fbpx

Gara-gara Laundry 78 Ribu Linda Masuk Bui

Rosmalinda alias Linda (35), pemilik sebuah usaha laundry harus merasakan dinginnya tembok penjara selama 4 bulan atas tuduhan perusakan baju konsumen. Namun belakangan terungkap, ternyata baju milik konsumen yang di cuci di usaha laundry-nya tidak diambil selama setahun lebih. Atas dasar itu akhirnya hakim membebaskan Linda dari tuduhan.

Kejadian berawal ketika seorang konsumen bernama Rose, menaruh cucian di tempat laundry Linda dikawasan Jatinegara pada Januari 2012 dengan biaya laundry sebesar Rp 78 ribu. Namun Rose tidak pernah datang kembali untuk mengambil laundry-nya. Karena lama tidak diambil pemiliknya akhirnya Linda menaruh laundry bersih yang berisi dua lusin celana dalam dan dua lusin BH itu di gudang hingga akhirnya kotor dan rusak.

Lebih dari satu tahun kemudian barulah Rose datang untuk mengambil laundry-nya namun sayang sudah dalam kondisi kotor dan rusak. Tidak terima dengan kondisi laundry yang rusak akhirnya Rose mempolisikan Linda. Polisi sebenarnya enggan menahan Linda, namun anehnya jaksa lah yang menahan Linda di Rutan Pondok Bambu. Linda baru dilepas setelah PN Jaktim membebaskan Linda. Putusan tersebut dikuatkan oleh Mahkamah Agung (MA).

Asosiasi Laundry Indonesia (Asli) menyayangkan proses hukum yang dialami Linda.

“Kami menyayangkan terjadinya hukuman kurungan badan yang diberikan kepada Saudari Rosmalinda dalam hal ihwal jual-beli yang berada dalam ranah perdata,” kata Ketum DPP Asli Apik Primadya dalam siaran pers, Senin (17/4/2017).

“Kami menghormati proses dan hasil sidang yang telah inkrah (berkekuatan hukum tetap) hingga tinggal Mahkamah Agung dengan hasil putusan Saudari Rosmalinda diputuskan tidak bersalah,” ucap Apik.

Atas perampasan hak asasi manusia yang dialami Linda selama 4 bulan, Linda berhak mendapatkan ganti rugi. Hal itu sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 92 Tahun 2015.

“Asli siap untuk mendampingi Saudari Rosmalinda jika yang bersangkutan berusaha memperoleh hak rehabilitasi ataupun hak ganti rugi melalui proses persidangan antara Saudari Rosmalinda sebagai penggugat dan negara sebagai tergugat,” ujar Apik.

Leave a Comment