Dinilai Kejam, Keluarga Korban Penembakan Mobil Minta Pelaku Dihukum Berat

Keluarga besar almarhumah Surini (54) warga Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu yang menjadi korban penembakan oleh oknum petugas Polres Kota Lubuklinggau, Sumsel, meminta pelakunya dijatuhi hukuman setimpal. Kaswan (62), suami korban, meminta agar oknum polisi yang melakukan penembakan terhadap istrinya bersama tiga anak kandung dan cucunya pada Selasa (18/4) di wilayah Kota Lubuklinggau dihukum yang berat karena dilakukan dengan kejam.

“Kalau sopir itu pelaku kejahatan mengapa harus menembak ke arah isteri, anak dan cucu saya. Kami ini orang kecil, kami tidak tahu lagi harus berbuat. Kami minta pelakunya dipecat dan dihukum yang berat,” katanya.

Sebelum kejadian, Kaswan bermaksud pergi menghadiri hajatan di Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas. Mereka berangkat dari rumah mereka di Desa Blitar, menumpang mobil BG 1488 ON yang dikendarai Diki (30), namun naas dalam perjalanannya terjadilah musibah itu.

Kapolres Kota Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga menyatakan bahwa dirinya sudah memerintahkan jajarannya untuk mengusut secara tuntas kejadian itu. Dalam kunjungan ke rumah duka Kapolres Hajat Mabrur, di hadapan Wakil Bupati Rejang Lebong, Iqbal Bastari dan Kapolres Rejang Lebong AKBP Napitupulu Yogi Yusuf serta keluarga besar ahli musibah,  juga berjanji akan menanggung biaya pengobatan korban penembakan oleh anak buahnya, termasuk membiayai pengobatan satu korban yang terpaksa di rawat ke RS M Hoesin Palembang.

Informasi sementara dari Polres Kota Lubuklinggau menyebutkan kejadian penembakan di Kota Lubuklinggau ini bermula ketika diadakan razia gabungan Polres Kota Lubuklinggau bersama dengan Polsek Lubuklinggau Timur I, di Jalan Lingkar Selatan tepatnya di depan SMAN 5 Lubuklinggau.

Sekitar pukul 11.30 WIB melintas mobil jenis sedan merek Honda City hitam bernopol BG 1488 ON, kendaraan ini menerobos petugas yang berupaya memberhentikannya sehingga dikejar oleh petugas sampai akhirnya terjadilah tindakan penembakan tersebut.

Enam orang korban yang berada di dalam mobil tersebut, tiga orang berstatus anak dari Surini antara lain Dewi Erlina (40) tertembak bahu kiri atas, kemudian Novianti (30) luka tembak dipundak kanan, Genta (2) yang merupakan cucu Surini, anak dari Novianti dengan luka tembak kepala bagian samping kiri. Satu orang korban, Indra (33) yang di rawat di RS M Hoesin Palembang dalam keadaan kritis karena tertembak dibagian leher depan.

Serta sang sopir Diki (30) yang mengalami luka tembak dibagian perut. Status Diki merupakan anak angkat dari Kaswan dan baru enam bulan menetap di Desa Blitar.

Leave a Reply