fbpx

Din Syamsuddin: Jika Penista Agama Bebas, Rusak Sudah Kebhinekaan

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin mendukung sepenuhnya aksi simpatik 55 yang rencananya digelar hari ini Jumat (5/5) . Menurutnya Aksi Simpatik 55 adalah ekspresi demokrasi yang dijamin konstitusi.

“Karenanya, tidak ada yang boleh menghalanginya kecuali yg anti-demokrasi dan anti-konstitusi,” ujar Din Syamsuddin, Kamis (4/5).

Aksi Simpatik 55 sejalan dengan kerukunan sejati, karena aksi ini adalah bentuk protes terhadap ujaran kebencian yang mengganggu kerukunan. Tujuan aksi ini untuk mengingatkan Indonesia untuk terus melakukan penegakan hukum dan keadilan.

“Karena jika kasus penista agama bebas, maka saling menghina antara kelompok-kelompok masyarakat akan merajalela dan merusak kebinekaan bangsa,” ungkapnya.

Din berharap agar pelanggar norma dan etika kerukunan dapat diredam melalui penegakan hukum yang berkeadilan dan memperhatikan rasa keadilan masyarakat.

Dia pun berpesan, supaya Aksi 55 dapat berlangsung secara simpatik dan damai.

“Jangan terhasut dan terjebak ke dalam kekerasan dan anarkisme. Dan kepada pemangku amanat, dengar dan terimalah unjuk perasaan dan pikiran rakyat untuk tegaknya hukum dan keadilan,” pesannya.

Leave a Comment