fbpx

‘Mie Khangen’ Resmikan Cabang Baru

Setelah sukses dengan cabang-cabang sebelumnya, Markiyat, pengusaha lokal yang mendirikan kedai bakmie sehat Mie Khangen, kembali melebarkan sayap usahanya dengan membuka cabang baru. Kedai baru yang berlokasi di jalan Raden Saleh, Depok 2 ini Kamis (13/1) siang tadi resmi dibuka olehnya.”Outlet kedelapan dari Mie Khangen ini cukup nyaman dan lebih besar dibanding kedai-kedai  sebelumnya. Selain berkumpul di dalam, banyak pula undangan tampak santai di halaman samping yang berkonsep out door ini, ada yang duduk di kursi seperti restoran pada umumnya, ada juga yang bincang-bicang santai di area lesehan.”“Siang itu semua undangan berkesempatan mencicipi suguhan khas kedai ini, yaitu Mie Hijau Spesial. Vokal indah dari biduan cantik dan iringan musik organ tunggal turut hadir menghibur di pesta peresmian ini, beberapa undangan pun turut menyumbangkan suaranya. Sementara itu di luar kedai, karangan bunga berisi ucapan selamat dari para kolega terlihat meramaikan area parkir dan menarik perhatian pengendara yang melalui jalan Raden Saleh siang itu.”Baiklah, selamat ya untuk Markiyat dan ‘Mie Khangen’nya yang kedelapan, semoga usahanya dapat terus berkembang. Maju terus pengusaha lokal Kota Depok!”Ardi Nugraha“Foto: AR

Mall Rongsok: Mendulang Untung Dari Rongsokan

SIAPA sangka dengan modal sekitar 100 ribu rupiah, Nur Cholid Agi kini mendulang untung hingga seratus juta setiap bulannya. Yang menarik juga, usahanya tersebut adalah jual beli barang bekas. “Semuanya bermula dari hobi saya mengumpulkan barang rongsokan,†cerita Nur Cholid. Hobi mengumpulkan barang-barang bekas pun ia tekuni sehingga semakin banyak dan membuat pria ini membangun sebuah tempat penjualan barang-barang bekas yang ia beri nama Mall Rongsok. \r\n\r\n Ayah dari empat anak ini sudah membangun usahanya sejak enam tahun yang lalu. Pusat barang bekas ini memang ditujukan untuk memudahkan orang mencari kebutuhan sehari-hari dengan harga miring. “Pengunjungnya tak dari sekitar Depok saja, tapi juga kota-kota besar lain, seperti Yogyakarta, Surabaya, bahkan Malang,†jelas Nur Cholid.\r\n\r\nMeski bangunan Mall Rongsok tak terlalu besar, namun Anda bisa mendapatkan barang dengan kualitas cukup baik dengan harga yang sangat menarik. Berbagai macam furniture seperti meja, kursi maupun kipas angin, hingga peralatan kantor bisa ditemui di sini. Jangan heran bila Anda menemui pembeli yang membawa pulang kendaraan bermotor dengan kisaran harga mulai dari Rp 800.000. Sementara itu satu set komputer pentium III dapat diperoleh dengan harga sekitar Rp 250.000 saja. Buku-buku bekas, sepatu, lampu, helm, raket hingga peralatan masak juga bisa ditemukan di sini dengan harga miring, tentunya. Tergoda datang?\r\n\r\nMall Rongsok\r\n

      \r\n

    • Jl. Bungur Raya No. 1 Kukusan – Beji, Depok

\r\n

  • Jam Buka: 08.00 – 18.00

 

\r\n

\r\nTika Sylvia Utami

Ismi Kushartanto: UKM Berbasis Agroindustri Sangat Layak di Investasi

INGIN berinvestasi? Jangan tanggung-tanggung, sebaiknya investasi yang di tanamkan tidak sekedar menghasilkan keuntungan cepat, namun bisa mensejahterakan banyak orang. Hal ini disampaikan oleh Ismi Kushartanto, seorang pengusaha asal bogor yang sudah 12 tahun berkecimpung di dunia perbankan syariah.”Pria kelahiran 51 tahun silam ini sempat bercerita panjang lebar kepada depoklik tentang investasi saat ia berkunjung ke markas The Green Coco Island – Depok, sebuah rumah agroindustri kelapa pimpinan Wisnu Gardjito, Sabtu (27/11) sore lalu. Ismi menyampaikan bahwa saat ini usaha berbasis agroindustri sangat layak menjadi pilihan investasi, karena Indonesia unggul di natural resources dan memiliki pasar regional yang luas. “Salah satunya adalah industri kelapa yang dikembangkan Pak Wisnu di Green Coco Island ini,†ungkap Ismi. Saya tidak pesimis untuk berinvestasi disini, lanjutnya, karena penguasaan teknologi yang membuat kelapa jadi puluhan produk siap pakai sudah ada di depan mata.”Menurut mantan direktur BNI Syariah ini, investasi memang kurang baik bila ditanam dalam bisnis agro yang hanya bergerak di wilayah primer (red-bahan mentah), tapi bila diolah menjadi belasan produk siap pakai, nilai tambahnya sangat luar biasa, bisa mencapai ribuan persen. “Menjual produk olahan kelapa seperti minyak, sabun, lotion, obat flu, VCO, produk kuliner, asap cair, dan sebagainya sampai bio-etanol, seperti yang dikembangkan oleh  Improvement Institute dan The Green Coco Island ini jelas jauh lebih baik dibanding jual kelapa dalam bentuk kopra,†tegasnya. Bagi Ismi, industri ini sangat layak di investasikan.”Pada kesempatan bincang-bincang itu, pria yang low profile ini mengatakan bahwa industri agro lebih cocok bila investasinya keroyokan seperti sistem koperasi karena wilayah garapannya sangat luas, dengan begitu  investasi akan terasa ringan. Bila pengembangannya maksimal, pasarnya tidak sekedar rumah tangga atau regional, namun bisa berpenetrasi ke pasar internasional. Selain itu, industri ini dapat mensejahterakan petani, karena petani kita dapat mengolahnya sendiri dan ikut menikmati nilai tambahnya. “Saya merekomendasikan industri UKM ini sebagai pilihan investasi.  Selain pasarnya luas dan menghasilkan keuntungan, kita dapat membangkitkan kejayaan bangsa di sektor agro dan mensejahterakan petani. Jadi selain nilai tambah hingga 8800 persen, mungkin disini ada nilai pahala,†ujar Ismi seraya tersenyum.”Bicara soal kawasan, menurut Ismi produk-produk ini bisa menjadi potensi kota. Ternyata Depok memiliki produk unggulan berbasis kelapa yang bisa menjadi ciri khas. “Walau kelapanya bukan dari sini, tapi ide, pengolahan dan pemasarannya bisa dipusatkan disini,†kata Ismi. Saat ini lokasi pengolahan kelapa menjadi produk siap pakai baru tersebar di beberapa titik lingkungan warga. “Untuk membangun kota, titik-titik pengolahan ini sebaiknya dikembangkan dan ada di setiap Kelurahan. Dengan begitu secara bertahap Depok bisa menuju sustainable city (kota berkelanjutan), dan ini jadi contoh baik bagi kota-kota lainnya,†pungkas Ismi dengan penuh optimis.”Coki Lubis“Foto: AN

Mau Jadi Jutawan Kelapa Muda?

Advertorial

\r\nBerawal dari kunjungan Syahnan Sukur ke salah satu negara tetangga di Asia Tenggara, maka ide untuk memulai bisnis kelapa muda modern-pun tercipta, yaitu memproduksi dan memasarkan kelapa muda siap saji. Dengan improvisasi dan kreatifitas yang mengesankan, bersama rekannya Agus Wijaya, UD. Batavia Kelapa Muda didirikan pada Maret 2010, untuk memproduksi beragam sajian kelapa muda siap saji dalam kemasan menarik. Tidak hanya kelapa muda, namun kelapa kopyor, kelapa ijo, kelapa oven, sampai koktail kelapa lontar  turut menjadi andalan bisnisnya.\r\n\r\nIndonesia merupakan negara yang memiliki luas perkebunan kelapa terbesar, dan bagi mereka ini sangat potensial untuk merealisasikan ide bisnis ini. Dimulai hanya dengan beberapa pekerja, kedua pria yang memiliki semangat tinggi ini mampu mengawali bisnis yang inovatifnya dengan memasarkan produk ke dua konsumen di bidang ritel dan lima kedai serta restoran.\r\n\r\nKini, UD. Batavia Kelapa Muda yang sudah memiliki belasan staf ahli dan pekerja lepas ini sudah merambah ke bisnis ritel besar di negeri ini, yakni  menjalin kerjasama dengan Matahari Hypermart dan Carrefour Indonesia.  Alhasil, realisasi ide bisnis ini-pun terus melaju dengan cemerlang sampai saat ini. Bahkan usaha ini sudah merambah ke penjualan langsung melalui booth-booth yang tersebar di Jabodetabek.\r\n\r\nSeiring dengan langkah-langkah keberhasilannya ini, Syahnan dan kawan-kawan kini merambah ke dunia waralaba. Hal ini bertujuan untuk membantu kalangan ekonomi lemah dan menengah yang ingin mempunyai bisnis dengan modal yang terjangkau. “Nantinya, kami akan membantu mitra dalam penentuan lokasi apabila kesuiltan mencari tempat usaha. Kami akan menyiapkan counter/booth, aksesoris, perlengkapan lainnya serta media promosi,†ujarnya.\r\n\r\nUntuk mendukung mitra dan kelancaran usahanya, UD. Batavia Kelapa Muda sudah membuka dua kantor perwakilannya. Kantor area selatan untuk Tangerang, Depok, Jakarta Barat, Utara, Selatan dan Pusat. Sementara kantor area timur untuk Bekasi dan Jakarta Timur. Perwakilan ini tentunya untuk mendukung dan mendampingi mitra-mitranya.\r\n\r\n14 produk unggulannya kini adalah; Batavia Kelapa Muda, Batavia Kelapa Ijo, Batavia Kelapa Oven, Batavia Kelapa Kopyor, Batavia Kelapa Serut (dalam cup dan kemasan plastik), Air Kelapa (kemasan botol, kotak, dan cup), Air Kelapa Tonik (kemasan botol dan cup), Daging Kelapa Beku (kemasan plastik), Selai Kelapa, Sirup Kelapa, Kelapa Lontar/Siwalan (kemasan toples dan kaleng), Sirup Lontar, dan Sari Kelapa Lontar (Nata de Lontar) yang dikemas dalam plastik dan cup.\r\n\r\nInformasi Waralaba\r\n

      \r\n

    • UD. Batavia Kelapa Muda

\r\n

  • Perum. Gaperi I Blok NL No. 1A, Bojong Gede – Bogor

 

\r\n

  • Telp/Fax.: 021 – 878 1132

 

\r\n

\r\n

Iwan Agustian: Semerbak Coffee Hasil Peluang dan Inovasi

MEMULAI bisnis dengan modal awal tiga juta rupiah, tetangga kita yang satu ini kini sudah memiliki lebih dari 250 outlet kopi yang tersebar hampir di seluruh daerah di Indonesia hanya dalam kurun waktu satu tahun. Iwan Agustian (41), pemilik Semerbak Coffee Blend, bercerita banyak tentang  perjalanan bisnisnya kepada depoklik, Senin (27/9) sore kemarin. \r\n\r\n Iwan mengawali bisnisnya dengan membuka kedai bakso. Dalam perjalanannya, ia menyadari bahwa banyak pelanggan yang datang hanya untuk menikmati kopi racikan yang ia sediakan. Melihat peluang ini, pada bulan Juni 2009, tanpa ragu ia ‘banting setir’ dengan membuka sebuah outlet kopi blend bersama seorang kawan, Muazin. Seiring dengan kesuksesan outlet-outletnya di Depok, pria yang gemar memakai topi ini membuka waralaba (franchise) sebagai pilihan startegi bisnisnya.\r\n\r\nSejak memulai bisnis ini, Iwan tidak menemukan kendala yang berat. “Walaupun ada, mungkin kendala ringan di internal para mitra, seperti permasalahan sumber daya manusia,†ujarnya. Ia bersyukur semua berjalan lancar, dan berharap semua berjalan sesuai rencana. Targetnya dalam waktu dekat, ia akan mulai membuka mini bar di pusat-pusat perbelanjaan. “Saya memang tidak ingin menggunakan konsep kafe, karena itu bisa membawa bisnis saya head to head dengan Starbucks, Kopi Luwak, dan lain-lain. Saya akan tetap menjaga kelas saya,†ungkapnya. Soal menghadapi persaingan bisnis, jawabannya adalah inovasi. “Saya akan terus berinovasi untuk menghadapi kompetitor,†tegasnya.\r\n\r\nDalam bincang-bincang santai di teras rumah produksinya sore itu, kami sempat terkejut setelah mengetahui bahwa pemilik Semerbak Coffee, outlet yang menawarkan enam rasa kopi ini, ternyata bukan penggemar kopi. “Saya sejak kecil tidak pernah minum kopi, saya bukan penggila kopi. Baru beberapa tahun terakhir ini saja saya ngopi, itupun kopi blend. Saya bukan pakar kopi,†ujar Ayah dari Reza Arizaldi, Rifky Adika, dan Rasya Adzani ini seraya tertawa. Iwan mengatakan bahwa, tidak harus jadi ahlinya untuk menjalankan suatu usaha. “Yang penting bagi saya adalah manfaatkan peluang, bangun jaringan, dan manajemen yang baik ,†lanjut pria yang pandai mengolah peluang ini. Satu tips penting yang Iwan berikan sore itu bagi para wirausahawan, yaitu online di internet. “Ini sudah teruji, online marketing itu sangat membantu pemasaran,†ungkapnya.\r\n\r\nSejak awal, Iwan mengatakan bahwa pilihan hidup untuk berwirausaha ini didukung penuh oleh sang isteri, Etty Kurniawati. Ditengah semakin banyaknya outlet yang berdiri, pria ini tetap mengutamakan waktu bersama keluarga. “Karena yang saya bangun adalah sistem, biarkan sistem yang berjalan. Jadi, bisnisnya tetap jalan, owner-nya jalan-jalan,†lanjut Iwan dengan penuh canda diakhir perbincangan.\r\n\r\nCoki Lubis\r\n\r\nFoto: AN

Cherry Nadieva: Nyanyian Cinta Untuk Anak Indonesia

Rambutnya hitam legam panjang terurai, bersenandung dengan lagak ceria khas anak-anak. Sosok Cherry Nadieva Kafia mengingatkan akan penampilan Tasya -penyanyi cilik- beberapa tahun silam. Cherry tak hanya ceria diatas panggung, saat bertemu depoklik di rumah keluarganya, Tugu Indah, Kelapa Dua Depok juga tak sungkan bercerita sambil diselipi tawa dan senyum, Sabtu (17/7).

Wajah gadis berusia tujuh tahun ini mungkin belum akrab, namun Cherry sudah mengantongi berbagai prestasi dan pengalaman sebagai penyanyi cilik pendatang baru. Sebuah album lagu anak-anak bertajuk “Bermain” sudah diselesaikannya dan kini tengah dalam promosi album. Delapan buah lagu ciptaan Ade Ibad, Prihantoro Sudewo, Agus Tari dan Meby Pangaribuan. yang bercerita tentang dunia anak-anak itu sendiri, diselesaikan Cherry dalam kurun waktu satu tahun. Di bawah manajemen Brigade Entertainment, Cherry sering mengisi berbagai panggung hiburan, seperti mal,  Taman mini Indonesia Indah, Taman Rekreasi Ancol dan beberapa acara lomba.  Bahkan dalam liburan bulan Juni-Juli 2010 ini , Cherry mengisi panggung di Festival Jambu Biji di Taman Buah Mekarsari beberapa kali.

