fbpx

Ratusan Pelajar Ikuti Pelatihan Internet Positif di Bumi Wiyata

Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) RI gelar Pelatihan Literasi Informasi Masyarakat Komunitas Anak dan Remaja di Hotel Bumi Wiyata, Margonda, Selasa (29/4). Ratusan pelajar Depok, baik SD, SMP maupun SMA dan sederajatnya menjadi peserta pelatihan ini.

Kegiatan yang bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok ini memfokuskan materinya pada pemanfaatan internet secara sehat atau internet positif, sesuai dengan temanya, yakni “Pemanfaatan Internet Untuk Kegiatan Produktifâ€.

“Pelatihan ini merupakan bagian dari pengembangan SDM bidang IT untuk meningkatkan daya kritis masyarakat dalam penggunaan internet. Pelathian ini juga sebagai sarana pemberdayaaan masyarakat dalam penggunaan internet, sehingga mereka menggunakannya untuk tujuan prduktif,†ujar Kepala Puslitbang Literasi dan Profesi SDM Kemenkominfo, Gati Gayatri.

Gati juga menambahkan, kini diperlukan kebijakan dan upaya pengawasan, khususnya terhadap anak-anak, dalam memanfaatkan Internet, agar mereka mampu menggunakan internet secara benar dan efektif.

Dalam pelatihan itu, hadir pula Kepala Bidang Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Wahyu Hartomo dan Wali Kota Depok Nur Mahmudi.

 

Adv/humasdepok

7 Mahasiswa Korea Jadi Relawan di Sekolah Master

Tujuh mahasiswa Mokpo National University Republic of Korea menjadi relawan di Sekolah Master Depok. Hal tersebut berkaitan dengan pembukaan voluntary program for children di Indonesia, Senin (10/2).

Program pengabdian untuk anak-anak yang dilaksanakan oleh Social Service Center Nasional University Sub Korea Selatan ini sudah berjalan sejak 2006, tetapi baru tahun 2014 dilaksanakan di Indonesia. Tujuannya, menstimulasi kecerdasan majemuk pada anak yang terdiri dari kecerdasan musik, kecerdasan visual spesial, interpersonal, kinestetik, dan atletik.

“Kegiatannya meliputi ekskul, bermain musik setelah proses belajar mengajar selesai, serta membuat kerajinan tangan,†tutur Rida, penanggungjawab program.

Selain itu, mahasiswa asal negeri ginseng ini juga ingin memperluas wawasan multikulturalnya. Rida mengatakan, mereka ingin memahami budaya Indonesia melalui Sekolah Master. “Menurut mahasiswa, sekolah Master mencerminkan Indonesia dan Kota Depok yang memiliki program unggulan yaitu kota layak anak.â€

Sementara itu, Ketua Yayasan Sekolah Master Nurochim mengaku terharu dengan kedatangan relawan dari Universitas Mokpo.

“Kita selalu bersyukur dengan banyaknya bantuan yang datang dari luar negri. Ini merupakan kesuksesan bersama. Bukan hanya untuk Master, tetapi juga untuk kemajuan Kota Depok dan Indonesia,†ujarnya.

Voluntary program ini sendiri rencananya akan berlangsung selama 10 hari.

rw

Lisuma Gundar Kupas Gerakan Pemuda di Sekolah Master

Membahas secara tuntas mengenai sejarah pergerakan pemuda di Indonesia, Lingkar Studi Mahasiswa (LISUMA) Universitas Gunadarma (Gundar) bersama Wenri Wanhar, seorang jurnalis penulis buku “Gedoran Depok†menggelar diskusi di Sekolah Master, Terminal Depok.

Sejarah ini diceritakan secara ringan kepada para siswa Master, mulai dari pergerakan pemuda mulai dari era Hindia Belanda hingga perjuangan mencapai kemerdekaan Indonesia. Diskusi pun berlangsung aktif dengan tanya jawab.

