Hati-hati! Mengonsumsi Buah Leci Sebelum Makan Dapat Meracuni Tubuh

Siapa yang tidak kenal buah leci! Terutama Anda yang tinggal di perkotaan tentu tidak asing lagi dengan buah yang manis lagi menghilangkan dahaga ini. Buah leci sangat populer di Indonesia terutama dibulan Ramadhan. Karena buah leci sangat menyegarkan apabila dihidangkan sebagai minuman berbuka puasa.

Buah ini tampak dari luar begitu indah dan juicy. Tetapi hati-hati ternyata buah leci jika dimakan terlalu dini atau sebelum matang, terutama oleh seseorang yang sedang dalam kondisi defisit gizi atau belum makan. Bisa berubah menjadi racun dan terkadang bisa berujung fatal, seperti yang baru-baru ini terjadi di Muzaffarpur di India, yaitu daerah produsen leci terbesar di negara itu.

Setiap tahun, ratusan anak-anak di India dirawat di rumah sakit (RS) karena demam dan kejang akibat mengonsumsi leci. Sebuah laporan terbaru mengungkap pennyebabnya karena racun dari leci mentah. Hal ini di perparah apabila dikombinasikan dengan kondisi gula darah rendah atau belum makan, racun yang dihasilkan menyebabkan hipoglikemia. Racun tersebut berkerja dengan memblokir produksi gula tubuh, hal menjadi sangat berbahaya apabila terjadi dalam kondisi tidur.

“Hal ini bisa menyebabkan ensefalopati perubahan dalam fungsi otak. Tentu saja terjadi racun dalam buah leci yang berhubungan dengan toksisitas yang menyebabkan ensefalopati ini,” kata Dr Padmini Srikantiah yang memimpin penyelidikan di Muzaffarpur dari kantor pencegahan dan pengendalian penyakit India, Jumat (14/4).

Ia menambahkan, hal ini sangat mungkin ketika metabolisme glukosa terganggu, Anda akan mengalami penumpukan  metabolit lain yang bisa memiliki efek racun bagi tubuh. Ketika korban tergolong muda dan mengalami defisit gizi maka dampaknya akan lebih besar.

Tetapi bukan hanya leci satu-satunya buah yang beracun jika dimakan sebelum matang atau belum diolah.

“Gagasan bahwa segala makanan yang alami baik untuk Anda adalah sampah” ujar profesor neurologi dan ilmu kesehatan di Universitas Ilmu Pengetahuan dan Kesehatan Oregon, Peter Spencer.

Kita makan (buah-buahan) dan sayur-sayuran yang berpotensi mengandung hal-hal buruk,” jelasnya.

Leave a Reply