Bursa Cagub DKI Makin Panas, Ahok Dan Yusril Saling Kejar Elektabilitas

DEPOKLIK. Bedasarkan rilis Lembaga Survei Politik Indonesia, saat ini elektabilitas Ketua Umum Partai Bulan Bintang, Yusril Ihza Mahendra sudah mendekati Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Mendengar kabar itu Ahok menanggapinya dengan santai. “Ya sebentar lagi juga akan melampaui aku kok,” katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (6/6).

Survei dilakukan pada 22-27 Mei 2016 dengan metode multistage random sampling. Survei dilakukan terhadap 440 orang dengan margin of error sebesar 4,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Responden diminta menjawab siapa tokoh yang akan dipilih bila pilkada Jakarta digelar hari ini.

Dari hasil survei didapatkan Ahok memperoleh 23 persen, Yusril 19 persen, Tri Rismaharani 6,9 persen, Sandiaga Uno 6,3 persen, dan Djarot Saiful Hidayat terpaut jauh 3,7 persen.

Berdasarkan hasil simulasi empat nama kandidat DKI 1, elektabilitas Ahok berada di posisi tertinggi: 36,4 persen. Di bawah Ahok adalah Yusril 29,8 persen, Risma 9,5 persen, dan Sandiaga Uno 2,5 persen. Sedangkan, sebanyak 21,8 persen tidak ikut memilih.

Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik dan Kebijakan Strategis, Ahmad Nasuhi, menilai tren tersebut patut dicermati calon petahana. Sebab, kata dia, dengan angka yang beda sekitar lima persen tersebut tidak menutup kemungkinan calon petahana disalip oleh Yusril dalam waktu dekat.

“Kalau benar begitu Yusril sangat bisa kalahkan Ahok. Lima persen itu rentang margin error lho,” kata Nasuhi kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (4/6).

Bersama Relawannya Teman Ahok, mantan Bupati Belitung itu tengah bersiap maju ke Pilgub Jakarta melalui jalur independen bersama Heru Budi Hartono.

Sementara Yusril, sekarang ini belum pasti bisa maju ke pilkada karena belum ada partai yang secara resmi mengusungnya, meski namanya masuk daftar calon terkuat dari Partai Gerindra.

(Suara.com/ard)

Leave a Reply