fbpx

Warung Depok, Usaha Online yang Menjanjikan

Bagi Rani Trianggarini, mengikuti kemajuan teknologi dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Di bawah bendera usahanya www.warungdepok.com, warga Permata Depok, Citayem, Jawa Barat ini telah memulai usaha online shopping sejak tiga tahun yang lalu.”Awalnya, Rani menjual berbagai mainan anak-anak dan pakaian, hingga akhirnya Rani memutuskan untuk menjual berbagai jenis produk makanan pada satu setengah tahun belakang ini. Hal ini dikarenakan lebih banyak permintaan akan produk makanan.”Produk makanannya bukan sekedar kebutuhan sehari-hari. Situs warungdepok.com menampilkan berbagai makanan sehat, seperti seperti kaldu non-msg, bubur bayi organik, mie organik, kerupuk organik dan yang paling banyak dipesan adalah abon cabe.”â€Sebulan saya dapat memesan produk abon cabe sebanyak 45 kilo abon atau 450 abon cabe ke produsennya di Jakarta,†terangnya. Dirinya memilih produk abon cabe tersebut, karena abon cabe masih jarang tersedia di Depok. Dalam sebulan, Rani mengaku dapat meraih omzet sekitar dua juta rupiah per hari. Bahkan sekitar tiga bulan yang lalu, dirinya mengaku dapat menembus angka tujuh juta rupiah dalam sehari. Pendapatan tersebut ia dapatkan dari penjualan abon cabe, dengan harga berkisar Rp 30.000 sampai Rp 35.000 per botol.”Omzet yang menggiurkan tersebut tak Rani dapatkan secara serta merta. Awalnya, Rani yang bekerja di sebuah hotel berbintang di Jakarta hanya ingin bekerja di rumah agar lebih fokus dengan keluarga. Dengan gigih, Rani mengelola online shopping dengan pemasaran melalui jejaring sosial, seperti twitter.”Selain itu, sebagai pelaku usaha, Rani menjalankan usahanya dengan strategi ‘menjemput bola’. Dirinya mengambil langsung barang dagangannya tersebut dari produsen di Jakarta ataupun di luar daerah yaitu di Yogyakarta. Rani menambahkan, bagi seseorang yang ingin berkecimpung di usaha online, tak perlu ragu jika belum memiliki modal. Pasalnya, banyak usaha sejenis yang menawarkan kerja sama dengan sistem dropsipping. Sistem dropsipping adalah sistem kerja sama antar distributor barang dengan supplier. Konsumen yang memesan barang dari supplier akan dikirimkan langsung dari distributor besarnya. Jadi, supplier tak perlu menyetok barang yang dijual di online shop-nya.”Pelan tapi pasti, Rani yang dulu menggunakan rumahnya sebagai kantor dan  gudang barang dagangan kini telah berkembang. Ia telah memiliki kantor “Warung Depok†dan memiliki pegawai dan dua kurir yang mengelola jasa layan antar produknya kepada konsumen di Depok, Jakarta, dan sekitarnya.  Tertarik mencoba?”Retno YuliantirnFoto     : Eno” 

Kaya Selagi Muda? Kenapa Tidak

Beberapa survei sudah membuktikan dari sepuluh usaha yang didirikan, hanya tiga usaha yang masih bertahan di tahun pertama dan hanya satu usaha yang bisa bertahan sampai tahun kelima. Lalu, bagaimana agar usaha yang kita dapat betahan dan berkembang sesuai keinginan? Coba tips berikut;” rn

    rn

  • Kenali bisnis yang dijalankan. Tentukan visi misi usaha. Kenali risiko-risiko yang mungkin Anda akan alami. Siapkan strategi- strategi usaha yang akan dilakukan dalam jangka waktu tertentu. Siapkan tim yang solid dan mendukung apa yang sudah anda persiapkan.
  • rn

rn rn

    rn

  • Saat memulai usaha, jangan terlalu terburu-buru untuk memikirkan untung yang besar atau suatu sistem yang rumit, yang paling penting yaitu usaha dapat jalan dahulu, tumbuh dan memiliki perkembangan positif.
  • rn

