fbpx

Cherry Nadieva: Nyanyian Cinta Untuk Anak Indonesia

Rambutnya hitam legam panjang terurai, bersenandung dengan lagak ceria khas anak-anak. Sosok Cherry Nadieva Kafia mengingatkan akan penampilan Tasya -penyanyi cilik- beberapa tahun silam. Cherry tak hanya ceria diatas panggung, saat bertemu depoklik di rumah keluarganya, Tugu Indah, Kelapa Dua Depok juga tak sungkan bercerita sambil diselipi tawa dan senyum, Sabtu (17/7).

Wajah gadis berusia tujuh tahun ini mungkin belum akrab, namun Cherry sudah mengantongi berbagai prestasi dan pengalaman sebagai penyanyi cilik pendatang baru. Sebuah album lagu anak-anak bertajuk “Bermain” sudah diselesaikannya dan kini tengah dalam promosi album. Delapan buah lagu ciptaan Ade Ibad, Prihantoro Sudewo, Agus Tari dan Meby Pangaribuan. yang bercerita tentang dunia anak-anak itu sendiri, diselesaikan Cherry dalam kurun waktu satu tahun. Di bawah manajemen Brigade Entertainment, Cherry sering mengisi berbagai panggung hiburan, seperti mal,  Taman mini Indonesia Indah, Taman Rekreasi Ancol dan beberapa acara lomba.  Bahkan dalam liburan bulan Juni-Juli 2010 ini , Cherry mengisi panggung di Festival Jambu Biji di Taman Buah Mekarsari beberapa kali.

Di tengah kesibukannya bernyanyi, Cherry sebagai siswa kelas dua SDIT Nurul Fikri tidak terganggu kegiatan belajarnya. Karena aku selalu mengisi acara saat libur, ujar pasangan dari Ardi Nugraha dan Frivanie Putri ini. Cherry yang mengawali kiprahnya dalam dunia tarik suara melalui Kelompok Super Bintang pimpinan Ully Sigar Rusady di usia empat tahun ini justru hampir tidak pernah merasa bosan dengan dunia ini.  Nyanyi adalah hobiku. Lagian, kalau lagi bosan nyanyi aku biasanya berenang atau pergi main, ucapnya polos.

Sulung dari dua bersaudara ini juga tak berniat untuk mengikuti ajang pencarian bakat yang sedang jadi tren belakangan ini. Aku kan udah punya album, jadi kata mama dan papa,aku harus konsentrasi ke album aku aja,  jawab Cherry sambil tersenyum. Kini, Cherry tak hanya menyanyi, gadis yang pernah bernyanyi di acara United Nation Climate Change Conference Bali tahun 2007 lalu ini juga menjadi model iklan untuk beberapa produk. Walaupun hobi bernyanyi dan memiliki ‘jam terbang’ yang cukup tinggi, Cherry ternyata menyimpan cita-cita lain. Apakah itu? Jadi dokter gigi atau dokter anak, jawabnya cepat. Tak lama kemudian, Cherry langsung menambahkan kalau sekarang ini, ia ingin belajar gitar klasik. Kepada depoklik,

Cherry menunjukkan dengan bangga sebuah gitar klasik yang ia beli sendiri. Lagu Doa untuk Mama dan Papa, Terima Kasih Bapak dan Ibu Guru,  Kimaru si Kuda Poni sempat Cherry nyanyikan khusus untuk depoklik sebelum pertemuan di sore itu usai.  Itu lagu-lagu yang sering aku nyanyiin, ujarnya setelah selesai bernyanyi. Menurut Ade Ibad, pengajar vokal, pencipta lagu, dan penata musik Cherry,  lagu-lagu tersebut diharapkan bisa menambah perbendaharaan anak-anak tentang lagu anak-anak itu sendiri yang saat ini lebih banyak mendengarkan lagu band-band baru. Ya, semoga saja kehadiran Cherry di pentas musik anak Indonesia dapat menghapus kerinduan masyarakat Indonesia akan dunia anak-anak itu sendiri yang seharusnya penuh canda dan tawa.

  • Nama lengkap  :  Cherry Nadieva Kafia
  • Tempat tanggal lahir : 22 April 2003
  • Pendidikan : SDIT Nurul Fikri

 

 

AN

Leave a Comment