fbpx

Polantas Isi Materi MOS di SMK Putra Bangsa

[caption id="attachment_20665" align="alignright" width="300"] Unit Dikyasa Satlantas Polresta Depok ikut memberi materi dalam MOS SMK Putra Bangsa, Kamis (29/8). (Foto: Marieska/okezone)[/caption]

Biasanya, masa orientasi siswa baru (MOS) diisi dengan perkenalan senior dan sekolah secara khusus. Namun pemandangan berbeda hadir di SMK Putra Bangsa, Depok. Tak hanya siswa senior dan guru, namun, Polresta Depok pun ikut serta memberikan materi.

Polresta Depok, yang diwakilkan Unit Dikyasa Satlantas, memberi pengarahan kepada siswa baru seputar lalu lintas dan etika berkendara, seraya menyosialisasikan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas.

Menurut Aiptu Ponco Budiyanto, salah seorang anggota Unit Dikyasa, sosialisasi ini akan dilakukan secara berkelanjutan kepada setiap siswa di Depok, terkait masih tingginya angka kecelakaan di kalangan pelajar.

“25 persen dari kecelakaan lalulintas adalah usia pelajar antara 15-17 tahun,” jelasnya kepada wartawan, Kamis (29/8).

Selain itu, lanjutnya, masih banyak ditemukan pelanggaran yang dilakukan pengendara di kalangan pelajar, diantaranya tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), dan tidak mematuhi peraturan.

Ponco berharap, dengan sosialisasi lalu lintas di MOS ini, siswa SMK Putra Bangsa bisa disiplin dalam berkendara, mematuhi peraturan, serta dapat menjadi pelopor dalam keselamatan berlalulintas.

rw

NEM Rendah, Siswa Miskin Tetap Bisa Masuk Sekolah Negeri

[caption id="attachment_20632" align="alignright" width="300"] Foto: Ist.[/caption]

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok meluncurkan program 20 persen kuota siswa miskin harus diterima di setiap sekolah negeri dan bagi siswa miskin yang memiliki NEM rendah, juga bisa masuk ke sekolah negeri.

Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail menjelaskan para siswa yang meraih NEM kecil tersebut tetap lolos di sekolah negeri sebab berasal dari keluarga miskin.

“Karena siswa miskin yang meraih NEM kecil belum tentu mampu bersekolah di swasta karena biayanya mahal. Jadi tantangan buat kami, seni mengelola para anak didik bervariasi. Apa mereka yang lolos dengan program siswa miskin dimasukan jadi satu dengan siswa mampu dengan NEM besar, atau dipisahkan. Ini tinggal bagaimana saja teknisnya,†jelasnya.

Ia menambahkan anak-anak yang belum beruntung harus mendapat fasilitas pendidikan. Sementara siswa dari keluarga mampu juga harus mendapat peningkatan.

“Kebijakan yang digulirkan disdik, harus disikapi lebih positif. Kami mengakomodasi siswa miskin, agar tak ada lagi siswa yang beralasan tak sekolah karena miskin,†tambahnya.

rw

Penanaman 1000 Pohon Demi Ciliwung Lebih Baik

Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) mengadakan gerakan Run Foriver dalam bentuk lomba lari yang bertempat di Universitas Indonensia, Depok, Minggu (12/5) lalu. Gerakan ini merupakan bagian dari Program Adopsi Sungai yang bertujuan untuk menyebarluaskan semangat kepedulian terhadap Ciliwung dengan tema “Satu Pelari Satu Pohon Untuk Ciliwung Yang Lebih Baikâ€.

Telah terkumpul 900 peserta yang mengikuti lomba lari tersebut, itu berarti akan ada 900 pohon yang akan ditanam di Hulu Sungai Ciliwung. Penanaman ppohon tersebut menggunakan konsep Restorasi Kawasan dengan bekerja sama dengan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), UI, dan Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai pihak donatur.

