fbpx

8 Startup Lokal Menangkan Boot Camp Batch Kedua Ideabox

Setelah melalui serangkaian proses seleksi dan Boot Camp, 8 usaha rintisan berbasis digital (startup) Indonesia lolos sebagai pemenang Ideabox Batch 2. Para pemenang telah diumumkan pada Pertemuan Startup Lokal di Jakarta, Senin 15 September 2014 lalu.

Para pemenang dengan karya terbaik itu adalah:

  1. Perkbox yang memberikan penawaran dan diskon untuk karyawan perusahaan
  2. Wobe sebagai aplikasi alat bisnis dan konten pendidikan bagi para perempuan di negara berkembang
  3. Indojek yang memungkinkan ojek menjadi kurir dan terhubung dengan pelanggan
  4. Pawoon sebagai solusi mobil untuk penjualan usaha kecil
  5. Gogonesia yang menawarkan paket perjalanan online dan solusinya
  6. Cupslice yang merupakan cara mudah untuk menggunakan aplikasi fotografi dengan penambahan aplikasi program dan tools
  7. Wifimu yang menawarkan social media marketing program melalui WiFi
  8. Eatzify sebagai situs video blogging untuk review restoran dan e-commerce.

Delapan pemenang tersebut terpilih dari 18 startup peserta booth camp, yang diseleksi dari 300 pelamar dalam program ini. Kedelapan startup yang terpilih selanjutnya mendapatkan berbagai fasilitas dari Ideabox, mulai dari 4 bulan mentoring hingga pengembangan dan peningkatan komersial melalui program yang terstruktur.

Para Startups pemenang tadi, kini memiliki waktu persiapan 1 bulan sebelum pindah ke Jakarta dan bergabung dengan program Ideabox pada bulan Oktober selama 4 bulan penuh.

Andy Zain, Managing Partner Mountain SEA Ventures mengatakan, program boot camp adalah proses terakhir dengan seleksi yang sangat ketat. Pada tahap ini, sambung Andi, pihaknya dapat mengenal para pendiri dan tim yang akan bekerja bersamanya, untuk memvalidasi produk dan melihat seberapa baik respon startup dari hasil mentoring.

“Para startup tidak hanya dievaluasi oleh lebih dari 30 mentor, tetapi juga saling mengevaluasi dengan startup lainnya,” jelasnya.

Setelah proses inkubasi tersebut selesai, para peserta juga akan mendapat dukungan berupa kerjasama komersial dan investasi dari Indosat dan Mountain SEA Ventures.

CEO Indosat, Alexander Rusli mengaku terkesan dengan para startup yang telah mengikuti program seleksi ini. “Mereka sangat berbakat, fokus dalam menanggulangi permasalahan nyata di Indonesia dengan motivasi yang tinggi. Kami melihat potensi yang besar dari startup yang lolos,†ujar Rusli dalam rilisnya kepada depokllik, Rabu (17/9) kemarin.

Rusli menambahkan, Indosat sendiri berkomitmen untuk membangun layanan digital terkuat dengan Ideabox bersama venture capital fund dan IWIC startup idea competition. “Ini menjadi bagian penting dari visi ini.”

Sebagai bentuk apresiasi, startup yang tidak lolos akan diundang menjadi penyewa pertama pada platform crowd-funding yang diluncurkan Indosat. Selain itu, startup juga akan dibantu mendapatkan dana untuk terus mengejar impian mereka.

Bobby Afif/cl

Bingung Mau Berbisnis? Coba Usaha Budidaya Lele

[caption id="attachment_20395" align="alignright" width="300"] Ilustrasi.[/caption]

Bagi anda yang masih bingung bidang yang akan dilakoni saat mau berbisnis, bisa melirik usaha budidaya lele. Karena kini budidaya lele semakin diminati masyarakat. Alasannya tentu saja karena merupakan salah satu bisnis menguntungkan.

Banyak keunggulan budidaya lele dibanding ikan air tawar lainnya, di antaranya lele lebih cepat besar dibandingkan ikan air tawar lainnya. Hanya dalam waktu 3 bulan, lele sudah dapat dipasarkan.

Lele juga merupakan salah satu komoditas yang mendukung ketahanan pangan dan gizi nasional. “Saat ini lele juga sudah di ekspor dalam bentuk fillet,†kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto.

Lebih jauh Slamet mengatakan, lele baik dari segi usaha budidaya maupun segi ikan lele itu sendiri memiliki banyak kelebihan. Dari segi usaha budidaya, lele dapat dibudidayakan dengan mudah, dengan modal yang tidak terlalu besar dan juga dapat dilakukan di lahan sempit seperti pekarangan rumah.

Lele juga merupakan sumber protein yang murah dan meriah karena dapat diolah dalam berbagai jenis makanan. Selain itu limbah olahan lele juga dapat dimanfaatkan juga baik sebagai kerupuk dan abon.

Budidaya lele, saat ini dapat diandalkan sebagai sumber pendapatan lain oleh nelayan pada saat musim paceklik.

“Seperti yang ada di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur dan Kabupaten Gianyar, Bali. Nelayan melakukan usaha budidaya lele untuk menambah pendapatan selama nelayan tersebut tidak melaut,†ujar Slamet.

Frd/kompas.com

Bisnis Cuci Pakaian Pasca Lebaran, Omzet Rp 30 Juta Per Bulan

[caption id="attachment_20390" align="alignright" width="300"] Ilustrasi[/caption]

Pakaian kotor menumpuk adalah pemandangan yang biasa terjadi usai merayakan Hari Raya Lebaran. Fenomena ini biasa terjadi karena banyak keluarga ditinggal mudik pembantunya ke kampung halaman.

