Cagar Alam Pancoran Mas, Warisan Tertua Peninggalan Belanda

Cagar Alam Pancoran Mas, Depok (warisan alam peninggalan Belanda (istimewa).

Tahukah Anda, di pusat kota Depok, Jawa Barat, tersimpan warisan alam yang masih tersisa keasliannya. Kota yang terkenal dengan penghasil belimbing ini mempunyai hutan raya atau kawasan cagar alam yang telah ditetapkan oleh Menteri Kehutanan No.2/76/KPPS/1999.

Hutan ini menjadi kebanggaan warga Depok. Lokasinya berada di daerah Depok lama, tepatnya di tengah-tengah pemukiman penduduk Pancoran Mas. Konon, banyak yang mengatakan bahwa Cagar Alam Pancoran Mas ini, usianya lebih tua dibandingkan Kebun Raya Bogor.

Menurut sejarah, cagar alam berukuran imut ini sudah ada di Depok sejak abad ke-16, saat Indonesia masih dalam kolonialisasi Belanda. Pada waktu itu, Cornelis Chastelein datang ke Indonesia guna mengembangkan perkebunan dan pertanian.

Waktu itu, dia memilih Depok sebagai lokasi cagar alamnya, yang kini berkembang menjadi Cagar Alam Pancoran Mas, Depok. Nama cagar alam mungil itu pun terus berubah, dari alas tua, menjadi cagar alam dan kini taman hutan raya.

Sayangnya, cagar alam warisan Belanda ini sudah menyusut luasannya. Hutan raya yang dulu luasnya mencakup area 30 hektare, kini hanya tersisa 6 hektar.

Hal tersebut terjadi karena cagar alam itu letaknya berbatasan dengan rumah penduduk yang mengakibatkan terjadinya alih fungsi lahan, dari hutan menjadi pemukiman. Oleh karena itu, pemerintah pun menetapkan kawasan hijau tersebut sebagai cagar alam yang dilindungi.

Tidak hanya karena keanekaragaman hayati yang terkandung di dalamnya saja, tapi juga menjaga fungsi hutan sebagai resapan air.

“Kami akan melakukan pengupayaan penambahan pohon serta pelestarian cagar alam, untuk itu kami meminta semua pihak berpartisipasi menjaga kelestarian hutan yang tersisa ini, karena kita juga yang akan merasakannya di masa depan nanti,†kata Sayuti, pengelola Cagar Alam Pancoran Mas, Depok.

Frd/viva.co.id

Leave a Reply