Ketua Majelis Mujahidin Solo: Ada Persekongkolan Jahat Berupaya Membebaskan Ahok

Ketua Majelis Mujahidin Solo, Irfan Suryahardi Awwas menilai ada pihak-pihak yang mencoba ‘bersekongkol’ dalam upaya membebaskan terdakwa kasus penistaan agama, Basuki Tjahtja Purnama alias Ahok dari jerat hukum.

“Ada kong kalikong, ada politisasi jahat yang merekayasa supaya Ahok terbebas,” tutur Irfan saat menyampaikan orasi dalam aksi damai menjaga independensi hakim dalam persidangan kasus penistaan agama yang berlangsung di bundaran Gladak, Jumat (28/4).

Dia mengungkapkan rasa kecewanya terhadap tuntutan jaksa yang hanya menuntut Ahok dengan tuntutan satu tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun. Selain itu, jaksa juga dianggapnya mengabaikan kesaksian Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin dalam persidangan.

Oleh sebab itu, dalam aksi tersebut ia meminta Komisi Kejaksaan untuk memeriksa Jaksa Penuntut Umum (JPU) karena diduga adanya tekanan pooitik dan kepentingan dalam kasus tersebut.

“Kita tidak akan berhenti meneriakan kebenaran. Kita serahkan kepada pengadilan tapi sayang, Jaksa telah mengkhianati keadilan dan rakyat,” katanya.

Aksi yang digelar tersebut melibatkan berbagai organisasi kemasyarakatan Islam seperti Majelis Mujahidin Indonesia Solo Raya, Dewan Syariah Kota Solo (DSKS), dan Dewan Dakwah Jawa Tengah.

Masa aksi berjalan kaki dari Masjid Kota Barat Solo setelah sholat jum’at hingga bundaran Gladak di Jalan Slamet Riyadi. Di bundaran Gladak, massa mendengarkan orasi beberapa tokoh ormas Solo.

Recommended For You

About the Author: Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *