fbpx

BMPS Depok Tolak Komersialisasi PPDB, Idris Siap Basmi Peserta Titipan

DEPOKLIK. Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) akan dibuka dalam waktu dekat. Hampir seluruh orangtua ingin memasukkan anaknya ke sekolah negeri unggulan.

Ragam upaya dilakukan meski sang anak tidak lolos masuk ke sekolah favorit. Kesempatan inipun dimanfaatkan segelitir oknum untuk meraup keuntungan pribadi, menjual “bangku” sekolah negeri.

Ketua Umum Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Depok, Acep Al Azhari berharap agar proses PPDB tahun 2016 dapat sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.

“BMPS mendukung pelaksanaan PPDB yang berpegang pada aturan dan ketentuan berlaku,” ucap Acep kepada Depoklik, Rabu (25/5).

Agar tak lagi kecolongan adanya siswa titipan, perlu ada ketegasan Pemkot Depok dalam pengaturannya. “BMPS berharap pemkot segera keluarkan aturan teknis PPDB, syukur-syukur PERWAL, minimal SK Kadisdik,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut Acep, penentuan Rombongan Belajar (Rombel) di semua jenjang harus diatur sesuai ketentuan dan aturan yang ada. “Agar tidak merugikan sekolah-sekolah di bawah naungan BMPS,” imbuhnya.

Pendiri Ghama d’leader school ini kembali menegaskan agar PPDB bebas dari kegiatan penggelapan dan jual beli kursi yang dilakukan sejumlah oknum nakal, makelar bangku sekolah negeri.

“BPMS menolak segala bentuk manipulasi, komersialisasi dan politisisasi dalam Proses PPDB yang jelas merugikan masyarakat, baik perseorangan maupun lembaga-lembaga pendidikan,” tegasnya.

Sementara itu, Walikota Depok M. Idris saat penandatanganan pakta integritas bersama jajaran Kepala Sekolah di Kota Depok, Rabu (25/5), menekankan agar PPDB tahun ini bebas dari aksi peserta titipan.

“Kegiatan titip menitip saat penerimaan peserta didik baru (PPDB) harus dihilangkan tidak boleh ada di Depok,” katanya didampingi Kadisdik Herry Pansila.

Dari data yang diperoleh Depoklik, PPDB akan dibuka mulai tanggal 1 Juni hingga 27 Juni 2016. Diperkirakan akan ada 7.500 orang siswa SMP dari 26 sekolah serta 2.600 orang siswa SMA dari 13 sekolah dan 4 SMK.

(baf)

Leave a Comment