fbpx

Tidak Ada Respon Positif, Pemkot Depok di Nilai “Sombong”

[caption id="attachment_20651" align="alignright" width="300"] Foto: Ist.[/caption]

Pemerintah Kota (pemkot) Depok dinilai sombong atas tidak adanya respon positif pemkot untuk mengajukan proposal pembangunan sekolah baru di Depok. Hal ini diutarakan oleh Anggota Komisi X DPR RI asal Depok, Nuroji.

Ia menilai pemkot Depok tidak responsif terhadap kurangnya fasilitas pendidikan di Depok. Padahal, pemerintah pusat memiliki anggaran untuk membangun tiga gedung sekolah baru setiap tahunnya.

“Yang perlu dilakukan adalah pengajuan proposal dari pemkot dan kami di DPR RI akan mendorong agar terealisasi tiga gedung sekolah baru tiap tahun,†jelasnya.

Setidaknya, Ia sudah tiga kali bertemu dengan Nur Mahmudi Ismail dalam berbagai kesempatan. Dan dirinya selalu membuka diskusi tentang pembangunan sekolah baru di Depok.

“Tapi tidak ada niat dari pemkot untuk membuat proposal. Padahal tiap tahun ada anggaran untuk membangun tiga sekolah baru dari SD sampai SMA. Karena tidak ada niat baik dari pemkot sendiri akhirnya saya tidak bisa berbuat apa-apa,” sesalnya.

Ditegaskannya, Depok masih sangat kekurangan sekolah. Khususnya di Kecamatan Beji yang tidak memiliki SMA Negeri. Dia mengaku, tidak mengetahui alasan pemkot, khususnya Dinas Pendidikan Kota Depok yang tidak merespon niat baiknya itu.

“Pemkot sendiri yang tidak mau bikin proposal. Padahal, saya sudah lemparkan omongan itu sejak tahun 2010,” tegasnya.

Jika saja pemkot mau merespon usulan tersebut sejak tiga tahun lalu maka hingga saat ini Depok sudah memiliki sembilan gedung sekolah baru. Dengan demikian jumlah anak sekolah yang keluar Depok dapat berkurang.

Ia menambahkan satu gedung sekolah dianggarkan Rp3 Miliar untuk bangunan fisiknya. Sedangkan pembebasan lahan adalah kewenangan pemkot.

“Dari dulu alasannya terkendala pembebasan lahan. Coba kalau dari dulu sudah merespon usulan itu sekarang Depok sudah punya sembilan sekolah baru,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, Depok masih sangat kekurangan gedung sekolah sehingga banyak lulusan sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) asal Depok yang terpaksa bersekolah di luar Depok.

rw

Belum Rampung 100 Persen, Sudah Ada Kunjungan Dari Sekolah

Memang saat D’Kandang Farm belum rampung 100 persen, namun sudah ada sekolah-sekolah yang melakukan kunjungan ke sana.

“Mereka lihat dari internet, alhamdulilah walaupun belum rampung 100 persen kita bisa menyambut mereka dengan baik dan mendapat respon yang luar biasa kepada mereka,” ungkap Divisi Eko Wisata d’Kandang farm, Junaedi Abdullah.

Walaupun belum rampung 100 persen, d’Kandang secara keseluruhan sudah bisa di nikmati, bahkan sudah ada beberapa tanaman yang bisa dipanen pengunjung.

Ia berharap agar sekolah-sekolah di Depok dapat mengetahui kalau ada wisata seperti ini di kota Depok.

“Karena pengunjung kami lebih banyak dari luar kota Depok, mudah-mudahan sekolah di Depok tahu keberadaan d’Kandang,” tandasnya.

D’Kandang juga memberikan 600 tiket gratis kepada warga yang berada dekat dengan lokasi wisata edukasi tersebut, tujuannya untuk menjaga silaturahmi antar warga sekitar.

“Usai lebaran kami akan membagikan 600 tiket masuk gratis untuk warga, sekaligus pengenalan untuk masyarakat sekitar,†terangnya.

Ia mengatakan promo ini berlangsung selama dua hari mulai 12 hingga 13 Agustus 2013 yang dibagikan kepada warga.

“Kami meminta bantuan kepada RT-RT setempat untuk membagikan tiket masuknya,†tutupnya.

Ricky Juliansyah

Foto: Ricky Juliansyah

D’Kandang Farm Wisata Edukasi Untuk Anak

[caption id="attachment_20656" align="alignright" width="300"] Foto: Ist.[/caption]

Bagi anda yang ingin merasakan aroma pedesaan yang kini telah hilang dari wajah perkotaan. Tak perlu jauh-jauh mencari nuansa tersebut.

D’Kandang Farm menawarkan wajah perdesaan di tengah kota yang menjadi alternatif untuk anda menghilangkan kejenuhan dan bisa menjadi pilihan orang tua sebagai One Stop Edutainment kepada anak-anak di Kota Depok. D’kandang buka mulai pukul 8.00 hingga 15.00 WIB.

“Kami menghadirkan suasana yang sangat natural seperti di pedesaan sebenarnya, mereka (anak-anak) bisa lebih dekat dengan alam,” tutur Divisi Eko Wisata d’Kandang Farm Junaedi Abdullah.

D’kandang memberikan wisata yang menyenangkan, tidak hanya menyegarkan pikiran tetapi juga memberikan pendidikan, khususnya kepada anak-anak.

Berada d atas tanah seluas 800 meter persegi yang terletak di Pasir Putih, Sawangan, Depok. Para siswa TK dan SD yang berkunjung akan diajarkan proses berkebun mulai dari menyiangi benih, hingga proses panen.

“Anak-anak juga diajarkan bagaimana tanaman itu bisa sampai di atas meja makan mereka, mulai dari menanam benih, memelihara, memanen hingga memasak, diharapkan dengan memberikan pembelajaran dan pengetahuan seperti itu  anak bisa lebih menghargai petani dan apa yang mereka makan, itu membentuk karakter yang luar biasa sekali, †jelasnya.

Tersedia lahan yang telah ditanami berbagai sayuran seperti kol, kacang panjang, tomat, belimbing Dewa hingga jambu kristal. Selain itu D’Kandang Farm juga terdapat hewan ternak mulai dari kambing hingga sapi. Anak-anak dapat belajar cara memerah sapi.

“Tanaman sayur,tanaman hias kami bekerja sama dengan IPB untu teman konsultasi dan pengadaan benih dan tanaman buah. Di sini juga bisa melihat langsung cara pengolahan susu yang aman dan tanpa bahan pengawet, dan memberikan susu untuk anak-anak kambing dan hewan ternak,” kata Junaedi.

Tidak hanya itu, D’Kandang Farm juga menawarkan wahana lain seperti Deldom yaitu delman yang ditarik menggunakan domba, arum jeram yang berjarak tempuh hingga 20 menit.

Tiket masuk yang ditawarkan pun masih terjangkau untuk kantong kita. Dengan uang 50 ribu rupiah anda sudah bisa masuk D’Kandang Farm dan bisa menikmati paket wisata edukasi.

“Kami coba membuat wisata edukasi semudah dan semurah mungkin, tentu tidak lepas dari kenyamanannya juga,†ungkapnya.

Ricky Juliansyah

Foto: Ricky Juliansyah

NEM Rendah, Siswa Miskin Tetap Bisa Masuk Sekolah Negeri

[caption id="attachment_20632" align="alignright" width="300"] Foto: Ist.[/caption]

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok meluncurkan program 20 persen kuota siswa miskin harus diterima di setiap sekolah negeri dan bagi siswa miskin yang memiliki NEM rendah, juga bisa masuk ke sekolah negeri.

Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail menjelaskan para siswa yang meraih NEM kecil tersebut tetap lolos di sekolah negeri sebab berasal dari keluarga miskin.

“Karena siswa miskin yang meraih NEM kecil belum tentu mampu bersekolah di swasta karena biayanya mahal. Jadi tantangan buat kami, seni mengelola para anak didik bervariasi. Apa mereka yang lolos dengan program siswa miskin dimasukan jadi satu dengan siswa mampu dengan NEM besar, atau dipisahkan. Ini tinggal bagaimana saja teknisnya,†jelasnya.

Ia menambahkan anak-anak yang belum beruntung harus mendapat fasilitas pendidikan. Sementara siswa dari keluarga mampu juga harus mendapat peningkatan.

