fbpx

Ini Jumlah Pelanggar Lalin Selama Operasi Patuh Jaya 2016 Di Depok

DEPOKLIK. Pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2016 yang telah dilaksanakan Polresta Depok selama sembilan hari, dari Senin (16/5) sampai Rabu (25/5), berhasil menjaring 1.719 kendaraan, motor dan mobil yang tidak mematuhi kelengkapan berkendara.

Menurut Kasat Lantas Polresta Depok, Kompol Sutomo, 90 persen pelanggaran didominasi oleh pengendara sepeda motor yang tidak memiliki SIM dan masa berlaku STNK telah kadarluwarsa.

Dalam pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2016, pelanggaran lalin terdiri dari, teguran sebanyak 103, tidak memilki SIM sebanyak 624, tidak memiliki STNK sebanyak 1.095, pelanggaran melawan arus sebanyak 177 dan pelanggaran marka sebanyak 169.

“Ada pengendara yang berupaya memutar arah saat melihat anggota kami sedang melakukan razia,” kata Sutomo, di Mapolresta Depok, Rabu (25/5), dilansir Republika Online.

Pengemudi ‎sepeda motor yang melanggar sebagian besar bertindak tidak kooperatif.

“Ada juga yang berupaya menerabas hadangan anggota yang meminta pengendara menepi, sampai adapula pengguna jalan yang berdebat tidak terima ditilang,” kata Sutomo.

Sutomo menghimbau agar masyarakat yang terkena razia kendaraan bermotor ‎untuk lebih kooperatif dan tidak melawan petugas saat dilakukan pemeriksaan pengguna jalan yang melanggar UU RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Kami mengimbau kepada masyarakat tidak perlu takut bila melewati pemeriksaan anggota kepolisian di jalan raya. Kalau memang tidak melanggar tidak perlu takut, yang pasti selalu bawa surat kendaraan, dan nyalakan la‎mpu, gunakan helm, serta kaca spion lengkap bagi pengguna sepeda motor,” tutupnya.

(Republika Online/baf)

Leave a Comment