6 Hal di Depok yang Pertama di Indonesia

6-hal-depok-pertama-di-indonesia

Warga Depok boleh berbangga, karena 6 hal yang ada di kawasan kita ini merupakan pertama yang ada di Indonesia. Tak hanya soal pertama kali ada, namun bisa dikatakan menjadi ikon Kota Depok saat ini. Apa saja itu? Nah, yuk tengok;

1. Perumnas

Perumahan pertama yang dibangun oleh pemerintah Indonesia adalah perumahan nasional (Perumnas) di Depok pada tahun 1976 di Beji (Depok I). Perumahan ini dibangun oleh Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas), yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Pada tahun 1977 dibangun lagi di Sukmajaya (Depok II Tengah). Luas tanah perumahan Depok II Tengah 117 Ha. Pada tahun 1978 dibangun lagi di atas lahan seluas 170 Ha di Sukmajaya (Depok II Timur).
Kini BUMN tersebut telah membangun perumahan dan pemukiman di lebih dari 400 lokasi di Indonesia dengan total lebih dari 500.000 unit rumah.

Lokasi Perumnas Depok, yang merupakan Peumnas petama yang dibangun pemeintah Indonesia. (Istimewa/google/poestahadepok)
Lokasi Perumnas Depok, yang merupakan Perumnas pertama yang dibangun pemerintah Indonesia. (Istimewa/google/poestahadepok)

2. Cagar Alam

Cagar Alam Depok yang kini disebut Taman Hutan Raya (Tahura) ternyata cagar alam pertama sejak era Hindia Belanda. Lokasinya di Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas Kota Depok (dekat dengan stasiun kereta api Depok Lama).

Hutan ini adalah hutan peninggalan di Depok sejak abad-17. Waktu itu, wilayah Depok masih memiliki hutan yang luas, namun lambat laun hutan tersebut beralih menjadi areal pertanian. Khawatir dengan menyusutnya luas hutan, maka hutan yang masih tersisa oleh Nederlands Indische Vereniging Tot Natuur Berscherming (Perhimpunan Perlindungan Hutan Alam Hindia Belanda) bekerja sama dengan kota praja (Gemeente) Depok ditetapkan sebagai cagar alam (natuur reservaat).

Konon, penetapan cagar alam ini dilaporkan kepada Prof Porsch di Wina, Austria dan dinyatakan secara resmi sebagai cagar alam pertama di Hindia Belanda. Kini, hutan yang dulu luasnya 30 Ha tersebut saat ini hanya tersisa seluas 6 Ha.

Taman Hutan Raya (Tahura) Depok, awalnya bernama Cagar Alam pertama di era Hindia Belanda. (Istimewa/poestahadepok)
Taman Hutan Raya (Tahura) Depok, awalnya bernama Cagar Alam, yang memang merupakan cagar alam pertama di era Hindia Belanda. (Istimewa/poestahadepok)

3. Stasiun Depok Lama

Stasiun Depok yang dimaksud adalah stasiun kereta api yang terletak di Jalan Stasiun, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, yang kini dinamakan Stasiun Depok Lama (Stadela).

Meski merupakan stasiun ketiga tertua di wilayah Jabodetabek, konon stasiun Depok ini menjadi stasiun pemberhentian pertama (halte) di jalur kereta api antara Batavia (Jakarta) -Buitenzorg (Bogor) yang dibangun antara tahun 1870 hingga 1881.

Stasiun Depok tahun 1925, merupakan stasiun ketiga tetua di jalu kereta Jakarta-Bogor. (Istimewa/google/poestahadepok)
Suasana Stasiun Depok di tahun 1925. Stasiun ini merupakan stasiun ketiga tertua di jalur kereta Jakarta-Bogor. (Istimewa/google/poestahadepok)

4. Banjir Kanal Selatan

Mungkin kita hanya mengenal Banjir Kanal Barat (BKB) dan Banjir Kanal Timur (BKT) di Jakarta. Namun, jauh sebelum itu ada, sudah ada Banjir Kanal Selatan (BKS), yang dibangun tahun 1854 oleh Belanda. BKS ini merupakan kanal atau terusan yang menghubungkan Sungai Cisadane dan Sungai Ciliwung, yang terletak antara Kota Buitenzorg (Bogor) dan Kota Depok. Kanal ini dulu disebut Westerlokkan (kanal barat Ciliwung).

Air dari kanal Westerlokkan ini kemudian menjadi sumber irigasi untuk mengairi persawahan dan perkebunan antara Sungai Ciliwung dan Sungai Krukut (hulu di Setu Citayam). Aliran kanal dibuat melalui Cileubeut, Bojong Gede dan Citayam. Lantas di daerah Citayam kanal ini dipecah menjadi dua aliran. Ke sebelah barat melalui Cipayung, Mampang dan terus ke Pondok Labu dan yang ke sebelah timur melalui Pondok Terong, Ratu Jaya, Depok, Pondok Cina dan terus ke Srengseng dan Tanjung Barat (Pasar Minggu). Pada masa ini aliran kanal di Pondok Cina dibendung yang menjadi sumber setu (danau) di Universitas Indonesia (Setu Mahoni dan Setu Agathis).

Posisi sodetan sungai ciliwung (poestahadepok)
Posisi sodetan sungai ciliwung (poestahadepok)

5. Depo KRL

Bengkel perawatan rutin kereta atau Depo KRL di Depok yang berlokasi di Kelurahan Ratu Jaya, Pancoran Mas, Kota Depok (di sebelah selatan Stasiun Depok Lama) dibangun sejak 2004 dan dioperasikan tahun 2008.

Di atas lahan seluas 26 Ha, dengan panjang 1,3 Km dan lebar 200 meter, Depo Depok ini terbilang lengkap. Terdapat 14 Jalur rel stabling (area parkir), gedung kantor seluas 2.200 M2, gedung pemeliharaan seluas 8.600 M2 dan kawat listrik pensuplai daya sepanjang 21.800 meter serta dilengkapi dengan mes masinis sebanyak 30 kamar dengan jumlah tempat tidur 120 unit tempat tidur.
Kapasitas depo ini mampu menampung sebanyak 224 unit KRL dan menjadi depo terbesar pertama di Indonesia bahkan di Asia Tenggara.

Depo KRL di Depok, pertama yang tebesar di Asia Tenggara (istimewa/google)
Depo KRL di Depok, pertama yang tebesar di Asia Tenggara (istimewa/google)
Kapasitas depo KRL Depok mampu menampung sebanyak 224 unit KRL. (istimewa/google)
Kapasitas depo KRL Depok mampu menampung sebanyak 224 unit KRL. (istimewa/google)

6. Masjid Kubah Emas

Tak hanya sekadar tempat ibadah, masjid bernama Dian Al Mahri ini pun telah menjadi tujuan wisata andalan di Kota Depok. Masjid ini adalah masjid pertama di Indonesia dengan kubah berlapis mozaik emas 24 karat.

Masjid ini dibangun oleh Hj. Dian Djuriah Maimun Al Rasyid di atas lahan seluas 70 Ha di Kelurahan Meruyung, Limo, Kota Depok yang telah dibelinya pada 1996. Masjid dibangun pada 2001 dan selesai tahun 2006.

Masjid Kubah Emas merupakan salah satu masjid termegah di kawasan Asia Tenggara, dengan bangunan masjid seluas 8.000 M2. Terdiri dari bangunan utama, mezanin, halaman dalam, selasar atas, selasar luar, ruang sepatu dan ruang wudu. Enam menara (minaret) berbentuk segi enam, yang melambangkan rukun iman, menjulang setinggi 40 meter. Keenam menara itu dibalut batu granit abu-abu yang diimpor dari Italia dengan ornamen melingkar. Sedangkan kubahnya mengacu pada bentuk kubah yang banyak digunakan masjid-masjid di Persia dan India. Lima kubah melambangkan rukun Islam, seluruhnya dibalut mozaik berlapis emas 24 karat yang materialnya diimpor dari Italia.

Masjid ini mampu menampung 15 ribu jamaah shalat dan 20 ribu jamaah taklim. Areal parkir masjid ini seluas 7.000 M2 dan mampu menampung kendaraan 300 bus atau 1.400 kendaraan kecil.

Masjid Dian Al Mahri atau umum disebut Masjid Kubah Emas. Masjid dengan kubah berlapis emas 24 karat pertama di Indonesia dan salah satu yang termegah di Asia Tenggara. (istimewa/google)
Masjid Dian Al Mahri atau umum disebut Masjid Kubah Emas. Masjid dengan kubah berlapis emas 24 karat pertama di Indonesia dan salah satu yang termegah di Asia Tenggara. (istimewa/google)

Recommended For You

About the Author: Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *