Cerdas Pilih Properti

Depok, kota penyanggah Jakarta kini telah berkembang pesat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan pendatang di kota ini. Perkembangan Depok, diikuti pula dengan munculnya sektor-sektor properti baru. Jika Anda berminat berinvestasi properti di Depok, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum membelinya.

*  Finansial

Tentukan dan pahami terlebih dahulu kondisi keuangan. Apakah akan membeli dengan cara Tunai, Tunai Bertahap, ataupun Kredit. Sesuaikan pembelian dengan kemampuan keuangan.

*Tujuan

Tentukan tujuan pembelian properti. Apakah akan digunakan untuk tempat tinggal, usaha, atau investasi.

* Lokasi

Setelah menentukan keuangan dan tujuan, selanjutnya harus menentukan lokasi yang sesuai. Pemilihan lokasi  penting untuk disesuaikan dengan tujuan memilih properti tersebut. Bila  memerlukan properti untuk tempat tinggal, perlu dipertimbangkan untuk memilih kondisi lingkungan sekitar yang baik untuk tempat tinggal. Tentunya tenang, bebas polusi, keamanan yang baik, akses menuju lokasi dan fasilitas yang tersedia disekitar tempat tinggal.

Bila untuk tempat usaha, lokasi yang dipilih harus strategis, terutama akses yang mudah untuk konsumen, pilih tempat yang cocok sesuai dengan jenis usaha.

Bila untuk investasi (bisa dalam bentuk rumah/ tempat usaha, apartemen), maka perlu dipertimbangkan lokasi yang stategis dan mudah untuk dijual kembali.

Jangan terpengaruh dengan penawaran harga yang lebih murah dan mendapat ukuran properti yang lebih besar. Coba pertimbangkan kemudahan untuk menjualnya kembali.

*Pengembang

Cari tahu dahulu reputasi pengembang. Bagaimana komitment pengembang dalam berbagai hal, misalnya kesesuaian spesifikasi bangunan yang dijanjikan, jadwal serah terima yang tepat waktu, fasilitas umum yang disediakan dan sebagainya.

*Legalitas

Sebelum memutuskan untuk membeli ada baiknya mencari tahu mengenai legalitas dokumennya. Beberapa hal yang penting dan perlu diperhatikan mengenai status tanah tersebut sebagai berikut:

  • Status dari tanah, apakah Hak Milik (HM) atau Hak Guna Bangunan (HGB). HM akan memiliki nilai lebih dari HGB. Bila diperlukan dapat dicek ke Badan Pertanahan Nasional atau nisa meminta bantuan Kantor Notaris.
  • Ijin Mendirikan Bangunan (IMB),
  • Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB). Pelajari isi PPJB dengan baik, perhatikan sanksi, tanggal serah terima, juga hak dan kewajiban lainnya. Umumnya PPJB ini akan berat sebelah antara Pengembang dengan Konsumen, jadi pintar-pintarlah untuk bernegosiasi.

 

*Pengelolaan.

Coba cari tahu juga bagaimana tempat ini akan dikelola. Umumnya pengembang akan membantu pengelolaan dan untuk apartemen biasanya akan diserahkan kepada Perhimpunan Penghuni. Serta biaya yang harus dikeluarkan untuk pengelolaan tersebut setiap bulannya.

 

Foto: AN

 

Recommended For You

About the Author: fredrick

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *