fbpx

Jusuf Kalla: Ulama Sedang Nahi Munkar Jangan Dibilang Makar

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menjelaskan ada perbedaan yang besar antara nahi munkar dan makar. Saat ini para ulama kita sedang melaksanakan perintah dalam agama berupa nahi munkar, Kalla meminta, hal itu tidak diartikan sebagai makar.

“Beda q sama munkar. Jangan nanti ada ulama sedang bicara nahi munkar, malah dikira makar. Hati-hati,” ucap Kalla saat menghadiri acara malam puncak Milad Masjid Istiqlal ke-39 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (22/2) malam.

Di lain sisi, Kalla meminta para ustadz dan ulama yang berdakwah di masjid-masjid untuk menahan diri ketika membahas topik yang betkaitan dengan politik kekuasaan. “Para ustadz juga jangan berbicara yang menjurus pada makar,” pinta Kalla.

Nahi munkar adalah bagian dari perintah agama islam bagi setiap muslim untuk mencegah kemungkaran. Perintah ini bersanding dengan amar ma’ruf yang berarti perintah untuk mengerjakan perbuatan baik. Sementara makar adalah tindakan memberontak dari pemerintah.

Kalla pun ditanya soal adakah indikasi masjid digunakan untuk perbuatan makar, Kalla menegaskan. “Ah tidak. Tidak ada masjid yang mengarahkan makar itu. Masjid itu hanya amar ma’ruf nahi munkar saja.”jelasnya.

Malam puncak Milad Istiqlal ke-39 merupakan rangkaian acara dalam rangka memperingati hari berdirinya Masjid Istiqlal. Acara digelar dengan sejumlah kegiatan Festival Istiqlal yang berlangsung pada tanggal 10-27 Februari 2017. Berbagai acara tersebut di antaranya pembersihan Istiqlal yang dilakukan 200 Mahasiswa Pencinta Alam dan pameran tentang sejarah Istiqlal yang berlangsung 22-27 Februari.

Dalam pameran ini ditampilkan berbagai dokumentasi dan foto-foto sejarah Istiqlal yang belum dimuat di media apapun. Selain itu, ada juga acara diskusi, presentasi masjid Istiqlal, dan pertunjukan musik, dan pembacaan sajak oleh Sutardji Colzoum Bachri dan Acep Zamzam Noor.

Leave a Comment