“Kebijakan yang digulirkan disdik, harus disikapi lebih positif. Kami mengakomodasi siswa miskin, agar tak ada lagi siswa yang beralasan tak sekolah karena miskin,†tambahnya.

rw

FISIP UI Open Badminton Championships 2013

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia (FISIP UI) bekerja sama dengan PB PBSI akan kembali menyelenggarakan Turnamen Bulutangkis tingkat SD, SMP, SMA, hingga Universitas seluruh Indonesia dan Asia Tenggara yang bertajuk FISIP UI Open Badminton Championships 2013 : Show Your Legend (FOBC 2013).

FOBC 2013 yang memasuki tahun ke-5 akan diadakan pada tanggal 29 September – 5 Oktober 2013 bertempat di Balairung, Universitas Indonesia. Selain Turnamen Bulutangkis, terdapat rangkaian acara lain pada FOBC 2013 yaitu Meet the Legend, Lelang Barang Atlet, Badminton Charity, dan Kompetisi Rally Photo.

Pendaftaran peserta Turnamen Bulutangkis FOBC 2013 akan dibuka pada tanggal 1 Agustus hingga 17 September bertempat di Sekretariat Panitia Gedung Nusantara 1 Ruang Alumni FISIP UI, Kampus FISIP UI, Depok atau melalui Email dan Website FOBC 2013.

Tahun ini ada 15 nomor yang dipertandingkan yang terdiri dari beberapa kategori umur yaitu Pra Usia Dini, Usia Dini, Anak-Anak, Pemula, Remaja, hingga Mahasiswa. Peserta yang dapat mengikuti FOBC 2013 adalah peserta yang masih terdaftar di bangku sekolah atau universitas. Peserta dapat membawa nama sekolah atau klub pada gelaran FOBC 2013.

Terdapat beberapa Rangkaian Acara lain pada FOBC 2013 yaitu Meet the Legend dan Lelang Barang Atlit pada bulan Mei. Lalu ada Badminton Charity pada bulan Agustus dan juga Kompetisi Rally Photo berlangsung bersamaan dengan Turnamen Bulutangkis.

Meet the Legend adalah Acara yang akan mengundang Legenda dan Altet Bulutangkis Nasional untuk berbagi pengalaman dan inspirasi kepada masyarakat dan atlet-atlet muda Indonesia. Selain itu pada acara ini akan diadakan Lelang Barang Atlet yang hasilnya akan disumbakan untuk Badminton Charity. Badminton Charity FOBC 2013 itu sendiri terdiri dari pemberian bantuan kepada Atlet Bulutangkis yang memiliki kekurangan dalam hal finansial dan  acara Bedah Lapangan.

Prestasi di bidang Olahraga alangkah lebih baiknya diimbangi dengan prestasi di bidang akademik. Untuk itu peserta yang mengikuti FOBC 2013 mutlak harus terdaftar sebagai siswa atau mahasiswa di sekolah maupun pendidikan tinggi. Selaras dengan kerjasama PB PBSI dan Kemendikbud dengan memasukan olahraga pada kurikulum sekolah.

Untuk informasi lebih lanjut tentang seluruh rangkaian acara dapat menghubungi narahubung FOBC 2013, Restu (083890117717) dan Kaysmir (085691500509) atau melalui email panitia penyelenggara fobc2013@gmail.com. Sedangkan untuk kerjasama Sponsorship dan Media Partner dapat menghubungi Evelyne/sponsorship (085218164416) dan Kartika Catur/media partner (085691671993).

1024×768

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia (FISIP UI) bekerja sama dengan PB PBSI akan kembali menyelenggarakan Turnamen Bulutangkis tingkat SD, SMP, SMA, hingga Universitas seluruh Indonesia dan Asia Tenggara yang bertajuk FISIP UI Open Badminton Championships 2013 : Show Your Legend (FOBC 2013).

FOBC 2013 yang memasuki tahun ke-5 akan diadakan pada tanggal 29 September – 5 Oktober 2013 bertempat di Balairung, Universitas Indonesia. Selain Turnamen Bulutangkis, terdapat rangkaian acara lain pada FOBC 2013 yaitu Meet the Legend, Lelang Barang Atlet, Badminton Charity, dan Kompetisi Rally Photo.

          Pendaftaran peserta Turnamen Bulutangkis FOBC 2013 akan dibuka pada tanggal 1 Agustus hingga 17 September bertempat di Sekretariat Panitia Gedung Nusantara 1 Ruang Alumni FISIP UI, Kampus FISIP UI, Depok atau melalui Email dan Website FOBC 2013.

Tahun ini ada 15 nomor yang dipertandingkan yang terdiri dari beberapa kategori umur yaituPra Usia Dini, Usia Dini, Anak-Anak, Pemula, Remaja, hingga Mahasiswa. Peserta yang dapat mengikuti FOBC 2013 adalah peserta yang masih terdaftar di bangku sekolah atau universitas. Peserta dapat membawa nama sekolah atau klub pada gelaran FOBC 2013.

          Terdapat beberapa Rangkaian Acara lain pada FOBC 2013 yaitu Meet the Legend dan Lelang Barang Atlit pada bulan Mei. Lalu ada Badminton Charity pada bulan Agustus dan juga Kompetisi Rally Photo berlangsung bersamaan dengan Turnamen Bulutangkis.

Meet the Legend adalah Acara yang akan mengundang Legenda dan Altet Bulutangkis Nasional untuk berbagi pengalaman dan inspirasi kepada masyarakat dan atlet-atlet muda Indonesia. Selain itu pada acara ini akan diadakan Lelang Barang Atlet yang hasilnya akan disumbakan untuk Badminton Charity. Badminton Charity FOBC 2013 itu sendiri terdiri dari pemberian bantuan kepada Atlet Bulutangkis yang memiliki kekurangan dalam hal finansial dan  acara Bedah Lapangan.

          Prestasi di bidang Olahraga alangkah lebih baiknya diimbangi dengan prestasi di bidang akademik. Untuk itu peserta yang mengikuti FOBC 2013 mutlak harus terdaftar sebagai siswa atau mahasiswa di sekolah maupun pendidikan tinggi. Selaras dengan kerjasama PB PBSI dan Kemendikbud dengan memasukan olahraga pada kurikulum sekolah.

          Untuk informasi lebih lanjut tentang seluruh rangkaian acara dapat menghubungi narahubung FOBC 2013, Restu (083890117717) dan Kaysmir (085691500509) atau melalui email panitia penyelenggara fobc2013@gmail.com. Sedangkan untuk kerjasama Sponsorship dan Media Partner dapat menghubungi Evelyne/sponsorship (085218164416) dan Kartika Catur/media partner (085691671993).

Normal
0

false
false
false

IN
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

Mahasiswa UI Raih Juara Dunia Dalam Pembuatan Aplikasi Sanitasi

Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) kembali mengharumkan nama Indonesia di tingkat Internasional. Mahasiswa jurusan Sistem Informasi dan Ilmu Komputer angkatan 2011 Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) membentuk tim yang bernama SunSquare yang terdiri dari lima orang mahasiswa berhasil meraih predikat Juara Dunia (Grandprize Winner) Sanitation App Challenge 2013  yang diselenggarakan oleh World Bank yang berpusat di Washington DC, Amerika Serikat (AS).

[caption id="attachment_20617" align="alignright" width="300"] (ki-ka) Deputi Sekretaris Jenderal UNICEF Jan Eliasson, Dimas dan Luqman (SunSquare Studio) dan Manager Water and Sanitation World Bank Jaehyang So, pada saat Grand Prize Winner Award Ceremony di Washington DC, Amerika Serikat.[/caption]

Sunclean App, sebuah aplikasi games karya SunSquare Studio yang beranggotakan Dimas Ramadhani, Luqman Sungkar, Riza Herzego Nida Fathan, Irfan Nur Afif, dan Mohammad Agung Nugroho berhasil mengantarkan mereka memperoleh kemenangan juara dunia. Mereka merupakan finalis termuda yang berhasil berkompetisi dengan para entrepreneur, computer enthusiasts dan rural community specialist dari berbagai belahan dunia.

SunClean merupakan aplikasi games yang mengajarkan anak-anak untuk membiasakan pola hidup bersih. SunClean terdiri dari dua mini game, yaitu Trash Disposal yang mengajarkan memisahkan sampah organik dan anorganik serta Hand Wash for Kids yang mengajarkan mencuci tangan dengan benar.