rn

    rn

  • Sering kali seseorang yang baru memulai usaha terlalu disibukkan dengan hal hal yang administratif, seperti logo, interior, lokasi, dan siapa direksinya. Yang terpenting adalah  usaha tetap berjalan dan menghasilkan pendapatan. Jangan sampai energi kita habis utuk mengurusi hal-hal administratif tersebut.
  • rn

rn

    rn

  • Open Minded dan peka terhadap perubahan pasar. Para pengusaha pemula seringnya terlalu kaku dalam menjalankan bisnisnya. Padahal, berbisnis adalah aktivitas yang dinamis dan progresif. Ibaratnya sebuah kompetisi, siapa cepat dia dapat. Semakin cepat kita menyikapi peluang, semakin besar potensi usaha kita dapat bertahan.
  • rn

rn

    rn

  • Jangan banyak mengeluh, jangan mengkambing hitamkan sesuatu jika ekspektasi yang Anda harapkan tidak sesuai dengan tujuan. Intropeksi dan perbaikilah apa yang menurut anda tidak sesuai dengan yang anda harapkan.
  • rn

rn

    rn

  • Carilah mentor. Pengalaman adalah guru yang paling berhaga. Belajar dari figure yang telah berhasil adalah cara yang terbaik terhindar dari kegagalan. Resaplah ilmu dan pengalaman dari mentor tersebut. Terapkan dalam bisnis anda.
  • rn

rn

    rn

  • Perkuat networking. Semakin banyak teman semakin bagus buat bisnis Anda, karena jaringan tersebut suatu saat akan bermanfaat bagi bisnis Anda.
  • rn

rn

    rn

  • Tingkatkan kemampuan negosiasi dan marketing. Tidak bisa di pungkiri yaitu seorang pengusaha yang suskses yaitu seorang negosiator yang handal dan ulung. Kuncinya yaitu bagaimana menjual. Terapkan prinsip out of the box marketing dalam menjual produk anda.
  • rn

rn

    rn

  • Terapkan nilai-nilai kehidupan dalam bisnis anda. Berbisnis tidak hanya untuk mengejar uang. Berbisnis adalah tempat mencurahkan ide dan kreatifitas.
  • rn

rnMenjadi entrepreneur adalah salah satu pilihan logis dalam mewujudkan apa yang menjadi keinginan kita. Ayo semangat, kerja keras, tanggung jawab dan professional.”Kaya selagi muda, kenapa tidak?” “Sumber: The Marketeers

Tanaman Hias, Peluang Menjanjikan Agrobisnis

Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Depok menyatakan tanaman hias merupakan salah satu proses pemberdayaan dan pemahaman berkelanjutan bagi masyarakat untuk menuju pada tahap kesejahteraan. “Tanaman hias merupakan agrobisnis yang berpotensi,” ujar Widyati Riyandani, Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Depok. “Menurut Widyati saat ditemui depoklik di Pameran Tanaman Hias Depok Town Square (Detos), Rabu (4/5) lalu, salah satu cara memberdayakan tanaman hias adalah melalui pameran. Sebab, dapat memberdayakan kelembagaan kelompok tani untuk mewujudkan petani sejahtera dengan mengenalkan komoditi tanaman hias pada warga Depok. Berbagai tanaman hias pun turut menghiasi Detos hari Rabu lalu, seperti, jenis landscape, yakni tanaman hias yang biasa berada pada taman yaitu  soka, tapak dara, pucuk merah. Selain itu, jenis tanaman buah juga ikut dipamerkan dalam kegiatan ini.”Ia menyatakan bahwa pihaknya akan terus berupaya mendorong para petani agar mampu meningkatkan hasil usahanya. “Langkah yang kita terapkan saat ini adalah melakukan pembinaan kepada para petani, dan itu bukan hanya petani belimbing saja. Petani tanaman hias pun juga ikut merasakan pembinaan yang kami lakukan, seperti yang dialami oleh sejumlah petani tanaman hias yang berada di lingkungan Bojong Sari, Depok,†tuturnya.”Salah satu faktor yang mendukung bahwa tanaman hias adalah peluang yang menjanjikan adalah faktor tempat. Depok bukanlah sekedar kota urban, namun berpeluang besar menjadi sentra usaha pembudidayaan tanaman hias. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya lahan yang dapat dimanfaatkan untuk usaha tanaman hias, termasuk pekarangan rumah. Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Depok terus membuka dan meningkatkan peluang pasar untuk komoditi tanaman hias dengan berbagai cara, yaitu dengan melakukan pelatihan, mengadakan pameran di luar Depok, dan memfasilitasi permodalan bagi para petani. “Permodalan tergantung dari skala usaha yang petani miliki. Lahan dan komoditi berbeda juga. Misalnya, anthurium berbeda karena bisa berkisar 1,5 juta rupiah. Investasinya besar, tingkat perawatannya rumit, dan daun tidak boleh berlubang atau cacat, untuk memiliki nilai lebih,” tutur Widyati.”Retno YuliantiFoto: Eno

5000 UMKM di Depok Akan Diberikan Pinjaman Tanpa Bunga

Guna meningkatkan Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) di Depok, Nurmahmudi Ismail, Wali Kota Depok, berjanji akan memberikan pinjaman lunak tanpa bunga dan jaminan kepada 5000 UMKM. Hal ini dinyatakan Nurmahmudi pada upacara peringatan hari ulang tahun Kota Depok ke-12, Rabu (27/4) kemarin di lapangan Balai Kota Depok.”UMKM cukup mengajukan pinjaman ke Pemkot, bila hasil survey menunjukkan UMKM terkait berpotensi untuk berkembang, maka sang pengusaha berhak mendapat pinjaman 5 Juta dari dana yang memang sudah disiapkan, tanpa bunga dan jaminan.”Di sisi lain, Iwan Agustian, penasihat komunitas pengusaha ‘Tangan Di Atas’ (TDA) Depok, mengatakan sebaiknya sebelum program ini dimulai, Pemkot harus memperjelas kriteria UMKM di Depok, diantaranya adalah permasalahan batas administratif. Dia mencontohkan, apakah yang disebut pelaku usaha UMKM harus memiliki KTP Depok atau hanya cukup memiliki tempat usaha di Depok. “Ini yang menjadi permasalahannya, apakah pelaku UMKM itu pemilik KTP Depok atau hanya tempat usahanya saja,†papar Iwan kepada depoklik.”“Pemerintah perlu membangun suatu tempat yang strategis untuk menampung para pelaku usaha kecil menengah tersebut,†ungkap Iwan. Menurutnya, tempat yang saat ini sudah ada seperti di Ramanda ataupun di ITC Depok, bagi para pelaku UKM belum tepat sasarannya. “Lebih efektif jika tempat yang disediakan pemerintah untuk para pelaku UKM Depok berada di pusat perbelanjaan yang ada di jalan Margonda, seperti Depok Town Square ataupun Margonda City,†ujarnya.”Retno YuliantiFoto: Noe

New Hunteria: Bisnis Sepatu Kulit Sapi Khas Depok

\r\n\r\nBila Anda mencari sepatu berkualitas baik dengan harga terjangkau, plus Anda dapat melihat langsung proses pembuatannya cobalah berkunjung ke home industri New Hunteria yang berlokasi di Jalan Siliwangi nomor 7, Depok. Usaha produksi sepatu yang dirintis Muhammad Ahda bersama orang tuanya sejak 1987 ini memiliki ciri khas tersendiri, yaitu penggunaan kulit sapi asli sebagai bahan pembuatan sepatu.\r\n\r\n \r\n\r\nHak Paten Kulit Sapi.\r\n\r\nâ€Dulu bapak saya ahli membuat sepatu dan membuat usaha ini, kini saya meneruskan keahlian dan usaha tersebut,†tutur Muhammad Ahda saat ditemui depoklik. Jam terbang yang tinggi  tersebut tentu telah diuji kualitasnya. Bila masih ragu Anda dapat melihat langsung proses pembuatannya. Sebab, pabriknya berada persis di belakang  toko New Hunteria. Desain sepatu pun dibuat sendiri dengan mengikuti tren. Sepatu yang dijual pun dibuat dari bahan kulit sapi berkualitas baik, yaitu yang lembut agar mudah dibentuk atau dipola dalam proses pengerjaannya.\r\n\r\nProduk sepatu dari bahan kulit sapi asli di Kota Depok bahkan telah dipatenkan. Hal ini bermula dari keikusertaan Ahda mengikuti acara Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Depok yang kemudian disarankan untuk membuat hak paten. Hak paten ini yang membuatnya mengubah nama Hunteria menjadi New Hunteria. Alasannya sederhana, nama Hunteria telah digunakan dalam daftar hak paten nasional. Nama New Hunteria sendiri merupakan gabungan dari beberapa nama. “Kalau New itu diambil dari nama istri Neldawati, Hu diambil dari nama orangtua Husni, kalau Te itu artinya Telmisi adalah ibu, huruf R artinya Ridwan adalah anak dan A itu diambil dari nama saya Ahda. Maka jadilah New Hunteria,†jelasnya.\r\n\r\nJam terbang tinggi dan bermodal hak paten, tentu bukan berarti usahanya mulus bak jalan tol. Masalah pemasaran masih menjadi kendala yang cukup berarti. Ahda mengakui untuk saat ini sepatu produksinya belum bisa merambah ke pusat perbelanjaan. Menurut Ahda, karena target yang diminta pihak pengelola pusat perbelanjaan dengan harga yang dibayarkan ke produsen sepatu tidak sesuai. Hal itu tentu  bisa mempengaruhi kualitas dari sepatu. “Misalnya, saya diminta memenuhi target dalam waktu satu bulan menghasilkan 1000 pasang sepatu untuk dijual di mal tetapi pembayarannya dari pihak mal dua bulan setelah pengiriman. Sementara, target 1000 pasang sepatu berarti memproduksi 2000 sepatu. Sedangkan harga sepatu per pasang 100 ribu rupiah yang saya tawarkan, kalau sudah begini berapa modal awal yang harus dikeluarkan?.Sementara harga sepatu dijual di mal ditekan, kan kita tidak bisa memberikan kualitas sepatu yang bagus dengan harga diatas 300 ribu. Padahal, kalau saya menjual di toko hanya sekitar 250 ribu ribu dan kualitasnya dijamin bagus,†Ahda menjelaskan dengan bersemangat.\r\n\r\n \r\n\r\nLangganannya Para Guru\r\n\r\nUntuk produksi sendiri, New Hunteria termasuk dalam kategori produktif. Dalam sebulan New Hunteria dapat memproduksi 200 hingga 300 pasang sepatu. Untuk harganya, sepatu perempuan berkisar Rp 100.000 hingga Rp 200.000. Sedangkan, sepatu pria berkisar Rp 150.000 hingga Rp 350.000. “Konsumen yang datang biasanya membeli dalam jumlah yang tak tentu. Bisa sepasang, bisa juga memesan atau membeli sepatu dalam jumlah yang banyak. Kebanyakan, perusahaan  memesan dalam jumlah banyak,†jelas pemilik usaha yang sudah memiliki banyak pelanggan tetap ini. Sampai sekarang pelanggan terbanyak memang datang dari kalangan pendidik di sekolah. Bukan tanpa alasan para guru memilih New Hunteria. Menurut pengakuan Ahda, para guru tersebut menyukai kualitas bahannya dan daya tahan sepatu yang cukup lama.\r\n\r\nSedangkan, omset dari bisnis ini terus naik setiap tahunnya. “Sejak  tahun 1987 kenaikannya berkisar sepuluh persen tiap tahun. Tetapi, tahun paling stabil adalah  2002 hingga sekarang,†kata Ahda, yang enggan menyebutkan nominal kenaikan omsetnya.\r\n\r\nToko New Hunteria yang memiliki sekitar tujuh pegawai ini masih memiliki beberapa rencana. Salah satunya, mempromosikan sepatu buatannya ke sekolah-sekolah di Depok. Penasaran dengan sepatu dari kulit sapi asli? Mampirlah ke salah satu toko New Hunteria di kawasan kita ini.\r\n\r\n \r\n\r\nYaitu, Jalan Siliwangi nomor 7 Depok yang berdiri pada 2001, kemudian di Jalan Arif Rachman Hakim nomor 2 Depok, ini adalah tempat usaha pertama kali pada 1987, selain itu berada di Jalan tole Iskandar nomor 55 Depok yang berdiri usahanya pada 1991.\r\n\r\n \r\n\r\nNew Hunteria\r\n

      \r\n

    • Jl. Siliwangi No.7

\r\n

  • Jl. Arif Rachman Hakim No. 2

 

\r\n

  • Jl. Tole Iskandar No. 55

 

\r\n

\r\n \r\n\r\nRetno Yulianti\r\n\r\nFoto: Noe

Ingin Sukses Berwirausaha?

Kata orang bijak, tidak ada saat yang tepat untuk memulai sesuatu selain sekarang juga. Janganlah menunda rencana Anda untuk membuka suatu usaha hanya karena kondisi perekonomian lagi lesu. Dibalik setiap ketidakpastian kalau Anda jeli – pasti ada peluang dalam menganalisa situasi.”Nah, bila Anda berniat untuk membuka usaha, simak kiat – kiat yang bisa Anda praktekan berikut ini :” “InformasiYa, hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan mencoba mencari informasi tentang bidang usaha yang akan anda tekuni. Caranya? Anda bisa membaca buku-buku mengenai usaha, seperti cara berternak ayam, dan lain-lain. Artikel di media massa, juga bisa menjadi rujukan. Seminar tentang wirausaha bisa anda sambangi. Selain itu, internet juga bisa menjadi pintu Anda menjelajah untuk mendapatkan informasi dari seluruh dunia. Terakhir, observasi atau wawancara dengan pelaku usaha yang anda kenal. Mereka bisa memberi masukan berharga tentang seluk beluk dunia usaha yang ingin anda geluti.” “Teknis“Dalam membuka suatu usaha, terus terang anda tidak bisa hanya memikirkan segi permodalan atau pemasaran saja. Semua hal yang menyangkut urusan teknis juga harus dipikirkan secara matang. Apa saja sih yang dimaksud dengan hal-hal teknis ini? Macam-macam. Misalnya soal perizinan atau soal urusan tetek bengek hukum yang lainnya. Suatu usaha juga perlu pengelolaan keuangan. Jadi mau tidak mau Anda tetap membutuhkan pembukuan yang teratur, serta melakukan pemisahan antara keuangan pribadi dengan keuangan usaha. Begitu juga pengelolaan SDM atau karyawan. Anda harus bisa menghitung berapa banyak karyawan yang anda butuhkan, hak dan karyawan sesuai UU ketenagakerjaan.” “Permodalan“Tidak semua orang punya tabungan yang cukup untuk membuka usaha. Jadi tak perlu kecil hati. Yang penting Anda sudah mantap. Soal modal, banyak alternatif yang bisa anda tempuh. Anda juga bisa meminjam atau bekerja sama dengan pihak lain. Meminjam bisa dilakukan pada perorangan atau lembaga. Carilah bunga pinjaman yang tidak memberatkan dan masih bisa dibayar dengan laba dari usaha anda nantinya.”Foto: Kristia – sxc

Pelaku UMKM Depok 90 % Kategori Bertahan

Direktur Utama UKM Center FE UI,  Dr. Ir. Nining I. Soesilo, MA menilai pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Depok 90 persen masuk kategori survival (bertahan). Sisanya adalah pelaku UMKM yang memiliki jiwa usahawan untuk berkembang sebanyak lima persen. Dirinya menuturkan, dengan kondisi ini sebenarnya Depok lebih baik dibanding dengan kota lainnya. Pasalnya, secara iklim budaya sudah terbentuk sistem perkotaan. “Pelaku UMKM di Depok itu kebanyakan masuk dalam kategori bertahan antara hidup dan mati. Untuk itu, banyak hal yang harus dibenahi. “Apalagi, jika ada kucuran dana yang bersifat hibah, itu justru bahaya bagi perkembangan UMKM tersebut. Karena dapat menciptakan perilaku ketergantungan para pelaku industri kecil tersebut,†ujar Nining seusai acara dialog ‘Membangun Dunia Usaha Lokal Dalam Perspektif Politik, Ekonomi, dan Media’ di Gedung DPD Golkar, Jl. Boulevard, Kota Kembang, Depok, Kamis (24/3) lalu.”Hal senada diutarakan Pemimpin Cabang Bank Jabar Kota Depok Wawan Indrawan yang mengaku peminjam kredit adalah “wajah lamaâ€. Menurutya, pelaku UMKM yang benar-benar memiliki jiwa usahawan di Depok jumlahnya masih stagnan. Padahal, imbuhnya, banyak hal yang bisa digali dan dikembangkan.”Wawan menuturkan, pihaknya berkomitmen dalam mengembangkan UMKM dengan mengucurkan anggaran sebesar Rp 50 milyar. Adapun total kredit di tahun 2011 sebesar Rp 400 Milyar dan sudah di salurkan sebanyak Rp 102 Milyar. Menurutnya, sektor perdagangan masih cukup menarik terutama sembako. Hanya saja, sambungnya, faktor pemasaran yang belum tergarap dengan baik menjadi kendala pengembangan UMKM. “Kalau mau, warga Depok bisa menjadi pasar dari produk UMKM Depok. Itu bisa menjadi peluang besar,†jelasnya.” “Retno Yulianti“Foto: Noe

Berburu Bisnis yang Tepat

IDEusaha bisa ditemukan dimana saja. DI seputar rumah Anda, di sekeliling kantor, atau saat Anda berjalan-jalan atau pergi berlibur ke luar kota. Tip berikut ini juga akan membantu Anda menemukan ide bisnis yang pas.\r\n

      \r\n

    • Temukan produk atau jasa baru sesuai keterampilan atau bidang keahlian Anda

\r\n

  • Bila mendapatkan produk atau jasa yang populer di tempat yang Anda kunjungi namun belum dikenal di tempat Anda, mungkin saja ini bisa dibawa pulang dan dipopulerkan

 

\r\n

  • Pilih produk atau jasa yang Anda juga suka menggunakannya sendiri. Keyakinan Anda terhadap produk atau jasa itu akan membuat rekomendasi Anda terhadap orang lain menjadi lebih meyakinkan.

 

\r\n

\r\nFoto: Kristia – sxc

Mall Rongsok: Mendulang Untung Dari Rongsokan

SIAPA sangka dengan modal sekitar 100 ribu rupiah, Nur Cholid Agi kini mendulang untung hingga seratus juta setiap bulannya. Yang menarik juga, usahanya tersebut adalah jual beli barang bekas. “Semuanya bermula dari hobi saya mengumpulkan barang rongsokan,†cerita Nur Cholid. Hobi mengumpulkan barang-barang bekas pun ia tekuni sehingga semakin banyak dan membuat pria ini membangun sebuah tempat penjualan barang-barang bekas yang ia beri nama Mall Rongsok. \r\n\r\n Ayah dari empat anak ini sudah membangun usahanya sejak enam tahun yang lalu. Pusat barang bekas ini memang ditujukan untuk memudahkan orang mencari kebutuhan sehari-hari dengan harga miring. “Pengunjungnya tak dari sekitar Depok saja, tapi juga kota-kota besar lain, seperti Yogyakarta, Surabaya, bahkan Malang,†jelas Nur Cholid.\r\n\r\nMeski bangunan Mall Rongsok tak terlalu besar, namun Anda bisa mendapatkan barang dengan kualitas cukup baik dengan harga yang sangat menarik. Berbagai macam furniture seperti meja, kursi maupun kipas angin, hingga peralatan kantor bisa ditemui di sini. Jangan heran bila Anda menemui pembeli yang membawa pulang kendaraan bermotor dengan kisaran harga mulai dari Rp 800.000. Sementara itu satu set komputer pentium III dapat diperoleh dengan harga sekitar Rp 250.000 saja. Buku-buku bekas, sepatu, lampu, helm, raket hingga peralatan masak juga bisa ditemukan di sini dengan harga miring, tentunya. Tergoda datang?\r\n\r\nMall Rongsok\r\n

