Alasan Pemindahan Ahok Berubah-ubah, Bikin Publik Bingung

Pengamat Hukum Universitas Islam Indonesia, Prof Mudzakir mengatakan, ada banyak kebingungan soal pemindahan tahanan terpidana kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dari Rutan Cipinang ke Mako Brimob. Berganti-gantinya alasan pemindahan tahanan Ahok menyebabkan banyak pertanyaan di publik.

“Kita bingung, dulu dipindahkan ke sana bukan karena ancaman, tapi karena berisik katanya, berisik karena ada demo, demo pendukungnya Ahok. Berisik orang enggak bisa tidur. Ahoknya dipindah, sementara napi-napi yang enggak bisa tidur lainnya enggak dipindah,” kata Mudzakir, Selasa (16/5).

Jika teknis pemindahan dikarenakan keributan oleh massa pendukung Ahok, semestinya yang ditertibkan adalah massa pendukungnya. Namun, justru Ahok yang dipindahkan ke Markas Komando Brimob di Kelapa Dua, Depok.

“Seharusnya yang demo yang disalahkan segera harus dibubarkan supaya tenang situasinya. Kenapa yang dipindah cuma Ahok sendiri? Yang lain kan banyak yang terganggu,” jelas Mudzakir.

Sementara beberapa waktu lalu, Menteri Hukum dan HAM, Yassona Laoly mengatakan, alasan pemindahan Ahok ke Mako Brimob, dikarenakan ada ancaman pembunuhan di Rutan Cipinang. Mudzakir menilai, jika Menkumham berbicara demikian, seharusnya disertakan bukti siapa yang akan mengancam, agar ditindak tegas oleh aparat penegak hukum.

Alasan pemindahan Ahok tidak pernah ada kejelasan dari pernyataan tersebut.

“Engak tahu siapa yang mengancam membunuh, kalau misalnya di dalam penjara mau dibunuh itu kan tanggungjawab LP, masa dalam LP mau dibunuh, masuk keluarnya orang dari mana? Kan itu jadi pertanyaan besar. Kalau mau menyatakan diancam mau dibunuh, siapa yang mengancam harus dicari dong,” katanya.

Jika memang ancaman atau keributan di Rutan Cipinang sudah bisa diatasi, ada baiknya aparat penegak hukum bisa memindahkan Ahok kembali ke Rutan Cipinang.

“Kalau sekarang ancamannya sudah selesai, Ahok sebaiknya dipindahkan kembali ke Cipinang, karena jatahnya memang di Cipinang,” kata Mudzakir.

Recommended For You

About the Author: Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *