fbpx

Benny Dollo: PSSI Harus Bertanggung Jawab

Memalukan. Itulah kalimat pertama yang keluar dari mulut mantan pelatih timnas Benny Dollo saat menanggapi kekalahan di laga terakhir kualifikasi Piala Dunia 2014. Timnas U-23 plus dibantai habis-habisan oleh Bahrain dan dipaksa menyerah 10-0 di Bahrain National Stadium, Rabu (29/2). Menurutnya, PSSI harus mempertanggungjawabkan hasil memalukan ini kepada seluruh masyarakat sepakbola.rnrn”Sangat memalukan. Dan pengurus PSSI harus bertanggung jawab. Mereka tidak bisa lepas tangan karena yang memutuskan menurunkan tim untuk menghadapi Bahrain. Jujur sebagai orang Indonesia, saya sangat malu. Iini adalah rekor kekalahan terburuk Indonesia di laga internasional,” ujar Bendol, panggilan karib Benny Dollo.rnrnMenurutnya bila pengurus PSSI berpikir mereka berada dalam lingkaran organisasi olahraga yang fair play, seharusnya mereka tetap berjuang dan berusaha mempertahankan timnas sebelumnya. Namun, PSSI justru menunjuk timnas U-23 plus yang hanya diisi pemain dari LPI.rnrn”Mereka tidak bisa berdalih lagi. Fakta ini sangat menyesakkan. Masyarakat sudah tahu apa yang mereka lakukan saat ini. Mereka tidak bisa hanya mengeluarkan pernyataan bahwa pemain dari Liga Super Indonesia tidak bisa membela timnas. Lihat saja, Safee Sali masih bisa memperkuat timnas Malaysia. Begitu juga Persipura yang juga bisa tampil di Liga Champions Asia. Lalu ada masalah apa, sehingga pemain LSI dilarang memperkuat timnas,” tandasnya.rnrnLangkah yang dilakukan pengurus PSSI yang menunjuk tim berangkat ke Bahrain itu dinilai bukan lagi suatu pembelajaran. “Itu adalah sesuatu yang sangat fatal. Mereka harus bertanggung jawab sesuai amanat rakyat yang dipercayakan kepada pengurus PSSI,” tukas Bendol.rnrnStefanus Sealtielrnhttp://www.bolalob.com/

Hujan Gol Warnai Pembukaan FFD U-23

[caption id="attachment_10255" align="alignright" width="300" caption="Blessed Child (oranye-hitam) tundukan CST dengan skor 8-1 pada laga pembuka FFD U-23, Sabtu (25/2)."][/caption]rnrnFestival Futsal Depok (FFD) 2012 untuk kategori usia dibawah 23 (U-23) dimulai. Lagu kebangsaan Indonesia Raya beserta mars FIFA Internasional pun berkumandang menyertai masuknya tim pembuka pertandingan, yakni Blessed Child kontra CST, Sabtu (25/2) pagi tadi.rnrnBlessed Child mampu memperlihatkan aksinya yang memukau di laga pertama ini. Skuad U-23 berkostum oranye-hitam ini mampu melesatkan 8 gol ke gawang CST. Sementara, CST yang tampil dengan kostum putih-putih hanya mampu membalas dengan sebuah gol tunggal. Kedudukan 8-1 untuk Blessed Child pun bertahan hingga peluit panjang babak kedua berbunyi.rnrnMelalui kemenangan yang memukau di awal kompetisi U-23 ini, Blessed Child pun diperkenankan maju ke babak berikutnya untuk bertemu tim asal Depok lainnya, yakni FE UI pada Minggu (26/2) pagi besok.rnrn”Di hari pertama kategori U-23 ini digelar 14 pertandingan. Penyisihan akan dilanjutkan besok sekaligus beberapa pertandingan putaran kedua,” ungkap ketua FFD, Awim Haryanto kepada depoklik di lokasi pertandingan, arena futsal Limus IBM, Cimanggis.rnrnANrnrn 

Belum Ada Gaji, Persikad Depok Stop Latihan

Jelang pertandingan kualifikasi Grup 4 Divisi 1 PSSI, melawan Persikasi Bekasi, Sabtu (11/2) besok di Stadion Merpati, Skuad Persikad Depok dikabarkan belum jalani latihan. Hal ini disebabkan karena belum cairnya gaji dari manajerial.rnrnPelatih utama Meiyadi Rakasiwi menhentikan sementara program latihan ini untuk kelangsungan dan kebaikan tim.  “Memang sebenarnya grafik pemahaman pemain akan materi latihan sedang baik, namun saya tidak ingin grafik itu terganggu karena urusan non teknis. Saya yakin dan percaya, semua pemain satu-dua hari ini tetap jaga kondisi,†ungkapnya.rnrnSeperti dilansir harian lokal Monitor Depok, hari ini kemungkinan gaji pemain akan cair dari manajerial. Soal penggajian tim, GM Persikad Zuchli Imran Putra, Senin (6/2) kemarin sempat menyebutkan gaji tim bulan ini akan dibayarkan Rabu (8/2), hari ini.rnrnWalaupun program latihan sempat terhenti, namun Meiyadi pastikan pertandingan Sabtu besok melawan Persikasi Bekasi tetap berlangsung di Stadion Merpati, Depok Jaya dan kondisi skuadnya tetap terjaga.rnrnrw/md

Depok Kirim 13 Atlet ke PON XVIII

Kota Depok, Jawa Barat mengirimkan 13 atlet ke ajang ajang Pekan Olah Raga Nasional (PON) XVIII di Riau pada September 2012. 13 atlet tersebut berasal dari 10 cabang olah raga. Yakni taekwondo, dayung, panahan, bulutangkis, basket, sepak bola, catur, billiard, karate, dan golf.rnrnMereka adalah Asep Kurniawan, Kanti Setyawati, Roni Lismanto, Haryati, Yasmidar Hamid, Linda Weni, Febriandini, Natasya, Lucky Rajak, Ahmad Riza, Hendra Lesmana, Eryn Alifadini, dan Taufik Hidayat.rnrnKetua Komisi Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Kota Depok, Amri Yusra mengatakan saat ini seluruh atlet masih berlatih di Pelatihan Daerah (Pelatda) Propinsi Jawa Barat.rnrn“Kami berperan sebagai pendukung atau supporting team untuk menyukseskan para atlet berlaga. Salah satunya dengan menyediakan anggaran,†katanya kepada wartawan di Jalan Siliwangi, Kamis (19/1).rnrnAmri menambahkan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada propinsi Jawa Barat untuk menggenjot para atlet di setiap cabang olah raga. Amri pun membidik tiga cabang untuk meraih medali emas.rnrn“Target tentu emas, kalau melihat yang ada pertama memang dayung, lalu taekwondo, dan catur, minimal tiga emas, kalau bisa lebih,†tegasnya.rnrnIcha

Kiper Persikad Depok Masuk Timnas U-21

Penjaga gawang Persikad Depok, Hidayat Berutu, dipastikan lolos seleksi Timnas PSSI U-21, yang akan bertarung di turnamen Sultan Hasanah Bolqiah di Brunei Darussalam, 27 Februari mendatang.rnrnPria kelahiran Medan, 22 Juni 1991 setinggi 190 cm ini menyisihkan 6 kiper lainnya yang ikut seleksi timnas U-21. “Saya ingin memberikan yang terbaik, dan siap bersaing menjadi kipper inti di timnas,†tuturnya kepada wartawan, Rabu (11/1).rnrnBerutu menjadi satu-satunya pemain klub Depok yang diasuh Wahyu Ramadani yang lolos seleksi akhir. Tiga rekannya di Persikad, yakni Marta Dinata (gelandang), Imran Idris (gelandang), dan M. Aidil (striker) belum dapat menembus seleksi ini.rnrnSeperti dilansir harian lokal Monitor Depok, setelah ini Berutu dan 24 pemain lainnya yang lolos seleksi timnas U-21 akan dikerucutkan lagi menjadi 18 pemain untuk diberangkatkan ke Brunei. Seleksi timnas U-21 sendiri akan dilanjutkan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ).rnrnrw/mdrnFoto: Hidayat Berutu

Atlet Dayung Depok Siap Hadapi PON XVIII

Kota Depok, Jawa Barat mengirimkan dua atlet terbaiknya untuk cabang olahraga dayung pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII yang akan digelar di Riau 9 September 2012 mendatang.rnrnSalah satu dari dua atlet yang dikirim nanti adalah Kanti Satyawati, peraih dua medali emas pada ajang Sea Games di Palembang beberapa waktu lalu. Kanti akan diturunkan di nomor beregu Kayak.rnrn“Persiapannya saya mulai Senin (9/1) gabung di Tim Pelatda dan Pelatnas, di sana latihannya, untuk PON terhitung dari sekarang sampai September,†katanya kepada wartawan, Minggu (8/1).rnrnKanti, yang juga pegawai Dinas Pemuda dan Olahraga Depok ini mengatakan PON lebih berat, karena menurutnya itu rival satu tim.rnrn“Kita sudah tahu kekuatannya, Papua paling berat menurut saya, dari posturnya mereka punya kekuatan alami, kalau saya bisa karena latihannya lama, kalau mereka powernya bagus,†tutur Kanti.rnrnIcha

Menuju Liga Besar, Persikad Berbenah

rnrnSelasa (6/12) ini, Persatuan Sepak Bola Depok (Persikad) menggelar seleksi pemain U-23 di Stadion Merpati, Depok, Jawa Barat.rnrnSelama lima hari, 60 pemain sepakbola dari berbagai Sekolah Sepak Bola (SSB) di wilayah Depok dan sekitarnya di seleksi.  Para pemain diseleksi langsung oleh manajer dan pelatih Persikad.rnrnTak hanya pengurus, warga pun ikut menyaksikan seleksi ini. Warga berharap, para pemain seleksi yang lolos untuk memperkuat tim kebanggan kota Depok nanti bisa menggaungkan Persikad dikancah persepakbolaan tanah air.rnrn“Mudah-mudahan berjalan lancar dan mendapat dukungan dari warga Depok khususnya,†harap Misdi (51), Warga Margonda, Depok.rnrnSenada dengan Misdi, Haryadi Kubil Mulyanam (30), Ketua Superdepok (Suporter Persikad) juga berharap persepakbolaan Kota Depok bisa ramai kembali seperti saat di Divisi Utama.rnrnSebelumnya, pada tahun 2010 Persikad pernah berada di kasta tertinggi sepak bola nasional yaitu di divisi utama. Namun karena melanggar Pasal 57 Kode Disiplin PSSI, yakni gagal menggelar pertandingan, akhirnya Komisi Disiplin (Komdis) PSSI mendiskualifikasi Persikad ke Divisi Satu dan dilarang tampil selama satu musim kompetisi.rnrnBaiklah, semoga dengan diadakan seleksi pemain ini, Persikad Depok bisa berjaya di liga-liga besar nasional.rnrn rnrnImam fathurahmanrnFoto: IFrnrn