Oknum Guru Menyuruh Murid Jual Diri Untuk Bayar Tunggakan

Kekerasan verbal dilakukan oleh oknum guru berinisial KS terhadap lima siswa berinisial SY, IG, PNMM, KS, dan SA.

Kelimanya merupakan siswi jurusan Tata Kecantikan SMKN 3 Padang Sidempuan.
Kejadian berawal ketika kelima siswi dipanggil oleh pihak sekolah yang diwakili oleh oknum guru KS karena belum membayar iuran Pengelolaan Usaha (PU) sebesar Rp 400 ribu. Oknum guru KS menyarankan para siswi yang menunggak iuran itu menjual dirinya, untuk melunasi iuran PU tersebut.

Retno Listyarti, sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) yang menerima informasi terkait perlakuan kepada siswi SMKN 3 Padang Sidimpuan, Sumatera Utara. Kali ini terkait menguraikan kronologi peristiwa yang terjadi pada Sabtu, 1 April 2017 tersebut. “Saat itu, oknum guru berinisial KS memanggil mereka di salah satu ruangan sekolah. Lalu, KS menanyakan apakah iuran PU mereka sudah lunas atau tidak,” kata Retno, Jumat (14/4).

Spontan, kelimanya menjawab “tidak”. Mendengar pengakuan dari para siswi itu, KS langsung marah. Dengan nada suara yang tinggi KS bertanya, “Kenapa iuran PU belum dibayar?” Mendengar ucapan KS, kelima siswi hanya bisa terdiam sembari mendengarkan ocehan dari oknum guru KS.

Ditengah ocehannya KS sempat mengatakan “Jual saja diri kalian ke JB (nama salah satu tempat hiburan malam di Padangsidimpuan), supaya tunggakan kalian ini bisa lunas,” tutur pengakuan para siswi.

Keluar dari ruangan, sejumlah siswi langsung menangis karena ucapan dari oknum guru yang menyakiti hati dan merendahkan martabat mereka. Awalnya, para siswi itu takut mengungkapkan yang dialami mereka, karena mereka tidak mau bermasalah dengan pihak sekolah.

Lebih lanjut Retno mengapresiasi keberanian kelima siswi tersebut untuk mengungkap perlakuan gurunya. Hal tersebut muncul setelah salah seorang siswi di sekolah itu, Amelya Nasution, nekat bunuh diri dengan cara minum racun rumput karena mendapatkan intimidasi setelah mengunggah dugaan kebocoran soal USBN.

“Sebelum bunuh diri, Amelya diduga juga mendapat intimidasi dari oknum guru KS,” ujar Retno. Ia menyatakan, oknum guru KS ini juga yang juga melakukan kekerasan verbal yang diduga menjadi pemicu bunuh diri Amel.

Leave a Reply