fbpx

Kasus Pasien Meninggal Akibat Obat Bius Kalbe, RS Siloam Mendapat Teguran

Terkait Kasus meninggalnya dua orang pasien Rumah Sakit Siloam, Tangerang, pada pertengahan Februari akibat pemberian obat bius Buvanest Spinal buatan Kalbe Farma, Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek menyatakan pihak Rumah Sakit (RS) Siloam juga mendapat sanksi atas kasus tersebut.

Nila memastikan, jajaran direksi RS Siloam telah mendapat teguran dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) atas keterlambatan laporan oleh RS Siloam, Nila juga meminta Dinas Kesehatan untuk lebih aktif kepada pihak rumah sakit. “Kami mendorong Dinas Kesehatan untuk lebih aktif dalam membina rumah sakit,”Kata Nila di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin (23/3).

Lebih lajut, Nila menjelaskan, melalui investigasi yang dilakukan oleh kementerian bersama tiga pihak lain seperti BPOM serta pakar dan organisasi seperti perhimpunan dokter anestesi, telah diedarkan surat pemberitahuan ke seluruh rumah sakit.

Diketahui oleh para pakar kedokteran anestesi, efek samping dari Buvanest Spinal dapat dirasakan apabila dosis buvanest yang diberikan berlebih, tersuntik (tidak sengaja) pada pembuluh darah pasien, atau metabolisme pasien berjalan lambat.  Namun efek samping yang biasanya sering ditemukan berhubungan dengan bagian dari sistem saraf pusat dan jantung dan pembuluh darah.

Reaksi jantung dan pembuluh darah, reaksi pada bagian ini biasa disebabkan dosis buvanest yang terlalu tinggi ataupun tersuntik (tidak sengaja) pada pembuluh darah. Gejala yang muncul adalah depresi pada otot jantung, penurunan curah jantung, hipotensi, gangguan irama jantung bahkan berhentinya detak jantung.

“Kami melakukan berbagai upaya klarifikasi kasus akibat penggunaan Buvanest 0,5 persen. Kami sudah membuat edaran ke semua rumah sakit agar lapor ke Kementerian Kesehatan apabila terjadi kejadian serupa,” ujar Nila.

Melalui investigasi berupa wawancara yang melibatkan dokter dan tenaga medis, serta pemeriksaan dokumen, ditemukan bahwa tidak ada penyimpangan Standard Operation Procedure yang dilakukan pihak RS Siloam.”Ditemukan sampel obat itu di pasaran dan sudah diamankan dengan disaksikan Polda Metro Jaya. Penyebab kematian pasien diketahui karena diberikan Buvanest,” katanya.

Kasus Anastesi Kalbe Farma, Seperti apa kronologisnya?

Leave a Comment