      \r\n

    • Jl. Bungur Raya No. 1 Kukusan – Beji, Depok

\r\n

  • Jam Buka: 08.00 – 18.00

 

\r\n

\r\nTika Sylvia Utami

Ismi Kushartanto: UKM Berbasis Agroindustri Sangat Layak di Investasi

INGIN berinvestasi? Jangan tanggung-tanggung, sebaiknya investasi yang di tanamkan tidak sekedar menghasilkan keuntungan cepat, namun bisa mensejahterakan banyak orang. Hal ini disampaikan oleh Ismi Kushartanto, seorang pengusaha asal bogor yang sudah 12 tahun berkecimpung di dunia perbankan syariah.”Pria kelahiran 51 tahun silam ini sempat bercerita panjang lebar kepada depoklik tentang investasi saat ia berkunjung ke markas The Green Coco Island – Depok, sebuah rumah agroindustri kelapa pimpinan Wisnu Gardjito, Sabtu (27/11) sore lalu. Ismi menyampaikan bahwa saat ini usaha berbasis agroindustri sangat layak menjadi pilihan investasi, karena Indonesia unggul di natural resources dan memiliki pasar regional yang luas. “Salah satunya adalah industri kelapa yang dikembangkan Pak Wisnu di Green Coco Island ini,†ungkap Ismi. Saya tidak pesimis untuk berinvestasi disini, lanjutnya, karena penguasaan teknologi yang membuat kelapa jadi puluhan produk siap pakai sudah ada di depan mata.”Menurut mantan direktur BNI Syariah ini, investasi memang kurang baik bila ditanam dalam bisnis agro yang hanya bergerak di wilayah primer (red-bahan mentah), tapi bila diolah menjadi belasan produk siap pakai, nilai tambahnya sangat luar biasa, bisa mencapai ribuan persen. “Menjual produk olahan kelapa seperti minyak, sabun, lotion, obat flu, VCO, produk kuliner, asap cair, dan sebagainya sampai bio-etanol, seperti yang dikembangkan oleh  Improvement Institute dan The Green Coco Island ini jelas jauh lebih baik dibanding jual kelapa dalam bentuk kopra,†tegasnya. Bagi Ismi, industri ini sangat layak di investasikan.”Pada kesempatan bincang-bincang itu, pria yang low profile ini mengatakan bahwa industri agro lebih cocok bila investasinya keroyokan seperti sistem koperasi karena wilayah garapannya sangat luas, dengan begitu  investasi akan terasa ringan. Bila pengembangannya maksimal, pasarnya tidak sekedar rumah tangga atau regional, namun bisa berpenetrasi ke pasar internasional. Selain itu, industri ini dapat mensejahterakan petani, karena petani kita dapat mengolahnya sendiri dan ikut menikmati nilai tambahnya. “Saya merekomendasikan industri UKM ini sebagai pilihan investasi.  Selain pasarnya luas dan menghasilkan keuntungan, kita dapat membangkitkan kejayaan bangsa di sektor agro dan mensejahterakan petani. Jadi selain nilai tambah hingga 8800 persen, mungkin disini ada nilai pahala,†ujar Ismi seraya tersenyum.”Bicara soal kawasan, menurut Ismi produk-produk ini bisa menjadi potensi kota. Ternyata Depok memiliki produk unggulan berbasis kelapa yang bisa menjadi ciri khas. “Walau kelapanya bukan dari sini, tapi ide, pengolahan dan pemasarannya bisa dipusatkan disini,†kata Ismi. Saat ini lokasi pengolahan kelapa menjadi produk siap pakai baru tersebar di beberapa titik lingkungan warga. “Untuk membangun kota, titik-titik pengolahan ini sebaiknya dikembangkan dan ada di setiap Kelurahan. Dengan begitu secara bertahap Depok bisa menuju sustainable city (kota berkelanjutan), dan ini jadi contoh baik bagi kota-kota lainnya,†pungkas Ismi dengan penuh optimis.”Coki Lubis“Foto: AN