Selain itu, banyak juga keluarga yang pulang mudik belum sempat mencuci pakaian kotor yang dikenakan selama mudik. Sementara pembantunya belum kembali dari mudik.

Tak pelak, jasa binatu pun laris manis. Sejumlah pelaku usaha binatu mengaku, order cucian meningkat tajam selama libur Lebaran.

Prosperia Michelle, pemilik jasa cuci kiloan Mr Klin di Cengkareng, Jakarta Barat, mengaku, tiga hari menjelang hari kerja setelah libur Lebaran, order cucian mulai meningkat.

Kondisi itu terjadi juga di sejumlah cabang Mr Klin di Tangerang dan Depok. Dengan meningkatnya order cucian, jumlah pelanggan pun bertambah. Selain pelanggan tetap, mereka yang tadinya tidak pernah mencuci di binatunya kini menjadi pelanggan musiman.

Rata-rata peningkatan mencapai dua kali lipat dari hari normal. Michelle mengatakan, di hari normal, satu cabang rata-rata hanya mencuci 50 kilogram pakaian per hari. “Saat ini meningkat hingga 100 kg lebih,†katanya.

Lantaran order cucian melonjak, layanan jasa cuci juga tidak bisa selesai dalam sehari. Ia mengaku, sudah menyampaikan hal itu ke pelanggannya dan mereka biasa menerimanya. “Sejak awal, saya sudah bilang ke pelanggan baru bisa selesai empat hari, begitu pula layanan ekspres satu hari bisa dua hari,†jelasnya.

Kendati order meningkat, Michelle tidak menambah jumlah karyawan. Untuk gerainya di Cengkareng, ia mempekerjakan tiga karyawan. Hanya, ia menerapkan lembur bagi para karyawannya. “Kadang-kadang saya juga turun tangan membantu agar orderan cepat selesai,†tuturnya.

Omzet naik

Meningkatnya order cucian berpengaruh terhadap omzet yang didapatnya. Ia mengaku, omzet selama satu bulan ini mencapai Rp 30 juta per bulan, naik 30 persen dibandingkan bulan biasa yang berkisar mencapai Rp 10 juta.

Michelle berharap, setelah minggu ketiga, suasana kembali normal. Jika terlalu banyak order, ia khawatir pelayanan tidak maksimal. Pemain lain yang merasakan peningkatan order adalah Andi, pemilik Bio Clean Laundry di Bandung, Jawa Barat. Selain di Bandung, Bio Clean Laundry memiliki delapan gerai di sejumlah kota di Jawa Barat.

Frd/Tribunnews.com

Bengkel di Depok, Modifikasi Moge dengan Limbah Otomotif

[caption id="attachment_20382" align="alignright" width="300"] Istimewa, motor-motor hasil limbah yang dimodifikasi di bengkel Deni.[/caption]

Bagi sebagian orang, limbah, atau barang bekas mungkin tidak bermanfaat. Namun bagi sebagian pihak, limbah justru bisa menjadi berkah tersendiri.

Sebagai contoh adalah limbah otomotif. Di tangan Muhamad Deni, pemilik Bengkel Lokomotif Modification, limbah otomotif yang tidak berguna ternyata bisa disulapnya menjadi rupiah setelah menjadi bahan modifikasi motor.

“Limbah ini adalah part moge (motor gede) yang sudah tidak terpakai, lalu kita pakai untuk modifikasi motor biasa, biar gagah seperti moge,†kata Denny, Kamis (7/8).

Ia mengatakan, limbah yang biasa dipakai untuk modifikasi yakni fork, atau shock depan up side down, swing arm, pelek racing, dan lain sebagainya. Dengan sedikit ubahan, atau penyesuaian, ia bisa membuat part tersebut menempel dan berfungsi sempurna di motor.

Menurutnya, part limbah moge didapatnya dengan harga yang relatif murah. Setelah dilakukan perbaikan dan menjadi bahan modifikasi, nilai harga barang tersebut berhasil memenuhi kantongnya.

Diakuinya, bengkel yang ia buka di Jalan Raya Bogor KM 37, Setu Jatijajar, Depok, ini telah mengerjakan ratusan motor dengan bahan limbah moge. Bahan yang paling banyak ia miliki, saat ini ialah swing arm dan up side down.

“Motornya macam-macam, dari V-Ixion sampai trail. Ini bisa dibilang dari limbah menjadi berkah,†ungkapnya.

Modifikasi dengan menggunakan limbah moge ternyata memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan menggunakan part imitasi atau part aksesoris murah. Ini, karena material part moge jauh lebih berkualitas.

“Seperti pelek misalnya, pelek aksesoris yang murah suka pecah kalau menghajar lubang, mending memakai limbah moge,†sarannya.

Bisnis menjanjikan

Menurut Deni, bisnis bengkel seperti yang dilakukannya sangat menjanjikan. Apalagi, dia juga sering mendapat pesanan pengerjaan dari bengkel-bengkel modifikasi besar dan ternama di Jakarta.

“Modalnya kreativitas, rajin hunting bahan limbah, mesin bubut, dan sebagainya,†ungkapnya.

Meski demikian, Deni enggan menyebut omzetnya. Dia hanya mengatakan penghasilannya lebih dari cukup.

“Soal omzet rahasia bos, yang penting Alhamdulillah bisa menghidupi saya dan keluarga, dan tentunya bisa juga membuka lapangan kerja,†tuturnya.

Frd/Viva.co.id