfirmasi oleh Apple.

 

sumber: sukatekno