Di tengah kesibukannya bernyanyi, Cherry sebagai siswa kelas dua SDIT Nurul Fikri tidak terganggu kegiatan belajarnya. Karena aku selalu mengisi acara saat libur, ujar pasangan dari Ardi Nugraha dan Frivanie Putri ini. Cherry yang mengawali kiprahnya dalam dunia tarik suara melalui Kelompok Super Bintang pimpinan Ully Sigar Rusady di usia empat tahun ini justru hampir tidak pernah merasa bosan dengan dunia ini.  Nyanyi adalah hobiku. Lagian, kalau lagi bosan nyanyi aku biasanya berenang atau pergi main, ucapnya polos.

Sulung dari dua bersaudara ini juga tak berniat untuk mengikuti ajang pencarian bakat yang sedang jadi tren belakangan ini. Aku kan udah punya album, jadi kata mama dan papa,aku harus konsentrasi ke album aku aja,  jawab Cherry sambil tersenyum. Kini, Cherry tak hanya menyanyi, gadis yang pernah bernyanyi di acara United Nation Climate Change Conference Bali tahun 2007 lalu ini juga menjadi model iklan untuk beberapa produk. Walaupun hobi bernyanyi dan memiliki ‘jam terbang’ yang cukup tinggi, Cherry ternyata menyimpan cita-cita lain. Apakah itu? Jadi dokter gigi atau dokter anak, jawabnya cepat. Tak lama kemudian, Cherry langsung menambahkan kalau sekarang ini, ia ingin belajar gitar klasik. Kepada depoklik,

Cherry menunjukkan dengan bangga sebuah gitar klasik yang ia beli sendiri. Lagu Doa untuk Mama dan Papa, Terima Kasih Bapak dan Ibu Guru,  Kimaru si Kuda Poni sempat Cherry nyanyikan khusus untuk depoklik sebelum pertemuan di sore itu usai.  Itu lagu-lagu yang sering aku nyanyiin, ujarnya setelah selesai bernyanyi. Menurut Ade Ibad, pengajar vokal, pencipta lagu, dan penata musik Cherry,  lagu-lagu tersebut diharapkan bisa menambah perbendaharaan anak-anak tentang lagu anak-anak itu sendiri yang saat ini lebih banyak mendengarkan lagu band-band baru. Ya, semoga saja kehadiran Cherry di pentas musik anak Indonesia dapat menghapus kerinduan masyarakat Indonesia akan dunia anak-anak itu sendiri yang seharusnya penuh canda dan tawa.

  • Nama lengkap  :  Cherry Nadieva Kafia
  • Tempat tanggal lahir : 22 April 2003
  • Pendidikan : SDIT Nurul Fikri

 

 

