fbpx

Ini Yang Harus Dilakukan Bila Indonesia Ingin Blokir Google

DEPOKLIK. Tak hanya Indonesia, di banyak negara terutama Eropa, Google juga dihadapkan pada masalah pajak. Hal ini dikatakan Chairman lembaga riset keamanan cyber Communication and Information System Security Research Center (CISSReC) Pratama Persadha.

“Dengan masalah pajak Google dan juga raksasa lain seperti Facebook, tentu pemerintah sudah tahu apa langkah strategis ke depan,” jelasnya, Senin (26/12/2016).

Melalui iklan dan traffik tinggi, Google banyak meraih untung besar, sehingga ikut mendongkrak nilai perusahaan. Wajar bila pemerintah Italia dan Inggris juga mengupayakan pembayaran pajak yang pantas dari mesin pencari itu.

Dari data yang dikeluarkan Forbes, Google berada di peringkat dua sebagai perusahaan paling bernilai tahun 2016 dengan nilai merek mencapai USD 82,5 miliar dan jumlah pendapatan mencapai USD 68,5 miliar. Untuk pertama masih diduduki oleh perusahaan teknologi bentukan mendiang Steve Jobs, Apple.

Menurut Pratama, salah satu siasat meminimalisir dominasi Google dengan menciptakan mesin pencarian sendiri.

“Ada email, media sosial, layanan video, instant messaging, cloud dan masih banyak lagi,” jelas mantan pejabat Lembaga Sandi Negara ini.

Membangun layanan internet lokal, kata Pratama, tidak serumit membangun industri lainnya. Yang terpenting keberpihakan pemerintah dalam mendukungan regulasi dan modal.

“Indonesia bisa meniru langkah China yang memblokir Google,” paparnya.

Keberanian yang dilakukan China karena sudah menyiapkan layanan serupa seperti Weibo, QQ dan Baidu.

“Indonesia jelas bisa, apalagi dipantik dengan sentimen nasionalisme dan dukungan layanan yang ramah pemakai lokal, saya yakin berhasil,” paparnya.

(JPNN)

Leave a Comment