Depok Digugat REI

Direktur Enviromental Society (ENSY), Didit Wahyu mengungkapkan bahwa Real Estate Indonesia (REI) Bogor Raya telah melayangkan gugatan ke Mahkamah Agung agar mencabut Peraturan Daerah RTRW Depok No. 1 Tahun 2015. Perda tersebut mengatur soal minimal lahan yang boleh dibangun pengembang perumahan, yaitu 120 m2.

Kabar tersebut diketahui olehnya setelah salah seorang pengurus REI Bogor Raya mengunggah foto tuntutannya itu di media sosial Facebook. Gugatan itu ditujukkan kepada Walikota Depok.

“Saya awalnya hanya menjadi pengamat di media. Baik media cetak maupun elektronik dan sosial, tentang masalah aturan luasan kavling untuk perumahan”, kata Didit.

REI beralasan Perda tersebut tidak mendukung program rumah murah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang digagas oleh pemerintah pusat.

Namun menurut Didit alasan yang dilayangkan REI itu tidak masuk akal dengan membawa MBR.

“REI notabene pengembang perumahan elite, apa mungkin yang mereka gugat itu untuk kepentingan masyarakat berpenghasilan rendah?” ungkapnya, di Margonda, Selasa (15/3/2016).

Dia mengatakan bahwa secara pribadi maupun lembaga akan mendukung penuh aturan pembatasan luasan kavling untuk perumahan. Hal ini didorong oleh aturan perundangan di atasnya yang mengedepankan aspek keberlanjutan dan menjaga keseimbangan lingkungan dalam tata ruang.

(baf)

Recommended For You

About the Author: noer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *