fbpx

Defoc: Bersepeda a la Meneer

rnrnMatahari Minggu pagi yang cerah mengiringi depoklik melangkahkan kaki ke  depan Kantor Walikota Depok. Kali ini untuk bertemu dan mengenal lebih dekat lagi sebuah komunitas sepeda ontel Depok, Defoc. Saat depoklik sampai, jejeran puluhan sepeda tua khas jaman Belanda ini sudah terparkir rapi. Pemilihan ‘markas’ Defoc yang berada di depan Kantor Walikota Depok bertujuan agar para pengguna jalan bisa melihat jejeran sepeda antik ini dan diharapkan orang tertarik untuk bergabung.  “Kita biasa kumpul disini dari jam 7 pagi setelah itu sekitar jam 9 baru jalan-jalan di sekitar Depok. Pada minggu-minggu tertentu kita bersepeda ke Bundaran HI biasanya pada saat car free day atau ke Kota Tua,†terang Sumiardi selaku Sekretaris Defoc.rnrnNama Defoc yang merupakan kependekan dari Depok Fiets Ontel Community sendiri bukan tanpa makna. Defoc menggabungkan 4 bahasa (Indonesia, Belanda, Jawa dan Inggris) dengan maksud mengingatkan bahwa ontel merupakan sepeda khas Indonesia yang dibawa oleh bangsa Belanda di era penjajahan. Umur sepeda para anggota komunitas ini pun bisa dikatakan tua ini-bahkan ada yang buatan tahun 1901- memiliki nilai sejarah tersendiri bagi teman-teman Defoc.  “Umur sepeda disini memang rata-rata dibuat tahun 1950-an tapi ada yang dibawah tahun 1942. Itulah yang membuat kita terpacu untuk tetap bersepeda dengan ontel demi melestarikan peninggalan leluhur,†lanjut Sumiardi.rnrnSaat depoklik berbincang dengan Sumiardi, para pemilik sepeda yang notabene anggota Defoc tersebut tengah duduk-duduk santai, beberapa sambil menjual pernak-pernik sepeda ontel khas Defoc. Pakaian yang dikenakan para anggota komunitas ini pun terbilang unik khas jaman kolonial, ada yang memakai baju safari a la para meneer, baju tentara, baju khas petani lengkap dengan topi capingnya ataupun yang hanya mengenakan kaos dan celana pendek.rnrnCukup besarnya pecinta sepeda ontel di Depok terlihat dari jumlah anggota tetap komunitas yang berdiri sejak 27 April 2009 ini yaitu sekitar 90 orang. Namun, Defoc tidak menutup kemungkinan bagi Anda yang memilki sepeda jenis lain untuk ikut bergabung jalan-jalan keliling Depok bersama Defoc. Cukup datang ke depan Kantor Walikota Depok dan kumpul dua kali berturut-turut dengan membawa sepeda ontel dan Anda akan langsung teregistrasi sebagai anggota Defoc. “Kalau untuk anggota memang diharuskan yang punya ontel agar dapat nomor anggotanya tapi kalau sepeda jenis lain mau ikut jalan boleh saja,†terang Isro Machfrudin salah satu pengurus Defoc yang ikut berbincang juga dengan depoklik. Selain syarat harus memilki sepeda ontel, tidak ada batasan umur maupun gender, bahkan ada salah satu anggotanya merupakan siswi kelas 4 SD. Komunitas yang memiliki jargon “Menjalin Persahabatan Yang Hakikiâ€, para anggotanya selalu saling membantu dan bertukar informasi seputar sepeda ontel bagi para anggota. Jadi untuk Anda yang tertarik bergabung namun belum memilkinya, jangan khawatir karena Anda bisa mendapatkan info seputar ontel dari teman-teman sesama anggota.rnrnWalaupun baru berumur satu tahun, diakui oleh Bang Isro, sapaan akrab Isro Machfrudin Defoc telah banyak mengikuti acara-acara sepeda ontel baik di dalam maupun diluar Pulau Jawa. Belum lama ini Defoc baru saja mengikuti KSI (Kongres Sepeda Indonesia) yang diselenggarakan di Senayan, Jakarta. Salut untuk teman-teman Defoc. Let’s start bike with ontel!!rnrnDepok Fiets Ontel Communityrn

      rn

    • Sekretariat                   : Jl. Kedongdong 10 No. 42 Depok 1

rn

  • Waktu Kumpul           : Minggu Pagi, pukul 07.00 – sampai selesai di depan Kantor Walikota Depok

 

rn

  • Blog                            : www.defoc.wordpress.com

 

rn

rnWindu Puspa NingtyasrnrnFoto: WPN

Pengusaha Lokalpun Perlu Berkomunitas

Namanya adalah Komunitas Tangan Di Atas (TDA), komunitas pengusaha Usaha Kecil Menengah (UKM) berkelas nasional yang lahir di Jakarta empat tahun silam. Dalam perjalanannya, para anggota TDA yang berdomisili di Depok berkomitmen untuk membangun komunitas ini ditingkat Depok. Satu tahun yang lalu lahirlah TDA Depok yang diketuai oleh Adji W. Wardojo, yang masih menjabat sampai saat ini.rnrnTDA Depok terbentuk sebagai tempat berbagi informasi, ilmu dan pengalaman berbisnis sesama pengusaha lokal. “Saat ini anggota kami yang aktif berjumlah dua ratus orang,†jelas Heru R. Budhi, Divisi Jaringan TDA Depok, kepada depoklik, Senin (19/7). Dalam bincang santai sore itu Heru menjelaskan bahwa dalam komunitas TDA Depok sendiri saat ini baru terbagi dalam 3 bidang usaha, yaitu fesyen, tekonologi dan informasi (IT), dan kuliner.rnrnTidak sekedar berguyub, seiring berjalannya waktu TDA Depok membangun program mentoring bisnis, yaitu sebuah grup mentoring bagi setiap anggotanya yang dikenal dengan sebutan Kelompok Mentoring Bisnis (KMB). Program ini hadir sesuai kebutuhan anggotanya. “Berbagi pengalaman saja belum cukup. Anggota juga butuh ilmu dan pendampingan dari ahlinya, yaitu mereka yang sudah sukses,†ujar Heru.rnrnPara anggota dan pengurus TDA Depok berharap komunitas ini dapat merangsang dunia wirausaha di kawasan kita tercinta. Target kepengurusan kali ini, menurut Heru, adalah 1000 wirausaha baru hadir di Depok. Tidak hanya hadir, diharapkan pula dapat berkomunitas, berbagi pengalaman dan ilmu dalam TDA Depok. Sesuai dengan namanya, ‘Tangan Di Atas’ memang identik dengan mereka yang berwirausaha dan membuka lapangan pekerjaan. Jadi, menghidupi dunia usaha di Depok merupakan sebuah tugas mulia, dan komunitas adalah medianya.rnrnBaiklah, sukses bagi TDA Depok, dan maju terus dunia wirausaha Kota Depok!!rnrn rnrnCoki LubisrnrnFoto: Dok. TDA Depok

LERINA: Dari Futsal ke Perseroan Terbatas

rnrnSore hari (22/7), depoklik datang ke Ball Centre di Margonda (samping Sekolah Pribadi) dan  ternyata suasana di dalam sudah dihidupkan dengan suara tendangan bola dari para pemain salah satu klub futsal di Depok, yaitu LERINA. LERINA mempunyai arti Lesung Rinjani Agung sebab setiap pemainnya adalah orang-orang yang tinggal di Lesung, Rinjani dan Agung (Depok Timur).rnrnPara pemain LERINA ini awalnya mereka hanya berlatih seperti para pecinta sepak bola futsal pada umumnya. Namun, lama kelamaan, setelah tergabung dalam latihan bersama, klub futsal yang kini memiliki 20 anggota ini sepakat membentuk klub futsal resmi pada tanggal 22 Mei 2005. Akhirnya, di tahun 2007 mereka membentuk PT (perseroan terbatas) LERINA.rnrnTujuan dibentuknya klub futsal dibawah naungan badan usaha agar kegiatan futsal dapat terorganisir dengan baik. Selain itu, badan usaha itu juga dimanfaatkan Lerina untuk membentuk event organizer (EO) yang pada perkembanganya EO ini sering mengadakan beberapa event futsal di Depok. Salah satunya adalah UJ Futsal yang berlangsung 38 jam hingga akhirnya mendapatkan rekor MURI, prestasi ini membuktikan bahwa kerja keras mereka selama ini tidak sia-sia.rnrnDi balik organisasi yang rapi tersebut, sudah bisa ditebak seperti apa bentuk latihan pemain LERINA. Seperti yg diungkapkan pelatih dari klub ini, Arif Kurniawan (26), “Ini buka klub futsal yang sekedar ngumpul, tetapi kami serius untuk berolahraga dan LERINA terbuka untuk siapapun yang serius di dunia futsal.†Penuturan Arif terbukti dari piala-piala kejuaran futsal yang digendong pulang ke klub. Seperti medali perunggu yang mereka raih dalam kejuaran PORDA JABAR XI tahun 2010 ini. “Cita-cita kami supaya LERINA bisa mengikuti turnamen futsal paling bergengsi di Indonesia, yaitu IFL (Indonesian Futsal League),†pungkasnya menutup perbincangan sore itu. Tingkatkan prestasimu LERINA!!rnrn rnrnLERINArn

      rn

    • Waktu latihan :  Seminggu 4 kali (jika ada event besar). Seminggu 2 kali (regular)

rn

  • Tempat            : GOR Cilodong

 

rn

  • Waktu              : 16.00- 18.00 WIB

 

rn

rnPrestasi :rn

      rn

    • Juara I BCB CUP U-15, Juara III Tournament Antar Pelajar Se-Kota Depok (2006)

rn

  • Juara I Ngabuburit CUP (2007)

 

rn

  • Juara I Yamaha MX Fusion, Juara III Taman Kota CUP, Peringkat 4 Liga Futsal Mahasiswa Jakarta (2008)

 

rn

  • Juara II Abi Yapto CUP, Peringkat V Amateur Futsal League (2009)

 

rn

  • Juara Amole CUP, Peringkat V Amateur Futsal League, Juara Liga Member Arena Futsal (2010)

 

rn

  • Juara I GSC Open, Juara III Raissa Cup Bekasi (2010)

 

rn

  • Medali Perunggu PORDA JABAR XI (2010)

 

rn

rnAde Manggi

Saatnya Musik Jepang Unjuk Kebolehan

Akhir pekan lalu (18/6) banyak acara seru di daerah Margonda, salah satunya adalah Konser Musik Motto yang diselenggarakan di Old House oleh Komunitas Jepang. Konser musik yang berkiblat ke negara Matahari Terbit ini menampilkan tujuh grup musik indie yang bergaya dan bermusik a la musisi Jepang atau yang mereka sebut J-indo dan satu penampilan dance group, Senorita. â€Di Konser Musik Motto band-band J-indo dapat unjuk gigi membawakan lagu-lagu ciptaan mereka sendiri,†jelas Gema Putra selaku pihak penyelenggara yang juga Komunitas Jepang. Konser yang kali ketiga terselenggara ini tak hanya menampilkan kebolehan para grup musik J-indo tapi mereka juga berkesempatan mempromosikan dan menjual langsung album mereka. Pada kesempatan tersebut, pihak penyelenggara juga ‘meluncurkan’ album kompilasi Motto vol. 1 dan vol. 2 dari dua konser terdahulu.  “Untuk konser yang ketiga ini kita tidak mengeluarkan album kompilasi karena bersamaan dengan launching album baru dari salah satu band di komunitas kita,â€Â  lanjut Gema.”Gema juga menjelaskan bahwa Konser Musik Motto ini salah satu langkah untuk mendobrak citra bahwa grup musik indie berarti grup musik beraliran Brit-pop saja atau berkiblat ke Inggris. Padahal, banyak grup musik indie lainnya yang berkiblat ke Jepang dan memilki kualitas yang tidak kalah bagusnya.”“Saat berbincang dengan depoklik, Gema juga menceritakan bahwa sebagian besar anggota komunitas pencinta musik Jepang ini memang sebagian besar berasal dari anak-anak muda Jakarta. Namun tidak sedikit anak muda Depok yang bergabung juga. Kebetulan pula base camp mereka  memang berlokasi di Margo City, Depok.  Konser Motto dijadwalkan akan diselenggarakan tiap satu bulan di Margo City tetapi tidak menutup kemungkinan  akan mengadakan acara seru lainnya.”Jika Anda tertarik untuk bergabung dengan komunitas yang satu ini, caranya mudah, log on saja di facebook.com/mottoevent. Bila berminat mempopulerkan demo lagu grup musik Anda, kirimkan saja demo lagu orisinil dari grup musik Anda dengan format Mp3, video saat pentas menyanyikan lagu Jepang dan profil grup musik Anda ke email [email protected] Info selengkapnya bisa Anda akses lewat Facebook. Kodona ongaku Nippon!!Windu Puspa Ningtyas“Foto: WPN

Warrior Magic Team: Dari Ngumpul Jadi Pesulap

rnrnTernyata Depok menyimpan banyak potensi, salah satunya adalah Warrior Magic Team, komunitas sulap di Depok. Febie, salah seorang pendiri Warrior Magic Team yang menyebut dirinya juru kunci  di komunitas ini menceritakan bahwa  awalnya komunitas ini hanya terdiri dari tiga orang saja, ia adalah salah satunya. “Awalnya, kami hanya ngumpul saja. Sampai akhirnya kami bertiga membuka toko sulap, Warrior Magic Shop di Depok II. Dari toko itulah terbentuk komunitas ini,†jelas Febie. Warrior Magic Team sendiri sekarang telah memiliki kurang lebih 12 anggota yang berasal dari Bekasi, Tangerang, Depok, dan Jakarta.rnrnrnrnMeski banyak anggotanya berasal dari luar Depok, komunitas yang sudah terbentuk sejak tahun 2006 lalu ini masih menyisihkan waktu untuk berkumpul. Waktu ngumpul mereka adalah setiap hari Kamis di Depok Town Square (Detos) sebagai ‘markas’ mereka. Tak sekedar bersilaturahmi, kumpul-kumpul ini juga sebagai ajang saling berbagi trik sulap, menonton film dokumentasi tentang sulap, dan juga berlatih untuk pertandingan. Komunitas sulap ini memang selalu membekali diri dengan matang sebelum pertandingan. Tak heran, beragam prestasi telah mereka raih di tahun 2009 lalu, seperti Juara 1 Magic Competition di Yogyakarta; The Best Player Magician di Hotel Parkland, Kuningan, Jakarta; finalis The Master: Season 3. rnrnBiasanya mereka menampilkan aksi sulapnya di berbagai kafe, seperti Magical Cafe di Detos, Hotel Parkland di Kuningan-Jakarta dan masih banyak lagi. Aliran sulapnya pun sangat beragam mulai dari ilussion, perpaduan classic illusionist, mentalis, classic magic, cardistry, dan lain-lain.rnrnBila Anda tertarik dengan dunia sulap menyulap, mengapa tak coba bergabung dengan komunitas ini. Warrior Magic Team sangat terbuka dengan anggota baru.rnrnWarrior Magic Teamrn

    rn

  • Waktu kumpul: Setiap Kamis, pukul 16.00 di Depok Town Square
  • rn

  • Telp.: 085697009656 (Febie)
  • rn

rnAde ManggirnrnFoto: Dok. Warrior Magic Team

deBlogger: Ketika Ngeblog Bukan Sekedar Curhat

Sebuah komunitas para blogger yang tinggal di dalam maupun di luar Depok yang memiliki concern terhadap pembangunan kota Depok berkumpul dalam satu wadah bernama deBlogger. â€Depok tuh banyak blogger-blogger potensial tapi belum ada wadahnya. Jadi sekitar tahun 2009, blogger-blogger senior memutuskan untuk membuat komunitas ini,†terang Gege salah satu pendiri deblogger yang juga merupakan mahasiswa jurusan komputer, UI saat ditanya alasan dibentuknya komunitas ini. Anggota komunitas deBlogger sendiri  terbuka untuk berbagai kalangan. Namun, tidak dipungkiri oleh Gege bahwa kebanyakan memang dari kalangan mahasiswa. Menurutnya lagi, Depok cukup tertinggal dibanding kota-kota besar lainnya dalam hal komunitas blogger. â€Kita sangat mengapresiasi pada setiap aspek pembangunan kota Depok yang ingin diangkat oleh para blogger,†jelas Dodi Mulyana, ketua deBlogger, saat ditanya seputar isi dBlogger.

deBlogger yang berdiri tanggal 31 Mei 2009 ini  merupakan salah satu jembatan penghubung antara masyarakat dan Pemerintah Kota (pemkot) Depok untuk dapat saling berinteraksi. Walaupun pemerintah kota Depok memberikan dukungan terhadap komunitas yang satu ini, deBlogger berusaha untuk tidak dependen. Masyarakat bisa memberikan suara, saran atau bahkan keluhan mereka terhadap Pemkot Depok, dan sebaliknya Pemkot Depok pun dapat memberikan reaksi berupa klarifikasi di situs deBlogger.

Tak hanya di dunia maya, deBlogger juga aktif mengadakan kopi darat (kopdar) setiap sebulan sekali di Burger&Grill Margonda yang juga menjadi ’markas’ anggota deBlogger. Selain itu, komunitas ini juga selalu berusaha peduli akan lingkungan sekitar, seperti mengadakan acara bakti sosial di panti werda  daerah Parung, mengadakan lomba-lomba blog dan blogshop (blogging workshop) ke SMA di Depok. â€Karena anak-anak SMA Depok masih banyak yang belum tahu tentang blogging, bahkan guru-guru mereka juga belum tahu blog itu apaâ€, lanjut Gege.

Bila Anda hobi blogging, deBlogger akan mengadakan lomba blogging pada tanggal 13 Juli-31 Agustus 2010. Setiap peserta diharuskan untuk memberikan informasi menarik tentang Depok atau mengangkat profil orang yang ada di Depok. â€Lomba ini sendiri bertujuan untuk meningkatkan sense of belonging warga Depok terhadap kota mereka sendiri dan sebagai promosi online kota iniâ€, jelas Pak Dodi. Acara yang mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini menjaring peserta dari berbagai daerah di provinsi Jawa Barat. Pemenang lomba akan diumumkan pada tanggal 27 September 2010. Tim juri berasal dari blogger senior, Abang dan Mpok Depok, dan anggota deBlogger.

Tertarik untuk bergabung dengan deBlogger? Langsung saja kunjungi situsnya di www.deblogger.org dan segera bergabung. Selain itu, pastikan sebelumnya Anda telah memiliki blog untuk bergabung di komunitas satu ini. Selamat menyelami dunia baru para blogger Depok!

Windu Puspa Ningtyas

Foto: Panitia Milad deBlogger ke-1

Wika Community: Bermain Basket dan Berkomunitas

rnrnBila melalui Lapangan Wika, Jalan Merdeka Raya, Depok 2 pasti Anda akan menemui sekumpulan remaja yang rutin bermain basket setiap sore. Sepintas terlihat kumpulan remaja biasa yang berolah raga basket. Nyatanya tidak hanya itu, mereka adalah komunitas remaja penggemar olah raga basket. Wika Community, itu lah nama yang mereka berikan untuk komunitasnya.rnrnKomunitas yang berdiri sejak 2005 silam ini turut dimotori oleh Ari Adiska (23), warga Jalan Semar, Depok II Tengah. “Kami terbangun atas persahabatan dari 2 tim basket, yaitu Street Nyongen dan Slamerz Street, yang bermain bersama di lapangan wika ini,†ujar Ari saat bincang-bincang dengan depoklik, Rabu (30/6) siang.rnrnAri mengakui, komunitas ini bukan klub yang terorganisir dan memiliki pelatih, namun guyub dan memiliki persahabatan yang kuat diantara anggotanya. “Kami hanya berkumpul, berlatih bersama. Yang senior melatih juniornya,†kata Ari. Walaupun bukan klub teroganisir, Wika Community memiliki segudang prestasi. “Target kedepan, kami ingin menjadi pemenang turnamen LA Streetball,†lanjut Ari dengan semangat.rnrnKomunitas yang sudah memiliki 3 generasi ini mempunyai misi memasyarakatkan basket dikalangan remaja. Tanpa disadari komunitas ini turut menjauhkan para remaja dari hal-hal negatif, seperti narkoba dan tawuran. “Kami terbuka dan senang sekali kalau ada yang bergabung. Disini ga ada biaya pendaftaran, pokoknya datang, berkenalan, bermain dan berlatih bersama,†ujar Ari yang turut menjadi pelatih di komunitas ini. Saat ini anggota Wika Community berjumlah lebih dari 50 orang. “Sebagian dari kami memiliki aktifitas lain, ada yang kuliah dan bekerja; yang aktif berlatih bersama sampai saat ini berjumlah 22 orang,†lanjutnya.rnrnSejak Wika terbentuk menjadi sebuah komunitas, mereka sering membuat sebuah tournament kecil 3on3, 2on2, dan lain-lain, yang diikuti para remaja yang bermain dilapangan ini. Tournament ini dilaksanakan setiap awal bulan minggu pertama, yaitu hari sabtu atau minggu dengan pendaftaran Rp 5000 bagi setiap orangnya. “Ini semua kami lakukan untuk menjalin sportifitas dan kebersamaan diantara pemain,†jelas Ari.rnrnMemang komunitas ini bukan klub bola basket besar, namun siapa yang tau kalau dari komunitas ini akan terlahir atlet-atlet berbakat incaran klub besar. Bila Anda memiliki hobi bola basket, Anda juga bisa bergabung dengan Wika Community. Atau, kenapa tidak untuk membangun komunitas yang sama disekitar Anda. Tidak ada salahnya bukan kita memetik inspirasi dari komunitas ini?rnrnWika CommunityrnrnPrestasi:rn

    rn

  • 2003 juara I 3on3 Depok, juara II PRURI Cup
  • rn

  • 2004 juara I dan II 3on3 antar pelajar JABODETABEK
  • rn

  • 2005 juara I 3on3 JABODETABEK (Lerina Cup)
  • rn

  • 2006 juara II 3on3 antar pelajar Universitas Trisakti
  • rn

  • 2007 juara II 3on3 PNJ, juara I 3on3 SPARE ke-IV (FKM Universitas Indonesia)
  • rn

  • 2008 masuk All Star selection (1 pemain), juara I 3on3 UNAS, juara II 2on2 Margo City, juara III XL pestaporia regional Bogor, juara II Bupati Cup di Cianjur
  • rn

  • 2009 masuk semifinal La Light Streetball regional Jakarta, masuk city selection LA Light Streetball regional Jakarta (2 pemain), juara I 3on3 XL pestaporia regional Depok, juara I nasional 3on3 XL pestaporia, juara I Bupati Cup di Cianjur, juara I 1on1 di Purwakarta, juara 1 3on3 234 SC Cup di Bogor, juara 1 3on3 SPARE ke-V (FKM Universitas Indonesia)
  • rn

  • 2010 juara I 3on3 GOR Padjajaran di Bogor
  • rn

rnWaktu latihan:rn

    rn

  • Senin – Jumat, pukul 16.00 – 18.00 (lapangan wika, jalan merdeka raya)
  • rn

  • Sabtu, pukul 11.00 (GOR Cilodong)
  • rn

  • Informasi: 021-95808173 (Ari Adiska)
  • rn

  • [email protected] (facebook)
  • rn

rnCoki LubisrnrnrnFoto: Wika Community