fbpx

Hadiri Grand Launching Gerakan UI Mengajar Angkatan 4

Gerakan Universitas Indonesia (UI) Mengajar merupakan salah satu program kerja tahunan dari Departemen Sosial Masyarakat Badan

[caption id="attachment_21187" align="alignleft" width="300"] Grand launching Gerakan UI Mengajar Angkatan 4.[/caption]

Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI. Tujuannya adalah turut membantu anak-anak di daerah pelosok Indonesia untuk merasakan pendidikan yang lebih baik dan layak yang berorientasi pada kegiatan belajar mengajar kreatif.

Tahun ini Gerakan UI Mengajar sudah memasuki tahun keempat sejak dimulainya inisiasi ini pada tahun 2011. Gerakan yang diprakarsai Maman Abdurakhman, Ketua BEM UI 2011 mendapat sambutan baik dari masyarakat internal UI maupun masyarakat luas. Tahun ini, Gerakan UI Mengajar mengusung tema “Satu Aksi, Bersama Menginspirasiâ€. Dengan harapan dengan adanya aksi ini semakin banyak para pihak yang terinspirasi untuk membuat gerakan serupa dan membawa dunia pendidikan di Indonesia ke arah yang lebih baik.

Sebagai rangkaian awal dimulainya kembali perjalanan Gerakan UI Mengajar Angkatan 4, diadakan grand launching dalam upaya memperkenalkan Gerakan UI Mengajar 4 kepada masyarakat luas, sekaligus sebagai momentum dibukanya pendaftaran pengajar tahun ini. Grand launching akan dilaksanakan pada 5 September 2014 di Aula Terapung Perpustakaan Pusat ‘Crystal of Knowledge’ UI, Depok, pukul 13.30 hingga 17.00.

Dengan tema “Yang Muda, yang Kreatif, yang Mendidikâ€, grand launching kali ini menghadirkan talkshow pendidikan dan hiburan yang bernuansakan dan diisi langsung oleh anak-anak. Tema ini diangkat, mengingat peran pemuda yang lebih kreatif sangat dibutuhkan untuk memajukan bangsa dalam segala bidang, khususnya pendidikan.

Grand launching kali ini menghadirkan Hikmat Hardono (Executive Director Indonesia Mengajar), Dik Doang (Artis dan Founder Sekolah Alam Kandank Jurank Doank), dan Oberdey Willys Legi (Pengajar GUIM Angkatan 2) sebagai pembicara serta Maman Abdurakhman (Ketua BEM UI 2011) sebagai moderator. Kehadiran masyarakat serta mahasiswa UI sangat dinantikan pada grand launching ini.

Frd

Yuk Ajak Si Buah Hati Jalan-jalan di Penghujung Liburan Sekolah

Belum sempat mengambil cuti dan mengajak anak menikmati liburan sekolah? Nah, ini ada beberapa kegiatan seru yang bisa kamu lakukan bersama anak di akhir penghujung liburan sekolah.

Bermain di taman kota bisa menjadi kegiatan liburan yang mengasyikkan, lho. Apalagi beberapa taman kota yang ada memiliki fasilitas yang cukup menarik dan bisa dinikmati oleh anak. Nggak hanya itu, kamu juga bisa mengajak anak bersepeda di taman kota.

Taman Suropati yang berada di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, menjadi tempat yang tepat untuk bersepeda atau bermain bola. Bosan di Taman Suropati, kamu bisa mengajak anak melipir ke Taman Menteng. Di Taman Menteng, kamu bisa mengajak si kecil belajar mengenal tentang tanaman. Karena di sini ada lebih dari 30 spesies tanaman hias. Arena bermain untuk anak, lapangan fustal dan lapangan basket pun bisa kamu pakai bermain bersama si kecil.

Alternatif taman yang nggak kalah menarik adalah Taman Cattleya yang berada di kawasan Slipi. Menariknya, taman ini memiliki danau dan juga trek untuk jogging. Jadi, kamu bisa mengajak anak untuk berolahraga bersama dan menikmati rindangnya pepohonan.

Kebun binatang

Mengajak anak lebih dekat dan mengenal berbagai aneka satwa juga bisa kamu lakukan untuk mengisi liburan sekolah yang akan berakhir. Dengan mengunjungi kebun binatang, kamu bisa mengajarkan anak untuk menjaga aneka satwa.

Di Jakarta, kamu bisa mengunjungi Kebun Binatang Ragunan. Nah, buat kamu yang ingin melihat lebih dekat aktivitas satwa dengan bebas, Taman Safari Indonesia, Bogor, bisa menjadi pilihan menarik yang akan membuat anak senang. Kabar gembira buat kamu yang ada di Malang, Jatim Park 2, juga bisa menjadi pilihan tempat berlibur yang menyenangkan. Karena anak nggak hanya melihat binatang tetapi juga bisa menikmati aneka fasilitas, seperti waterpark dan museum serta wahana mainan untuk anak.

Bertemu tokoh kartun di mal

Kalau kamu dan suami nggak punya waktu yang luang untuk mengajak anak mengisi liburan dengan kegiatan yang edukatif, jangan khawatit. Ajak si kecil mengunjungi mal karena beberapa mal dalam rangkat menyambut musim liburan sekolah menggelar kegiatan yang cukup menarik. Seperti yang dilakukan oleh Baywalk Mal, dalam rangka liburan sekolah tahun ini mengadakan menghadirkan beragam acara seru dengan tema ‘Tropical Holiday With Pororo The Little Penguin’, di mana anak-anak bisa melihat live show performance dari Pororo and Friends.