Diskusi bertema “Pemuda Dalam Bingkai Nusantara†ini digelar pada 20 Oktober 2013 lalu untuk memperingati Sumpah Pemuda, sekaligus pengesahan kepengurusan Lisuma Gundar baru, periode 2013/2014, yang diketuai Andi Misbahul Pratiwi.

“Seminar Kepemudaan ini adalah upaya pemberdayaan pemuda yang dengan inisiatif diselenggarakan oleh Lisuma Gunadarma dan di dukung oleh KNPI Depok sebagai wadah kreasi aksi Pemuda Kota Depok,†jelas Andi dalam rilisnya, Minggu (17/11).

Pada kegiatan tersebut, hadir pula Sutarno, SH selaku perwakilan dari Polresta Depok yang turut menyampaikan materi dan memberikan games kekompakan kepada peserta. Pada kesempatan itu Sutarno turut mensosialisasikan Program Polresta Depok dalam rangka turut berperan aktif membangun karakter pemuda di era globalisasi.

red

 

D’Kandang Farm Wisata Edukasi Untuk Anak

[caption id="attachment_20656" align="alignright" width="300"] Foto: Ist.[/caption]

Bagi anda yang ingin merasakan aroma pedesaan yang kini telah hilang dari wajah perkotaan. Tak perlu jauh-jauh mencari nuansa tersebut.

D’Kandang Farm menawarkan wajah perdesaan di tengah kota yang menjadi alternatif untuk anda menghilangkan kejenuhan dan bisa menjadi pilihan orang tua sebagai One Stop Edutainment kepada anak-anak di Kota Depok. D’kandang buka mulai pukul 8.00 hingga 15.00 WIB.

“Kami menghadirkan suasana yang sangat natural seperti di pedesaan sebenarnya, mereka (anak-anak) bisa lebih dekat dengan alam,” tutur Divisi Eko Wisata d’Kandang Farm Junaedi Abdullah.

D’kandang memberikan wisata yang menyenangkan, tidak hanya menyegarkan pikiran tetapi juga memberikan pendidikan, khususnya kepada anak-anak.

Berada d atas tanah seluas 800 meter persegi yang terletak di Pasir Putih, Sawangan, Depok. Para siswa TK dan SD yang berkunjung akan diajarkan proses berkebun mulai dari menyiangi benih, hingga proses panen.

“Anak-anak juga diajarkan bagaimana tanaman itu bisa sampai di atas meja makan mereka, mulai dari menanam benih, memelihara, memanen hingga memasak, diharapkan dengan memberikan pembelajaran dan pengetahuan seperti itu  anak bisa lebih menghargai petani dan apa yang mereka makan, itu membentuk karakter yang luar biasa sekali, †jelasnya.

Tersedia lahan yang telah ditanami berbagai sayuran seperti kol, kacang panjang, tomat, belimbing Dewa hingga jambu kristal. Selain itu D’Kandang Farm juga terdapat hewan ternak mulai dari kambing hingga sapi. Anak-anak dapat belajar cara memerah sapi.

“Tanaman sayur,tanaman hias kami bekerja sama dengan IPB untu teman konsultasi dan pengadaan benih dan tanaman buah. Di sini juga bisa melihat langsung cara pengolahan susu yang aman dan tanpa bahan pengawet, dan memberikan susu untuk anak-anak kambing dan hewan ternak,” kata Junaedi.

Tidak hanya itu, D’Kandang Farm juga menawarkan wahana lain seperti Deldom yaitu delman yang ditarik menggunakan domba, arum jeram yang berjarak tempuh hingga 20 menit.

Tiket masuk yang ditawarkan pun masih terjangkau untuk kantong kita. Dengan uang 50 ribu rupiah anda sudah bisa masuk D’Kandang Farm dan bisa menikmati paket wisata edukasi.

“Kami coba membuat wisata edukasi semudah dan semurah mungkin, tentu tidak lepas dari kenyamanannya juga,†ungkapnya.

Ricky Juliansyah

Foto: Ricky Juliansyah