fbpx

Tak Ada Akses Angkot, Rusunawa di Tapos Sepi Peminat

[caption id="attachment_20611" align="alignright" width="300"] Rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Depok di Kampung Banjaran Pucung, Cilangkap, Tapos (foto: sindonews.com).[/caption]

Rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Depok di Kampung Banjaran Pucung, Cilangkap, Tapos hingga saat ini masih kurang diminati.

Dari satu tower yang tersedia 96 unit, hanya 49 unit saja yang baru dihuni. Itu pun baru awal tahun ini saja rusunawa ini mulai dilirik.

Sejak selesai dibangun tahun 2006, rusunawa ini terbengkalai lantaran tidak ada yang minat menyewa. Selama tujuh tahun kosong, rusunawa itu banyak mengalami kerusakan.

Kasubag TU UPT Rusunawa Depok, Aris Wijayanto mengatakan, dari empat lantai baru tiga lantai saja yang dihuni yaitu lantai satu hingga tiga. Sedangkan lantai empat masih kosong lantaran atapnya bocor.

“Saat ini sedang dilakukan perbaikan atap. Kalau sudah selesai nanti bisa dihuni,†kata Aris, Senin (13/10).

Kendala yang dihadap pengelola, jauhnya lokasi menyebabkan warga Depok kurang berminat menghuni rusunawa ini. Pasalnya, tidak ada angkutan umum menuju lokasi. Sehingga penghuni harus naik ojek yang jaraknya 2 Km dari Jalan Raya Bogor.

“Memang tidak ada angkot jadi mungkin itu yang membuat rusunawa ini kurang peminat,†ucapnya.

Frd/sindonews.com

Grand Depok City Operasikan ‘Feeder Bus’ ke Jakarta Khusus Warganya

Perumahan Grand Depok City (GDC) meluncurkan Trans Grand Depok City, bus yang melayani warga dengan rute GDC – Jakarta. PT Sumber Mitra Realindo (SMR) selaku pengembang sengaja melengkapi feeder busway ini untuk memudahkan warganya yang rata-rata bekerja di Jakarta.

“Feeder busway ini melayani rute Grand Depok City ke Jl MH Thamrin Jakarta,†ujar Tony Hartono, GM Marketing GDC, kepada wartawan, Jumat (19/9) lalu di Jakarta.

Menurutnya, rute ini dibutuhkan warganya yang berkantor di koridor tersebut namun enggan membawa kendaraan pribadi. “Mereka yang berkantor di Jalan Jendral Sudirman dari Depok alternatifnya bisa naik kereta api turun di Stasiun Dukuh Atas (Sudirman), kalau di Thamrin kan masih lumayan jauh, jadi kita sediakan feeder,†jelas Tony.

Bus ini memiliki kapasitas 59 tempat duduk dengan ongkos Rp 23 ribu (sekali jalan). Saat ini, baru satu bus yang dioperasikan, dari GDC satu kali pemberangkatan pukul 06.30, pulangnya dari Jl MH Thamrin pukul 17.30. Perjalanan diperkirakan memakan waktu 1,5 jam dengan rute yang ditempuh melalui Jl Raya Margonda – Jl Juanda – tol Jagorawi – Tol Dalam Kota – Semanggi.

Trans GDC hanya melayani warga perumahan yang berpenghuni 6.000 KK itu. Pengembang memperkirakan peminatnya bakal membludak. Bahkan, kata Tony, sebelum dioperasikan pun sudah banyak yang bertanya.

“Setahun mendatang penghuninya akan bertambah sekitar seribu KK, sebab cluster Anyelir dan Acasia yang sekarang sedang dibangun mulai dihuni,†terang Tony.

Dalam pengoperasian Trans GDC, pengembang bekerjasama dengan Agramas Icon dari Grup Agra yang khusus mengoperasikan bus pariwisata.

 

cl/Housing-Estate.com