fbpx

Ismi Kushartanto: UKM Berbasis Agroindustri Sangat Layak di Investasi

INGIN berinvestasi? Jangan tanggung-tanggung, sebaiknya investasi yang di tanamkan tidak sekedar menghasilkan keuntungan cepat, namun bisa mensejahterakan banyak orang. Hal ini disampaikan oleh Ismi Kushartanto, seorang pengusaha asal bogor yang sudah 12 tahun berkecimpung di dunia perbankan syariah.”Pria kelahiran 51 tahun silam ini sempat bercerita panjang lebar kepada depoklik tentang investasi saat ia berkunjung ke markas The Green Coco Island – Depok, sebuah rumah agroindustri kelapa pimpinan Wisnu Gardjito, Sabtu (27/11) sore lalu. Ismi menyampaikan bahwa saat ini usaha berbasis agroindustri sangat layak menjadi pilihan investasi, karena Indonesia unggul di natural resources dan memiliki pasar regional yang luas. “Salah satunya adalah industri kelapa yang dikembangkan Pak Wisnu di Green Coco Island ini,†ungkap Ismi. Saya tidak pesimis untuk berinvestasi disini, lanjutnya, karena penguasaan teknologi yang membuat kelapa jadi puluhan produk siap pakai sudah ada di depan mata.”Menurut mantan direktur BNI Syariah ini, investasi memang kurang baik bila ditanam dalam bisnis agro yang hanya bergerak di wilayah primer (red-bahan mentah), tapi bila diolah menjadi belasan produk siap pakai, nilai tambahnya sangat luar biasa, bisa mencapai ribuan persen. “Menjual produk olahan kelapa seperti minyak, sabun, lotion, obat flu, VCO, produk kuliner, asap cair, dan sebagainya sampai bio-etanol, seperti yang dikembangkan oleh  Improvement Institute dan The Green Coco Island ini jelas jauh lebih baik dibanding jual kelapa dalam bentuk kopra,†tegasnya. Bagi Ismi, industri ini sangat layak di investasikan.”Pada kesempatan bincang-bincang itu, pria yang low profile ini mengatakan bahwa industri agro lebih cocok bila investasinya keroyokan seperti sistem koperasi karena wilayah garapannya sangat luas, dengan begitu  investasi akan terasa ringan. Bila pengembangannya maksimal, pasarnya tidak sekedar rumah tangga atau regional, namun bisa berpenetrasi ke pasar internasional. Selain itu, industri ini dapat mensejahterakan petani, karena petani kita dapat mengolahnya sendiri dan ikut menikmati nilai tambahnya. “Saya merekomendasikan industri UKM ini sebagai pilihan investasi.  Selain pasarnya luas dan menghasilkan keuntungan, kita dapat membangkitkan kejayaan bangsa di sektor agro dan mensejahterakan petani. Jadi selain nilai tambah hingga 8800 persen, mungkin disini ada nilai pahala,†ujar Ismi seraya tersenyum.”Bicara soal kawasan, menurut Ismi produk-produk ini bisa menjadi potensi kota. Ternyata Depok memiliki produk unggulan berbasis kelapa yang bisa menjadi ciri khas. “Walau kelapanya bukan dari sini, tapi ide, pengolahan dan pemasarannya bisa dipusatkan disini,†kata Ismi. Saat ini lokasi pengolahan kelapa menjadi produk siap pakai baru tersebar di beberapa titik lingkungan warga. “Untuk membangun kota, titik-titik pengolahan ini sebaiknya dikembangkan dan ada di setiap Kelurahan. Dengan begitu secara bertahap Depok bisa menuju sustainable city (kota berkelanjutan), dan ini jadi contoh baik bagi kota-kota lainnya,†pungkas Ismi dengan penuh optimis.”Coki Lubis“Foto: AN

Leave a Comment