Permainan ini ditargetkan bagi anak-anak usia empat tahun ke atas yang dapa dimainkan di komputer atau perangkat mobile dengan OS html5, Windows 8, Android, iOS dan Blackberry10 platform. Game dapat diakses di www.sunsquarestudio.com/sunclean.

SunSquare Studio berharap kemenangan ini dapat memacu mereka untuk berkarya lebih gencar dan inovatif terutama dalam menghasilkan produk yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kedepannya, SunClean App Game akan dikembangkan menjadi social games sehingga dapat lebih mudah diakses dan dapat saling berinteraksi antar pengguna aplikasi.

Sebagai bentuk penghargaan atas kemenangannya, World Bank mengundang Tim SunSquare ke Amerika Serikat serta memberikan workshop dan mengunjungi beberapa kantor situs ternama dunia seperti Google, Facebook, Ideo.com pada 18 – 27 April 2013.

World Bank Indonesia juga telah mensosialisasikan SunClean App Game ini kepada duta-duta sanitasi di Indonesia agar dapat disebarlaskan di berbagai wilayah di Indonesia sehingga dapat membantu peningkatan kesadaran dan perubahan kebiasaan akan pola kebersihan dan sanitasi dengan approach teknologi.

Sanitation App Challenge 2013 merupakan kompetisi membuat aplikasi guna mengatasi masalah sanitasi di dunia yang diselenggarakan oleh World Bank. Kompetisi ini dimulai dengan Sanitation Hackathon yaitu membuat aplikasi selama 24 jam yang dilaksanakan di 14 kota di seluruh dunia termasuk di Jakarta, Indonesia pada 1-2 Desember 2012. Kemudian dilanjutkan pada tahap Hackathome yaitu tahap pengembangan aplikasi yang berlangsung hingga 22 Maret 2013. Pada tahap akhir yaitu pengumuman GrandPrize Winner pada event Investment in Sanitation di Washington DC, Amerika Serikat pada 19 April 2013.

Ricky Juliansyah

Foto: Ricky Juliansyah

Penanaman 1000 Pohon Demi Ciliwung Lebih Baik

Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) mengadakan gerakan Run Foriver dalam bentuk lomba lari yang bertempat di Universitas Indonensia, Depok, Minggu (12/5) lalu. Gerakan ini merupakan bagian dari Program Adopsi Sungai yang bertujuan untuk menyebarluaskan semangat kepedulian terhadap Ciliwung dengan tema “Satu Pelari Satu Pohon Untuk Ciliwung Yang Lebih Baikâ€.

Telah terkumpul 900 peserta yang mengikuti lomba lari tersebut, itu berarti akan ada 900 pohon yang akan ditanam di Hulu Sungai Ciliwung. Penanaman ppohon tersebut menggunakan konsep Restorasi Kawasan dengan bekerja sama dengan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), UI, dan Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai pihak donatur.

[caption id="attachment_20612" align="alignright" width="300"] Foto: Mapala UI[/caption]

Menurut Ketua Mapala UI, M. Ismatullah, kegiatan penanaman dilakukan tidak jauh dari hulu sungai Ciliwung. Hal ini dilakukan sebagai cara untuk memaksimalkan fungsi penyerapan air hujan dan meminimalisasi erosi pada daerah Hulu.

Rangkaian kegiatan Restorasi Kawasan ini akan berlangsung selama 2,5 tahun mencakup penanaman pohon, Monitoring dan evaluasi penanaman, perlindungan dan pengamanan tanaman, penyuluhan masyarakat, serta pemberdayaan masyarakat sekitar.

“Pada dasarnya, rentang waktu 2,5 tahun adalah cara untuk memastikan bibit tanaman yang kita tanam akan tumbuh semestinya dengan perawatan dan pengawasan secara berkala†ujarnya.

Peresmian wilayah Restorasi Kawasan akan dilakukan pada hari Sabtu, 27 Juli 2013. Peresmian akan dilakukan oleh pihak UI, Mapala UI, TNGGP, Kehutanan, PLN sebagai donatur dalam program penanaman ini.

“Selain itu, kami juga mengundang pihak-pihak yang turut membantu terutama dalam perhelatan Lomba Lari Mapala UI Half Marathon Run Foriver, seperti para charity Runner, Berlari untuk Berbagi, AHM, Trimegah, PGN, serta para media yang ikut mempublikasikan kegitan ini.†jelasnya.

