fbpx

900 Orang Dari Jaringan Pedofil Internasional Berhasil Ditangkap

Komplotan jaringan internasional pengeksploitasi seks anak-anak berhasil diamankan oleh FBI dan Europol. Penangkapan tersebut menuntun aparat keamanan untuk menangkap ratusan tersangka pedofil lainnya.

The Independent melaporkan, Steven W. Chase (58 tahun) seorang lelaki asal Florida, divonis hukuman 30 tahun penjara karena kasus tersebut. Ia ditangkap setelah diduga membuat situs pornografi anak-anak terbesar di dunia dengan jumlah pengakses yang mencapai 150 ribu orang lebih.

Chase membuat sebuah website bernama ‘Playpen’ pada Agustus 2014 di dalam jaringan Tor, Dark Web atau yang juga dikenal dengan sebutan deep web. Dark Web merupakan jaringan internet rahasia yang memungkinkan para pengaksesnya untuk mengakses konten web yang aneh dan tidak wajar tanpa diketahui identitasnya.

Buntut dari penangkapan itu, sebanyak 870 orang di seluruh dunia berhasil ditangkap, 368 orang diantaranya berasal dari Eropa. Saat ini, setidaknya sudah ada 259 anak yang diidentifikasi dan diselamatkan dari para pelaku di luar Amerika Serikat.

Agen spesial yang ikut ke dalam investigasi ini, Dan Alfin yang tergabung dalam biro Kejahatan Kekerasan Terhadap Anak, menjelaskan kesulitan dari proses investigasi ini.

“Mengingat sifat layanan tersembunyi Tor, tidak banyak yang bisa kita lakukan,” katanya.

Sampai pada Desember 2014, Chase secara tidak sengaja memperlihatkan alamat IP dari situsnya di Florida. Serentak, badan penegak hukum di sana menghubungi FBI.

Salinan situs tersebut kemudian disita oleh penegak hukum di Amerika Serikat. Pencarian bukti dilakukan dengan menelusuri akun email dan akhirnya semuanya tertuju kembali ke Steven Chase.

Satu bulan kemudian, FBI bersama dengan penegak hukum Eropa dan AS mencetus operasi untuk menemukan ribuan anggota situs Playpen itu. Direktur Eksekutif Europol Rob Wainwright menyebut operasi itu sebagai salah satu investigasi terpenting yang pernah dilakukan terkait perlakuan seksual menyimpang terhadap anak.

Dengan menggunakan ‘teknik investigasi jaringan yang disetujui pengadilan’, penegak hukum AS dapat menemukan alamat IP yang membantu mereka dalam mengidentifikasi anggota-anggota situs tersebut. Investigasi intelijen disusun dan diberikan kepada aparat penegak hukum di sejumlah negara, termasuk Spanyol, Swiss, Inggris, Kolombia, Kroasia, Republik Ceko, Perancis, Irlandia, Italia dan Slovakia.

Kini, penyelidikan terus berlangsung. Alfin pun mengatakan,

“kasus-kasus terkait anggota perusahaan Chase yang memperkosa anak-anak dan yang memproduksi pornografi anak di seluruh dunia akan terus didakwa dan diadili,” katanya.

Leave a Comment