fbpx

FOBC 2012, Membangun Optimisme Kebangkitan Bulutangkis Indonesia

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI bekerja sama dengan Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menggelar seminar dengan tema “Membangun Optimisme Kebangkitan Bulutangkis Indonesia” di Audit Gedung M FISIP UI, Kamis (12/7). Tak tanggung-tanggung, empat narasumber dihadirkan pada seminar kali ini. Mereka ialah Sekjen PBSI Yacob Rusdianto, Psikolog Atlet PBSI Lilik Sudarwati, Dekan Binus Jo Rumeser, dan Atlet PBSI Adrianti Firdasari, serta dimoderatori oleh Redaktur Senior Tabloid Bola, Broto Happy.”Peserta seminar didominasi oleh atlet-atlet muda dari berbagai klub bulutangkis di Depok dan sekitarnya. Peserta lainnyaialah para pendamping, baik pelatih maupun orangtua. Para atlet muda peserta seminar yang juga akan bertanding di turnamen FOBC (13/7).”Tyo, salah satu peserta mengaku senang bisa mengikuti turnamen-turnamen seperti ini. “Senang karena bisa bertanding dengan sekolah atau klub lain,†ujar peserta lomba dari PB Kusuma Cibinong ini.”Dalam seminar ini , berbagai aspek dibahas mengenai dunia bulutangkis Indonesia saat ini serta cara agar bisa menjadi atlet yang berprestasi di dalam maupun luar negeri. Sekjen PBSI, Yacob Rusdianto mengatakan, PBSI saat ini terus berusaha untuk mampu menjaring bibit-bibit berbakat dibidang bulutangkis dengan cara mengadakan berbagai kompetisi serta mengerahkan para pencari bakat.”“Namun, kendala utama PBSI adalah, tidak mampu menyentuh hingga tingkat dasar, karena PBSI hanya mampu memantau ditingkat Pengprov,†terangnya.”Psikolog atlet PBSI, Lilik Sudarwati mengatakan bahwa untuk mampu membentuk seorang atlet yang berprestasi, ada tiga unsur yang harus saling bersinergi, yaitu orangtua, pelatih, dan atlet itu sendiri. Landasan utama untuk menjadi juara adalah memiliki mental yang baik. Selain itu, semangat serta kesenangan pada bulutangkis harus ada dalam diri atlet itu sendiri. Jangan merupakan paksaan dari orangtua.””Orangtua harus memberi kepercayaan kepada pelatih, agar pelatih tidak merasa serba salah jika sedang melatih. Untuk atlet juga harus mampu menjadikan pelatih sebagai sosok teman, sahabat, dan orangtua, jangan sungkan untuk berbagi jika sedang ada masalah,†katanya.”Atlet PBSI yang kini masih aktif, Adrianti Firdasari, berbagi pengalamannya. Selama 10 tahun ikut di pelatnas, dia merasa jika PBSI semakin baik dalam memfasilitasi para atlet di pelatnas.”“Berbagai fasilitas pendukung dibuat agar mampu bersaing dengan Negara-negara lain. Bagian litbang yang kini dibentuk PBSI juga membantu para atlet. Selain itu, bantuan dari pemerintah juga masih dibutuhkan,†ujarnya.”Dekan Binus yang juga pemerhati bulutangkis, Jo Rumeser berpendapat bahwa Indonesia tidak boleh menyerah dengan prestasi yang minim saat ini. Prestasi olahraga dalam suatu negara selalu mengalami pasang surut.””Prestasi Indonesia saat ini memang sedang surut, namun dengan sejarah dan pengalaman yang dimiliki, Indonesia pasti memiliki waktu untuk bangkit,†katanya.”AnggaFoto: Anggarn

Depok Raih Peringkat Ke-3 pada O2SN Tingkat Provinsi

Pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) ke-5 tingkat Provinsi Jawa Barat 2012, Depok meraih peringkat ke-3 setelah Cirebon dan Bandung untuk kategori SMP. Sedangkan, kategori SD/MI hanya bisa mendarat di posisi ke-18.

O2SN tahun ini diikuti oleh 26 kontingan tingkat SD/MI dan SMP dari seluruh Kota/Kabupaten se-Jawa Barat. Tak kurang dari 12 cabang olahraga dipertandingkan kali ini.

Berdasarkan siaran pers yang diterima depoklik, Selasa (12/6), Depok meraih total delapan medali. Empat medali emas, tiga medali perak, dan satu medali perunggu.

Kategori SMP, cabang olahraga yang berhasil meraih medali di antaranya, atletik/ lompat jauh putra (emas), karate putra (emas), tenis lapangan putra (emas), bulutangkis putra (emas), renang putra (perak), dan tenis meja putra (perak).

Sementara, kategori SD/MI cabang olahraga yang berhasil membawa pulang medali adalah Tenis lapangan putra (perak) dan karate putra (perunggu).

Icha/DN

Foto: ist.

Cullen Kuasai Golf Indonesia Open di Cimanggis

Nick Cullen, pegolf Australia berhasil mencetak 205 pukulan atau 11 dibawah par (72-66-67) pada putaran ketiga turnamen golf Indonesia Open 2012 di Emeralda Golf, Cimanggis, Depok, Sabtu (24/3).rnrnDengan kesuksesannya itu, Nick berhasil menempati posisi pertama dalam turnamen berhadiah total 1 juta dolar itu. Diikuti Stephen Leaney pada posisi kedua dengan membukukan total 209 pukulan atau 7 dibawah par.rnrnSementara itu pegolf AS, David Oh berada di posisi ketiga dengan total catatan 210 pukulan atau enam di bawah par (72-67-71).rnrnSetelah David, tiga pegolf berada di posisi bersama (ties), yakni Park Eun-Shin (Korsel), Mamo Osdanai (Jepang), Hu Mu (China) dengan total 212 pukulan atau lima di bawah par.rnrnTurnamen tahunan Indonesia Open tinggal berlangsung satu putaran lagi, yang berlangsung hari Minggu (25/3) ini.rnrnrw/bis/antrnFoto: france24

Ini Dia Hasil Seleknas Tahap II Catur di Serua

Seleksi Nasional (Seleknas) Catur tahap dua Best of the Best 2012 digelar di Serua, Depok, Sabtu (24/3). MIW Medina Warda Aulia dan GM Susanto Megaranto keluar menjadi yang terbaik.rnrnDi kategori putri, Medina, yang berhasil mengantongi nilai 7,5 berhasil ungguli GMW Irene Kharisma Sukandar yang memperoleh 6,5 poin. Di urutan ketiga ditempati MIW Chelsea Monica Sihite dengan 6 poin, disusul Virda Rizka Aulia yang memperoleh 5 poin.rnrnSementara itu, di kategori putra, pecatur nomor wahid di Indonesia, GM Susanto Megaranto memimpin dengan 7 poin, unggul satu poin atas Muhammad Luthfi Ali yang mengumpulkan 6 poin. Di urutan ketiga dan keempat masing-masing ditempati Masruri Rahman dengan 5,5 poin dan Sumardi Saidul Ula dengan 5 poin.rnrnSeperti dilansir laman nasional Antara, untuk kategori pecatur putri, klasemen akhir Seleknas tahap dua 2012 adalah Medina W Aulia, Irene K Sukandar, Chelsie M Sihite, Virda R Aulia, Dewi AA Citra (4.5 poin), Yemi J. Ina (4 poin), Nadya Anggraeni (3,5 poin), Dita K. Ina (3 poin), Tri  Prismajayanti (2,5 poin), dan Meriatul Qibtiyah (MPW/2,5 poin).rnrnDi klasemen putra; Susanto Megaranto, Muhammad Luthfi, Masruri Rahman, Sumardi S. Ula, Mohammad Ervan (4.5 poin), Gelar Sagara (MP/4,5 poin), Sean W Cuhendi (3,5 poin), Azarya J Setyaki (MP/3,5 poin), dan Yoseph Taher (3 poin).rnrnrwrnilustrasi: alexandra

Pasangan Surya – Tigor Juarai Turnamen Tenis Dandim Cup

Untuk mencari pemain tenis lapangan berbakat dan berprestasi di wilayah Kota Depok, Kodim 0508/Depok menggelar turnamen tenis lapangan memperebutkan piala Dandim Cup di lapangan Tenis, Perum Griya Asri Sukmajaya, dan Gema Pesona Depok.rnrnTurnamen yang digelar selama dua hari mulai 17-18 Maret 2012 di ikuti 30 peserta dari klub-klub tennis lapangan yang ada di Depok serta dari wilayah Jabodetabek.rnrnKeluar sebagai juara pertama dan membawa pulang piala  Dandim Cup, pasangan Surya Wijaya dan Tigor dari klub Depok. Sedangkan  juara II diraih pasangan Firza dan Reza, dan juara III diraih pasangan bersama, yaitu Bambang/Purwoko dan Adi Black/Tedi Widi.rnrnKomandan Kodim 0508/Depok, Letkol Inf M Sujono saat membuka turnamen tersebut mengatakan, turnamen ini diselenggarakan sebagai bentuk komunikasi sosial guna mempererat tali silaturahmi antara Kodim Depok dengan berbagai komponen masyarakat, khususnya pecinta olahraga tennis lapangan.rnrnDengan turnamen ini, lanjut Sujono, diharapkan terbentuk suatu pemahaman tentang visi dan misi tegaknya NKRI dan empat pilar bangsa yang diawali dengan terbentuknya ikatan moral yang kuat diantara kita.rnrnâ€Junjung sportivitas yang tinggi, bagi pemain yang berbakat terutama dari pemain muda dapat disalurkan untuk menjadi anggota TNI,†tutur Sujono di lokasi, Minggu (18/3).rnrnPembukaan turnamen tennis lapangan piala Dandim tersebut dibuka secara simbolis oleh Dandim dengan melakukan pemukulan bola pertama. Hadir pula Ketua Persatuan Tenis Lapangan (Pelti) Kota Depok, Indra Bangsawan, Wakapolres Depok, Perwakilan Pengadilan Negeri Depok, Kasdim Depok, Mayor Ariyo, para Danramil dan puluhan peserta turnamen ini.rnrnIcharnilustrasi: Sanja – sxc

Depok Kirim 13 Atlet ke PON XVIII

Kota Depok, Jawa Barat mengirimkan 13 atlet ke ajang ajang Pekan Olah Raga Nasional (PON) XVIII di Riau pada September 2012. 13 atlet tersebut berasal dari 10 cabang olah raga. Yakni taekwondo, dayung, panahan, bulutangkis, basket, sepak bola, catur, billiard, karate, dan golf.rnrnMereka adalah Asep Kurniawan, Kanti Setyawati, Roni Lismanto, Haryati, Yasmidar Hamid, Linda Weni, Febriandini, Natasya, Lucky Rajak, Ahmad Riza, Hendra Lesmana, Eryn Alifadini, dan Taufik Hidayat.rnrnKetua Komisi Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Kota Depok, Amri Yusra mengatakan saat ini seluruh atlet masih berlatih di Pelatihan Daerah (Pelatda) Propinsi Jawa Barat.rnrn“Kami berperan sebagai pendukung atau supporting team untuk menyukseskan para atlet berlaga. Salah satunya dengan menyediakan anggaran,†katanya kepada wartawan di Jalan Siliwangi, Kamis (19/1).rnrnAmri menambahkan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada propinsi Jawa Barat untuk menggenjot para atlet di setiap cabang olah raga. Amri pun membidik tiga cabang untuk meraih medali emas.rnrn“Target tentu emas, kalau melihat yang ada pertama memang dayung, lalu taekwondo, dan catur, minimal tiga emas, kalau bisa lebih,†tegasnya.rnrnIcha

Atlet Dayung Depok Siap Hadapi PON XVIII

Kota Depok, Jawa Barat mengirimkan dua atlet terbaiknya untuk cabang olahraga dayung pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII yang akan digelar di Riau 9 September 2012 mendatang.rnrnSalah satu dari dua atlet yang dikirim nanti adalah Kanti Satyawati, peraih dua medali emas pada ajang Sea Games di Palembang beberapa waktu lalu. Kanti akan diturunkan di nomor beregu Kayak.rnrn“Persiapannya saya mulai Senin (9/1) gabung di Tim Pelatda dan Pelatnas, di sana latihannya, untuk PON terhitung dari sekarang sampai September,†katanya kepada wartawan, Minggu (8/1).rnrnKanti, yang juga pegawai Dinas Pemuda dan Olahraga Depok ini mengatakan PON lebih berat, karena menurutnya itu rival satu tim.rnrn“Kita sudah tahu kekuatannya, Papua paling berat menurut saya, dari posturnya mereka punya kekuatan alami, kalau saya bisa karena latihannya lama, kalau mereka powernya bagus,†tutur Kanti.rnrnIcha