fbpx

Ini Alasan Polri Tahan Nabi Gafatar

DEPOKLIK. Pimpinan Al-Qiyadah Al-Islamiyah, Ahmad Moshaddeq alias Musaddeq alias Abdussalam serta dua pendiri Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), Mahful Muis Tumanurung dan Andri Cahya, resmi ditahan pihak kepolisian.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen (Pol) Boy Rafli Amar, mengungkapkan alasan penahanan tersebut, yaitu penistaan agama dan ingin mendirikan negara baru.

Namun, mantan Kapolda Banten ini menyebut ada hal lain di balik penangkapan tiga orang tokoh Gafatar itu.

“Pertama karena berkaitan dengan persangkaan pidananya, yakni penodaan agama. Lalu agar pemeriksaan berjalan efektif dan ketiga, demi keselamatan mereka,” kata Boy, di Mabes Polri, Jalan Turnojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (26/5).

Lebih lanjut menurutnya, keselamatan ketiga pimpinan Gafatar bisa terancam bila dibiarkan tinggal di lingkungan masyarakat.

“Warga bisa saja berbuat anarkistis lantaran ajaran yang mereka sebarkan bertentangan dengan agama yang ada di Indonesia,” ungkapnya

Saat ini Polri masih melakukan pengembangan kasus itu. Boy mengungkapkan tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru yang akan ditangkap.

“Tiga ini dianggap paling dominan. Ketiganya akan dilihat apakah ada keterlibatan dengan pihak lain. Jika ada, pasti akan ada pemanggilan kepada mereka yang secara fakta hukum kuat dengan kegiatan ini,” ujarnya.

Musadeq sendiri bukan tokoh baru di dunia penistaan agama. Tahun 2007 silam, ia pernah ditangkap lantaran mengaku nabi baru dan menyebarkan ajaran Al-Qiyadah al-Islamiyah, cikal bakal lahirnya Gafatar. Aliran bentukannya itu menggabungkan ajaran Al-Quran, Injil, dan Yahudi serta wahyu yang diakui kepada pemimpinnya.

Akibat perbuatannya itu, setahun kemudian Musadeq divonis empat tahun penjara oleh PN Jaksel. Meski mengaku sudah bertobat, Musadeq kembali menyebarkan ajaran Al-Qiyadah Al-Islamiyah, dengan nama lain yaitu Milah Abraham kemudian berubah menjadi Gafatar.

(baf)

Leave a Comment