[caption id="attachment_20612" align="alignright" width="300"] Foto: Mapala UI[/caption]

Menurut Ketua Mapala UI, M. Ismatullah, kegiatan penanaman dilakukan tidak jauh dari hulu sungai Ciliwung. Hal ini dilakukan sebagai cara untuk memaksimalkan fungsi penyerapan air hujan dan meminimalisasi erosi pada daerah Hulu.

Rangkaian kegiatan Restorasi Kawasan ini akan berlangsung selama 2,5 tahun mencakup penanaman pohon, Monitoring dan evaluasi penanaman, perlindungan dan pengamanan tanaman, penyuluhan masyarakat, serta pemberdayaan masyarakat sekitar.

“Pada dasarnya, rentang waktu 2,5 tahun adalah cara untuk memastikan bibit tanaman yang kita tanam akan tumbuh semestinya dengan perawatan dan pengawasan secara berkala†ujarnya.

Peresmian wilayah Restorasi Kawasan akan dilakukan pada hari Sabtu, 27 Juli 2013. Peresmian akan dilakukan oleh pihak UI, Mapala UI, TNGGP, Kehutanan, PLN sebagai donatur dalam program penanaman ini.

“Selain itu, kami juga mengundang pihak-pihak yang turut membantu terutama dalam perhelatan Lomba Lari Mapala UI Half Marathon Run Foriver, seperti para charity Runner, Berlari untuk Berbagi, AHM, Trimegah, PGN, serta para media yang ikut mempublikasikan kegitan ini.†jelasnya.

Kedepannya, Isma berharap lebih banyak pihak yang bergabung dalam program ini, sehingga harapan tentang Ciliwung yang lebih baik bisa direalisasikan dengan baik.

 

Banyak Peserta “Curang” di SBMPTN

Peserta ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2013 dinilai banyak melakukan kecurangan. Kecurangan tersebut diketahui panitia di dua kota, yakni Jakarta dan Yogyakarta.

Di Jakarta, panitia mendapati seorang peserta tes yang memakai pensil canggih beraksesoris bluetooth. “Alat itu dicurigai untuk transaksi jawaban tes,†ujar Ketua Panitia Seleksi Nasional Peguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013, Akhmaloka, Kamis (4/7).

Lain halnya di Yogyakarta. Akhmaloka mengatakan, dua peserta kedapatan memakai gelang yang dilengkapi jawaban. Namun mereka tertipu. “Soalnya, pertanyaan ada 60, tapi jawabannya sampai 90,” katanya. Bagi para peserta yang diketahui melakukan kecurangan, maka pantia akan memberikan sanksi keras. “Peserta yang bandel ya disanksi. Tidak diluluskan ujian,†tegasnya.

Walau tes seleksi diwarnai insiden kecurangan di sana sini, Akhmaloka mengklaim penyelenggaraan ujian berlangsung aman dan tertib secara umum. “Dari hasil evaluasi berjalan bagus,” akunya.

Untuk mendapatkan kunci jawaban palsu itu, peserta mengaku harus mengeluarkan uang Rp 5 juta sampai Rp 15 juta. Sebagian sudah ada yang lunas, namun lainnya masih mengangsur. Panitia dan pihak kepolisian masih berupaya mengungkap temuan kecurangan itu, karena disinyalir melibatkan jaringan joki.

rw/temp

Foto: Pensi SD Beji 6, Sebagai Ajang Kreatifitas Siswa Non Akademik

Dalam rangka perpisahan sekolah, SD Beji 6 menggelar Pentas Seni dengan mengusung tema “Mengembangkan Kreatifitas Sebagai Generasi Penerus Bangsaâ€, Rabu (19/6) yang diikuti oleh 106 siswa. Kepala SD Beji 6, Masnur Harianja, mengatakan, acara ini sebagai ajang kreatifitas siswa dalam bidang non akademik. “Kami mau menunjukan, SD Beji 6 tidak hanya unggul di bidang akademik, namun juga unggul di bidang seni dan olahraga,†ucapnya bangga.

 

 

 

 

 

Ricky Juliansyah