BMH Dukung Dapur Umum Relawan dan Korban Gempa Palu – Donggala & Sigi

Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH)  mendukung ketersediaan logistik dapur umum untuk korban dan relawan gempa/tsunami yang melanda sejumlah kawasan di Provinsi Sulawesi Tengah. Dapur umum yang berlokasi di Posko Utama Tim Aksi Sigap Kemanusiaan (TASK) Hidayatullah tersebut kini telah beroperasi sejak Senin, 1 Oktober 2018.

Direktur Operasional Laznas BMH Rama Wijaya mengatakan dapur umum melayani kebutuhan konsumsi ratusan korban dan relawan setiap harinya. Hari pertama dapur umum memenuhi sedikitnya keperluan bahan konsumsi untuk 135 korban pengungsi belum termasuk relawan.

Selain BMH, dapur umum ini juga mendapatkan dukungan dari berbagai pihak mitra lainnya diantaranya lembaga kemanusiaan internasional asal Turki Humanitarian Relief Foundation (IHH), Tim SAR Hidayatullah, Sahabat Al-Aqsha (SA), Islamic Medical Services (IMS), Hilal Merah Indoensia (Hilmi) FPI, Jakarta Islamic School (JIS), dan sebagainya.

“Kita ingin semakin besar melahirkan sinergi dengan masyarakat lewat progran yang kita lakukan baik sekolah maupun program yang lain. Karena Indonesia tidak pernah kekurangan orang baik, karena itu anak yatim ini bukan sebuah masalah melainkan menjadi kesempatan bagi kita untuk memberi yang terbaik,” kata Wijaya di acara Santunan Yatim dan Doa Bersama untuk Negeri digelar Laznas BMH, Grand Depok City (GDC), Kota Depok, Ahad (7/10/2018).

Selain telah membuka dan mendukung ketersediaan logistik dapur umum korban gempa dan relawan, kata Wijaya, BMH bekerjasama dengan SAR Hidayatullah juga melakukan evakuasi korban bencana. Bahkan beberapa titik rumit seperti Desa Pombewe, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, telah ditembus tim relawan gabungan ini.
“Program BMH berkesimbambungan. Pasca evakuasi, yang pasti banyak anak anak yang kehilangan orangtua dan sebaliknya. BMH akan terus di sini melakukan recovery. Apalagi rehabilitasi ini tentu akan memakan waktu lama bahkan bisa jadi lebih dari dua bulan seperti ditetapkan pemerintah,” kata Wijaya seraya menambahkan yang dibutuhkan saat ini adalah bantuan dana, logistik, dan terutama doa.

“Doa sangat dibutuhkan. Agar diberikan kekuatan, ketabahan dan kesabaran. Karena itu  doa bersama anak yatim dan dhuafa untuk keselamatan bangsa hari ini diharapkan bisa menggetarkan arasy’. Semoga Allah Ta’aala ringakan beban para korban dan relawan selalu dalam keikhlasan dan diberi kekuatan,” pungkasnya.

Dalam acara tersebut ditampilkan berbagai penampilan dari anak-anak santri binaan BMH yang berasal dari berbagai pondok pesantren di Depok, Bogor dan Bekasi. Diantaranya penampilan pembacaan sajak oleh santriwati Pondok Tahfidz Al Qur’an Putri Ashaabul Kahfi Bekasi dan dongeng ceria yang mendatangkan pendongeng kondang wanita Kak Pita yang menghibur hadirin.**

Recommended For You

About the Author: Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *