fbpx

Dua Mobil Terparkir Sebelum Ledakan di Beji

Ledakan yang terjadi di Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara, Beji, Depok memang menghebohkan warga. Sebelum terjadi ledakan, ada dua mobil yang terparkir tak jauh dari lokasi.\r\n\r\nMenurut Andi, salah seorang warga, dia melihat ada satu mobil Toyota Kijang warna hitam dan satu Toyota Starlet warna biru yang terparkir tak jauh dari lokasi.\r\n\r\n”Enggak lama, duar! meledak,” terangnya, pada depoklik di lokasi Sabtu (8/9).\r\n\r\nSetelah itu, lanjutnya, ada dua orang yang lari keluar dari lokasi.\r\n\r\n”Yang satu pakai jaket dan yang satunya pakai kemeja tangan panjang. Setelah itu, baru ada korban yang lari dan kepalanya berdarah,” tambahnya.\r\n\r\nDirinya mengaku tidak mengenali satu pun orang yang keluar dari lokasi.\r\n\r\nHingga kini, polisi masih melakukan identifikasi di lokasi kejadian. Polisi juga terus memperlebar police line.\r\n\r\nAyu\r\n\r\nFoto: ist.

Gegana Tiba, Warga Masih Padati Lokasi

Polisi telah memasang garis polisi  di lokasi kejadian. Warga pun masih memadati lokasi. Tim Gegana dari Mako Brimob Kelapa Dua juga sudah tiba di Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara, Beji, Depok.\r\n\r\nPuluhan warga masih bertadangan ke lokasi kejadian untuk melihat kondisi terkini pascaledakan. Polisi juga masih berjaga-jaga di sekitar lokasi.\r\n\r\nTim Gegana yang baru tiba langsung melakukan penyisiran dan penyelidikan terkait bahan peledak yang digunakan pelaku.\r\n\r\nSeperti diberitakan, sebuah bom meledak sekira pukul 20.30 WIB. Akibat ledakan itu, tiga orang terluka dan kini sudah mendapat perawatan intensif.\r\n\r\nAyu\r\n\r\nFoto: Ayu

Ledakan di Beji: Satu Tewas, Satu Diamankan

Jumlah korban ledakan yang diduga bom di Beji bertambah. Satu orang tewas ditemukan dengan kondisi tangan terputus, dan dua korban selamat luka parah.\r\n\r\nLedakan sebanyak tiga kali yang terjadi di Gedung Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara, jalan Nusantara, RT 04/13, Kelurahan Beji itu terjadi sekira pukul 21.00, Sabtu (8/9).\r\n\r\nMenurut pantauan depoklik, aparat kepolisan sudah berjaga-jaga di lokasi dan belum ada keterangan lengkap mengenai hasil olah TKP sementara.\r\n\r\nTampak seorang warga berinisial NN diamankan pihak kepolisan untuk dimintai keterangan. Sementara, korban luka di bawa ke Rumah Sakit Bakti Yudha, jalan raya Sawangan.\r\n\r\nGatot Suherman\r\nFoto: GS 

Dua Orang Pria Tampak Lari Sambil Berteriak Kiamat!

Pascaterjadi ledakan di Yayasan Yatim Piatu, Pondok Bidara, Jalan Nusantara, Beji, Depok, tampak dua orang laki-laki lari dengan cepat menjauhi lokasi.\r\n\r\nMenurut Tini, seorang tukang buah yang berdagang tepat di depan lokasi, sesaat setelah ledakan ada dua orang laki-laki.\r\n\r\n”Yang satu pakai baju kotak-kotak orangnya kurus, kayaknya masih ABG. Yang satu pakai baju hitam,” terangnya pada depoklik Sabtu (8/9).\r\n\r\nTak hanya berlari, kedua pria tak dikenal itu juga berteriak. “Kiamat-kiamat!” ujarnya mencontohkan apa yang didengarnya.\r\n\r\nSeperti diberitakan, sebuah bom meledak sekira pukul 20.30 WIB. Akibat ledakan itu, tiga orang mengalami luka-luka. Satu luka berat, sementara dua lainnya mengalami luka ringan.\r\n\r\nAyu\r\n\r\nFoto: ist.

Tiga Orang Luka Dalam Ledakan Bom di Beji

Akibat ledakan yang terjadi di Yayasan Yatim Piatu di Jalan Nusantara, Beji Depok, tiga orang menjadi korban dan sedang dalam perawatan.\r\n\r\nKapolsek Beji, AKP Agus Widodo mengatakan, korban kini sudah dilarikan ke rumah sakit dan klinik terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.\r\n\r\n”Dua luka ringan sedang ditangani di klinik, sedangkan satu orang lainnya mengalami luka berat dan dibawa ke Rumah Sakit Bhakti Yudha,” terangnya, Sabtu, (8/9).\r\n\r\nTerkait bau mesiu yang tercium warga, Agus belum bisa memastikan bahwa yang dicium warga benar-benar mesiu. “Itu kan opini warga. Kami masih melakukan penyelidikan termasuk bahan material yang meledak,” tandasnya.\r\n\r\nDN\r\n\r\nFoto: ist.\r\n\r\n 

Ledakan di Beji, Satu Orang Luka

Peristiwa ledakan diduga bom sebanyak tiga kali terjadi di Gedung Yayasan Yatim Piatu, Pondok Bidara, RT 04, RW 13, Kelurahan Beji, Kecamatan Beji. Ledakan terjadi sekitar pukul 21.00.\r\n\r\nMenurut warga yang menjadi saksi mata, Diki (35), saat ledakan itu terjadi, dirinya sedang mengisi air. Tanpa diduga suara dentuman seperti bom itu meledak.\r\n\r\nSampai saat berita ini diturunkan, belum ada penjelasan dari aparat kepolisian di lapangan. Sementara, berdasarkan pengamatan di lapangan, tampak seorang warga menjadi korban luka akibat ledakan ini.\r\n\r\nGatot Suherman

Daftar ke KPU, Golkar Depok Serahkan 1.030 KTA

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Depok mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok, Jumat (7/9) sekira pukul 09.30. Pada pendaftaran ini, DPD Partai Golkar mengumpulkan 1.030 Kartu Tanda Anggota.”Ketua DPD Golkar Depok, Babai Suhaemi, mengatakan, kedatangan Golkar Depok ini dalam rangka mendaftarkan diri dan memenuhi kewajiban syarat pendaftaran partai politik (parpol) peserta Pemilu, sesuai keputusan Mahkamah Konstitusi (MK).””1.030 Kartu Tanda Anggota (KTA) Golkar Depok sudah kami serahkan ke KPU, bersama berkas administrasi lainnya. Dan, sudah diterima staf kesekretariatan KPU,” ujar Babai yang hadir bersama jajaran pengurus DPD, dan perwakilan beberapa pengurus kecamatan lainnya.”Dengan ini, DPD Golkar Depok menjadi partai ke sembilan yang sudah mendaftarkan diri ke KPU. Sebelumnya, MK memutuskan bahwa seluruh partai politik yang ingin mendaftar Pemilu 2014 nanti wajib diverifikasi oleh KPU.””Golkar Depok siap memenuhi segala tahapan verifikasi yang ditetapkan,” tutupnya.”Gatot SuhermanFoto: GS

KPU Berhalangan, DPRD Tunda Rapat

Jadwal pertemuan antara Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok, urung digelar hari ini. Sedianya, pukul 10.00 WIB tadi,harus tertunda hingga Senin depan.”Agenda rapat hari ini berisi penjelasan dan kesiapan KPU Kota Depok dalam menjalankan hasil keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal verifikasi partai politik, jelang Pemilu 2014 nanti. Tapi, pihak KPU Kota Depok mangkir dengan alasan adanya kunjungan KPU luar daerah yang datang ke Depok.”Ketua Komisi A, Edo Septer mengatakan, pihaknya dapat memaklumi, ketidakhadiran KPU. Pihak KPU pun telah melayangkan usulan untuk pertemuan dapat dijadwalkan ulang.””Disepakati Senin depan, pertemuan digelar,” ujarnya, Kamis (6/9).”Edo menambahkan, komisi A merasa perlu untuk memanggil KPU untuk memberikan terjemahan teknis seputar keputusan MK. Selain itu, komisi A ingin mengetahui detail kesiapan KPU dalam menghadapi Pilgub 2013 dan Pemilu 2014.””Sebagai wakil rakyat kami merasa perlu untuk tahu,” tutupnya.”Gatot SuhermanFoto: ist.

Cek Efektivitas Perda, Dewan Sambangi Lokasi Penangkapan Teroris

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok meninjau lokasi penangkapan teroris di Perumahan Taman Anyelir 2, Kalimulya, Cilodong, Depok. Para anggota dewan mengaku ingin mengecek efektivitas peraturan daerah (perda) yang dibuat oleh pemerintah kota.”Peraturan itu di antaranya terkait kependudukan tentang pengawasan tamu dan implementasi peraturan internal lingkungan warga terkait wajib lapor 1×24 jam.”Anggota BKD DPRD Kota Depok, Abdul Gofar mengatakan, setiap RT dan RW harus lebih aktif untuk memiliki database warga di lingkungannya. Selain itu, kata dia, silaturahmi antartetangga juga harus ditingkatkan.””Namanya RT RW ada yang aktif, ada yang belum aktif. Masyarakat harus betul-betul jaga lingkungan masing-masing, bagi saya buat pembelajaran, silaturahmi antartetangga harus ditingkatkan,” katanya kepada wartawan, Kamis (6/9).”Gofar menambahkan, image Kota Depok seolah saat ini menjadi nyaman bagi siapa pun untuk singgah. Namun, jangan sampai nyaman dan aman sebagai tempat berlindung bagi teroris.””Siapa pun tertarik tinggal di Depok, warga Jakarta saja banyak ke Depok, sebagai kota penyangga kita jangan terlena, orang-orang yang punya kepentingan negatif kadang-kadang menyusup di balik itu. Kita harus waspada. Nyaman untuk teroris tergantung warga sendiri agar jangan apatis,” ungkapnya.”IchaFoto: Icha” 

Megawati: Pemuda Harus Berpikir Rasional dan Irasional

Nilai-nilai Pancasila kini mulai ditinggalkan oleh generasi muda. Megawati Soekarno Putri mengaku prihatin dengan kondisi ini.””Pemuda Indonesia harus lebih mengetahui sejarah bangsa Indonesia dan berpikir secara rasional dan irasional. Silakan baca buku ‘Indonesia Merdeka’ agar mereka bisa meresakan kemerdekaan Indonesia,” ujarnya saat menghadiri acara Penyambutan dan Pengenalan Mahasiswa Baru (PPMB) Universitas Pancasila, Rabu (5/9).”Putri Presiden Soekarno ini mengaku sedih melihat rakyat Indonesia yang justru memilih menggunakan barang-barang impor dibanding produk sendiri.””Kita harus berani mengakui sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) dan bangsa Indonesia tidak boleh menjadi bangsa tempe, tapi harus maju terus,” tandasnya.”TasyaFoto: Tasya ” ”