fbpx

Kasus Kalbe Science Award, Menciptakan Ilmuwan Cilik Tepat Sasaran

Tidak mudah menumbuhkan minat sains di Indonesia, lberenanya Ilmuwan pun bisa dibilang jarang jarang. Lewat sebuah studi sus kasus yang aplikatif, PT kalbe farma menciptakan ilmuwan cilik yang tepat sasaran dengan kondisi terkini di Indonesia. Penerapan kasus kalbe science award yang telah bermanfaat diantaranya “pendeteksi dini asap kebakaran“, dan “peringatan dini gas habis”. Upaya yang dihelat lewat Kalbe Junior Science Award ini telah didukung oleh Kalbe dan Kemenristek secara konsisten.

Ilmuwan Cilik Kalbe Diberikan Beberapa Kasus Yang Sulit

Upaya diadakannya Kalbe Junior Science Award secara perlahan membangkitkan minat sains anak Indonesia, bahkan banyak kasus yang sulit ternyata dapat diatasi dengan cara sederhana.

Kasus kalbe science award
Peningkatan Kasus Kalbe Science Award secara bertahap diharapkan bisa meningkatkan minat sains dan menciptakan ilmuwan cilik tepat sasaran

Untuk menciptakan ilmuwan cilik yang tepat sasaran, peserta Kalbe junior Science Award diberikan kasus aplikatif. Tantangan kasus yang diberikan, diracik oleh para pakar pendidikan dan penelitian.

Tahapan seleksi para finalis kalbe junior science award ini dimulai dari menseleksi 811 calon ilmuwan cilik yang berasal dari 277 sekolah di 22 propinsi di Indonesia.

Seleksi diberikan untuk anak kelas 4 hingga 6, kategori sains dilombakan berhubungan dengan ilmu pengetahuan alam, teknologi terapan sederhana dan matematika. Dalam kasus kalbe menciptakan ilmuwan cilik ini para dewan juri menetapkan point point penting.

Penilaian dalam menghadapi tantangan di kasus science award, dilihat berdasarkan

  1. Ide yang aplikatif
  2. kreativitas karya sains
  3. Efektivitas dalam memecahkan problem yang dihadapi di lingkungan
  4. Orisinalitas karya sains

Tantangan Kasus Kalbe Untuk Peserta KJSA Selalu Meningkat

Kata Herda Pradsmadji, “PT Kalbe farma berkerja sama secara berkesinambungan dengan Kementrian Ristek dan Dikti untuk pengembangan sains dan terapan yang lebih tinggi. Oleh karena itu setiap ide kasus kalbe science award yang diberikan selalu merujuk pada tingkatan kasus yang semakin sulit”.

Kreativitas siswa-siswi SD telah menghasilkan karya karya yang menarik, misalnya

  • Pembatas Rambu Lantas Automatis
  • Pendeteksi Dini Asap Kebakaran lahan dan Hutan
  • Hand Sanitizer Alami lewat kulit durian
  • Tongkat Tuna netra

Setiap karya sains sederhana yang telah dibuat kemudian dipasarkan dengan terleih dahulu di uji coba atau diterapkan pada lingkungan sehari hari. Seperti misalnya “Pendeteksi Dini Asap Kebakaran lahan dan Hutan” karya Saffana yang telah berkontribusi dan bekerja sama dengan ilmu terapannya menghadapi kasus kabut asap.

Hal serupa terjadi untuk hasil karya sains lainnya seperti “Pembatas Rambu Lantas Automatis”, dan “Tongkat Tuna Netra” yang sudah mulai diterapkan.

Optimisme Para Pakar di Kalbe Science Award

Dengan acara Kalbe Junior Science Award yang berlangsung secara konsisten, para pakar seperti Prof. ir. Nizam (kepala pusat penelitian pendidikan, dan kebudayaan RI) juga Dr. Tjut Rifameutia Umar Ali dari Pakar psikologi universitas Indonesia menyatakan optimis bahwa “Ilmuwan cilik yang tepat sasaran dapat diciptakan lewat ajang KJSA ini, dengan hasil yang luar biasa

Anggota dewan juri yang membidani kasus kalbe science award pun optimis “Dalam iklim informasi yang terbuka sekarang, anak anak dengan mudah mencari informasi dan referensi mengenai sains, namun uniknya ide dan orisinalitas mereka tetap dapat dipertahankan

LT Handoko dari LIPI sebagai ketua juri KJSA 2015, menyatakan “peran guru dan pendamping menjadi faktor penting, sebagai fasilitator dalam pembuatan karya sains para ilmuwan cilik ini”.

Upaya PT. Kalbe farma menciptakan Ilmuwan Cilik Tepat Sasaran diharapkan tidak sia sia, peningkatan level setiap kasus di Kalbe Science Award diharapkan terus tinggi, hingga nantinya terbentuk lewat ajang kompetisi yang berbeda yaitu Ristek Kalbe Scientist Award (RKSA) sambung Herda Pradsmadji

Leave a Comment