fbpx

Bom Beji: Surat Wasiat Ditemukan Saat Olah TKP

Selain ditemukan 2 pucuk senjata api, amunisi dan alat-alat perangkai bom, tim olah TKP bom di Beji temukan juga sepucuk surat wasiat.\r\n\r\nHal ini disampaikan oleh Menko Polhukan Djoko Suyanto dalam keterangan persnya, Minggu (9/9) siang di Jakarta, terkait bom yang meledak di rumah kontrakan Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara, jalan Nusantara, RT 04/13, Beji, Depok, Sabtu (8/9) malam.\r\n\r\n”Kami belum bisa menjelaskan detail mengenai surat wasiat itu, karena masih didalami oleh kepolisian,” ujar Djoko.\r\n\r\nMenurut Djoko, mengenai motif dan siapa pelakunya masih dalam penyidikan. “Belum bisa disimpulkan keterkaitannya dengan penemuan di Tambora dan kejadian-kejadian sebelumnya,” jelasnya.\r\n\r\nSaat konferensi pers ini, Djoko menjelaskan seorang korban luka parah di rawat di RS Polri. Sementara itu tiga korban luka masih dirawat dan mulai dimintai keterangan.\r\n\r\n”Saya sudah melaporkan ke Presiden tadi malam, arahannya, agar dilakukan pengejaran orang yang melarikan diri saat kejadian berlangsung,” ungkap Djoko.\r\n\r\nCL\r\nilustrasi: GS

Pondok Bidara, lokasi ledakan di Beji Tak Miliki Izin

Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara, Beji, mendadak tenar. Di tempat inilah, sebuah bom meledak, tadi malam hingga terdengar sampai jarak 200 meter. Dan, kabarnya panti asuhan yang belum lama berdiri ini ternyata tidak memiliki izin alias bodong,\r\n\r\nTemuan di lapangan memastikan di lokasi terdapat 3 senjata mematikan, amunisi, serta bahan peledak. Panti Asuhan tersebut sendiri, belum lama berdiri, kurang lebih sebulan terakhir.\r\n\r\n”Setahu saya masih baru, sejak selesai Lebaran kemarin,” ujar warga sekitar, Budi pada depoklik Minggu (9/9).\r\n\r\nPengembangan di lapangan membuktikan keberadaan Panti Asuhan Pondok Bidara itu belum memiliki izin, alias bodong. Hal ini menambah kekhawatiran, kinerja pengawasan lingkungan dari aparat pemerintah setempat.\r\n\r\n”Katanya sudah di cek, izinnya belum ada,” ujar warga yang enggan disebutkan namanya.\r\n\r\nGatot Suherman\r\n\r\nFoto: GS

Bom Beji, Pistol di TKP Mirip Teroris Solo

Hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) ledakan di Beji menunjukkan sedikit titik terang. Dari lokasi ditemukan sebuah pistol rakitan dan dua pistol pinggang jenis pietro barreta lengkap dengan peredamnya.\r\n\r\nSenjata yang disebutkan terakhir, tertulis “property of philipines police”. Uniknya, senjata ini sama dengan yang dimiliki teroris Solo, Farhan. Bersama ketiga senjata tersebut, turut diamankan peledak. Isu di lapangan mengabarkan bahan peledak di Beji, seberat 5 kilogram.\r\n\r\nKepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), Ansyaad Mbai mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan keterkaitan senjata dan bahan peledak di Beji dengan jaringan teroris Solo. Penyelidikan akan dilanjutkan dan barang bukti di TKP akan dikembangkan lebih jauh.\r\n\r\n”Turut kami temukan beberapa amunisi,” tuturnya, Minggu (9/9).\r\n\r\nGatot Suherman\r\n\r\nFoto: GS

Bermodal Foto, Densus 88 Kejar Terduga Pelaku Peledakan

Setelah melakukan penyelidikan selama beberapa jam, Tim Densus 88 mulai mendapat petunjuk dan sedang melakukan pengejaran terhadap pihak yang terlibat dalam ledakan di Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara, Beji, Depok, Sabtu (8/9).\r\n\r\nKapolsek Beji, AKP Agus Widodo mengatakan, tim Densus sudah melakukan penyelidikan terhadap beberapa temuan yang didapat dari lokasi.\r\n\r\n”Tim Densus 88 sudah menemukan foto korban dan sedang melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku yang terlibat dalam peledakan,” terangnya, Minggu (9/9) dini hari.\r\n\r\nTerkait aroma mesiu yang banyak tercium oleh warga, dirinya mengatakan, belum bisa menyebutkan secara rinci. “Semua orang bisa tau aroma ledakan, seperti mesiu atau mercon. Tapi, itu belum bisa kami pastikan,” tambahnya.\r\n\r\nSementara, akibat ditutupnya Jalan Nusantara, polisi juga sudah menempatkan beberapa petugas untuk mengatur lalu lintas. “Kalau warga ingin ke arah Depok Utara bisa melalui Jalan Kalimantan. Petugas kami akan memandu warga,” tandasnya.\r\n\r\nDN\r\n\r\nFoto: GS\r\n\r\n 

Dua Mobil Terparkir Sebelum Ledakan di Beji

Ledakan yang terjadi di Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara, Beji, Depok memang menghebohkan warga. Sebelum terjadi ledakan, ada dua mobil yang terparkir tak jauh dari lokasi.\r\n\r\nMenurut Andi, salah seorang warga, dia melihat ada satu mobil Toyota Kijang warna hitam dan satu Toyota Starlet warna biru yang terparkir tak jauh dari lokasi.\r\n\r\n”Enggak lama, duar! meledak,” terangnya, pada depoklik di lokasi Sabtu (8/9).\r\n\r\nSetelah itu, lanjutnya, ada dua orang yang lari keluar dari lokasi.\r\n\r\n”Yang satu pakai jaket dan yang satunya pakai kemeja tangan panjang. Setelah itu, baru ada korban yang lari dan kepalanya berdarah,” tambahnya.\r\n\r\nDirinya mengaku tidak mengenali satu pun orang yang keluar dari lokasi.\r\n\r\nHingga kini, polisi masih melakukan identifikasi di lokasi kejadian. Polisi juga terus memperlebar police line.\r\n\r\nAyu\r\n\r\nFoto: ist.

Gegana Tiba, Warga Masih Padati Lokasi

Polisi telah memasang garis polisi  di lokasi kejadian. Warga pun masih memadati lokasi. Tim Gegana dari Mako Brimob Kelapa Dua juga sudah tiba di Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara, Beji, Depok.\r\n\r\nPuluhan warga masih bertadangan ke lokasi kejadian untuk melihat kondisi terkini pascaledakan. Polisi juga masih berjaga-jaga di sekitar lokasi.\r\n\r\nTim Gegana yang baru tiba langsung melakukan penyisiran dan penyelidikan terkait bahan peledak yang digunakan pelaku.\r\n\r\nSeperti diberitakan, sebuah bom meledak sekira pukul 20.30 WIB. Akibat ledakan itu, tiga orang terluka dan kini sudah mendapat perawatan intensif.\r\n\r\nAyu\r\n\r\nFoto: Ayu

Ledakan di Beji: Satu Tewas, Satu Diamankan

Jumlah korban ledakan yang diduga bom di Beji bertambah. Satu orang tewas ditemukan dengan kondisi tangan terputus, dan dua korban selamat luka parah.\r\n\r\nLedakan sebanyak tiga kali yang terjadi di Gedung Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara, jalan Nusantara, RT 04/13, Kelurahan Beji itu terjadi sekira pukul 21.00, Sabtu (8/9).\r\n\r\nMenurut pantauan depoklik, aparat kepolisan sudah berjaga-jaga di lokasi dan belum ada keterangan lengkap mengenai hasil olah TKP sementara.\r\n\r\nTampak seorang warga berinisial NN diamankan pihak kepolisan untuk dimintai keterangan. Sementara, korban luka di bawa ke Rumah Sakit Bakti Yudha, jalan raya Sawangan.\r\n\r\nGatot Suherman\r\nFoto: GS 

Dua Orang Pria Tampak Lari Sambil Berteriak Kiamat!

Pascaterjadi ledakan di Yayasan Yatim Piatu, Pondok Bidara, Jalan Nusantara, Beji, Depok, tampak dua orang laki-laki lari dengan cepat menjauhi lokasi.\r\n\r\nMenurut Tini, seorang tukang buah yang berdagang tepat di depan lokasi, sesaat setelah ledakan ada dua orang laki-laki.\r\n\r\n”Yang satu pakai baju kotak-kotak orangnya kurus, kayaknya masih ABG. Yang satu pakai baju hitam,” terangnya pada depoklik Sabtu (8/9).\r\n\r\nTak hanya berlari, kedua pria tak dikenal itu juga berteriak. “Kiamat-kiamat!” ujarnya mencontohkan apa yang didengarnya.\r\n\r\nSeperti diberitakan, sebuah bom meledak sekira pukul 20.30 WIB. Akibat ledakan itu, tiga orang mengalami luka-luka. Satu luka berat, sementara dua lainnya mengalami luka ringan.\r\n\r\nAyu\r\n\r\nFoto: ist.

Tiga Orang Luka Dalam Ledakan Bom di Beji

Akibat ledakan yang terjadi di Yayasan Yatim Piatu di Jalan Nusantara, Beji Depok, tiga orang menjadi korban dan sedang dalam perawatan.\r\n\r\nKapolsek Beji, AKP Agus Widodo mengatakan, korban kini sudah dilarikan ke rumah sakit dan klinik terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.\r\n\r\n”Dua luka ringan sedang ditangani di klinik, sedangkan satu orang lainnya mengalami luka berat dan dibawa ke Rumah Sakit Bhakti Yudha,” terangnya, Sabtu, (8/9).\r\n\r\nTerkait bau mesiu yang tercium warga, Agus belum bisa memastikan bahwa yang dicium warga benar-benar mesiu. “Itu kan opini warga. Kami masih melakukan penyelidikan termasuk bahan material yang meledak,” tandasnya.\r\n\r\nDN\r\n\r\nFoto: ist.\r\n\r\n 

Ledakan di Beji, Satu Orang Luka

Peristiwa ledakan diduga bom sebanyak tiga kali terjadi di Gedung Yayasan Yatim Piatu, Pondok Bidara, RT 04, RW 13, Kelurahan Beji, Kecamatan Beji. Ledakan terjadi sekitar pukul 21.00.\r\n\r\nMenurut warga yang menjadi saksi mata, Diki (35), saat ledakan itu terjadi, dirinya sedang mengisi air. Tanpa diduga suara dentuman seperti bom itu meledak.\r\n\r\nSampai saat berita ini diturunkan, belum ada penjelasan dari aparat kepolisian di lapangan. Sementara, berdasarkan pengamatan di lapangan, tampak seorang warga menjadi korban luka akibat ledakan ini.\r\n\r\nGatot Suherman