Nah, untuk Si Kecil yang menyukai tokoh putri Cantik, Sofia The First, kamu bisa mengajak ke Central Park. Karena untuk memeriahkan momen liburan sekolah, Central Park bekerjasama dengan Disney Indonesia, mengajak Sofia untuk menyapa dan menghibur penggemar dalam ‘The First Royal Visit of Sofia The First’.

Pekan raya Jakarta

Ajang tahunan Pekan Raya Jakarta (PRJ) juga bisa menjadi tempat untuk berlibur yang nggak kalah menarik untuk anak. Agar kegiatan liburan tidak monoton, kamu bisa memperkenalkan aneka jajanan dan budaya khas Betawi saat mengunjungi PRJ. Dengan begitu si kecil tidak hanya menikmati liburan sambil bermain tetapi juga belajar untuk mengenal budaya kota Jakarta.

Frd/Fimela.com

Belajar Entrepreneurship Sejak Usia Dini

Menjadi entrepreneur tidaklah bisa secara instan dalam sekejap. Motivasi yang kuat adalah modal utama untuk menjadi seorang entrepreneur di samping keberanian dan ketekunan yang harus dimiliki oleh calon entrepreneur. Berani mengambil risiko rugi, tekun, dan ulet dalam menjalankan usahanya, sehingga menjadi entrepreneur yang tangguh dan tidak pantang menyerah. Hal ini akan baik jika dibina sejak dini (anak).

Lingkungan adalah faktor utama yang mempengaruhi perkembangan anak. Seperti lingkungan keluarga maupun sekolah. Banyak anak yang menjadi entrepreneur karena berasal dari keluarga entrepreneur. Hal ini dikarenakan si anak sudah terbiasa dengan kesehariannya melihat bagaimana kegiatan orangtuanya dalam menjalankan usahanya. Pola pikir anak menjadi tertanam dengan sangat kuat ketika dewasa kelak. Meskipun tidak jarang juga anak yang berasal dari latar belakang keluarga entrepreneur, namun ketika dewasa ia tidak menjadi entrepreneur.

Selain orangtua, guru memegang peranan yang sangat penting dalam mendidik atau menanamkan ke dalam pola pikir anak untuk menjadi seorang entrepreneur. Hal ini dikarenakan sebagian besar waktu anak dihabiskan di sekolah dan kekuatan dari seorang guru. Guru hendaknya membina dan menumbuh kembangkan jiwa entrepreneurship ke anak. Guru harus memberikan fasilitas dan kreatif dalam membina anak.

Guru dalam mengajar harus bisa mengaitkan apa yang diajarkan dengan hal-hal yang berkaitan dengan  entrepreneurship. Entrepreneurship sangat dibutuhkan anak, karena jika ini diberikan oleh guru secara berlanjut, lambat laun akan tertanam di pola pikir anak tentang entrepreneurship. Kelak ketika dewasa, anak akan terbiasa dengan entrepreneurship dan yang terpenting lagi anak tidak akan takut dengan risiko akan rugi.

Sekolah sebagai tempat para guru meng-creat ide entrepreneurship kepada anak harus mendukung melalui program-programnya. Program-program tersebut bisa melalui kurikulum pendidikannya ataupun kegiatan kesiswaan yang mengarah kepada kewirausahaan. Dukungan sekolah ini kunci dari keberhasilan guru karena bagaimana mungkin guru menanamkan jiwa entrepreneurship kepada anak jika sekolah tempatnya mengajar tidak mempunyai kurikulum ataupun kegiatan kesiswaan yang berkaitan dengan entrepreneurship.

Masuknya nilai-nilai entrepreneurship pada kurikulum sekolah mewajibkan guru untuk selalu mengaitkan pelajaran yang diajarkan, terlepas bidang studi apa pun yang diajarkan untuk selalu dikaitkan dengan entrepreneurship. Hal ini yang akan membuat anak mempunyai banyak pengetahuan entrepreneurship. Kegiatan sekolah yang berkaitan dengan entrepreneurship merupakan penyeimbang bagi anak untuk menerapkan apa yang ia peroleh dari pelajaran yang diajarkan oleh guru tersebut.

Misalnya saat pelajaran matematika guru bisa mengajarkan pelajaran uang sehingga anak mengetahui tentang nilai uang serta contoh-contoh penggunaannya. Dari pelajaran tadi sekolah membuat kegiatan yang membuat anak-anak kreatif dalam menerapkan ide-ide polosnya. Contohnya anak diminta untuk membuat sesuatu, kemudian diminta untuk menghitung berapa modal yang dibutuhkan. Lalu jika sudah jadi, anak diminta untuk menjual hasil karyanya tersebut.

Frd

Musikalisasi Puisi, Peringatan Hardiknas ala Sekolah Master

Bila sekolah reguler peringati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dengan upacara, Sekolah Master Depok memperingatinya dengan pementasan seni karya siswa, Jumat (2/5).

Pementasan seni tersebut digelar di area sekolahnya, di kawasan Terminal Depok, Margonda. Pembacaan puisi, teater hingga musikalisasi puisi mewarnai peringatan Hardiknas di sekolah anak jalanan ini.

Penampilan karya seni siswa ini juga merupakan ragkaian dari program baru di Sekolah Master, yakni, Jumat Ceria. Jumat Ceria ini akan dilangsungkan secara rutin sebagai hari ekspresi warga belajar Master.

Peringatan Hardiknas di Sekolah Master ini juga mendapat kunjungan Wakil Wali Kota Depok Idris Shomad. Dalam kesempatan itu, Idris menyumbangkan buku untuk pepustakaan Sekolah Master dan sejumlah uang untuk menunjang kebersihan.

“Kita semua berharap pada adik-adik yang akan memimpin bangsa Indonesia, mengukir sejarah dan siapkanlah dari sekarang. Rajinlah belajar dan pegang prinsip Ki Hajar Dewantara,†ucap Idris.

Rani