AN

Santoso Djalu Wahono: Membangun Agrowisata Untuk Depok

“Dari konsultan dan kontraktor sampai ke beternak bebek, itu lah perjalanan Ir. Santoso Djalu Wahono, warga Kukusan, Beji. Dalam perbincangannya dengan depoklik, Jumat (11/6) pagi lalu, ia bercerita banyak tentang kehidupan pribadinya yang dapat menginspirasi siapapun yang mendengarkannya. Pak Santos, sapaan akrabnya, kini menjabat sebagai Ketua Asosiasi Industri Kecil Menengah Agrobisnis (AIKMA) Jawa Barat.”Pria yang memiliki latarbelakang arsitek ini memulai usaha sejak tahun 1983 dengan mendirikan kantor Konsultan dan Kontraktor.  Akibat terserang penyakit jantung di tahun 1998, ia memensiunkan usahanya. “Dokter menyarankan saya untuk istirahat dan melepas pekerjaan yang membebankan pikiran untuk istirahat,†ungkapnya. Penyakit jantung yang dideritanya ini memaksa Pak Santos untuk mengontrol pola hidup dan pola makan. Ia disarankan dokter untuk sering mengkonsumsi ikan air tawar. “Dari pada saya bulak-balik ke pasar, maka saya membangun kolam ikan air tawar untuk diternak dan dikonsumsi,†cerita Pak Santos. Namun usahanya untuk berternak ikan air tawar itu gagal karena banyak ikan yang mati. Lalu ia mencoba beternak bebek untuk melanjutkan hobi beternaknya. Peternakan kali ini berhasil, dan ia membuka kedai makan yang khusus menyajikan menu bebek ditahun 2000. Bebek yang dihasilkan peternakan Pak Santos merupakan persilangan itik dengan entok. Bebeknya sehat, dan besar tanpa obat. “Ini sudah diuji oleh dinas pertanian, dan saya sempat mendapat penghargaan,†ujar Pak Santos.”Bicara soal usaha, menurutnya, manajemen semilir telah membangkitkan usahanya. Maka, ia pun dengan semangat menjelaskan manajemen yang merupakan singkatan dari sistem manajemen  hulu sampai hilir itu kepada kami. “Manajemen ini perlu dilakukan semua petani Indonesia, karena mandiri, diluar sistem,†jelas pemilik kedai TikTok Van Depok ini. Pak Santos menerapkannya dengan mulai membeli telur, lalu di vertil. Yang menetas diternak, dan yang tidak menetas dijual. Hasil ternaknya menjadi distribusi kedai bebeknya. “Dengan begini, kami tidak terpengaruh dengan fluktuatif harga pasar,†ungkapnya. Ia pun juga melakukan hal serupa pada ternak sapinya. Memanfaatkan susunya untuk menjadi susu murni yang dikonsumsi, eskrim, dan yoghurt, serta mendistribusikan dagingnya di pasar. â€Jadi, modal lebih kecil, dan keuntungan besar dengan semilir,†katanya.”Saat ini Pak Santos sedang membangun lokasi Agrowisata di Sawangan. “Agro adalah hasil bumi, baik pertanian maupun peternakan, dan ini bisa menjadi tempat wisata yang mendidik,†katanya. Depok perlu tempat wisata, lanjutnya, dan kesadaran ini yang memicu saya untuk membangun agrowisata. Dilokasi agrowisata ini, ia akan membuat pusat bebek. “Saya akan menghadirkan semua jenis bebek yang ada di dunia, †tegasnya dengan semangat. Baginya, pusat bebek ini akan sangat menyenangkan dan bermanfaat bagi pengetahuan anak-anak.”Waah.. bila agrowisata ini hadir, semakin menyenangkan saja kawasan kita. Baiklah, sukses untuk Pak Santos.”Coki Lubis“Foto: CL

Ira Duaty: “Depok Juga Punya Peluang Di Dunia Mode”