Kedepannya, Isma berharap lebih banyak pihak yang bergabung dalam program ini, sehingga harapan tentang Ciliwung yang lebih baik bisa direalisasikan dengan baik.

 

Banyak Peserta “Curang” di SBMPTN

Peserta ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2013 dinilai banyak melakukan kecurangan. Kecurangan tersebut diketahui panitia di dua kota, yakni Jakarta dan Yogyakarta.

Di Jakarta, panitia mendapati seorang peserta tes yang memakai pensil canggih beraksesoris bluetooth. “Alat itu dicurigai untuk transaksi jawaban tes,†ujar Ketua Panitia Seleksi Nasional Peguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013, Akhmaloka, Kamis (4/7).

Lain halnya di Yogyakarta. Akhmaloka mengatakan, dua peserta kedapatan memakai gelang yang dilengkapi jawaban. Namun mereka tertipu. “Soalnya, pertanyaan ada 60, tapi jawabannya sampai 90,” katanya. Bagi para peserta yang diketahui melakukan kecurangan, maka pantia akan memberikan sanksi keras. “Peserta yang bandel ya disanksi. Tidak diluluskan ujian,†tegasnya.

Walau tes seleksi diwarnai insiden kecurangan di sana sini, Akhmaloka mengklaim penyelenggaraan ujian berlangsung aman dan tertib secara umum. “Dari hasil evaluasi berjalan bagus,” akunya.

Untuk mendapatkan kunci jawaban palsu itu, peserta mengaku harus mengeluarkan uang Rp 5 juta sampai Rp 15 juta. Sebagian sudah ada yang lunas, namun lainnya masih mengangsur. Panitia dan pihak kepolisian masih berupaya mengungkap temuan kecurangan itu, karena disinyalir melibatkan jaringan joki.

rw/temp

Pemerataan Kesempatan Belajar, SIMAK UI Digelar di 17 Kota

Dalam upaya pemerataan kesempatan belajar di Universitas Indonesia (UI), Seleksi Masuk Universitas Indonesia (SIMAK UI) dilaksanakan secara serentak di 17 kota besar di Indonesia pada Minggu (30/6).

Para calon mahasiswa UI dapat mengikuti seleksi di beberapa kota terdekat tanpa harus datang ke Kampus UI Depok.

17 kota tersebut antara lain Jakarta, Tangerang Selatan, Serang, Depok, Bekasi, Bogor, Bandung, Jogjakarta, Surabaya, Makassar, Balikpapan, Medan, Padang, Bukit Tinggi, Pekanbaru, Palembang dan Cirebon.

Dari 39.675 peserta yang mengkuti SIMAK UI 2013, empat diantaranya adalah peserta berkebutuhan khusus, yaitu 3 tuna netra dan 1 tuna daksa. Para peserta ini bersaing memperebutkan kurang lebih 3.125 bangku untuk program pendidikan Vokasi, Sarjana Reguler, dan Paralel.

SIMAK UI adalah program seleksi mahasiswa UI yang diselenggarakan oleh UI untuk semua program pendidikan. Mulai dari jenjang Vokasi (Diploma III), Sarjana (S1) Kelas Reguler, Sarjana Kelas Paralel, Sarjana Kelas Ekstensi, Profesi, Magister, Spesialis, dan Doktoral (S3).

SIMAK UI 2013 merupakan penyelenggaraan SIMAK UI yang ke lima semenjak pertama kali dilaksanakan pada 2009. Hasil ujian SIMAK UI 2013 akan diumumkan pada 19 Juli 2013.

Ricky Juliansyah

Foto: Pensi SD Beji 6, Sebagai Ajang Kreatifitas Siswa Non Akademik

Dalam rangka perpisahan sekolah, SD Beji 6 menggelar Pentas Seni dengan mengusung tema “Mengembangkan Kreatifitas Sebagai Generasi Penerus Bangsaâ€, Rabu (19/6) yang diikuti oleh 106 siswa. Kepala SD Beji 6, Masnur Harianja, mengatakan, acara ini sebagai ajang kreatifitas siswa dalam bidang non akademik. “Kami mau menunjukan, SD Beji 6 tidak hanya unggul di bidang akademik, namun juga unggul di bidang seni dan olahraga,†ucapnya bangga.

 

 

 

 

 

Ricky Juliansyah