Diskusi Pinggiran Usai Seremoni Hari Sampah Nasional

IMG-20160222-WA0011

Diskusi pinggiran di Joglo Nusantara, Minggu (21/02/2016).

Usai seremoni hari sampah nasional yang jatuh kemarin sore, Minggu (21/2/2015), beberapa elemen masyarakat dari Paguyuban Santri Nusantara (Pasannu), Gemapsi, Pramuka, BNPB, BASARNAS & para aktifis lingkungan yang tergabung dalam Forum Komunitas Hijau (FKH) Kota Depok mengadakan diskusi mengenai masalah lingkungan hidup di Kota Depok di Joglo Nusantara, Pengasinan, Depok.

Kurangnya keterlibatan masyarakat dalam mensukseskan program lingkungan di Depok menjadi salah satu masalah yang dibahas dalam diskusi tersebut.

“saya melihat setiap kali ada kegiatan kerja bakti terutama yang diinisiasi oleh pemerintah selalu hanya diikuti oleh para aparatur saja. Masyarakat yang ada hanya sekedar menjadi penonton,” ungkap Adeng, salah seorang relawan hijau FKH Depok.

Walikota Depok, Idris Abdul Shomad, dalam kegiatan Hari Sampah Nasional di Sungai Ciliwung, Depok, Minggu (21/02/2015).

Walikota Depok, Idris Abdul Shomad, bersama masyarakat dalam kegiatan Hari Sampah Nasional di Sungai Ciliwung, Depok, Minggu (21/02/2016).

Minimnya keikutsertaan masyarakat dalam kegiatan kerja bakti menjadi momok tersendiri bagi warga Depok. Jangan sampai program-program pemerintah, terutama yang terkait masalah lingkungan hanya sebatas seremoni.

“Mirisnya lagi saat ada kerja bakti, selalu terlihat seremoni belaka tanpa aksi kongkrit keterlibatan aktif dari masyarakat,” ujar Adeng.

IMG-20160221-WA0071

Suasana kerja bakti di Sungai Ciliwung, Minggu (21/2/2016).

Dalam diskusi itu juga dibahas mengenai rencana kegiatan Bahtsul Masa’il atau kajian terhadap permasalahan masa kini dengan acuan syar’i, diantaranya melalui kitab-kitab klasik yang dipelajari di pondok pesantren.

Menurut Ketua Umum Pasanu, M. Misbah Syam, Bahtsul Masa’il bisa menjadi solusi untuk memecahkan masalah yang nantinya bisa menjadi rujukan dalam pengambilan keputusan demi kemaslahatan umat.

“Ke depan, akan dilakukan sosialisasi terhadap hasil-hasil diskusi ke masyarakat. Harapan ke pemerintah, agar tidak mengedepankan golongan sendiri dan melakukan gerakan bersama tanpa dikotomi terhadap golongan tertentu. Terutama agar kemaslahatan umat di Kota Depok seluruhnya dapat dirasakan”, pungkasnya.

Kerja bakti yang dilakukan santri di Kota Depok, Minggu (21/02/2016).

Kerja bakti yang dilakukan santri di Kota Depok, Minggu (21/02/2016).

 

Dalam diskusi tersebut Misbah juga mengungkapkan ada 17 pondok pesantren di Kota Depok yang ikut melakukan kegiatan kerja bakti massal dan terfokus di Pesantren Al Hidayah, Rangkapan Jaya Baru.

(baf)

Leave a Reply