Siapa yang tak kenal Ira Duaty? Model papan atas angkatan 80an ini memang tak cepat dilupakan orang. Kini, ibu dari Nadine Sekar Kinari (14) dan Niobe Shrijani Kinara (4) ini telah jarang tampil di depan umum sebagai seorang model. Namun, wanita yang memulai karir dalam ajang Wajah Femina ini tak serta merta meninggalkan dunia modelling yang telah membesarkan namanya. Bersama depoklik.com, Senin (3/5) lalu, istri dari Iwan Hendarto ini membagi ceritanya seputar dunia model, keluarga, dan juga Depok sebagai pilihan tempat tinggalnya.”Sekarang sibuk apa?“Sekarang ini saya lebih sibuk di belakang layar ketimbang di depan panggung mode. Selain itu, saya juga masih mengajar modelling di F&G (agensi model) dan kadang diundang menjadi juri di berbagai lomba modelling.Tapi tetap masih ‘jalan’ di catwalk kan?“Iya, tapi tidak sesering dulu. Ya, hanya untuk baju kebaya atau desain baju wanita seusia saya. Menyesuaikan umur lah.”Tapi, kalau boleh sedikit mengenang kembali, apa sih yang membuat seorang Ira Duati jatuh cinta pada dunia mode?“Dari Wajah Femina di pertengahan tahun 80an itu, pintu karir saya sebagai seorang model, mulai terbuka. Saya jadi bertemu banyak orang dan pergi ke banyak tempat. Dari sisi kepribadian, dunia mode memicu saya untuk terus berkembang.”Kalau pandangan Anda tentang dunia mode sekarang ini?“Ada banyak perubahan. Sekarang ini banyak sekali orang yang terjun ke dunia mode dengan instan. Di panggung mode-nya pun makin banyak yang membantu para model. Kalau dulu, kami para model yang sedang memperagakan baju, tidak ada orang yang memberi aba-aba kapan harus keluar masuk panggung. Jadi kami yang menentukan sendiri dengan memperhatikan setiap urutan keluar panggung dan irama musik. Itu baru salah satu contohnya saja. Nah, itu kan menuntut dedikasi dan integritas kami sebagai model.  Kami dituntut lebih mandiri. Kalau sekarang, semua yang dibutuhkan oleh para model tersedia. Saya lihat apresiasi  para model terhadap karya desainer juga tidak seperti dulu. Secara fisik, memang model sekarang jauh lebih baik dari jaman dulu. Sekarang mudah sekali mencari model tinggi dan cantik, tidak seperti dulu.”(Di sela-sela perbincangan kami, putri bungsu Ira, Niyobe terlihat kerap kali menghampiri Ira dan bermanja-manja)”Kelihatannya, Anda dekat sekali dengan Niobe, Bagaimana Anda membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga Anda?“Saya selalu mencuri-curi waktu untuk anak-anak bila saya sedang sibuk sekali. Tapi, kalau saya di rumah, waktu saya untuk anak-anak. Misalnya, saya selalu menyempatkan diri membuat sarapan bagi keluarga. Setelah anak-anak sekolah, baru saya bisa fokus untuk bekerja. Saya rasa saya masih sangat bisa membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga.”Me time Anda sendiri?“Kadang saya lari pagi keliling kompleks rumah. Atau ‘kabur’ ke mal. Tidak selalu belanja sih, window shopping saja sudah cukup buat saya.”Bicara soal kompleks rumah, kenapa Anda memilih tinggal di Perumahan Tugu Indah, Kelapa Dua?“Saya merasa daerah ini tenang dan hijau. Tidak jauh dari Jakarta dan Bogor, karena biasanya saya dan keluarga ke Bogor untuk liburan.”Tempat favorit Anda di Depok?“Margo City dan UI. Nah, kalau di UI, kadang-kadang saya sering lari pagi di sana. Karena masih hijau sekali.”Akhir minggu sering berjalan-jalan ke luar rumah?“Jarang, kalau sudah di rumah malas mau keluar. Kadang-kadang saya hanya mengantarkan anak saya jalan-jalan ke Bogor, mencari tempat renang yang seru.”Kalau bisa memberi saran kepada Pemda Depok, kira-kira apa saran Anda?“Di Depok ini masalahnya cuma kesadaran. Jadi, percuma ya dikasih saran ke pemerintah kalau masyarakat Depok sendiri kurang peduli untuk menciptakan lingkungan yang baik. Masalah lalu lintas saja banyak sekali angkot yang tidak tertib. Suka berhenti sembarangan dan menaikkan turunkan penumpang tidak pada tempatnya.”Lalu dari kaca mata seorang model senior seperti Anda, kira-kira ada peluang tidak bagi Depok untuk melahirkan calon-calon model?“Oh ada. Ada lho beberapa peserta ajang pemilihan model yang berasal dari Depok. Masyarakat Depok punya peluang, hanya perlu keberanian saja. Kalau wilayah Depok sering membuat acara pemilihan model, ‘bibit-bibit’ calon model baru bermunculan. (Coki Lubis)“Foto: Ira Duaty bersama putri bungsunya, Niobe Shrijani Kinara. (AN)